
" Berhenti!" perintah Aditya. Bion langsung memberhentikan mobilnya di depan Restaurant.
Aditya memang melihat Restauran dan langsung memilih untuk berhenti.
" Ada apa Aditya?" tanya Harison.
" Kenapa dia menyuruh berhenti?" tanya Felly bingung di dalam hatinya.
" Kau belum makan. Jadi harus makan," ucap Aditya.
" Aku sudah makan. Jadi tidak perlu makan lagi," jawab Felly.
" Kau harus makan. Aku tidak ingin melihatmu sakit jadi makanlah?" ucap Aditya dengan lembut.
Membuat Felly bingung sampai tidak bisa menjawab pertanyaan Aditya. Seumur hidupnya baru kali ini mendengar Aditya berbicara lembut seperti ada malaikat ke sasar di dalam tubuh Aditya.
" Ada apa dengannya?" batin Felly kebingungan. Aditya turun dari mobil dan langsung menghampiri tempat duduk Felly membukakan pintu mobil.
" Ayo kita makan dulu," ajak Aditya mengulurkan tangannya. Membuat Felly semakin bingung. Felly yang tidak menyambut uluran tangan itu. Aditya langsung membawa dan meraih tangan Felly dan membawanya keluar dari mobil itu.
" Kami makan dulu," ucap Aditya langsung pergi. Harison hanya menanggapi datar saja dan melihat Aditya dan Felly berjalan memasuki Restaurant masih dengan tangan bergandengan.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Felly bingung berjalan di samping Aditya dengan tangan mereka yang masih saling menggenggam.
" Sudah diam saja," sahut Aditya.
" Lepaskan tanganku! Kau tidak perlu memegangku seperti ini," Felly mencoba melepaskan tangannya dari Aditya. Dia sangat risih di pegang seperti itu. Tetapi Aditya langsung menahannya dan malah mempererat pegangan tangan itu.
" Kau," gerak Felly.
" Aku juga tidak akan memegang tanganmu yang kasar itu. kalau tidak di depan kakek. Jadi jangan kepedean. Jadi tetap seperti ini," desis Aditya malah mengatai tangan Felly kasar.
" Apa dia pikir tangannya sangat lembut," batin Felly dengan kesal.
" Dasar tukang sandiwara," geram Felly.
" Terserahmu," sahut Aditya menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
Aditya dan Felly sudah masuk Restaurant. Mereka duduk bersebelahan. Aditya sengaja. Memilih tempat duduk di samping dingding kaca. Agar terlihat kakeknya. Jika memang pasangan kekasih yang saling mencintai.
" Aku tidak mau makan. Jadi jangan mengajakku untuk makan. Aku tidak lapar," ucap Felly yang masih menolak.
" Sudah jangan gengsian. Kau pasti belum makan makanya kau mual-mual," ucap Aditya sok tau.
" Aku mual-mual bukan karena belum makan. Tetapi karena melihat wajahmu," ucap Felly dengan ketus melihat Aditya seakan memang ingin muntah.
" Kau benar-benar ya," geram Aditya yang rasanya ingin melakban mulut Felly. Yang bicara dengan sesukanya. Felly pun berdiri.
" Kau mau kemana?" tanya Aditya.
" Kekamar mandi, kenapa kau mau ikut. Takut aku kabur," jawab Felly ketus dan langsung pergi.
" Wanita ini akan bertingkah. Jika ada kakek. Lihat saja nanti. Aku akan membuat mulutmu tertutup serapat- rapatnya sampai tidak bisa bicara," desis Aditya yang kehabisan kata-kata jika ribut di depan Felly yang benar-benar semakin melawan kepadanya.
Aditya tidak melihat Felly yang pertama kali di lihatnya. Wanita itu sangat lemah. apa-apa menangis, memohon kepadanya. Tetapi sekarang dia merasa Felly benar-benar berubah.
Felly bicara sangat suka-suka, apalagi kepadanya. Bahkan sangat berani kepadanya. Felly yang benar-benar membenci Aditya sudah tidak peduli lagi dengan Aditya. Karena tidak bisa melakukan apa-apa. Jadi hanya dengan cara itu dia menunjukkan kebenciannya kepada Aditya.
*************
Tetapi Felly terkejut dengan meja yang mereka yang sudah penuh dengan berbagai jenis makanan. Saat Felly kekamar mandi.
