Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 168 undangan sang kakek.


__ADS_3

Mobil Aditya dan Felly berhenti di rumah kakek Harison dan sudah lama sekali dia tidak datang kerumah itu. Sampai-sampai Harison harus mengundangnya untuk makan malam bersama.


Memang semenjak kejadian Felly dan Aditya yang di serang mendadak membuat Aditya tidak pernah Kerumah itu. Walau dia tau semua yang terjadi perbuatan Rebecca.


Dia tidak ingin langsung memberi pelajaran pada Rebecca. Karena dia tau kakeknya tidak akan mudah percaya. Karena dia juga tidak memiliki banyak bukti. Lagian dia pasti punya rencana sendiri untuk menyerang antek-anteknya itu.


Bion membuka pintu mobil untuk atasannya. Aditya melihat ke arah Felly.


" Ayo, kita turun!" ucap Aditya. Felly mengangguk dan Aditya memegang tangannya dan keluar dari mobil. Aditya dan Felly melangkah memasuki rumah itu.


Felly juga merasa sangat gugup dan pasti takut. Karena dia juga sudah lama tidak berada di rumah itu dan semakin tau siapa Rebecca membuat Felly juga takut dengan Rebecca yang bisa-bisa melakukan sesuatu kepadanya. Tetapi genggaman tangan Aditya membuatnya tenang.


Aditya dan Felly pun melangkah menghampiri meja makan yang kakek Harison sudah ada di sana. Kakek Harison langsung berdiri dan begitu melihat cucunya datang dengan menantu kesayangannya itu.


" Aditya," ucap Harison. Aditya mengangguk dan tidak melihat siapa-siapa ada di rumah itu.


" Felly, Kemarilah, apa kamu tidak merindukan kakek?" tanya Harison. Felly melepas genggaman tangan itu dari Aditya dan langsung memeluk kakeknya.


" Jelas Felly sangat merindukan kakek," ucap Felly.


" Apa Aditya, selalu mengurungmu, sampai kamu tidak pernah mengunjungi kakek. Apa dia juga menyuruh kamu untuk tidak menemui kakek?" tanya Harison yang sudah melepas pelukan itu.


" Tidak kek, belakangan ini Felly dan Aditya memang sedang sibuk. Kita juga habis dari tempat mama selama beberapa hari," ucap Felly memberikan penjelasan.


" Begitu rupanya. Mendengarnya membuat kakek cemburu. Kamu menginap di sana dan di tempat kakek tidak pernah," ucap Harison dengan nada bercandaan. Felly tersenyum mendengarnya.


" Kakek jangan seperti itu. Felly jadi merasa bersalah," sahut Felly.


" Kalau begitu. Kakek ingin kamu menginap di rumah kakek. Agar perasaan kakek tenang," ucap Harison. Felly mendengarnya tidak bisa langsung menjawab.


Felly bahkan melihat Aditya. Seakan meminta persetujuan Aditya. Yang dia tau Aditya pasti tidak akan membiarkannya tinggal di rumah itu. Harison mengusap pucuk kepala Felly.


" Kamu sangat takut pada suamimu. Sampai tidak bisa menjawab langsung," ucap Harison. Felly hanya tersenyum tipis dan memang tidak bisa menjawab apa-apa.

__ADS_1


" Aditya. Kamu akan menginap di sini kan. Bersama istri kamu?" tanya Harison. Harison seperti bukan bertanya. Tetapi seakan meminta Aditya untuk tinggal di rumahnya. Untuk mengobati rasa rindunya.


" Apa itu di perlukan?" tanya Aditya.


" Jelas sangat di perlukan. Jadi jangan bertanya seperti itu. Aku membutuhkan cucu menantuku ini di bandingkan mu. Jadi aku ingin dia menginap di rumah ini," ucap Harison dengan pedas.


Aditya mendengarnya mendengus kasar. Bisa-bisanya kakeknya berterus terang seperti itu di depan istrinya. Seakan dia sudah tidak di pedulikan lagi.


" Kalau begitu. Kakek hanya bermimpi saja dia akan tinggal di sini," sahut Aditya dengan kesal. Felly pun mendekati Aditya dan mengusap lengan Aditya. Seakan memberikan peringatan jangan mencari keributan.


" Kau benar-benar ya Aditya," sahut Harison mulai geram.


" Kakek mengundang untuk makan malam. Jadi aku hanya akan malam. Sisanya itu tidak masuk dalam undangan. Kecuali kakek meminta dengan baik-baik," ucap Aditya yang menginginkan sang kakek meminta menginap dengan lembut dan mungkin terkesan memohon.


