Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps mengajak menikah.


__ADS_3

" Lepaskan aku. Jika tidak aku akan berteriak!" ancam Felly menekan suaranya.


" Silahkan," sahut Aditya menantang.


Dratttt- Dratttt -Dratttt- Dratttt. tiba-tiba ponsel di samping Felly berbunyi. Felly melihat ponsel tersebut. Aditya langsung mengambilnya.


" Berikan!" pekik Felly. Aditya melihat panggilan masuk itu dan langsung kesal dengan melihat orang yang menelpon Felly.


" Jadi kau masih berhubungan dengannya?" tanya Aditya dengan geram.


" Apa maksud mu," sahut Felly tidak mengerti. Dengan kemarahan Aditya menunjukkan layar ponsel itu pada Felly yang ternyata yang menelponnya adalah Damar.


" Kau selama ini pasti bahagia. Karena tidak ada yang mengganggumu dan tetap menjalin hubungan dengan Pria itu," desis Aditya menekan suaranya.


" Jangan bicara sembarangan, aku tidak pernah berhubungan dengannya. Kembalikan ponselku," teriak Felly.


Aditya pun langsung mengangkatnya di depan Felly.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Felly panik.


" Diam," tegas Aditya.


" Apa yang ingin di katakannya dengan mas Damar," batin Felly merasa ada yang tidak beres.


📞" Felly," sapa Damar yang jauh di ujung sana.


📞" Apa kau tidak bisa. Tidak menelpon pacar orang sembarangan," sahut Aditya sinis.


Damar yang menelpon di dalam kamarnya kaget mendengar suara Aditya. Aditya yang mengangkat telpon dari Felly.


" Kenapa dia ada sama Aditya," batin Damar penasaran.


📞" Di mana Felly?" tanya Damar.


📞" Sangat tidak tau malu kau menanyakan kekasih orang dengan kekasihnya. Aku peringatkan kepadamu. Jangan pernah menggangu calon istriku. Aku bisa menghabisimu. Jika kau tidak mendengarkanku," ucap Aditya dengan penuh ancaman dan mematikan langsung telpon itu.


" Lancang sekali kau mengangkat telpon ku," garam Felly.


" Kenapa? kau merasa sayang karena tidak jadi bicara dengannya," sahut Aditya sinis.

__ADS_1


Aditya langsung memblok nomor Damar dari ponsel Felly.


" Apa lagi yang kau lakukan?" tanya Felly yang melihat Aditya mengotak-atik ponselnya.


" Memblokir nomornya," jawab Aditya langsung membuang ponsel Felly di samping Felly.


" Kurang ajar siapa kau berani melakukan semua ini kepadaku,"


" Aku bisa melakukan apapun yang lebih dari ini," sahut Aditya menegaskan.


" Apa yang kau inginkan. Kenapa kau di sini!" bentak Felly.


" Kau bertanya aku kenapa jauh-jauh datang kesini. Apa lagi jika bukan untuk menyeretmu kembali ketempatmu dan memberimu pelajaran. Karena kau tidak mendengarkan mulutku bicara. Ke-2 kau melarikan diri dengan membawa uangku pergi. Kau sungguh hebat merencanakan semuanya dengan sempurna," ucap Aditya berbicara dengan matanya menatap Felly tajam.


Aditya juga harus mengungkap kemarahannya kepada wanita yang membuatnya stres dan memperlakukannya seperti itu sebenarnya belum cukup. Apa lagi emosinya bertambah dengan Damar yang menelpon.


" Aku akan mengembalikan uang itu. Setelah rumahku terjual," ucap Felly.


" Kau pikir ada yang ingin membeli rumah kumuhmu itu," ucap Aditya menegaskan.


" Jangan terus menghinaku. Pergilah dari sini. Sebelum aku benar-benar akan berteriak," sahut Felly kembali mengancam Aditya. Tetapi Aditya menanggapi dengan senyum miring di wajahnya.


" Tidak aku tidak mau berada dalam permainan mu. Aku tidak ada urusan denganmu. Aku ingin hidup damai dengan keluargaku. Jadi aku mohon lepaskan aku," ucap Felly dengan wajah yang sekarang ingin di kasihani. Agar Aditya melepasnya.


" Kau pikir aku akan melakukannya. Tidak akan. Aku sudah mengatakan berkali-kali kepadamu. Jika kau sudah berada dalam genggamanku dan itu artinya kau tidak bisa pergi dari ku," jelas Aditya menegaskan kepada Felly. Felly menggelengkan kepalanya.


