Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 206 pertemuan yang menegangkan.


__ADS_3

Aditya dan Felly di dalam mobil hanya diam-diam saja. Bion juga diam dengan santai duduk di kursi belakang. Tidak berapa lama akhirnya Felly dan Aditya sampai di kediaman Harison.


Sudah banyak mobil-mobil yang terparkir di depan rumah Harison. Orang-orang juga sudah berdatangan dan memasuki rumah tersebut.


Para tamu Harison yang di undang dari kalangan Pembisnis, politik, pengusaha dan yang lainnya yang dari Luar Kota atau dalam kota juga. Yang khusus datang untuk memenuhi undangan dari Harison.


" Ayo tutu!" ucap Aditya membuka sabuk pengamannya dan Felly tidak mendengarkannya namun tetap membukanya. Sementara Bion sudah keluar terlebih dahulu dari dalam mobil dan langsung membukakan pintu mobil untuk Felly.


Aditya pun turun dari mobil begitu juga dengan Felly yang juga ikut turun. Namun Felly dengan cepat-cepat melangkah. Tetapi Aditya langsung menghentikannya dengan memegang tangan Felly.


" Jangan terlalu buru-buru dan jangan pergi sendirian. Orang-orang tau jika kamu adalah istriku dan orang-orang tidak tau kalau kita sedang ada masalah. Jadi harus pergi bersamaku," ucap Aditya menegaskan meletakkan tangan Felly dilenga nya agar Felly menggandengnya dan Felly mau tidak mau kembali menurut saja. Aditya tersenyum saat Istrinya yang terpaksa melakukan hal seperti itu.


Felly dan Aditya pun langsung memasuki rumah tersebut yang sudah di sulap untuk acara pesta yang begitu mewah.


Pasangan suami istri yang tampan dan cantik itu juga menjadi pusat perhatian orang-orang di sana. Mereka berbisik-bisik kagum melihat keserasian pasangan itu yang mereka tau pasangan itu adalah pasangan suami istri.


Harison yang berbicara dengan tamu tersenyum kala melihat Felly yang datang bergandengan dengan Aditya. Walau dia tau ada bau-bau sandiwara dan keterpaksaan di antara pasangan itu.


Begitu melihat Aditya dan Felly Harison langsung menghampiri ke-2 pasangan tersebut.


" Felly!" sahut Harison.


" Kakek," sahut Felly yang langsung mencium punggung tangan Harison.


" Maaf jika Felly terlambat," sahut Felly merasa bersalah.


" Tidak apa-apa, yang penting kamu datang itu sudah membuat kakek senang," sahut Harison dengan senyum lebarnya.


" Kamu hari ini sangat cantik Felly!" puji Harison.

__ADS_1


" Makasih pa," sahut Felly yang malu menerima pujian itu.


" Ya sudah, ayo kalian nikmati pestanya," sahut Harison Felly mengangguk dengan tersenyum manisnya.


" Felly!" sahut Baskoro yang tiba-tiba ada di sana.


" Papa," sahut Felly yang juga menyalam mertuanya itu.


" Papa senang kamu bisa datang," sahut Baskoro.


" Iya pa, Felly juga senang bisa hadir di tempat ini," sahut Felly tersenyum sementara Aditya hanya datar-datar saja yang memang tidak akan pernah menyukai sang papa. Jadi harap maklum saja.


Felly juga melihat-lihat tidak menemukan Rebecca yang masih penasaran dengan kehadiran Rebecca. Dia seakan mencari-cari di mana keberadaan Rebecca.


" Di mana Rebecca Baskoro?" tanya Harison yang mewakili Felly bertanya.


" Aku di sini pa," sahut Rebecca, membuat Felly dan Aditya kaget mendengarnya. Baskoro membalikkan badannya dan memperlihatkan wanita yang dengan gaun merah itu berjalan tersenyum dengan sinis yang membuat Aditya dan Felly melotot.


" Sial, jadi dia benar-benar barani menunjukkan diri sekarang. Setelah apa yang di lakukannya kepada Felly," batin Aditya melihat dengan penuh kemarahan. Apa lagi dia juga sudah mendengar dari Felly apa yang di lakukan Rebecca kepada istrinya.


