Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 121 sadar.


__ADS_3

Pagi hari kembali tiba. Felly masih berada di rumah sakit dengan kondisinya yang sama. Tetapi kali ini ada seorang wanita paruh Bayu yang duduk di sampingnya dengan mengusap-usap rambutnya. Siapa lagi wanita itu jika bukan sang mama.


" Kenapa kamu tidak bangun juga sayang," ucap Sabila yang khawatir dengan putrinya. Di tengah ke khawatirannya tiba-tiba jari telunjuk Felly bergerak dan hal itu terlihat oleh Sabila.


" Felly," gumam Sabila berdiri dan mendekati Felly berada di bagian kepala Felly, mengusap rambut Felly. Sentuhan dan suara sang mama mampu membuka mata Felly secara perlahan.


" Alhamdulillah kamu sadar juga," ucap Sabila bersyukur karena melihat putrinya sudah membuka matanya.


Felly tampak masih setengah sadar. Dari matanya Felly terlihat linglung. Dari wajahnya terlihat sedang bertanya-tanya di mana dia.


" Felly," suara lembut itu kembali terdengar dari telinga sebelah kanannya dan Felly langsung melihat ke arah suara itu. Melihat sang mama.


" Mah," lirih Felly dengan suara beratnya. Dia belum stabil untuk bicara bahkan terlihat Felly seperti sesak nafas.


" Iya Felly ini mama," ucap Sabila mendekatkan wajahnya pada Felly.


" Kenapa Felly ada di sini?" tanya Felly dengan suara pelannya.


" Kamu pingsan dan kamu di bawa ke rumah sakit," jawab Sabila.


" Pingsan," lirih Felly. Felly langsung mengingat kejadian terakhir-terakhir dia mengingat di mana Aditya yang berprilaku sangat buruk kepadanya. Mengingatnya air matanya menetes


" Felly," tegur Sabila.


" Apa ada yang sakit?" tanya Sabila. Felly menggeleng. Jelas sangat sakit jika dia mengingat kejadian yang mungkin sebelum dia di bawa ke rumah sakit.


Di mana dia di tuduh dan di perlakuan seperti tidak manusiawi. Refleks tangan Felly memegang kandungannya.


" Apa bayi ku baik-baik saja. Apa terjadi sesuatu padanya," batin Felly yang khawatir pada bayinya.


" Kamu pasti mencari suami kamu ya?" tanya Sahila mengusap rambut Felly.


" Dia baru saja pergi. Dia sudah menjaga kamu semalaman dan sekarang dia kekantor. Aditya menelpon mama dan mengatakan kondisi kamu sedang tidak baik dan kamu di rumah sakit. Lalu mama langsung kemari untuk melihat kamu," ucap Sabila menjelaskan pada putrinya.

__ADS_1


" Apa Aditya yang menelpon mama," batin Felly tidak percaya jika Aditya bisa melakukan hal itu.


" Kamu mau makan?" tanya Sabila. Felly menggeleng.


" Dokter bilang bapa pada Felly?" tanya Felly ingin tau kondisinya. Bukan kondisinya dia ingin tau bayinya masih ada atau tidak.


" Tidak apa-apa Felly kamu hanya kelelahan, kamu seharusnya bisa menjaga kondisi kamu dan juga kandungan kamu," ucap Sabila. Mendengar kandungan Felly kaget dan langsung melihat mamanya dengan serius.


" Apa maksud mama?" tanya Felly panik. Tidak ada yang tau dia hamil. Selain Aditya. Dan mamanya tiba-tiba mengucapkan masalah kandungan yang jelas membuatnya kaget.


" Iya Felly kamu sedang mengandung. Usia kandungan kamu masih sangat muda. Mama tau kamu pasti kaget dengan kehamilan kamu. Mama juga tidak menyangka. Kamu dan suami kamu langsung di berikan kepercayaan itu. Walau pernikahan kalian baru saja 1 bulan," ucap Sabila.


" Selamat ya sayang," ucap Sabila mengecup kening Felly. Felly bernapas lega. Dia mengira mamanya mengetahui usia kandungannya yang sudah 2 bukan lebih. Dia hampir saja berpikir jika sang mama mengetahui bahwa dia hamil di luar nikah.