" Kau tidak punya hak atas diriku. Jadi lepaskan aku. Biarkan aku bersama keluargaku," ucap Felly menekan suaranya. Aditya tersenyum dan membelai rambut Felly. Felly langsung dengan cepat menghindar.


" Jangan menyentuhku brengsek," desis Felly dengan geram.


" Aku akan terus menyentuhmu setelah ini," sahut Aditya membuat Felly menatapnya heran.


" Apa maksudmu apa sebenarnya tujuanmu datang kemari?" tanya Felly mulai was-was.


" Aku ingin mengabulkan permintaanmu. Makanya aku jauh-jauh datang kemari," jawab Aditya membuat Felly semakin heran.


" Apa maksud mu?" tanya tidak mengerti.


" Bukannya kau memikiki impian tinggi menjadi menantu di keluarga Harison. Jadi aku akan mengabulkan impianmu yang tertunda itu," ucap Aditya.

__ADS_1


Mendengarnya Felly semakin bingung tidak mengerti dengan kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Aditya.


" Apa yang kau katakan, bicara dengan jelas," sahut Felly menekan suaranya.


" Aku akan menikahimu," sahut Aditya to the point. Mendengar kata menikah membuat Felly kaget sampai matanya melotot ingin keluar. Seperti ada letusan bom di dalam yang membom dunia.


" Tidak aku tidak mau, aku tidak Sudi menikah dengan mu," sahut Felly terang-terangan menolak permintaan Aditya.


" Aku tidak meminta persetujuanmu. Aku datang kemari untuk menjemput calon istriku bukan untuk mendengar penolakanmu atau protesmu," sahut Aditya yang tidak peduli apapun.


" Kau tidak bisa memaksaku. Aku tidak mau menikah dengan orang sepertimu. Aku lebih baik tidak pernah menikah. Dari pada harus menikah dengan pria seperti mu," teriak Felly tidak ada ampunan terus menolak ajakan menikah itu.


" Wanita ini benar-benar selalu jual mahal," batin Aditya yang lama-kelamaan kesal dengan Felly.


" Kau tidak bisa menolak karena kau tidak punya pilihan lain. Jika kau tidak mau dan banyak tingkah. Maka adikmu yang akan aku jadikan istriku," sahut Aditya mengancam langsung membawa nama adiknya Felly.


Bagai di sambar petir saat mendengar adiknya kembali di ancam oleh pria yang sangat di bencinya yang ingin menguasai dirinya.


" Atau aku menikmati tubuhnya dulu. Baru menikahinya. Jika itu terjadi. Sepertinya dia tidak akan menolak untuk di nikahi orang seperti ku. Aku bisa melihat adikmu tidak munafik seperti mu. Dia tidak akan menolakku," lanjut Aditya membuat mata Felly yang sedari tadi bergenang akhirnya meneteskan air mata


" Binatang ," kecam Felly dengan 1 kata itu untuk Menggambarkan semuanya kepada Aditya.


" Hmmm, karena memang pada awalnya binatang tidak punya akal. Jadi jangan sampai binatang ini melakukan hal itu. Atau kau justru ingin melihat semuanya terjadi," tegas Aditya penuh ancaman.


Felly menundukkan kepalanya dengan air matanya yang menetes di pasir pantai lagi dan lagi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Aditya mengancamnya kembali dan mungkin akan melakukan hal itu demi kepuasan Aditya.


" Seharusnya kau bersukur di nikahi oleh pria seperti ku. Bukan malah menolak dengan semua drama yang kau ciptakan itu yang sangat menjijikkan," ucap Aditya sinis.


" Kau benar-benar biadap apa yang kau ingin sebenarnya dari ku?" tanya Felly dengan menekan suaranya tanpa mengangkat kepalanya.


" Semuanya yang kau miliki. Karena kau adalah aset yang paling penting untukku. Jadi kau tidak akan bisa mengatakan tidak kepadaku," jawab Aditya menyunggingkan senyumnya.


Tidak ada rasa penyesalan di wajahnya saat mengatakan hal itu. Bahkan dengan bangga mengatakan hal itu. Jika Felly hanya sebagai aset untuknya. Yang pasti Felly tidak tau tujuannya. Walau Felly sudah mulai menebak-nebak jika hal itu berurusan dengan Damar mantan kekasihnya.


" Jadi menurutlah, sebelum nasib adikmu sama denganmu, sangat aneh jika pada akhirnya aku harus memanggilmu kakak ipar," ucap Aditya dengan seriangi nakal di wajahnya.


Tidak ada jawaban lagi Felly dia terus menundukk dengan wajahnya yang ditutupi rambutnya. Aditya juga heran kenapa wanita itu malah diam dan tidak banyak protes lagi.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2