Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps. 47 berencana


__ADS_3

Harison hanya menyimak kata-kata Aditya sambil terus mengunyah makanannya dengan santai.


" Jadi kakek jangan menyamakan ku dengan Damar. Aku sangat berbeda dengan laki-laki itu. Aku tidak perlu dengan manis menceritakan bagaimana hubunganku dengannya, yang penting bagaimana akhirnya hubungan ku," lanjut Aditya.


Harison mendengar perkataan Aditya mengangguk-angguk seakan mengiyakan saja apa yang di katakan cucunya.


" Lalu apa kau akan menikahinya?" tanya Harison menaikkan 1 alisnya membuat Aditya melihat serius kearah kakeknya.


" Aku rasa tidak," sahut Harison menjawab duluan sebelum Aditya menjawabnya, " Karena tujuanmu menjalin hubungannya bukan untuk pernikahan. Tetapi membuat keonaran jadi mana mungkin kau akan menikahinya. Karena orang seperti mu. Tidak akan mungkin bisa menjalani hubungan pernikahan,"


" Laki-laki seperti tidak akan pernah membuat komitmen dalam pernikahan. Kau hanya suka bermain- main dengan wanita. Tanpa bertanggung jawab dan tidak mengikatnya dalam pernikahan," ucap Harison yang meremehkan Aditya.


Aditya kembali panas dengan kata-kata tajam kakeknya. Bahkan tangannya mengepal. Wajahnya semakin memerah. Kakeknya mengajak makan hanya untuk mendengarkan kata-kata pedas kakeknya.


" Jika di butuhkan pernikahan untuk membuat keonaran yang lebih parah kenapa tidak," sahut Aditya dengan senyum penuh arti di wajahnya membuat Harison sampai harus menatapnya dengan serius.


" Apa maksud mu?" tanya Harison dengan wajah yang merasa curiga.


Seketika mata Aditya melihat Damar dan Rebecca yang menuruni anak tangga secara bersamaan.


" Aku ingin kakek menyiapkan pernikahanku," ucap Aditya membuat Harison kaget. Damar dan Rebecca juga menghentikan langkahnya ketika dengan jelas mendengar ucapan Aditya.


" Aku sudah membicarakannya dengan Felly tentang semuanya dan kami sepakat dalam Minggu ini akan menikah. Lagi pula ini sudah waktunya aku harus menikahi wanita yang terus berada di sisiku," ucap Aditya dengan santai.


Modenya memang serius tetapi itu hanya asal-asalan keluar dari mulutnya. Karena dia saja tidak menemukan Felly. Dia hanya ingin membuat dobrakan di jantung anak dan ibu itu yang sekarang sangat berhasil membuat Damar dan Rebecca kaget.


" Apa kau serius?" tanya Harison jelas tidak percaya dengan perkataan Aditya.


" Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku. Lagi pula aku harus bertanggung jawab untuk kehidupannya," jawab Aditya melihat kearah Damar yang sekarang mengepal tangannya.


" Gawat, jika akan itu benar-benar akan menikah. Perusahan utama bisa jadi miliknya. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tidak mungkin. Semuanya tidak boleh terjadi. Tidak akan," batin Rebecca yang mulai ketakutan.


" Apa dia benar-benar akan menikahi Felly. Apa memang benar Felly sudah tidak memiliki rasa lagi denganku dan memutuskan menikah dengannya," Batin Damar yang belum bisa melupakan Felly wanita yang dicintainya.


Selama 2 Minggu belakangan Damar mencoba menenangkan dirinya. Dia juga tidak menemui Felly atau menghubunginya.


Makanya damar juga tidak tau kalau Felly sudah pindah. Dan hari ini telinganya telah mendengarkan hal yang benar-benar membuat luka di hatinya.

__ADS_1


" Aku akan melihat apa yang akan kalian lakukan ketika mendengar aku akan menikahi wanita itu. Ini belum seberapa kalian akan terus di bayang-bayangi rasa ketakutan," batin Aditya menyunggingkan senyumannya seakan. Tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat 2 wajah itu ketakutan.


Sementara Harison hanya santai mendengarnya. Dia memang merasa ada yang tidak beres. Dan dia sangat mengenal cucunya. Dari pengenalannya sangat tidak mungkin Aditya menikah. Jika tidak ada sesuatu.


Tetapi Aditya di awal sebenarnya sudah mengatakan. Jika menikah di perlukan untuk menambah keonaran kenapa tidak. Seharusnya Harison memang bisa membaca situasi itu. Kearah mana niat cucunya yang sebenarnya.


" Apa yang ada di pikirannya, apa dia serius akan menikahi Felly," ucap Harison di dalam hatinya.