" Kamu harus jaga kandungan kamu dengan baik ya," ucap Sabila.


" Iya ma," jawab Felly.


Dia sana bahkan tidak melihat suaminya entah di mana. Mamanya mengatakan menjaganya semalaman dan baru pergi.


*********


Setelah Felly siuman Dokter mengatakan kondisinya sudah pulih kembali dan sudah di perbolehkan untuk pulang. Dan hari ini mamanya membantunya untuk siap-siap untuk pulang.


Selama dia di rumah sakit Felly belum pernah bertatap muka dengan Aditya. Dia juga tidak tau di mana suaminya itu.


Aditya ternyata sedang berada di rumahnya. Di depan kamar Felly dan dirinya yang di dalam kamar itu ada beberapa pelayan yang menyusun pakaian Felly dan dirinya yang memasukkan kedalam koper. Sementara Aditya menjadi mandor di depan pintu.


" Kau benar-benar akan membawanya pergi dari rumah ini Aditya?" tanya Harison yang berdiri di belakang Aditya.


" Aku tidak bisa membiarkannya di rumah ini. Rumah ini tidak aman untuknya. Di sini terlalu banyak orang-orang yang menakutkan. Jadi aku dan Felly akan tinggal di rumahku," ucap Aditya dengan penjelasannya yang benar-benar santai.


Alasannya masuk akal. istrinya yang di celakai pasti membuatnya tidak mungkin membiarkan Felly masih berada di dalam neraka itu.

__ADS_1


" Tapi apa tidak ada cara lain. selain kau membawa dia dari rumah ini," ucap Harison yang tampak sedih. Ketika Felly sudah tidak ada di rumah itu lagi.


" Pasti ada. Karena tidak mungkin tidak ada caranya. Felly akan tinggal di rumah ini. Ketika ibu dan anak itu ada di rumah ini," ucap Aditya menegaskan. Seakan membuat pilihan kepada kakeknya.


" Apa saranmmu itu sangat masuk akal?" yang Harison.


" Pasti masuk akal jika itu orang yang tepat. Tapi tidak untuk kakek. Karena kakek sangat plin-plan," ucap Aditya dengan menegaskan.


" Jadi jangan memikirkan caraku. Karena kakek tidak mungkin bisa mengusir menantu kesayangan kakek dari rumah ini," ucap Aditya menyindir.


" Kau ingin mengusir ibu," sahut tiba-tiba suara. Dan siapa lagi jika bukan Baskoro. Aditya yang melihatnya langsung mendengus kasar.


" Kau ingin ibumu pergi agar Felly tinggal di sini," lanjut Baskoro.


" Aku hanya memberikan pilihan kepada pemilik rumah ini bukan orang lain," sahut Aditya dengan sinis.


Dia memang sudah tidak menganggap Baskoro sebagai orang tua lagi. Karena semakin hari bicara Aditya semakin tidak tertata dengan Baskoro.


Karena pasti Aditya semakin kesal dengan Baskoro. Karena mereka sering bertengkar belakangan ini dan pasti penyebabnya karena Baskoro yang membela istrinya.


" Kau benar-benar tidak punya sopan santun Aditya," ucap Baskoro yang tampaknya sudah mulai emosi dengan Aditya.


" Sudah hentikan. Jangan di lanjutkan lagi. Kalian setiap saat hanya bertengkar saja," sahut Harison yang langsung mencegah sebelum terjadi keributan.


" Aku tidak bertengkar. Jika tidak ada yang ikut campur," sahut Aditya.


" Kek aku harus kembali ke rumah sakit. Felly akan pulang hari ini dan maaf dia tidak bisa pamit dengan kakek. Jika kakek ingin menemuinya. Aku rasa kakek tau di mana rumahku jadi datanglah jika ingin menemuinya. Karena Felly tidak mungkin tinggal di rumah yang banyak binatang buasnya," ucap Aditya lagi dengan santai. Baskoro mendengarnya semakin geram.


" Aku pergi dulu," ucap Aditya pamit dengan menundukkan kepalanya dan langsung pergi.


" Anak semakin lama tidak pernah menghormatimu ucap Baskoro geram. Harison tidan menanggapi ocehan Baskoro dan memilih untuk pergi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2