
Aditya langsung keluar dari Acara pesta. Dia langsung memasuki mobil.
" Sudah kuduga semuanya akan terjadi," ucap Aditya sembari memasang seat beltnya. Aditya membuka laci di mobilnya dan mengambil pistol.
" Ingin mencari masalah denganku. Jangan salahkan aku jika hari ini akan terjadi," ucap Aditya memasukkan pistol ke dalam jasnya. Dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tidak tau dia kemana. Tetapi Aditya terlihat sangat marah. Sampai Aditya harus mengeluarkan pistol.
********
Gedung tua. Gedung yang tampak menyeramkan dan sama sekali tidak layak huni. 1 mobil terparkir di sana. Dan tidak berapa lama. Mobil BMW hitam berhenti di sana. Sejajar dengan mobil yang sudah terparkir terlebih dahulu itu.w
Saat pintu mobil terbuka. Menunjukkan heels dengan sekitar 7 cm turun dari mobil itu. Yang ternyata seorang wanita yang keluar dari mobil itu yang memakai heels tersebut. Yang tak lain adalah Rebecca. Pantas saja Rebecca tidak ada di pesta pernikahan ternyata dia sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Rebecca melihat di sekelilingnya seperti memastikan keadaan sekitar. Setelah merasa aman. Tidak menunggu lama. Rebecca langsung memasuki gedung tua itu.
Rebecca menuju 1 ruangan yang ternyata ada seorang pria tegap. Pria yang tempo lalu. Pernah di berikannya uang. Di perintahkan untuk membunuh Felly. Begitu Pria itu melihat kedatangan Rebecca dia langsung menundukkan kepala.
Rebecca hanya menganggukkan matanya dan langsung melihat ke lantai yang sudah tergelatak seorang wanita. Yang tak lain adalah Felly.
Felly yang sudah tidak sadarkan diri. Terbaring miring meringkuk seperti bayi dalam rahim dengan ke-2 tangan di ikat kebelakang.
Rebecca menyunggingkan senyumnya wanita yang baru menjadi pengantin itu sekarang tidak sadarkan diri dan mungkin akan mendatangi ajalnya.
" Seharusnya kau tidak berani. Masuk kedalam keluargaku. Kau sudah menjadi parasit untuk putraku dan sekarang kau malah menjadi tambang emas untuk anak sialan itu yang bisa membuatku hancur. Aku tidak mungkin membiarkan semua itu terjadi. Jadi lebih baik kau pergi untuk selama-lamanya," ucap Rebecca dengan seriangi nakal di wajahnya.
" Apa saat kau membawanya tidak ada yang tau?" tanya Rebecca pada orang suruhan.
" Saya yakin nyonya. Tidak ada yang tau," jawab Pria itu dengan percaya diri.
" Bagus jika begitu. Terserahmu mau kau apakan dia. Setelah itu lenyapkan dia pastikan dia mati. Dan pastikan jasadnya tidak ada. Karena aku tidak ingin dia akan menjadi masalah walau sudah mati. Jadi hilangkan barang bukti semuanya agar tidak ada masalah," ucap Rebecca memberikan perintah.
" Baik nyonya," jawab Pria itu.
" Cepat lakukan. Jangan membuang waktu. 2 jam kemudian aku harus menerima kabar. Jika dia sudah benar-benar mati," ucap Rebecca terus menatap Felly dengan sinis.
__ADS_1
" Hanya 2 jam untuk bersenang-senang itu jelas kurang," batin Pria itu yang sedari tadi menahan hasratnya pada tubuh Felly yang membuatnya tergoda.
" Kau mendengarku?" tanya Rebecca melihat ke arah Pria itu. Karena sedari tadi Pria itu diam saja.
" Iya nyonya saya akan lakukan," jawab Pria itu dengan cepat.
" Baik laksanakan secepatnya. Sisanya akan segera ku transfer. Jika Pekerjaanmu benar-benar bagus," ucap Rebecca.
" Nyonya tenang saja. Semua akan berjalan dengan lancar," sahut Pria itu dengan yakin.
" Jangan hanya ada bicara. Laksanakan secepatnya," tegas Rebecca. Pria itu kembali mengangguk.
" Terimalah kematianmu," batin Rebecca kembali melihat ke arah Felly.
" Aku pergi. Awas jika pekerjaanmu berantakan," ucap Rebecca. Pria itu kembali menganggu. Rebecca menyunggingkan senyumnya. Lalu meninggalkan Felly dan Pria itu berduaan. Kepergian Rebecca membuat Pria itu tersenyum licik dengan melihat tubuh Rebecca.
" Malam ini adalah malam keberuntunganku," ucapnya mendekati Felly. Pria itu berjongkok di depan Felly dan membelai pipi Felly yang sangat mulus. Ternyata belaian Pria itu membuat Felly reflex kaget dan mengkerutkan matanya.
Dengan perlahan Felly membuka matanya. Kepalanya terasa sakit dan punggungnya juga sakit mungkin karena pukulan yang di terimanya. Saat matanya terbuka dengan sempurna. Felly kaget dengan Pria yang di hadapannya dan refleks membuatnya bergerak sedikit.
