Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 232 Kemarahan


__ADS_3

Mendengar hasil keputusan sidang membuat air mata Felly menetes yang mana papanya yang di penjara tanpa bersalah telah bebas. Mamanya Sabila pun menangis di pelukan Andre yang tidak percaya suaminya kembali ke hidupnya. Andre menguatkan sang mama dengan mengusap-usap pundak sang mama.


" Terima kasih ya Allah, terima kasih atas ke adilan yang kami dapatkan," ucap Sabila yang terus mengucap syukur. Anderson melihat kebelakang dan melihat anak dan istrinya. Di mana sebentar lagi dia akan berkumpul kembali dengan keluarganya.


Sementara William maupun Damar benar-benar frustasi. Wiliam yang menjadi kambing hitam dalam permasalahan ini. Tetapi dia puas karena bisa menyeret Damar.


Sementara Rebecca mengepal tangannya dengan keputusan sidang yang membawa petaka untuknya di mana pasti dia juga akan mendapat teguran lagi dari Harison dan tidak tau tindakan apa yang di lakukan Harison setelah melihat kebenaran ini.


" Sial, semua tidak sesuai dugaan ku. Wiliam sialan berani-beraninya dia memberikan bukti ke pengadilan atas kejurangan Damar. Aku menganggap remeh dia. Aku harus berhati-hati dengannya," batinnya Rebecca menatap tajam William dan William menyunggingkan senyumnya melihat Rebecca.


" Jika aku jatuh, kau juga akan jatuh Rebecca," batin William yang tidak kalah menatap tajam.


Ternyata Aditya menangkap tatapan itu dan membuatnya tersenyum tipis dengan apa yang di lihatnya.


" Hmmm, bagus, kalian ber-2 hanya akan saling menyerang. Jadi tetaplah kalian seperti itu," batin Aditya menyunggingkan senyumnya dengan Rebecca dan Wiliam yang semakin menyerang.


************


Persidangan selesai dengan keputusan hakim yang mendapat keadilan untuk Anderson dan Arya. Sekarang keluarga itu sedang menunggu sang papa yang masih dalam proses pembebasan.


Sementara untuk Wiliam sendiri harus menjadi tahanan langsung karena perbuatannya dan untuk Damar belum menjadi tahanan masih dalam proses penyelidikan.


Felly yang sangat gemetar menunggu papanya di depan kantor pengadilan dan tidak berapa lama orang yang di tunggunya akhirnya tiba.


" Papa," lirih Felly melihat papanya. Dari kejauhan 12 meter yang tersenyum berjalan, air mata Felly langsung jatuh dan berlari memeluk papanya untuk melepas rindu dan yang lainnya pun menyusul.


" Papa," ucap Felly menangis di pelukan Pria yang di cintainya itu, Sabila dan Aqni pun ikut memeluk dan tangan papanya memang sanggup menampung 3 wanita yang paling di cintainya.


" Sudah, jangan menangis papa tidak apa-apa, kalian jangan terlalu berlebihan, sudah," sahut Anderson.


Sementara, Aditya dan Andre berdiri hanya melihat saja. Dan wanti memeluk suaminya Arya yang juga bebas. Andreson melepas pelukan itu dan mengusap air mata 3 wanita itu.


" Papa sudah pulang, jangan menangis lagi, kalian sangat cepat berkembang, sekarang sudah semakin besar, tetapi sangat cengeng," ucap Anderson.


" Aqni, senang papa bisa pulang lagi," ucap Aqni menangis senggugukan.

__ADS_1


" Papa juga senang," sahut Anderson.


" Terima kasih untuk kalian semuanya. Aditya terima kasih sudah membantu saya keluar dari penjara," ucap Anderson yang merasa Aditya yang paling berjasa untuk kebebesan ya.


" Sama-sama, itu sudah kewajiban saya," ucap Aditya. Anderson tersenyum.


" Kalau begitu ayo kita pulang pa," sahut Aqni yang tidak mau lama-lama di sana yang mungkin takut. Jika papanya akan di bawa masuk lagi.


" Iya, kita akan pulang," sahut Anderson tersenyum manis.


Aditya merangkul bahu istrinya yang mengajaknya untuk pulang bersama. Sesaat mereka ingin ke mobil tiba-tiba banyak wartawan yang mengerumuni. Namun bodyguard Aditya langsung menghalangi. Memang bukan saatnya Anderson melakukan wawancara.


