
Mobil Elia berhenti di depan salah satu Restaurant Jepang. Bion keluar dari mobil terlebih dahulu untuk membukakan majikannya pintu mobil.
" Silahkan nona," ucap Bion dengan sopan.
" Makasih ya," sahut Elia yang turun dari mobil dan melihat ke arah Restaurant di depannya itu Restauran yang mewah itu.
" Ahhhh, aku sudah ingin sekali makan di sini," ucap Elia yang tampaknya menunggu-nunggu momen itu. Bion hanya tersenyum tipis menanggapi kata-kata yang di keluarkan Elia dengan kecerian di wajah Elia.
" Elia!" tiba-tiba terdengar suara yang khas membuat Elia dan Bion sama-sama melihat suara itu yang ternyata adalah suara dari Andre.
" Andre," sapa Elia.
" Kamu ada di sini, sama siapa?" tanya Andre yang sudah berdiri di depan Elia.
" Iya, aku ingin makan," jawab Elia.
" Aditya dan Felly tidak ikut?" tanya Andre.
" Tidak, aku memang tidak mengajak mereka," jawab Elia. " Hmmm lalu kamu ngapain di sini?" tanya Elia.
" Oh, aku kebetulan habis selesai meeting," sahut Andre.
" Oh, begitu," sahut Elia.
" Hmmm, kalau kamu mau makan kedalam, ayo sekalian denganku dari pada kamu sendirian," ucap Andre menawarkan.
" Bukannya kamu sudah habis dari dalam," sahut Elia.
" Kan tidak makan, hanya menemui klien, jadi dari pada kamu sendirian kita bisa makan bersama," ucap Andre yang menawarkan lagi.
" Oh ya sudah," sahut Elia yang tampaknya tidak masalah, " ayo Bion!" ajak Elia yang tampaknya tidak melupakan Bion yang sedari tadi hanya diam saja.
" Tidak nona, nona saja yang makan di sana," sahut Bion yang mungkin merasa tidak enak.
" Tapi, bukannya tadi kamu mau," sahut Elia heran. Karena dia juga sebelumnya sudah membujuk Bion saat di mobil untuk menemaninya makan dan tiba-tiba berubah keputusan dengan cepat.
" Saya menunggu di mobil saja. Mengawasi nona Elia dari luar. Lagian ada pak Andre, jadi nona jangan khawatir. Pak Andre akan menjaga non Elia," ucap Bion.
__ADS_1
" Begitu, kamu benar tidak mau ikut masuk?" tanya Elia yang tampaknya kecewa dengan Bion yang tidak jadi masuk kedalam.
" Benar nona, saya menunggu di luar saja," sahut Bion.
" Hmmm, ya sudah kalau begitu, aku masuk dulu," ucap Elia. Bion menganggu tersenyum.
" Ya sudah Bion, kami masuk ya," ucap Andre menepuk bahu Bion lagi-lagi hanya tersenyum saja menanggapinya. Elia dan Andre pun akhirnya memasuki Restaurant dan Bion menatap 2 punggung itu dengan tatapan senduh.
Tetapi wajah itu menjelaskan seakan ada sesuatu di hatinya yang belum dapat di jelaskan. Mungkin saja Bion juga sedih yang pada akhirnya Elia tidak jadi makan bersamanya karena ada Andre.
Ya Bion hanya seorang bawahan yang pasti merasa tidak enak juga harus bergabung dengan kelas atas seperti Elia dan Andre yang memang awalnya anak orang kaya juga.
Bion menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu Bion memilih masuk mobil dan hanya mengawasi Elia dari dalam mobil.
Yang kebetulan Elia dan Andre mengambil tempat duduk yang terlihat dari dingding yang terbuka lebar dan Bion hanya bisa melihat Elia dari kejauhan.
Tidak lama Bion menunggu dan tidak sampai 30 menit. Elia dan Andre sudah keluar saja dari Restaurant dan Bion pun langsung keluar dari mobil untuk membukakan Elia pintu mobil.
" Makasih ya Andre kamu sudah menemaniku makan," ucap Elia.
" Hmmm, aku antar kamu pulang sekalian?" tanya Andre yang menawarkan tumpangan.
