Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 136 Akhirnya mengetahui.


__ADS_3

Aditya dan Felly istirahat sejenak untuk mengatur napas mereka duduk di pinggir sungai dengan kaki yang terlentang dan pasti tubuh yang sudah basah-basahan.


" Siapa mereka sebenarnya. Apa memang mereka suruhan Rebecca. Bagiamana jika mereka masih mengejar, bagaimana nasib Felly," batin Aditya yang melihat ke arah Felly yang tampak kelelahan. Dia merasa sangat mencemaskan wanita itu.


" Apa mereka adalah orang yang sama. Yang dulu pernah menculik ku," batin Felly yang bertanya-tanya.


" Tetapi jika iya. Bukannya Aditya sudah melenyapkannya," Felly terus bertanya-tanya di dalam hatinya. Dia benar-benar kebingungan dengan apa yang terjadi dan pasti sangat kaget dengan kejadian yang di alaminya.


Telinganya yang harus mendengar suara tembakan yang tiada henti yang sama sekali tidak pernah di dengarnya dan bahkan lari-larian. Dia tidak pernah membayangkan insiden itu akan terjadi padanya.


" Itu mereka," teriak salah seorang Pria yang membuat Felly dan Aditya kaget dan melihat kebelakang mereka yang ternyata orang yang mengejar mereka bisa menemukan mereka.


Mata Aditya melotot, saat melihat salah seorang pria menyondongkan pistol dan tanpa aba-aba memetik pelatuk pistol itu dan menembakkan. Aditya langsung menarik Felly dan memeluknya sehingga bisa mengelakkan tembakan itu.


" Ayo lari," ucap Aditya membantu Felly berdiri dan langsung lari. Mereka bergenggaman tangan lari sekencang-kencangnya. Meloloskan diri dari tembakan dan pastinya dari kejararan orang-orang yang sama sekali tidak di ketahui Aditya siapa orang-orang itu.


Felly dan Aditya sudah bersembunyi di balik batu yang besar dan dipinggir sungai. Mereka merasakan orang-orang yang mengejar mereka sangat dekat.


Dan dugaannya benar-benar orang-orang tesebut tepat di atas kepala mereka. Aditya dan Felly yang berdiri semakin khawatir. Jika ke Tahuan sedikit saja mereka akan tamat. Aditya meraih pundak Felly merangkulnya agar Felly yang berdiri di sampingnya semakin dekat dengannya.


" Di mana mereka?" tanya seorang Pria yang begitu lantang berbicara.


" Tidak tau tuan. Tetapi sepertinya mereka berada di sekitar sini," jawab salah seorang Pria. Mendengar nama tuan membuat Aditya penasaran. Yang berarti dialah ketua gengnya dan Aditya dengan perlahan mengintip siapa orang itu.


Mata Aditya melotot saat mengetahui siapa orang itu.


" Leon," lirih Aditya menekan suaranya. Saat mengetahui dalang di balik semuanya adalah Leon salah satu musuhnya.

__ADS_1


" Kau mengenalnya?" tanya Felly. Aditya diam saja.


" Kalian cepat cari dan temukan dia. Tapi ingat jangan sampai mati. Paling tidak dia harus melihatku dulu. Baru dia mati. Dia harus melihat orang yang di lihatnya 17 tahun lalu. Aku ingin mengingatkannya dengan apa yang aku lakukan pada kakak kesayangannya," ucap Leon membuat tangan Aditya mengepal.


Sementara Felly heran tidak mengerti dengan perkataan Pria yang membuat Aditya sepertinya ingin murka.


" Aditya, Aditya, kau hanya bocah kecil yang tidak bisa melakukan apapun. Bahkan kau hanya kabur saat aku dan 2 temanku menikmati tubuh kakakmu yang sangat indah itu," ucap nya lagi. Mendengarnya Felly kaget, sampai mulutnya terbuka.


Sementara Aditya benar-benar mengepal tangannya dan tidak sabaran ingin membunuh orang yang memperkosa kakaknya.


" Aku rasa sangat asyik, jika aku melakukannya pada istrimu di depan mu. Kau bisa melihat aku yang memperkosa Elia dan istrimu yang akan menyusul untuk kunikmati," lanjut Leon yang berbicara dengan tersenyum miring tanpa dosa mengataka nya.


" Jadi selama ini, kak Elia adalah korban pemerkosaan dan itu terjadi 17 tahun lalu," batin Felly dengan napas beratnya yang terus melihat Aditya yang penuh kemarahan.


