
Aditya menyunggingkan senyumnya dengan Felly yang memang curi-curi pandang padanya.
" Kau jangan kepedean aku tidak mungkin menyukaimu. Tidak akan pernah. Jadi jangan banyak berharap," tegas Felly meyakinkan dirinya tidak akan mungkin menyukai Aditya.
" Terserah dengan ucapanmu. Tapi aku bisa melihat. Kalau ucapan mu akan lari dari kata-kata mu itu," sahut Aditya dengan santai.
" Apa yang di katakannya. Dia pikir aku melihatnya. Berarti aku menyukainya, dasar punya tingkat percaya diri sangat besar," batin Felly semakin kesal dengan Aditya.
Dratttt Dratttt Dratttt ponsel Aditya berdering yang ternyata panggilan masuk dari Bion. Aditya memasang headset ditelinganya menyambungkan pada ponselnya.
📞" Kenapa?" tanya Aditya.
📞" Ada yang ingin saya sampaikan Tuan. Masalah penting," jawab Bion yang jauh di sana.
📞" Katakan sekarang," sahut Aditya yang ingin mendengar langsung.
📞" Ini masalah Perusahaan Tuan Anderson dan tuan Wiliam," jawab Bion.
Aditya mendengarnya menoleh ke arah Felly. Tidak mungkin juga Aditya berbicara pada Bion sementara ada Felly. Yang mana Aditya pasti akan menyebutkan nama Pria yang tak lain adalah papa dari istrinya itu yang berarti mertuanya.
📞" Baiklah! nanti aku akan menemuimu," ucap Aditya mengambil keputusan.
📞" Baik Tuan," jawab Bion menutup teleponnya. Aditya melepas heansed dari telinganya.
" Aku hanya akan mengantarmu. Aku ada keperluan sebentar," ucap Aditya melihat ke arah Felly.
" Iya," jawab Felly. Mana mungkin dia menahan Aditya. Aditya mengantarnya saja sudah syukur. Jadi jangan meminta yang aneh-aneh lagi.
" Mau kemana dia. Kenapa dia bicara sangat serius di telpon. Apa ada terjadi sesuatu," batin Felly yang ternyata sedari tadi terlihat santai, rupanya memperhatikan eksperesi Aditya dan sekarang dia penasaran dengan suaminya itu.
" Apa yang ingin di bicarakan Bion, kenapa dia mengatakan sangat penting," batin Aditya yang juga penasaran dan tidak sabaran bertemu dengan Bion.
************
Rumah sakit
Tidak berapa lama. Mobil yang di kendarai Aditya sudah tiba di rumah sakit. Dan Aditya hanya mengantarkan Felly sampai Lobi rumah sakit saja.
__ADS_1
" Kamu masuklah. Sebentar lagi aku akan menjemputmu. Jadi jangan kemana-mana. Aku hanya pergi sebentar," ucap Aditya memperingatkan Felly sebelum dia pergi.
" Iya," jawab Felly. Setelah itu Aditya langsung pergi. Yang penting sudah mengantar Felly dan akan menjemput Felly jika urusannya dengan Bion selesai.
" Kemana dia sebenarnya," gumam Felly yang masih melihat Aditya berjalan menuju mobil. Dia masih penasaran dengan kepergian suaminya itu.
Tapi Felly yang tidak ingin ambil pusing langsung memasuki rumah sakit tujuannya untuk periksa kandungan. Masalah Aditya nanti saja di pikirkannya.
*******
Aditya pun langsung menemui Bion. Mobil Aditya berhenti di pinggir danau tempat Bion mengajaknya bertemu. Aditya keluar dari mobil yang di parkiran di samping mobil Bion. Lalu menghampirinya Bion yang berdiri di pinggir danau.
Begitu mendengar suara langkah atasannya. Bion membalikkan tubuhnya dan langsung menundukkan kepalanya pada Aditya.
" Apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Aditya.
" Ini tuan," Bion memberikan dokumen pada Aditya. Aditya langsung meraihnya dari tangan Bion sangat penasaran isi dokumen itu.
" Apa ini?" tanya Aditya sudah membuka dokumen itu.
" Itu adalah kerjasama tuan Anderson dengan Perusahaan Layer padan 6 tahun lalu. Mereka bekerja sama selama 1 tahun dan Informasi yang saya dapatkan perusahaan Layer yang menjebak tuan Anderson," jawab Bion dengan sedikit penjelasan.
" Benar tuan," jawab Bion, " Saya menemukan campur tangan tuan Wiliam yang dulu pengacara tuan Anderson berhiyanat dan diam-diam menjadi kaki tangan perusahan Layer," jelas Bion. Aditya benar-benar kaget mendengarnya.
" Tunggu dulu. Perusahan Layer. Aku pernah mendengarnya," sahut Aditya yang merasa tidak asing.
" Iya Tuan. Itu salah satu perusahaan milik tuan Harison," sahut Bion.
" Maksud kamu. Kakek?" tanya Aditya benar-benar kaget. Tidak percaya dengan ucapan Bion. Jika perusahaan Layer salah satu milik papanya.