" Nggak usah, kan ada Bion. Dengan menemaniku makan itu sudah cukup aku pulang sama Bion saja. Lagian kakek taunya aku pergi sama Bion jadi pulangnya juga harus sama Bion," ucap Elia yang menolak ajakan dari Andre.
" Oh, begitu, ya sudah. Kalau begitu. Aku pergi dulu," ucap Andre yang akhirnya pamitan.
" Iya," sahut Elia.
" Mari Bion," ucap Andre yang juga pamit pada Bion. Bion hanya mengangguk-angguk saja dan akhirnya Andre memasuki mobilnya lalu pergi.
" Mari nona," ajak Bion yang sudah membukakan pintu mobil bagian belakang. Namun Elia bukannya masuk pada pintu yang sudah di bukakan malah masuk kebagian depan di samping kursi pengemudi membuat Bion heran.
" Aku mau duduk di depan saja. Kamu masuklah," ucap Elia. Dan Bion tidak bisa bicara apa-apa yang akhirnya juga masuk mobil duduk di kursi pengemudi.
Bion memasang sabuk pengamannya dengan sedikit canggung mungkin karena Elia ada di sampingnya. Hal itu jelas tidak biasa dan membuatnya gugup.
" Ayo jalan!" titah Elia yang melihat Bion belum melajukan mobilnya sama sekali. Bion mengangguk dan melajukan mobil itu dengan kecepatan santai.
__ADS_1
Ternyata Elia dan Bion tidak langsung pulang. Elia mengajak Bion untuk menemaninya ke pantai. Bion awalnya menolak karena sudah larut malam. Tetapi Elia memaksa dan sedikit merengek seperti anak kecil dan akhirnya Bion menurut saja.
Mereka sekarang duduk di pinggir pantai di atas pasir yang menatap lautan dengan ombak yang indah, bahkan ombak itu sampai pada kaki Elia dan Bion. Di mana Elia duduk dengan ke-2 kakinya yang di luruskan kedepan, sementara Bion yang bersilah kaki.
" Kita belum pulang?" tanya Bion yang lebih gelisah di bandingkan Elia.
" Baru juga sampai sudah mengajak untuk pulang," sahut Elia melihat ke arah Bion.
" Saya hanya khawatir kondisi non Elia tidak baik. Karena cuacanya juga sangat dingin," jawab Bion.
" Kamu santai saja. Aku tidak apa-apa. Biarkan aku menikmati udara segar ini," ucap Elia
" Baiklah," sahut Bion yang tidak bisa berkata membantah Elia.
" Bion!" tegur Elia.
" Iya non?" tanya Bion melihat ke arah Elia.
" Kamu kenapa tidak jadi makan bersamaku?" tanya Elia yang mempermasalahkan hal itu.
" Tidak apa-apa. Lagian tadi bukannya saya sudah menjawab alasannya," sahut Bion.
" Tetapi alsan itu sangat mendadak," sahut Elia yang melihat ke arah Bion. " apa karena ada Andre?" tanya Elia menebak-nebak.
" Maaf non Elia itu tidak ada hubungannya," sahut Bion.
" Ya sudah kalau kamu tidak mau menjawab. Yang jelas aku sangat kecewa. Karena tiba-tiba kamu membatalkan makan malam itu. Padahal aku sudah siap-siap," ucap Elia dengan wajahnya menatap lurus kedepan dan memang wajah itu terlihat sangat kecewa.
" Maafkan saya nona," ucap Bion yang merasa bersalah.
" Semua sudah terlanjur jadi untuk apa lagi minta maaf," sahut Elia.
" Hmmm, ya sudah kamu sepertinya sudah mau pulang, ayo kita pulang. Kamu kayaknya sangat keberatan untuk menemani ku di sini, jadi sebaiknya kita pulang," ucap Elia yang langsung berdiri dan memeberes-bereskan pakaiannya yang terkena pasir dan tanpa bicara lagi pada Bion Elia langsung pergi terlebih dahulu.
" Non Elia!" panggil Bion yang akhirnya menyusul Elia dengan cepat.
Bersambung
__ADS_1