" Papa mencariku?" tanya Rebecca yang sudah berdiri di samping Harison dan berhadapan dengan Felly. Di mana Felly juga menatapnya dengan penuh kebencian.


" Aku hanya takut kau lupa pada rumahmu. Karena aku tidak pernah melihatmu," sahut Harison penuh sindirian.


" Maaf pa, aku hanya liburan sebentar," sahut Rebecca dengan tersenyum manis.


" Apapun itu tetap patuhi aturan rumah ini," sahut Harison. Rebecca tersenyum mendengarnya lalu melihat kearah Felly.


" Kamu apa kabar Felly?" sahut Rebecca yang mendekati Felly dan ingin memeluk Felly. Tetapi Aditya yang tampak, khawatir langsung menghadang tangannya di depan Felly yang takut istrinya kenapa-kenapa dan Rebecca langsung melihat kearah Aditya.

__ADS_1


Felly dengan tenang menggeser tangan Aditya dan memeluk Rebecca.


" Aku baik-baik saja ma," sahut Felly dengan tersenyum lebar memeluk mertuanya itu. Mendengar kata mama membuat Rebecca kaget dan pasti Aditya juga dan yang lainnya juga kaget. Walau sebelumnya panggilan itu pernah di ucapkan Felly.


" Lalu bagaimana dengan keadaan mama. Apa mama baik-baik saja," sahut Felly yang melepas pelukannya dan bahkan tidak melihat senyum lagi di wajah Rebecca yang sekarang wajah itu berubah dengan wajah terkejut.


" Apa maksud anak ini," batin Rebecca mendadak panik.


" Sepertinya mama tidak baik-baik saja. Atau mama masih trauma mendengar suara keras seperti ledakan," sahut Felly dengan santai dan membuat Rebecca kaget dan Harison dan Baskoro pasti bertanya-tanya apa maksudnya.


" Maksud Felly ledakan balon di acara ulang tahun ini," sahut Felly yang sekarang gantian tersenyum. Dan Aditya malah terlihat bingung.


" Ada apa Rebecca, kamu seperti sangat schock," sahut Harison. Rebecca tersentak kaget mendengar Harison yang menegurnya.


" Tidak pa, aku hanya sedikit terkejut. Jika Felly memanggilku mama. Karena jelas itu tidak biasa untukku," sahut Rebeca mencoba tenang.


" Ada apa dengan mama, kenapa mengatakan tidak biasa bukannya sebelumnya mama yang menyuruh Felly memanggil dengan mama. Karena mama mengatakan Aditya adalah putramu juga. Jadi sewajarnya aku memanggil ibu mertuaku dengan sebutan mama. Walau Aditya tidak memanggil mama dengan mama. Tapi aku harus memangil dengan sebutan itu. Apa mama lupa dengan perkataan itu," sahut Felly tampak santai berbicara.


" Atau itu hanya untuk sementara saja mama mengatakannya. Atau justru ada sesuatu di baliknya," lanjut Felly tersenyum tipis, sementara Rebecca melotot dengan perkataan Felly yang menyudutkannya sehingga Rebeca mengepal tangannya dengan keberanian Felly.


" Kurang ajar anak ini. Dia masih hidup dan sekarang benar-benar sangat berani," batin Rebecca dengan geram.


" Mama kenapa diam apa ada yang salah dengan kata-kata ku," sahut Felly.


" Mungkin mama tidak siap dengan menerima panggilan baru itu. Tetapi Felly akan tetap memanggil dengan sebutan mama. Hanya itu yang bisa Felly usahakan. Sama halnya dengan seseorang yang berusaha untuk mencoba berkali-kali," sahut Felly membuat Rebecca semakin melotot sampai matanya ingin keluar.


Bahkan tubuhnya begitu bergetar mendengar ucapan Felly.


" Itu hanya perumpamaan jangan sepanik itu," sahut Felly tertawa kecil yang pasti mengejek Rebecca yang ketakutan. Sementara Aditya pasti tidak habis pikir dengan keberanian Felly.

__ADS_1


" Felly begitu terluka dengan kehilangan anaknya yang di saksikan nya sendiri mati ditangan Rebecca. Aku melihat Felly begitu marah kepada Rebecca dan membenci Rebecca," batin Aditya.


Bersambung


__ADS_2