Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Epiosede 236 Pengalihan Hak waris.


__ADS_3

Rebecca memang hanya diam tidak berkutik dengan apa yang di katakan Elia. Elia jelas membenci wanita itu dan pasti tidak akan mudah baginya untuk menerima wanita itu. Jangankan menerimanya mendengar Rebecca bicara dan ada di hadapannya membuat Elia naik pitam.


" Jadi aku meminta kepadamu, berhenti bersandiwara di depanku dan jangan berani-berani mendekatimu. Karena bicara dengan mu, mendengar suaramu. Hanya ingin membuatmu ingin melenyapkan mu," ucap Elia dengan sinis.


Membuat Rebecca kaget, dan pasti Baskoro, juga kaget. Rebecca terlalu berani bicara bahkan berani mengatakan ingin melenyapkan Rebecca di depan kakeknya yang mungkin jika Aditya masih menggunakan kata sindiran. Tetapi tidak untuk Elia yang langsung dengan kata-kata to the point tanpa ampunan seakan tidak peduli dengan kakeknya di sana.


" Elia, jaga kata-kata kamu," sahut Baskoro masih bisa-bisanya membela istrinya.


" Kenapa. Apa salah dengan kata-kata ku. Ini adalah yang benar yang aku katakan. Jika dia, istrimu," ucap Elia membuat Baskoro kaget, " berani menggangguku maka aku serius dengan ucapan ku. Aku tidak akan takut dengan hukum, karena untuk kepuasanku. Aku akan melakukannya dan mungkin dia," tunjuk Elia tepat di wajah Rebecca " Sudah tau jika aku bisa melakukan itu," lanjut Elia yang membuat Rebecca panik dengan kelancangan mulut Elia yang mengancamnya di depan banyak orang.


Aditya hanya diam dengan tersenyum tipis. Tampaknya ada kakaknya, dia tidak perlu berkata-kata. Karena kakaknya sudah mewakili kata-kata yang ingin di katakannya.


" Jadi aku meminta kepada mu, kamu dan kamu," tunjuk Elia pada 3 orang itu termasuk damar yang diam sedari tadi, " Jangan mencoba menganggu ku dan melakukan hal lain kepadaku. Karena aku tidak akan main-main dengan ucapanku," ucap Elia menegaskan dengan penuh ancaman.


" Kurang ajar anak ini, berani sekali dia berbicara seperti itu. Tidak Rebecca, kamu tidak boleh emosi. Ingat Harison mulai mencurigaimu. Jadi tetaplah diam dan merasa terhina dengan wanita ini," batin Rebecca yang pura-pura sabar.


" Elia, sudah ayo kita duduk dulu," sahut Harison.


" Iya kek," sahut Elia. Baskoro membuang napasnya perlahan dan juga ikut duduk. Sangat di sayangkan karena dia tidak bisa memeluk anaknya. Tetapi saat Elia berkata yang tidak-tidak dia juga tidak berkutik. Karena sama seperti Aditya. Mereka seakan tidak menganggap ada orang tua di samping mereka.


Akhirnya mereka semua duduk termasuk Rebecca dan Damar. Yang juga ikut duduk.


" Kenapa kakek memanggil kami kemari?" tanya Aditya.

__ADS_1


" Pertama, kakek ingin meminta maaf, pada keluarga kamu Felly, atas perbuatan Damar yang sudah membuat papamu mengalami kesulitan dan mendapat hukuman atas kesalahan yang tidak di lakukannya," ucap Harison berbicara tulus pada Felly.


" Maaf kek, hal ini kakek tidak salah dan masalah maaf, itu bukan tugas kakek tetapi Damar. Dan keluarga ku akan memaafkannya. Jika dia mengakui kesalahannya di depan papa dan meminta maaf kepada papa mungkin akan di maafkan. Tetapi tetap hukum adalah hukum keluarga kami akan tetap menuntut Damar," sahut Felly menegaskan dan membuat Damar panik.


Yang masalah belum selesai sudah bertambah lagi. Hal itu membuatnya bertambah frustasi.


" Jadi kasusnya akan tetap berjalan dan juga akan mencari dalang- dalang lainnya yang sedang bersembunyi," lanjut Felly melihat ke arah Rebecca. Menatap Rebecca dengan tajam.


" Kurang ajar anak ini. Apa maksudnya melihat ku seperti itu. Apa dia ingin melawanku," geram Rebecca mengepal tangannya.


