
Felly sedikit lega dengan berubahnya keputusan Aditya yang tidak menginginkan dirinya melakukan hal itu lagi.
" Aku sudah muak melihat wajahmu. Sekarang keluar dari sini!" usir Aditya dengan suara dingin.
Felly menyeka air matanya dengan cepat dan langsung berdiri tanpa bicara lagi Felly melangkah keluar. Semakin dia berada di sana semakin hatinya akan terluka parah.
" Kau bisa datang kepadaku," ucap Aditya menghentikan langkah Felly ketika tangan itu memegang kenopi pintu.
" Mengemis menawarkan tubuhmu, jika kau butuh uang lebih banyak. Aku akan membayar mu lebih mahal dari itu. Tetapi semua tergantung pelayanmu. Aku harus mengakui jika aku ketagihan dengan dirimu," ucap Aditya benar-benar menganggap Felly wanita panggilan.
Perkataan itu membuat sesak di dada Felly. Air matanya bahkan menetes mendengar kata-kata yang memang penghinaan semakin besar.
Felly membuang napasnya kedepan, menyeka air matanya dan pergi dari kamar itu. Sebelum semakin lama Aditya mengeluarkan kata-kata berbisanya dan dia semakin sakit hati dengan kata-kata Pria yang memang lebih cocok di anggap binatang.
" Semua wanita memang sama. Semua di lakukan demi uang. Dasar munafik, dia bahkan menolak dan meludahiku saat aku ingin menyentuhnya. Tetapi dengan uang dia bahkan menarik penolakannya. Wanita munafik. Kau akan menyesal karena meminta imbalan itu kepadaku. Aku akan membuatmu terus meminta kepadaku," desis Aditya yang benar-benar kesal dengan Felly.
Aditya hanya tidak menyangka jika Felly benar-benar akan meminta imbalan uang kepadanya. Melihat dari Felly sebelumnya yang sangat memegang teguh harga dirinya.
***************
Felly pulang kerumahnya memasuki kamarnya. Beberapa kali Felly membuang napasnya kedepan. Dia duduk di bawah ranjang dengan menyandarkan tubuhnya di dingding ranjang.
Felly menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya menghapus wajahnya sampai kepalanya. Napasnya terus di buangnya kasar kedepan.
Dia benar-benar sangat lelah hari ini. Bertemu Aditya kembali dan menyuruhnya melakukan sesuatu yang tak pernah di bayangkannya membuatnya terus berpikiran bagaimana cara menghadapi semua itu.
Dengan meminta imbalan 70 juta untuk biaya mamanya. Felly mendapat penghinaan dari Aditya. Aditya pasti menertawakannya dengan puas. Karena Felly memang menjatuhkan harga dirinya di depan Pria itu secara langsung.
Dia memang harus menyelamatkan nyawa sang mama. Batal menikah membuatnya tidak memiliki uang yang menjalan satu-satunya untuk biaya operasi mamanya.
Tabungan dan seluruhnya tidak akan cukup untuk biaya itu. Dan mungkin itu jalan satu-satunya.
Meski Felly tau resikonya seperti apa. Dia memang tidak pernah berpikir akan meminta uang kepada Pria yang sudah memperkosanya.
__ADS_1
" Kenapa aku harus seperti ini. Kenapa? kenapa harus terjadi kepadaku. Ya Allah apa lagi ini. Apa semua ini. Kenapa ya Allah aku harus mengalami semua ini. Maafin aku mas Damar, aku tidak punya pilihan lain. Aku tidak bermaksud untuk menghiyanati mu,"
" Aku juga tidak ingin semua ini terjadi. Maaf mas Damar. Aku harus lakukan ini. Iya aku wanita yang sangat buruk. Aku benar-benar sangat menyedihkan, sangat hina," batin Felly yang sudah bulat dengan keputusannya yang pasti sangat salah.
Keputusan yang salah itu akan membawa bencana lebih banyak kepadanya. Dan dia tau itu akan terjadi selanjutnya.
Dan dengan perintah yang di katakan Aditya. akan membuat orang yang mempercayainya akan kecewa dengan pengakuannya dan mungkin Felly akan mendapat hinaan yang lebih parah dari Aditya.
Tetapi dia harus menerima resiko itu. Dia terbiasa mendapatkan amukan, hinaan, jadi dia pasti akan kuat. Demi adiknya dan juga mamanya. Dia mengorbankan dirinya.
************
" Ini tuan!" Bion meletakkan berkas-berkas di meja kerja Aditya. Aditya membuka halaman depannya.