Aditya memang memesan semua makan. Dia tidak tau apa yang diinginkan wanita itu dia hanya asal memesan dan mungkin Merasa jika Felly mau memakannya.
" Apa ini?" tanya Felly dengan wajah kagetnya melihat makanan itu.
" Kau buta, ya makanlah. Kenapa kau tidak pernah makan makanan semahal ini," jawab Aditya dengan nada mengejek.
" Kau pikir aku semiskin itu. Aku hanya tidak pernah makan dengan orang sepertimu," jawab Felly tanpa ada takutnya dan pasti membuat Aditya geram.
" Aku bisa merobek mulutmu pakai garfu ini. Kalau kau berani bicara seperti itu lagi kepadamu," ucap Aditya memegang garfu dengan kuat seakan memang ingin melakukannya. Kepada Felly.
" Lakukan jika itu membuatmu puas," sahut Felly menantang. Aditya langsung berdiri dengan geram dan berdiri di samping Felly. Ke-2 tangannya memegang ke-2 bahu Felly.
" Sepertinya harus benar-benar di kasih pelajaran," bisik Aditya membuat Felly Risih dan terus menggeserkan bahunya agar tangan Aditya lepas dari sana.
__ADS_1
" Kau punya kakek, makanya mulut seperti itu. Tetapi ketika sampai nanti kau siap-siap, aku akan menutup mulutmu. Aku memberimu pelajaran agar kau lebih sopan bicara," ancam Aditya berbisik di telinga Felly membuat Felly merinding.
" Duduk!" perintah Aditya mendududkan Felly langsung dengan menekan ke-2 bahu itu kebawah. Dengan terpaksa Felly pun akhirnya duduk.
" Aku tidak suka makannya, aku tidak selera," jawab Felly yang banyak protes. Namanya juga hamil jadi pasti pemilih untuk makan.
" Lalu apa yang kau inginkan. Kau ingin aku menyuapimu," sahut Aditya. Felly tersenyum tipis mendengarnya.
" Aku lebih baik tidak makan seumur hidup. Dari pada di suapi orang seperti mu," sahut Felly dengan ketus. Aditya kembali geram dan benar-benar akan merobek mulut Felly. Baru juga di ancam benar-benar tidak mempan untuk Felly.
" Cepat makan! jangan banyak protes," tegas Aditya.
Felly melihat 1 persatu makanan itu. Seakan melihat mana yang ingin dimakannya. Felly melihat sup dan mendekatkannya kedepannya.
Felly menghirup aroma sup itu dan sepertinya cocok untuk hidungnya dengan pelan dia meniupnya dan memasukkan kemulutnya. Mencicipinya yang ternyata benar-benar cocok di lidahnya.
" Tau saja mana makanan mahal," cicit Aditya saat Felly melihat Felly memakan sup ikan hiu.
" Kau tidak akan memakan yang lain?" tanya Aditya. Felly diam tanpa mempedulikan Aditya.
" He... Aku sedang bicara denganmu," sahut Aditya kesal.
" Kau tidak melihat aku makan," sahut Felly kesal.
Sementara Harison dari dalam mobil memang memperhatikan Adita dan Felly. Jika di di lihat dari kau memang terlihat pasangan itu memang seperti pasangan kekasih. Harison tidak tau saja. Jika di dalam sana sedang terjadi perang mulut antara ke-2nya.
*********
" Sial, kenapa saham Damar semakin sedikit," geram Rebecca dengan data-data yang baru di terimanya lewat email.
" Ini pasti gara-gara pernikahan itu. Anak itu benar-benar. Bisa-bisanya dia tidak peduli dengan pekerjaannya. Hanya karena cinta dan wanita pembawa siapa itu," ucap Rebecca yang masih menyimpan kebencian pada Felly.
" Aku coba cek saham Aditya," Rebecca yang penasaran langsung mengecek saham milik Aditya. Mata Rebecca sampai mau keluar melihat saham milik anak tirinya melonjak naik.
" Kurang ajar," teriak Rebecca. Menutup kasar laptop tersebut.
" Tidak ini tidak bisa di biarkan, aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak akan membiarkan. Aditya melebihi Damar. Damar harus tetap di atas," batin Rebecca yang benar-benar ingin merencanakan sesuatu.
__ADS_1
Bersambung......