" Siapa kamu?" tanya Felly dengan panik. Bergeser sedikit demi sedikit.
" Apa maksudmu?" tanya Felly dengan wajah penuh ketakutan. Belum lagi Felly sudah melihat di mana keberadaannya. Tempat itu sangat sepi. Sangat gelap. Hanya terdapat barang-barang rongsokan dan pasti pikirannya sudah tidak tenang.
" Di mana aku. Di mana Aditya," batin Felly dengan ketakutan. Saat ketakutan seperti itu. Dia mencari Aditya yang barusan sah menjadi suaminya.
" Lepaskan aku. Jangan menggangguku," ucap Felly dengan tegas. Felly berusaha mundur terus dengan menggesekkan tubuhnya yang sudah terduduk dan sambil berusaha melepaskan ikatan di tangannya.
" Aku tidak menggangumu, aku hanya ingin bersenang-senang denganmu," ucap Pria itu dengan tersenyum miring dan mendekati Felly bahkan tangannya dengan kurang ajar mengelus paha Felly.
" Jangan menyentuhku," teriak Felly dengan suaranya menggelegar.
" Jangan berisik. Kau tidak akan bisa kemana-mana," sahut Pria itu semakin mendekati Felly. Felly terus mundur dan sialnya dia sudah terbentur dengan tembok. Sehingga Felly tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
" Pergi kamu! pergi kamu! jangan mendekati ku. Pergi kamu!" teriak Felly saat Pria sudah berada di depannya dan bahkan kembali membelai pipi Felly dan Felly langsung memiringkan wajahnya kesamping.
__ADS_1
" Jangan menyentuhku," ucap Felly yang sudah menangis. Dia tidak tau apa lagi yang akan terjadi padanya.
" Sudahlah cantik jangan jual mahal. Ini akan menjadi enak, kamu akan ketagihan," ucap Pria itu memegang ke-2 bahu Felly yang sudah tidak sabaran ingin menikmati tubuh nasip wanita malang itu.
" Aku mohon tolong aku. Jangan biarkan aku seperti ini," batin Felly yang hanya bisa berdoa saja. Pria itu menarik rambut belakang Felly. Sehingga wajah Felly langsung melihat Pria yang menyeramkan itu.
" Lepaskan! sakit!" ucap Felly merasa kesakitan dengan rambutnya yang tertarik. Pria itu tidak peduli dan ingin mencium Felly.
" Cuiihhhh," Felly langsung meludahi Pria itu.
" Aku sudah katakan jangan menyentuhku," tegas Felly dengan geram. Pria itu mengusap ludah Felly di wajahnya dengan menatap Felly dengan tajam.
" Kurang ajar! Plakkkkkkk," 1 tamparan melayang pada pipi Felly. Sehingga membuat Kepala Felly miring kesamping.
" Aku sudah memberimu kelembutan. Tetapi kau terlalu banyak tingkah. Kau lebih menyukai cara kasar," desis Pria itu dengan geram.
Dia kembali menarik rambut Felly. Sehingga wajah Felly mendongak ke atas.
Plakkk Pria itu kembali menampar Felly sengingga ujung bibir Felly berdarah. Bukan hanya itu Pria itu menghempaskan kepala Felly ketembok.
" Tolong," lirih Felly yang menahan rasa sakit. Saat menerima pukulan demi pukulan. Sementara Pria itu tersenyum kemenangan saat melihat wanita itu yang sudah lemah tidak berdaya.
" Ayo cantik kita mulai pada acara inti kita," ucap Pria itu dengan seriangi nakal di wajahnya dan mencoba melecehkan Felly.
" Jangan, aku mohon, jangan," Felly hanya berusaha memberontak dengan menggeleng-gelengkan kepalanya saat pria itu mencoba menciumnya.
Felly sudah pasrah dengan nasibnya yang memang sudah sering mendapat pelecehan. Air matanya sudah tidak ada gunanya lagi. Dia tidak tau kenapa nasibnya selalu seperti ini.
Felly yang sudah lemas. Hanya bisa pasrah dengan ke adaan yang di terimanya. Di tengah kepasraannya ternyata menghentikan perbuatan Pria itu. Ketika tarikan kuat yang berhasil menjauhkan Pria itu dari Felly.
" Kurang ajar," umpat Aditya langsung melayangkan satu pukulan pada Pria yang mencoba memperkosa Istrinya.
Pukulan itu berhasil membuat Pria itu melayang sampai tersandar pada tembok. Felly membuka matanya dan melihat pria itu sudah menahan sakit dan Pria yang berdiri di hadapannya yang hanya memperlihatkan punggungnya adalah Aditya.
" Aditya," lirih Felly. Aditya melihat kebelakang dan melihat kondisi Felly yang terluka. Adita langsung menghampiri Felly.
__ADS_1
" Kau tidak apa-apa?" tanya Aditya panik dengan memegang ke-2 pipi Felly. Matanya berkeliling melihat kondisi istrinya yang terluka. Dengan cepat Aditya membuka ikatan tangan Felly.
Bersambung......