
Aditya tidak sadarkan diri sudah 2 hari. Tetapi Dokter mengatakan kondinyasi memang sudah baik-baik saja. Dokter itu adalah pilihan Dokter yang memang selalu menangani Aditya yang sangat hebat. Mereka terus memantau kondisi Aditya agar cepat pulih.
Sementara Felly terus berada di sisinya. Tidak pernah meninggalkannya sama sekali. Sama dengan pagi yang cerah ini di mana Felly tidur di atas ranjang di samping Aditya.
Dia tidur miring menghadap Aditya dengan tangan Aditya yang tidak pernah lepas dari genggamannya.
Felly memang terus berada di sisi Aditya menunggu Aditya untuk bangun dia tidak akan meninggalkan suaminya itu sampai kapanpun.
Perlahan tapi pasti Aditya membuka matanya dengan perlahan. Menutup kembali dan membuka kembali. Tubuhnya masih terasa sakit. Dia juga masih lemas dan pasti. Napasnya juga tidak stabil.
Luka yang di alaminya begitu parah jadi wajar saja dia merasakan tubuhnya masih retak-retak. Masih terasa sakit layaknya ditusuk-tusuk jarum.
Saat mata itu terbuka sempurna. Pandangan Aditya langsung pada langit-langit kamar itu. Tangannya yang merasa sedikit berat di angkatnya dan melihat tangan yang menggenggam 5 jemarinya.
Dengan perlahan Aditya menoleh kesampingnya dan melihat Felly yang tidur yang berada di sampingnya. Aditya tersenyum tipis. Mungkin dia tidak percaya atau merasa hanya mimpi, atau memang dia berada di dunia lain. Ketika tidak percaya istri cantiknya berada di dekatnya.
Tetapi genggaman tangan itu sangat nyata baginya. Genggaman tangan itu membuat kehangatan padanya.
" Kamu benar-benar ada di sisiku. Aku tidak percaya jika kamu tidak meninggalkanku," batin Aditya.
Dengan perlahan Aditya mencium kening Felly yang sangat dekat dengannya.
Merasakan kecupan hangat itu membuat Felly juga membuka matanya perlahan dan langsung matanya mengarah pada Aditya. Kaget pasti saat melihat Aditya Benar-benar sudah bangun. Dia juga tidak percaya apakah dia mimpi atau tidak dengan Aditya yang sudah membuka matanya di depannya.
Felly meneteskan air matanya. Dia tidak tahan untuk tidak menangis dan apa lagi. Aditya yang sudah di tunggu-tunggunya benar-bsudah bangun. Tetapi sepertinya Felly marah kepada Aditya. Dan Felly yang menagis membalikkan tubuhnya dan membelakangi Aditya.
__ADS_1
Dia menyeka air matanya yang semakin deras keluar. Perasaannya kembali campur aduk. Tidak dapat di jelaskan. Tetapi intinya dia semakin menjadi-jadi saat menangis.
Dengan sekuat tenaga, Aditya menggeserkan tubuhnya, memiringkan menghadap Felly dan memeluk Felly dari belakang.
" Kenapa kamu menangis?" tanya Aditya dengan suara seraknya.
" Kamu masih bertanya. Apa lagi jika karena perbuatanmu. Kamu terus menyiksaku dengan melakukan semuanya dengan suka-suka mu," sahut Felly dengan senggugukan.
" Maafkan aku Felly," sahut Aditya.
" Untuk apa meminta maaf, jika kamu tidak pernah menganggapku ada. Kamu pergi datang suka-suka dan pergi dengan suka-suka. Lalu kenapa harus menganggapku ada," sahut Felly yang mengoceh dalam tangisnya.
" Kamu tidak tau apa yang aku rasakan. Aku takut melihat keadaan mu yang mengerikan itu. Kamu seenaknya masuk kekamarku tanpa membangunkanku dan pergi dengan sesukamu. Lagi dan lagi kamu tidak pernah menganggap ku ada. Aku tetap hanya orang asing bagimu. Jadi untuk apa mengatakan untuk aku berada di sisimu. Untuk apa meminta kesempatan kalau kamu tidak memberiku kepercayaan kamu tidak menganggapku," ucap Felly yang terus menangis dengan ungkapan isi hatinya dan Aditya hanya mendengarkan dengan memeluknya erat.