Yang terlihat foto Pria sekitar berusia 40 tahunan. Pria itu berkacamata dengan wajahnya yang seperti sangat berwibawa yang Bernama Danu. Aditya membuka lembaran selanjutnya.
" Dia memiliki pabrik obat?" tanya Aditya melihat data Pria itu.
" Benar tuan," sudah 15 tahun pabrik itu berkembang.
Aditya memang pasti ingat Pria itu. Pria itu adalah salah satu orang yang memperkosa kakaknya. Pria ke-2 yang mungkin akan menyusul temannya yang sekarang sedang sibuk di pengadilan dengan tuntutan hukuman.
Aditya juga sedang menunggu berita tentang keputusan hakim. Orang- orang yang memperkosa kakaknya. Sebelum mendapat hukuman di akhirat. Dia harus menghukumnya di dunia dulu.
" Dia merupakan teman dekat Bu Rebecca dan dari data yang saya dapatkan. 15 tahun lalu Bu Rebecca mentransfer dana ke perusahan itu sebanyak 10 M. Dan bisa saya pastikan pabrik itu berkembang pesat. Karena Dana dari Bu Rebecca," jelas Bion dengan detail.
Cuc-cuc-cuc-cuc-cuc Aditya geleng-geleng mendengar peryataan dari Bion mengenai suntik dari ibu tirinya yang penuh drama itu.
" Mudah sekali dia memberi uang sebanyak itu," desis Aditya yang teru membuka-buka lembaran data.
" Apa suami wanita itu tau. Dia memberi suntikan dana itu?" tanya Aditya yang memang tidak akan menyebutkan nama sang ayah. Karena kebencian kepada sang ayah membuatnya tidak sudi menyebutkan namanya.
" Saya akan coba cari tau tuan," sahut Bion yang memang penyelidikannya belum sampai sana.
__ADS_1
" Baiklah! Cari cela dari pabriknya dan terus selidiki wanita itu dan Pria itu!" perintah Aditya
" Baik Tuan," sahut Bion menundukkan kepalanya.
" Dia sekarang menikmati semuanya. Tapi sudah cukup kau hidup bahagia selama 17 tahun dan sekarang sudah waktunya kau akan menyusul temanmu. Kau harus mendapat ganjaran dari perbuatanmu," batin Aditya mengepal tangannya penuh dendam dengan ibu tirinya itu.
*************
Hari ini Felly akan melaksanakan perintah Aditya laki-laki yang benar-benar menyiksanya secara batin. Yang membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa. Karena orang yang berkuasa seperti Aditya bukanlah tandingannya.
Sebelum berangkat kerumahnya. Mobil Aditya berhenti di sebuah butik mewah. Felly yang masih di dalam mobil melihat dari jendela kearah butik mewah tersebut.
Dia tidak mengerti kenapa Aditya membawanya Kesana. Padahal awalnya Aditya dan dia pergi bersama untuk melakukan apa yang di katakan Aditya.
Apa lagi jika bukan bermain drama yang akan membuat kehebohan. Iya dia sudah membayangkan semalaman bagaimana tanggapan keluarga itu kepadanya.
" Turun!" perintah Aditya datar sembari membuka seat beltnya.
Felly pun turun tanpa mengangguk. Dia memang sangat membenci pria itu dan lebih baik diam dan melakukan apa yang di katakannya sampai pekerjaannya selesai.
Saat sudah keluar, Aditya menarik tangannya dan memasuki butik tersebut. Felly hanya mengikut dengan langkah yang buru-buru kerena Aditya berjalan dengan cepat sampai dia merasa terseret.
Aditya langsung di sambut beberapa karyawan butik dengan pakaian yang seragam riasan yang tebal yang membuat mereka cantik dan elegan. Semua karyawan itu menundukkan kepalanya.
Felly hanya bingung, melihat orang-orang yang memang sangat patuh kepada Aditya, ditengah beberapa karyawan yang berpakaian sama itu menunduk kepala dengan berjejer.
Tiba-tiba muncul seorang wanita yang sekitar berusia 35 tahunan. Dengan pakaian yang berkelas. Dan mungkin dia pemilik butik itu. Karena memang hanya dia yang berbeda dari yang lainnya.
" Kenapa dia membawaku kemari?" tanya Felly di dalam hatinya bingung dengan Aditya.
" Aditya, ada yang bisa di bantu?" tanya wanita itu dengan tangannya saling di taukan sejajar di dadanya.
Wanita itu terlihat ramah dengan senyumnya yang manis berkata lembut kepada Aditya. Tatapan wanita itu beralih kepada Felly, membuat Felly bingung.
__ADS_1
Bersambung.....