" Kau ini benar-benar," sahut Aditya kesal.


" Aditya sudah lah, apa salahnya hanya sekali saja," ucap Felly dengan wajah memohon. Aditya tampaknya tidak bisa melihat wajah sedih itu seakan membuat hatinya luluh.


" Baiklah. Aku akan menginap di rumah ini. Untuk beberapa hari," ucap Aditya.


" Tumben sekali Aditya mau menginap di rumah ini. Bahkan sampai beberapa hari," batin Felly yang bertanya-tanya dengan hal itu.


" Aku memang harus menginap di rumah ini. Aku harus mendapatkan dokumen penting yang pasti di tangan Rebecca. Aku membutuhkan dokumen itu untuk bukti kuat ke pengadilan. Agar papanya Felly bisa keluar secepatnya," batin Aditya yang memang punya alasan menginap di rumah itu.


Bukan Aditya namanya, jika tidak merencanakan sesuatu dan tidak menggunakan kesempatan dengan baik. Dan dia menginap demi rencana yang sudah tertata dengan rapi.


" Kau merencanakan sesuatu?" tanya Harison yang langsung curiga dengan Aditya seakan tau apa yang di pikirkan Aditya.


" Terserah kakek, berpikiran apa. Aku lapar," sahut Aditya yang langsung duduk dan tidak peduli dengan kakeknya yang sangat tau jalan pikirannya.


Mungkin kakeknya punya Indra ke-6 makanya tau apa-apa saja yang ada di pikirannya. Harison mengangguk-angguk.


" Ayo Felly kita makan!" ajak Harison.

__ADS_1


" Iya kek," jawab Felly tersenyum.


" Papa tidak menunggu kami," sahut Rebecca yang tiba-tiba mengeluarkan suara. Membuat Aditya membalikkan badannya dan melihat ke arah suara tersebut. Aditya melebarkan matanya dan kembali berdiri ketika melihat Rebecca dan Damar dan bukan itu yang membuat Aditya kaget. Tetapi ada juga Leon di sana.


Felly juga kaget melihat pria yang di kenalnya itu yang tau Pria itu adalah yang menyerang dia dan suaminya. Damar, Rebecca dan Leon langsung menghampiri meja makan.


" Seharusnya papa menunggu kami," ucap Rebeca.


" Kurang ajar," batin Aditya yang menahan amarnya melihat Pria yang memperkosa kakaknya berani muncul di hadapannya.


" Aditya kamu pasti heran dengan Pria di sampingku ini," ucap Rebecca dengan santainya.


" Perkenalkan aku Leon, aku adalah sepupu dari kak Rebecca," sahut Leon. Mengulurkan tangannya dengan senyum di wajahnya. Aditya sudah geram dengan Leon yang ternyata sepupu dari Rebecca. Bahkan Aditya sudah tidak tahan ingin menghajar Leon. Tangannya pun bahkan sudah mengepal ingin langsung di layangkan ke wajah itu.


" Leon!" ucap Leon lagi.


" Bajingan," batin Aditya yang takut tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Apa ini istrimu. Dia sangat cantik. Perkenalkan aku Leon," ucap Leon yang beralih pada Felly, karena tidak mendapatkan sambutan tangan dari Aditya.


Dan Felly jujur ketakutan dengan Leon yang ada do depannya. Apa lagi Leon menatapnya dengan sangat jahat. Mata Leon juga seakan menilai tubuhnya. Menatap seperti menginginkannya. Aditya melihat tatapan jahat Leon pada istrinya membuatnya panas dan langsung berdiri di depan Felly seakan melindungi Felly.


" Kau tidak perlu melihat istriku seperti itu. Aku sangat tidak suka. Jika ada mata mu melihatnya. Aku bisa sangat takut kehilangan kesabaran yang mungkin akan mencongkel matamu," ucap Aditya dengan sinis.


Leon tersenyum dan menarik kembali tangannya.


" Begitu rupanya. Kalau begitu aku minta maaf. Aku hanya pangling melihat istri mu yang sangat cantik," ucap Leon dengan santainya yang sengaja memancing Aditya.


" Kau," geram Aditya yang ingin maju. Tetapi Felly langsung menahan tangan Aditya agar Aditya menenangkan dirinya.


" Kau benar-benar sangat takut Aditya," batin Rebecca dengan menyunggingkan senyumnya. Dia tau kelemahan Aditya adalah Felly.


" Sudah-sudah, cukup perkenalan itu, sekarang ayo kita makan," sahut Harison.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2