" Dan aku meminta sama kakek untuk memberikan ke adilan atas masalah ini terhadap keluarga ku. Karena aku bukannya adalah bagian dari rumah ini. Dan kakek tau sendiri kebenarannya. Jadi berilah aku keadilan," lanjut Felly yang menuntut pada Harison.


Damar dan Rebecca mendengarnya melotot dan debaran jantung ke-2nya semakin bergetar dengan permintaan Felly.


" Damar akan melakukannya Felly, dia akan meminta pada keluarga mu dan akan mengakui kesalahannya," ucap Harison.


" Dan kamu benar Felly. Kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini dan sudah tugas kakek untuk memberikan kamu ke adilan. Kamu jangan khawatir kakek akan memberikan hukuman pada Damar," ucap Harison membuat Damar melihat sang kakek dengan cepat dengan wajah paniknya.


" Damar, selain kerugian yang harus kamu bayar tanpa bantuan dari perusahaan atau dari dana keluarga ini. Kamu juga melakukan proses hukum dengan tuntutan keluarga Felly tanpa bantuan pengacara keluarga ini kamu mengurus sendiri," ucap Harison membuat Damar kaget dengan matanya yang terbuka lebar.


" Dan yang paling penting. Usaha yang kamu tangani akan di berhentikan produksinya, akan di tutup sampai kasus kamu selesai dan saham kamu yang ada di perusahaan utama akan kakek sita semuanya," Lanjut Harison dengan menegaskan membuat Damar kaget sekaget- kagetnya dengan keputusan kakeknya.


" Kek, itu tidak mungkin. Damar akan mengembalikan perusaan Mitra Erlain dan juga mengganti kerugiannya pada keluarga Felly, dan Damar akan mencari pengacara sendiri untuk pembelaan. Tetapi usaha yang di berhentikan produksinya itu tidak mungkin. Damar tidak mau. Apa lagi saham Damar yang di sita. Itu sangat tidak mungkin saham itu hasil usaha Damar," sahut Damar yang langsung memprotes.

__ADS_1


" Itu sudah keputusan kakek dan kamu tidak bisa mengubahnya. Saham kamu yang di perusahaan utama 50% akan kakek berikan kepada Felly," tegas Harison membuat semua orang kaget dan Felly pasti tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


" Yang berarti, jika saham kamu tidak ada di perusahaan itu. Kamu tidak berhak atas ahli waris perusahaan utama yang itu artinya. Perusahaan utama akan jatuh pada Aditya," tegas Harison lagi yang membuat Damar semakin terkejut.


Rebecca spot jantung mendengarnya. Perusahaan utama yang ingin di milikinya selama ini dan sekarang akan diserahkan pada Aditya tanpa Aditya memiliki anak.


" Apa yang papa katakan. Bukannya perusahaan utama tidak akan pindah waris jika tidak ada keturunan baru," sahut Baskoro yang juga memprotes hal itu.


" Aku yang kuasa atas semuanya. Jadi aku yang menentukannya. Damar sudah mencoreng nama baikku. Jadi aku juga akan mengambil tindakan untuk keadilan dari keluarga Felly dan aku akan mengumumkan semua ini kemedia sebagai hukuman untuk Damar," tegas Harison.


Harison memang sudah memikirkan hal itu matang-matang dan akan menyerahkan Perusahaan utama incaran Rebecca kepada Aditya.


" Ini tidak adil pa, cucu papa bukan hanya Aditya. Tetapi Damar juga. Jika papa menyita semua usaha Damar, saham Damar, lalu memberikan Aditya Perusahaan utama dan Felly saham. Lalu Damar apa. Itu tidak adil untuk Damar. Damar juga cucu papa," sahut Rebecca yang pasti tidak tinggal diam dengan keputusan mertuanya.


" Aku melakukan untuk hukuman atas perbuatan Damar," sahut Harison dengan penuh penegasan membuat Rebecca kaget.


" Tapi pa, itu bukan keadilan yang tepat, damar melakukan kesalahan bukan berarti papa harus mengambil semuanya darinya," sahut Baskoro yang membela Damar.


Elia terus melihat papanya yang membela adik tirinya yang sudah tau bersalah.


" Papa benar-benar tidak berubah," batin Elia penuh kekecewaan yang mengepal tangannya dengan kuat.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2