Apa yang ingin di ketahuinya. Sudah terdengar di telinganya dan membuatnya benar-benar tidak percaya dengan kejadian itu. Bahkan Felly bisa menyimpulkan kenapa Aditya menjadi orang seperti ini dan pasti masa lalu itu salah satunya.


" Aku akan menemukanmu Aditya dan juga istrimu yang cantik itu, kau akan menontonku melakukan hal itu," ucapnya lagi yang sengaja memancing Aditya.


Aditya melihat ke arah Felly dan Felly menggeleng. Menatap Pria yang matanya sudah memerah itu. Felly seakan mengisyaratkan untuk tidak mendatangi Pria itu.


" Aku harus membunuhnya sekarang juga," ucap Aditya geram.


Yang seperti menahan air matanya dan melepas tangan Felly dari lengannya dan ingin melangkah lagi membunuh Pria itu. Tetapi Felly menahannya kembali dan seakan Aditya tidak mendengarkan Felly. Felly pun berjinjit dan mencium bibir Aditya sebentar.


Aditya jelas kaget dengan apa yang di lakukan Felly kepadanya. Sampai matanya terbelalak dan menatap Felly yang pasti heran kenapa Felly melakukan hal itu.


" Kau tidak akan bisa melawan mereka. Mereka terlalu banyak dan mereka mempunyai senjata. Semetara kau tangan kosong. Jika kau tetap ke sana kau hanya akan menyerahkan dirimu. Lalu bagaimana dengan nasibku. Apa aku juga akan hancur di tangannya, apa kau akan melihatku hancur di tangannya," ucap Felly dengan pelan membuat Aditya terdiam dengan menelan salavinanya.

__ADS_1


Dia harus mengakui apa yang di katakan Felly benar. Tidak mungkin dia melawan Leon dengan tangan kosong dan Felly ada bersamanya. Felly bisa menjadi korban kebiadaban orang-orang tersebut.


" Aditya aku mohon, jangan kesana. Selamatkan aku," ucap Felly menggengam tangan Aditya dengan mata Felly yang berkaca-kaca seakan penuh ketakutan dan hanya mengharapkan Aditya yang menolongnya.


" Baiklah. Aku tidak kesana bukan berarti aku kalah. Aku bisa menang darinya. Berapapun orang yang menyerangku. Aku hanya tidak ingin. Kau melihatku membunuh orang-orang itu," ucap Aditya mengurungkan niatnya untuk melawan Leon karena mencemaskan keselamatan Felly.


Tangan Aditya yang tadi di genggaman Felly digenggam Aditya kembali dengan erat.


" Kita melompat, cuma itu cara satu-satunya. Untuk menyelamatkan diri," ucap Aditya melihat Felly. Felly melihat kebawah dan pasti merasa negeri, saat harus menyebur lagi.


" Tapi, aku tidak bisa berenang," ucap Felly.


" Aku tau itu. Tapi kita tidak punya pilihan. Jangan melepas tanganku. Jika kau masih ingin hidup," ucap Aditya menegaskan. Felly menganggukkan kepalanya.


Aditya mengangguk kan matanya pada Felly seakan memberikan arahan pada Felly. Jika sudah siapa melompat. Felly mengangguk dan tanpa aba-aba. Mereka langsung melompat.


Byurrrr.


Suara tersebut terdengar di telinga Leon dan juga anak buahnya.


" Cepat cari mereka!" teriak Leon. Anak buah Leon pun melompat kedalam sungai mengejar Aditya dan Felly.


Di dalam sungai, Aditya dan Felly terus berenang. Dengan genggaman tangan Felly yang memang tidak lepas dari Aditya dan Wajah Felly terus melihat kesampingnya yang melihat Aditya.


" Apa yang terjadi. Jadi selama ini Aditya menyimpan semua ini sendirian. Apa ini yang membuatnya membenci keluarganya karena hal buruk yang terjadi pada kakaknya. Aapa yang aku katakan kepadanya tempo lalu," batin Felly yang simpatik dengan Aditya.


Mendengar jelas dengan telinganya, mengenai Elia membuat hatinya tersentuh dan sangat prihatin kepada Aditya. Felly juga mengingat kata-katanya di rumah sakit. Yang pasti apa yang di katakan Felly sudah terjadi terlebih dahulu pada Elia dan Felly tidak sadar ucapannya itu sebenarnya membuat Aditya mengingat kenangan buruk itu.

__ADS_1


" Bagaimana nasib kak Elia, aku berharap Bion benar-benar menjaganya," batin Aditya yang kepikiran dengan sang kakak.


Bersambung....


__ADS_2