
Laura sudah rapi dan terlihat cantik yang keluar dari kamarnya. Dengan memakai dress putih lengan 1 yang sepahanya dan juga rambutnya yang dikucir 1 kebawah sehingga memperlihatkan leher jenjangnya.
" Mau kemana kamu Laura?" tanya Lusi yang tiba-tiba datang yang melihat anaknya sudah cantik saja di pagi-pagi begini.
" Laura mau Kerumah teman sebentar," jawab Laura.
" Memang harus secantik ini hanya untuk kerumah teman kamu. Kayak sudah mau kepesta saja," sahut Lusi.
" Ya memang nggak boleh cantik-cantik kalau mau Kerumah teman," sahut Laura.
" Lagian kamu ini ya, malah keluyuran. Mending kamu bantuin mama di butik. Kalau tidak bantuin Aditya mencari Baskoro. Kamu kan tau suasananya sedang tidak baik. Kamu jangan malah keluyuran tidak jelas begitu," ucap Sabila.
" Ihhh, mama bawel deh sekarang. Iya nanti Laura akan bantuin mama dan juga Aditya. Tapi tidak sekarang. Karena Laura mau pergi dulu. Lagian salah Baskoro juga ngapain coba dia ikut-ikutan. Terakhirnya kan Aditya yang susah. Tapi mama tetap tenang. Laura akan tetap bantu," sahut Laura meyakinkan.
" Mama tidak akan bisa tenang Laura. Kalau masalahnya tidak kelar," sahut Lusi yang tampak khawatir.
" Iya ma," Laura mengerti kok. Laura tau," sahut Laura mendekati mamanya dan memegang tangan mamanya.
" Tapi Laura juga ada urusan. Laura tidak akan lepas tanggung jawab dengan apa yang sudah kita mulai. Mama percaya deh sama Laura," ucap Laura meyakinkan mamanya.
" Ya sudah, kamu pergilah. Kamu hati-hati. Ingat jangan aneh-aneh. Kamu ini anak perempuan. Jadi harus jaga diri," ucap Lusi penuh dengan penekanan dan penegasan pada putrinya itu.
" Iya mama, tenang saja. Laura itu ahli dalam bela diri," sahut Laura dengan percaya diri.
" Asal benar saja kamu bicara dan tidak mengecewakan mama," ucap Lusi.
" Iya. Ya sudah Laura pergi dulu. Nanti kesiangan. Mama di rumah ya, jangan galak-galak," ucap Laura pamit.
" Kamu hati-hati," ucap Lusi.
" Oke," sahut Laura yang langsung pergi.
" Hhhhh, anak itu tumben-tumbennya berpakaian seperti itu. Biasanya sangat tomboy. Apa dia punya pacar sampai harus tampil genit seperti itu," batin Lusi yang kelihatannya mencurigai putrinya.
" Ahhhh, sudahlah. Jika aku memikirkan Laura yang adanya aku juga pusing," ucap Lusi yang akhirnya meninggalkan tempatnya berdiri.
Laura memang belum memberitahu mamanya masalah hubungannya dengan Damar. Dia hanya memberitahu Aditya dan Felly saja. Mungkin momennya belum tepat. Makanya Laura belum memberitahu sang mama.
__ADS_1
***********
Ternyata cantiknya penampilan Laura untuk menemui Damar. Damar sudah di pindahkan ketempat yang lebih baik. Di sebuah rumah yang sederhana yang pasti di awasi beberapa polisi.
Laura turun dari Taxi dan langsung melangkah memasuki rumah itu, polisi memang mengenalnya. Karena memang hanya Laura dan suster yang boleh memasuki tempat itu untuk menemui Damar selebihnya tidak boleh. Karena Damar masih dalam tahanan bersyarat.
Laura langsung menuju kamar Damar dan damar berada di atas tempat tidur dengan wajahnya yang gelisah, di mana Damar sedang menonton televisi dan begitu Laura datang Damar langsung mematikan televisi yang mana tentang berita masalah Baskoro.
" Kamu masih mengikuti beritanya?" tanya Laura meletakkan bawaannya di atas nakas.
" Aku ingin tau kelanjutan seperti apa. Yang ternyata papa belum juga di temukan," jawab Damar dengan membuang napasnya perlahan.
" Aditya sedang mencarinya. Ya walau sudah dari kemarin memang belum di temukan," sahut Laura.
" Jika Aditya tidak menemukannya juga. Lalu bagaimana keadaan mama, aku khawatir papa akan nekat dan justru akan melakukan yang sama dengan mama," batin Damar yang tampak khawatir.
" Damar, kamu kenapa?" tanya Laura memegang pundak Damar.
" Aku tidak apa-apa," jawab damar bohong.
" Ya, sudah kamu mau makan buah, aku akan berikan," ucap Laura menawarkan.
" Enak?" tanya Laura. Damar mengangguk tersenyum.
" Kamu tidak ikut membantu Aditya mencari papa?" tanya Damar.
" Nanti saja. Aku memastikan kamu dulu. Baik-baik saja atau tidak. Supaya aku bisa fokus mencari papa," jawab Laura yang terus menyuapi Damar. Mendengarnya Damar tersenyum dan menatap Laura dalam-dalam.