" Semua orang tau. Tetapi aku tidak. Apa namanya. Kalau kamu tidak menganggapku ada," ucapnya lagi yang mengeluh.
" Lalu bagaimana dengan aku. Apa kamu pikir dengan melihatmu seperti itu. Aku tidak terluka. Lukaku kau lebih parah di bandingkan kamu. Aku lebih terluka Aditya," sahut Felly menegaskan.
" Kalau begitu jangan pernah pergi dari ku. Tetap lah di sisiku. Kamu sudah melihat semuanya. Kamu melihat kematian di depan matamu sendiri. Kalau begitu tetaplah bersama ku. Aku membutuhkanmu untuk menghadapi semuanya," sahut Aditya.
" Bohong, kamu bohong. Kamu tidak membutuhkan ku. Kamu akan tetap melakukannya sendiri. Kamu akan tetap bersembunyi-sembunyi," sahut Felly yang tidak mempercayai Aditya. Aditya memegang bahu Felly.
" Felly, lihat aku dan lihatlah apakah aku berbohong padamu. Lihat mataku," sahut Aditya yang berusaha membuat Felly mengarah kepadanya dan Perlahan tubuh Felly pun berbalik dan melihat Aditya dengan mata-mata Aditya yang sudah bergenang.
Aditya meraih tangan Felly, menggenggamnya dan mencium tangan Felly.
__ADS_1
" Lihat aku. Apakah aku berbohong. Aku sangat membutuhkanmu tetap berada di sisiku. Tetap berada di sisiku, aku ingin kita memulai semuanya. Jika aku hidup itu berarti aku masih mengharapkan maaf dan juga kesempatan dari mu. Tetapi jika hidupku sia-sia. Aku lebih baik kembali mati. Karena hanya dengan kematian kamu akan terbebas. Aku tidak ingin melihatmu menderita lagi," ucap Aditya meneteskan air matanya.
Felly mendengar kata-kata mati sangat takut dan langsung memeluk Aditya dengan erat.
" Kenapa mengancamku dengan kata-kata itu. Kamu sangat jahat Aditya. Kamu selalu membuatku takut," ucap Felly dengan suara bergetarnya.
" Aku tidak pernah mengancammu. Aku hanya ingin kehidupan ku yang baru ini. Lebih berwarna dengan kesempatan dan kata maaf dari mu. Aku hanya membutuhkan itu Felly," sahut Aditya.
" Apa kamu memaafkanku?" tanya Aditya. Felly menganggukkan kepalanya.
" Apa kamu memberiku kesempatan?" tanya Aditya. Felly mengangguk kembali.
" Lalu apa kamu mencintaiku?" tanya Aditya dan Felly menggeleng. Membuat Aditya tersenyum. Pasti pertahanan Felly harus ada.
Walau tidak mengatakannya. Aditya juga tau jika Felly mencintainya. Karena pelukan Felly sudah menjawab semuanya.
" Lalu jika tidak mencintaiku. Kenapa menagisuku, kenapa memelukku seperti ini. Yang membuatku bisa merasakan bisa mengetahui perasaanmu," sahut Aditya yang masih sempat-sempatnya menggoda Felly.
" Diamlah! jangan bicara lagi," sahut Felly dengan kesal. Aditya tersenyum mendengarnya dan mempererat pelukannya.
" Terima kasih Felly, atas kehadiran kamu di dalam hidupku. Terima kasih untuk semua yang kamu lakukan kepadaku. Terima kasih Felly atas kesempatan yang kamu lakukan. Terima kasih Felly!" ucap Aditya yang tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih dan Felly hanya menangis saja di pelukan itu.
Yang pasti tangisnya adalah tangisan bahagia. Di mana tuhan masih memberinya kesempatan untuk bersama dengan Aditya. Memulai semuanya dari awal. Jelas semua yang terjadi telah mendapatkan hikmah. Kebahagiannya yang tidak bisa di katakan lagi.
Elia menutup pintu kamar itu. Elia tadinya ingin masuk kekamar untuk membangunkan Felly agar sarapan. Tetapi Elia malah terharu melihat pasangan suami istri itu. Jadi Elia mengurungkan niatnya untuk memasuki kamar itu.
__ADS_1
" Akhirnya Aditya dan Felly bisa kembali bersama," batin Elia merasa lega dengan mengusap air matanya.
Bersambung