" Perusahaan itu. Di berikan kepada Tuan Damar untuk di kelola. Perusahan kecil yang di berikan. Ketika Tuan Damar masih kuliah. Sebagai awal mempelajari bisnis. Sebelum masuk kedalam Perusahaan utama. Dan tuan Damar berhasil mengembangkan perusahaan yang dulu sangat kecil berkat Kerja sama dengan perusahaan yang di pimpin Tuan Anderson,"
" Karena ingin membesarkan perusahaan itu. Tuan Damar dan timnya ingin menjatuhkan tuan Anderson. Tetapi tuan Anderson mengetahui ada sedikit keganjalan yang terjadi dan akhirnya memutuskan kerja sama dengan Perusahaan Layer dan pada akhirnya perusahaan Layer mengalami penurunan,"
" Mungkin jika tuan Harison mengetahui hal itu. Tuan Damar tidak akan di percaya lagi dalam melanjutkan bisnis. Jadi Tuan Damar mendapat banyak suntikan Dana dari Nyonya Rebecca. Untuk menghancurkan tuan Anderson untuk mengambil kekuasaan di perusaan mereka. Dan juga menggunakan pengacara tuan Anderson sebagai kaki tangan dan mata-mata untuk mengawasi tuan Anderson," jelas Bion dengan apa yang sudah di dapatkannya.
" Mereka menjebak tuan Anderson. Dan akhirnya Tuan Anderson masuk kedalam penjara dan perusahaan yang di pimpinnya hancur. Sementara Perusahaan tuan Damar kembali naik dan Menjadikan Tuan Harison menetapkannya di perusahaan utama," lanjut Bion dengan beribu penjelasan.
__ADS_1
" Lalu bagaimana perusahaan Layer sekarang?" tanya Aditya.
" Perusahaan Layer di gabungkan dengan perusahaan milik tuan Anderson dan menjadi Mitra Elain yang sekarang masih berkembang," jawab Bion dengan informasi yang akurat.
" Sial. Mitra Elain adalah perusahaan curian. Dia sangat bangga mengembangkan Perusahaan itu yang ternyata mendapatkannya dengan sangat picik," desis Aditya mengepal tangannya.
" Lalu bagaimana dengan nama perusahan itu. Apa kah sudah menjadi nama Damar?' tanya Aditya penasaran.
" Belum tuan. Tuan Harison menyetujui dengan pengganti nama perusahaan Layer menjadi Mitra Elain. Tetapi Pemilik Perusahaan itu masih atas nama tuan Harison dan belum di alihkan sama sekali. Meski tuan Damar sudah mengembangkannya," jawab Bion.
" Lalu apa Damar tau. Jika Felly adalah anak dari Anderson?" tanya Aditya penasaran.
" Masalah itu saya tidak tau tuan. Yang saya tau. Nyonya Felly tidak pernah membawa Tuan Damar untuk menemui tuan Anderson," jawab Bion.
" Seharusnya dia berterimakasih kepadaku. Karena aku sudah membuatnya tidak jadi menikah dengan Pria itu. Dia seharusnya sadar jika pria yang di cintainya itu. Sudah menghancurkan keluarganya. Merebut perusahaan papanya dan bahkan mencebloskan papanya kepenjara. Damar sudah membuat hidupnya melarat. Seharusnya sadar," batin Aditya mengepal tangannya.
Tidak menyangka jika Damar dan Rebecca adalah dalang di balik dari ayah istrinya itu di penjara. Bahkan orang yang memperkosa kakaknya ikut campur tangan. Jelas membuat Aditya sudah tidak sabaran ingin menyelesaikan ke-3 orang yang meresahkan itu.
" Apa kamu mendengar sudah mendapatkan kabar dari Tuan Felix?" tanya Aditya.
" Sudah tuan. Dia akan sampai di Indonesia besok. Karena kasus yang di tanganinya di Australia sudah selesai," jawab Bion.
" Bagus kalau begitu. Kamu atur pertemuan dengannya. Dan suruh dia buka kembali kasus dari tuan Anderson!" perintah Aditya.
" Apa tuan ingin. Tuan Felix menjadi pengacara Tuan Anderson?" tanya Bion.
" Iya. Lakukan perintah ku secepatnya. Jangan membuang waktu. Aku akan tunjukkan pada orang-orang itu. Jika mereka sudah waktunya untuk berhenti bersenang-senang," sahut Aditya tersenyum miring penuh rencana.
" Baiklah tuan. Jika begitu," sahut Bion yang mematuhi tanpa membantah.
" Pergilah!" suruh Aditya. Bion menganggukkan kepalanya.
" Saya permisi!" ucap Bion berpamitan.
Aditya mengangguk. Sebelum pergi Bion menundukkan kepalanya lalu pergi terlebih dahulu. Dia harus melaksanakan perintah dari tuannya. Sementara Aditya masih berdiri di tempat.
" Tabiat memang tidak akan pernah hilang. Sifat serakah ibunya benar-benar menular kepadanya. Seharusnya tidak heran dengan 2 orang itu. Mereka memang ahli dalam memfitnah dan berhasil menghancurkan hidup orang lain," batin Aditya sinis dengan tangannya yang mengepal.
__ADS_1
" Felly- Felly. Dasar wanita bodoh, mau saja menjalin hubungan dengan Pria yang sudah membuatnya dan keluarga nya melarat. Mungkin setelah ini dia akan sadar jika tau semuanya dan akan berterimah kasih kepadaku. Karena menyelamatkannya," ucap Aditya di dalam hatinya yang terus bergerutu.
Bersambung..