Tanpa dia mengatakan apapun semua orang juga sudah tau kebenarannya, dan Anderson juga yang lainnya harus berdesakan memasuki mobil untuk menghindari kerumunan wartawan.


Dan Sama halnya dengan Damar yang juga di kerumuni wartawan dan Damar juga tidak peduli dan langsung buru-buru memasuki mobil, walau saling berdesakan dengan wartawan.


Pastinya juga dengan Rebecca, yang di kerumuni wartawan, Harison, dan Baskoro dan pasti Harison yang paling parah karena nama baiknya yang hancur.


" Tuan, Harison berikan tanggapan anda. Bagaimana anda menaganggapi semua ini. Kejurangan yang di lakukan menantu anda dan fitnah yang besar telah terbongkar?" tanya salah satu wartawan. Tetapi Harison tidak peduli dan langsung pergi begitu saja tidak mempedulikan wartawan.


Felly dan Aditya berada di dalam mobil, Elia dan Bion masih ada di depan, dan melihat musuh-musuh mereka yang di kerumuni wartawan.


" Apa Damar tidak di penjara?" tanya Elia.


" Hmmm, tidak kak. Tapi kakak jangan Khawatir Damar sedang dalam penyidikan dan akan segera mendapatkan hukumannya," sahut Aditya dengan yakin.


" Lalu apa kamu sudah bertemu dengan kakek?" tanya Elia.


" Belum sama sekali. Kakek akan memanggilku. Jika dia ingin menemuiku," sahut Aditya.


" Semoga semuanya lancar," ucap Elia.


" Pasti," sahut Aditya.


" Kita sekarang pulang," ucap Aditya.

__ADS_1


" Baik tuan!" sahut Bion yang langsung mengendarai mobilnya.


**********


Kediaman Harison.


Plakkk.


Damar langsung mendapat pukulan dari Baskoro tamparan panas dari Baskoro bahkan lebih dari satu kali.


" Memalukan," geram Baskoro menekan suaranya dan Damar menunduk memegang pipinya yang memang akan di hantam oleh papanya.


Seharusnya Aditya ada di sana dan bisa melihat pemandangan yang indah itu.


" Apa kamu kurang harta sampai mencuri Perusahaan orang lain dengan cara kotor dan memalukan seperti itu," geram Baskoro yang tidak bisa menahan emosinya dan ingin memukul Damar dengan meninjunya. Tetapi Rebecca langsung menghalangi.


" Mas sudah cukup tidak ada gunanya memarahinya. Semuanya sudah terlanjur," sahut Rebeca. Harison hanya duduk santai mendengar kata-kata Rebeca.


" Rebecca kamu juga membantu Damar bukan," sahut Harison tampak santai bicara membuat Rebecca kaget dengan menelan salavinanya.


" Apa maksud papa. Papa ada di pengadilan dan mengikuti jalan persidangan. Papa tau kalau aku sama sekali tidak terlibat," sahut Rebecca membela diri membuat Damar mendengus melihat mamanya yang selalu ingin namanya bersih.


" Lalu bagaimana dengan bukti rekening yang di tunjukkan Aditya sebelumnya. Jika kamu banyak mengeluarkan dana untuk Perusahaan layer sebelumnya," sahut Harison. Rebecca terdiam dengan wajah paniknya.


" Kamu ada di belakang ini semua Rebecca?" tanya Baskoro dengan menatap tajam istrinya membuat Rebecca panik.


" Apa yang mas katakan. Mas tau sendiri bagaimana Aditya. Dia akan melakukan banyak hal untuk menyingkirkan ku dan termasuk saat ini. Tapi kenyataannya adalah di pengadilan di mana aku tidak bersalah sama sekali," tegas Rebecca dengan pintarnya mengelak.


" Aditya tidak mungkin mendapatkan bukti itu jika tidak berdasarkan kenyataan," sahut Harison membuat mata Rebecca melebar.


" Apa maksud papa. Papa tidak mempercayaiku?" tanya Rebecca. Harison tersenyum lalu berdiri dan mendekati Rebecca.


" Apa selama 5 tahun, kalian menipuku. Apakah aku masih bisa percaya," sahut Harison membuat Rebecca kaget dengan jantungnya yang tidak normal di dalam sana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2