**********


Setelah pulang dari tempat sang kakek Adita yang berada di dalam mobil yang di setiri Bion mulai pusing yang duduk di jok belakang mobil.


Bagaimana tidak apa yang di katakannya tadi kepada kakeknya hanya akan membuatnya stress 7 keliling.


" Apa sudah ada kabar tentang wanita itu?" tanya Aditya.


" Belum tuan," jawab Bion melihat dari kaca di dalam mobil.


" Kemana wanita itu pergi. Dia memang sangat pintar sampai aku tidak bisa menemukannya. Dia memang sangat rapi merencanakannya. Aku tidak percaya dengan kelemahan wanita itu. Sial bisa-bisanya aku tertipu dengannya. Jika aku tidak menemukannya. Kakek akan menertawakanku," ucap Aditya di dalam hatinya yang mulai mengadakan hal itu.


" Baik tuan," sahut Dion.


" Lihat saja, kalau aku sampai menemukanmu, kau tidak akan pernah lagi lepas sedikitpun. Kau akan berada dalam genggaman ku," batin Aditya sembari memijat-mijat kepalanya.


************


Felly sangat lemas hari ini. Dia bahkan tidak memakan apapun sejak pagi. karena memang nafsu makannya yang tidak ada. Jadi dia hanya beristirahat di dalam kamarnya.


" Kenapa perutku seperti ini terus. Bagaimana tidak mual-mual, makan saja tidak mau jadi sangat wajar jika aku mual terus," gerutu Felly yang terus menahan mual.


Dratttt Drettt ponsel Felly yang berada di atas meja tiba-tiba berdering membuat Felly bangkit dari rebahan nya dan langsung mengangkatnya dengan menyadarkan punggungnya di kepala ranjang.


" Siapa ini," gumamnya heran melihat nomor baru yang menelpon.


📞" Hallo," ucap Felly menjawab telpon itu.


📞" Benar ini dengan ibu Felly," tanya wanita yang menelpon tersebut.

__ADS_1


📞" Iya benar, ini siapa ya?" tanya Felly bingung.


📞" Saya Rima, kebetulan saya melihat iklan. Bahwa ibu sedang menjual rumah ibu?" ucap wanita itu menyampaikan titik pembicaraan.


📞" Oh, iya memang benar, saya sedang menjual rumah saya yang ada di Jakarta," sahut Felly dengan semangat karena ada yang bertanya mengenai rumahnya.


📞" Memang ada apa ya Bu?" tanya Felly.


📞" Saya ingin membeli rumah ibu. Saya sangat tertarik dengan rumah ibu," jawab wanita itu menyampaikan maksud dan tujuannya.


" Ya pun apa ini serius. Jika ada yang akan membeli rumah itu," batin Felly yang merasa senang.


📞 " Hallo," tegur sang penelpon. Karena Felly hanya diam.


📞" Iya hallo, maaf Bu," sahut Felly merasa tidak enak.


📞" Ya sudah apa kita bisa bertemu?" tanya wanita itu dengan serius.


📞" Begitu ya. Tetapi saya sedang di Luar Kota," jawab Felly menyayangkan hal itu.


📞" Ohhhh begitu ya. Ya sudah tidak apa-apa," kalau saya ada waktu senggang nanti saya akan kabari ibu lagi dan kita bisa membicarakan lebih serius masalah harga dan yang lainnya," ucap wanita yang bernama Rima tersebut.


" Iya Bu, begitu juga bagus," sahut Felly setuju.


📞" Ya sudah, kalau begitu saya tutup dulu telponnya, terima kasih untuk waktunya. Maaf sudah mengganggu. Sekali lagi Terima kasih untuk waktunya," ucap Rima yang menutup telponnya setelah mengucapkan terima kasih.


" Sama-sama," sahut Felly menurunkan ponselnya dari telinganya.


" Rumah akan terjual. Itu berarti aku akan mendapatkan uang. Aku bisa membayar hutang papa lebih banyak. Agar hutang itu cepat lunas," batin Felly merasa bahagia mendapat telpon tiba-tiba dan ingin membeli rumahnya.


Suatu keberuntungan untuknya. Jika rumah keluarganya yang ada di Jakarta yang begitu sederhana terjual. Dia bisa membagi uangnya untuk hutang mereka dan pasti untuk tambahan kebutuhan mereka.


" Aku harus beritahu kak Andre dan mama kabar bahagia ini," gumamnya dengan senyum di wajahnya tidak sabaran melapor kepada mama dan kakaknya.


Yang pasti keluarganya juga akan senang mendengarkan kabar bahagia itu.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2