
Bion keluar dari kamarnya dan langsung di kagetkan oleh Gina yang tiba-tiba berdiri di depan pintu kamarnya.
" Gina," sahut Bion tersentak kaget.
" Kamu kenapa kaget gitu?" tanya Gina heran.
" Ya aku jelas kaget. Kamu tiba-tiba ada di sini," ucap Bion.
" Maaf ya," sahut Gina. Bion hanya geleng-geleng dengan mengatur kembali napasnya.
" Kamu mau kemana?" tanya Gina tiba-tiba yang melihat Bion sudah rapi di pagi-pagi hari.
" Hmmm, aku_aku, ya aku mau kerja mau ngapain lagi," jawab Bion dengan gugup yang seakan menyembunyikan sesuatu.
" Aku ikut ya," ucap Gina yang keliatannya ingin ikut.
" Jangan Gina," sahut Bion dengan cepat mencegah.
" Kenapa?" tanya Gina heran.
" Kamu menunggu di rumah saja. Aku kan kerja. Kamu tidak perlu ikut. Lagian kamu juga habis dari rumah sakit. Seharusnya kamu istirahat. Aku hanya bekerja dan pulang juga tidak lama," sahut Bion yang mencoba mencari alasan.
" Tapi hanya ikut saja. Masa tidak boleh," sahut Gina yang tampak begitu kecewa.
" Bukan tidak boleh Gina, aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu," ucap Bion dengan lembut.
" Benarkah hanya karena itu?" tanya Gina yang tampak ragu.
" Iya, tidak ada alasan lain selain itu, kamu di rumah aja ya, kamu jangan berpikiran yang lain-lain kamu harus istirahat. Aku hanya pergi sebentar," sahut Bion menyakinkan Gina terus menerus.
" Baiklah mas Bion," sahut Gina mengangguk.
" Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu," ucap Bion pamit dengan memegang pundak Gina.
__ADS_1
" Gina mengangguk tersenyum yang akhirnya membiarkan Bion pergi begitu saja. Walau wajah Gina terlihat penuh keraguan yang mungkin Gina berpikiran sesuatu pada Bion. Gina merasa jika ada yang di sembunyikan Bion.
**********
Ternyata yang benar saja Bion menemui Elia. Dia harus berbohong hanya demi wanita yang di cintainya. Gina bukan istrinya jadi seharusnya tidak masalah membohonginya. Lagian Bion hanya ingin bersenang-senang dengan Elia wanita yang di cintainya.
Di mana hari ini Gina dan Bion dan Elia sedang jalan bersama. Mereka kembali menghabiskan waktu ber-2an dari pagi sampai siang ini mereka juga sama-sama bersama dan sekarang sedang menikmati makan siang bersama.
" Apa Gina tidak akan curiga jika kamu pergi?" tanya Elia.
" Aku tidak tau dia curiga atau tidak, aku hanya mengatakan aku bekerja dan memang dari wajahnya dia terlihat begitu ragu," jawab Bion.
" Kapan ya Gina sembuhnya," sahut Elia yang terlihat lesu. Bion tersenyum dan memegang tangan Elia yang di samping piring.
" Secepatnya dia akan sembuh," jawab Bion yang meyakinkan Elia.
" Iya, aku hanya berdoa agar Gina cepat sadar kalau kamu itu bukan suaminya," sahut Elia tersenyum. Bion mengangguk.
" Kamu mau mencoba punya ku tidak?" tanya Bion menawarkan makanan yang di piringnya.
" Enak?" tanya Bion. Elia mengangguk dan juga akhirnya menyuapi Bion dan Bion pun tidak menolak sama sekali.
Ternyata keromantisan Elia dan Bion di lihat oleh Andre yang berada di dalam mobil. Andre menatap sendu Elia yang kelihatan bahagia bersama Bion.
" Jadi Bion Elia pria yang ada di hatimu," batin. Andre yang akhirnya tau Elia menolaknya karena Elia berhubungan dengan Bion.
" Huhhhhhh," Andre menarik napasnya panjang dan membuatnya perlahan kedepan
" Iya Bion memang pantas untukmu Elia. Aku memang menyukaimu Elia tetapi aku bukan laki-laki serakah yang harus memaksamu untuk bersamaku. Aku sangat bahagia melihatmu bisa bahagia. Aku berdoa semoga hubungan kamu dengan Bion baik-baik saja dan sampai ke pelaminan," batin Andre benar-benar legowo dengan keputusan Elia yang menolaknya.