" Kenapa melihat ku seperti itu, aku jadi grogi," sahut Laura yang malu, bahkan menunduk karena malu mendapat tatapan intens Damar.
Damar memegang dagu lancip Laura, mengangkat wajah itu agar tidak menunduk dan sejajar dengannya.
" Kamu sangat cantik hari ini," ucap Damar. Laura tersenyum malu mendengarnya. Tidak sia-sia dia berdandan hari ini yang ternyata mendapat pujian juga dari Damar.
" Kamu bisa saja," sahut Laura yang tersenyum lebar.
" Aku serius, kamu begitu cantik," ucap Damar menatap Laura dalam-dalam. Damar mengambil 1 buah anggur dan menyuapi Laura. Laura membuka mulutnya dan mengunyah anggur itu.
__ADS_1
Tidak lama, Damar memegang pipi Laura mendekatkan wajahnya pada Laura tanpa melepas tatapan mata itu. Lalu mencium bibir Laura dan Laura memejamkan matanya saat mendapat ciuman dari damar.
Damar memegang ke-2 tengkuk Laura. Agar semakin bisa memperdalam ciumannya. Laura hanya memegang piring kuat-kuat karena mendapatkan sensasi yang sangat dalam dari Damar dan membuatnya benar-benar hanyut terbawa arus yang deras.
Setelah beberapa detik berciuman manis dengan lembut dan Damar yang menguasai Laura. Damar melepas ciuman itu, memberikan Laura napas.
Laura dan Damar sama-sama membuka mata perlahan dan sama-sama mengatur napas mereka yang tersenggal-senggal. Damar meraih piring dari tangan Laura dan meletakkan piring itu dia atas nakas.
Kemudian Damar yang terus menatap Laura dan juga Laura yang tatapannya begitu sayu dan dek-dekan. Damar memegang ke-2 pundak Laura dan dengan perlahan membaringkan Laura di atas ranjang dan damar masih duduk di sampingnya.
Tidak lama Damar yang membaringkan Laura. Damar mendekatkan wajahnya pada Laura. Mencium kening Laura dengan lembut membuat Laura memejamkan matanya dan Damar juga mencium kelopak mata itu, berpindah pada pipi kanan dan kirinya. Damar menciumi wajah Laura dengan lembut.
Sampai akhirnya Damar kembali meraih bibir Laura dan Laura tidak menolak sama sekali. Matanya terpejam dengan tangannya yang memegang erat lengan Damar.
Lama berciuman bibir. Ciuman Damar turun pada leher jenjang Laura memberikan tanda-tanda kepemilikan di sana. Damar dan Laura sama-sama sudah di penuhi gairah, Laura seakan terbang dengan sentuhan Damar yang sangat lembut.
Laura yang sudah terbawa dengan suasana sampai tidak menyadari jika pakaiannya sudah lepas dari tubuhnya dan damar juga sudah melepas pakaiannya dan mereka berada di dalam selimut dengan penuh gairah masing-masing.
Tubuh Laura yang tidak satupun di sisakan damar untuk tidak di cumbuinya dan itu membuat Laura merasa semakin terbang dan benar-benar menikmatinya.
Damar menghentikan mencium bibir Laura, menatap Laura dalam-dalam yang mana juga Laura menatapnya.
" Aku mencintaimu Laura," ucap Damar. Laura tersenyum dengan menganggukkan matanya.
" Ahhhh," tiba-tiba Laura merasakan sakit di area tertentu yang mana ternyata Damar sudah melakukan penyatuan dan Laura memejamkan matanya. Karena merasakan sakit yang luar biasa, sampai air matanya keluar dan tangannya meremas seprai dengan kuat.
Damar yang tampak kasihan dengan Laura meraih bibir Laura untuk memberikan ketenangan pada Laura dan setelah Laura tenang Damar melanjutkan hal yang tertua. Penyatuan yang mereka lakukan dengan penuh cinta.
Penuh keringat yang membasahi ke-2nya. Tidak Laura yang jujur merasakan surga yang sebenarnya. Hanya suara indah yang terdengar di dalam kamar itu. Tidak tau suara itu akan kedengaran sampai ke telinga para Polisi yang berjaga atau tidak.
Yang pasti semuanya pasangan itu sedang di penuhi gairah mengubah cuaca pagi menjadi panas sampai Damar menabur ribuan benihnya di rahim Laura. Benih hasil cinta mereka dan melakukan hubungan itu tanpa ada ikatan pernikahan.
Sampai akhirnya Damar yang selesai melakukan hubungan itu mencium lembut kening Laura, menciumi wajah itu dan mengusap air mata Laura yang mungkin masih terasa sakit di bagian sensitifnya.
" Terima kasih Laura," ucap Damar bicara dengan suara beratnya. Laura tidak sanggup berkata-kata dan Damar langsung menjatuhkan dirinya di samping Laura. Membawa Laura kepelukannya dan memeluknya erat.
" Aku mencintaimu," ucap Damar mencium lembut pucuk kepala Laura.
__ADS_1
" Aku juga mencintaimu Damar," sahut Laura di dalam hatinya. Dan pasangan yang selesai bercinta itu sama-sama memejamkan mata mereka dengan perlahan. Mereka tertidur dengan saling memeluk dan masih sama-sama berkeringat.
Bersambung