Bagi Andre mencintai seorang wanita itu hal yang biasa dan tidak ada yang melarangnya. Tetapi mencintai juga bukan harus memaksa dan mungkin Tuhan sedang mempersiapkan jodoh yang jauh lebih baik untuk Andre makanya Andre menerima semuanya.
Setelah memastikan Elia berada di tangan yang tepat Andre pun ingin pergi dari tempat itu dan menghidupkan mesin mobilnya. Namu tiba-tiba mata Andre tertuju pada seseorang yang membuat wajahnya begitu serius dan bahkan Andre mendadak terkejut.
__ADS_1
Di mana Andre tiba-tiba melihat seorang wanita yang tidak jauh dari Elia. Wanita itu adalah Gina. Wanita hamil yang menatap tajam Elia dan yang membuat Andre terkejut wanita itu memegang pisau yang di sembunyikan di belakangnya.
Hal itu membuat mata Andre melotot. Andre melihat ke arah Elia dan Bion tiba-tiba berdiri yang ingin pergi dan tinggal Elia yang sendirian apa yang di lihat Andre membuat Andre buru-buru keluar dari mobilnya yang merasa ada yang tidak beres.
" Elia!" tegur Gina membuat Elia yang melanjutkan makannya mengangkat kepalanya dan schok melihat Gina.
" Gina!" lirih Elia yang begitu terkejut dan langsung berdiri. Elia juga melihat ke arah toilet di mana Bion sedang kekamar mandi barusan. Gina melangkah mendekati Elia yang membuat Elia begitu panik yang tidak tau apa yang harus di lakukannya.
" Ke, ke, kenapa kamu ada di sini?" tanya Elia dengan gugup.
" Aku yang seharusnya bertanya kepadamu. Kenapa kau masih berani menemui suamiku," sahut Gina. Elia menelan salavinanya yang tampak begitu ketakutan dengan kata-kata Gina.
" A- a- aku bisa jelaskan semuanya," sahut Elia yang begitu gugup.
" Kamu memang perempuan murahan, kamu sudah tau jika mas Bion sudah menikah. Tetapi kamu masih mendekatinya. Kamu benar-benar ******, aku tidak akan membiarkan siapapun mendekati suamiku!" teriak Gina yang membuat orang-orang melihat kearah meja Elia. Yang mana orang-orang bertanya-tanya apa yang terjadi.
" Gina aku mohon dengar kan aku dulu aku bisa jelaskan semuanya," sahut Elia yang mencoba menjelaskan. Karena tidak mau Gina berpikiran yang buruk kepadanya.
" Diamlah!" teriak Gina, " Dasar wanita ******!" teriak Gina yang maju dan langsung ingin menusuk Elia. Namun Andre datang tepat waktu, berdiri di depan Elia yang menahan tangan Gina yang ingin menusuk Elia.
Elia yang begitu terkejut sampai memejamkan matanya. Namun saat matanya terbuka betapa terkejutnya Elia saat Gina yang ternyata membawa pisau dan Andre sedang menahannya.
" Lepaskan aku! jangan ikut campur!" teriak Gina yang berusaha melepaskan tangannya dark Andre yang menghalangi niatnya yang ingin melukai Elia.
" Siapa kamu, berani sekali kamu ingin menyatu Elia!" teriak Andre.
" Aku ingin membunuh wanita itu. Dia sudah merebut suamiku," sahut Gina yang menatap tajam Elia. Namun Elia sudah ketakutan berdiri di belakang Andre.
Suasana Restaurant menjadi kacau para pengunjung yang hadir di Restaurant itu juga ikut panik. Bion pun akhirnya selesai dari toilet melihat kericuhan di tempat duduknya membuat Bion kaget. Dan bahkan lebih kaget lagi dengan kehadiran Gina dan bahkan menggunakan pisau.
" Elia!" lirih Bion yang langsung berlari menghampiri meja Elia.
...Jangan lupa mampir ya kak ke novel terbaru aku ya kak. Di tunggu like, koment, vote, ya para readers ku....
__ADS_1
Bersambung.