
Aditya membawa Felly keluar dari ruangan sang kakek. Ketika keluar Felly langsung melepas tangannya dari Aditya.
" Lepas!" ucap Felly dengan cepat melepas tangannya dari Aditya dan Aditya pun melepasnya.
" Jangan mencari kesempatan untuk menyentuhku," ucap Felly dengan kesal.
" Aku tidak mencari kesempatan. Aku hanya ingin membawamu keluar dari ruangan itu, aku tidak ingin kau mendengarkan perkataan kakek," sahut Aditya.
" Kau tidak perlu melakukannya. Kenapa kupingku panas mendengarnya, apa kau baru menyadari jika itu kesalahan mu hah!" sahut Felly yang mengoceh di depan Aditya.
" Felly, mari bicara, tapi jangan di sini. Kau bisa bicara sesukamu. Tapi jangan di sini," ucap Aditya tampak lembut.
" Kenapa, kau takut jika kakekmu tau semua dengan apa yang kau lakukan hah!" sahut Felly dengan suaranya yang menyambar yang tidak peduli di mana dia berada.
" Aku tidak peduli jika kamu ingin mengatakan apapun kepada kakek. Karena itu hak kamu dan silahkan kamu mengatakan semuanya," ucap Aditya tampak tenang berbicara dan Felly mendengarnya seakan merasa tertantang.
" Aku akan mengatakannya, kau tidak perlu menantangku. Kau lihat saja nanti. Jika kau masih menggangguku. Aku akan mengatakan sebenarnya," sahut Felly memberikan ancaman dengan wajahnya yang penuh kekesalan pada Aditya dan Felly langsung pergi. Tetapi Aditya kembali menahan tangannya.
" Aku sudah mengatakan jangan menyentuhku," kesal Felly berusaha melepaskan tangannya tetapi kali ini Aditya tidak melepasnya.
" Aku belum selesai bicara," sahut Aditya.
" Tidak ada yang perlu di bicarakan. Kau seharusnya mengingat. Aku sudah mengatakan tidak mau dekat dan apalagi berhubungan denganmu," sahut Felly yang terus berusaha melepas tangannya dari Aditya.
" Felly apapun yang terjadi di antara kita. Apa yang di berikan kakek kepadamu harus kau laksanakan. Kau tetap lah menlanjutkan pendidikanmu tanpa memikirkan masalah di antara kita," ucap Aditya begitu pelan.
" Kau tidak perlu mengajariku. Aku yang memutuskan sendiri apa yang ingin aku lakukan. Kau tak perlu ikut campur, aku tidak ingin kau mengaturku terus menerus," geram Felly.
" Aku harus ikut campur. Karena aku suamimu. Jadi lanjutkan lah kuliahmu dan jadi lah Dokter yang menjadi pimpinan rumah sakit itu," ucap Aditya tampak tulus berbicara dengan Felly dan Felly tersenyum sinis mendengarnya.
" Kau ingin aku mengucap kan terima kasih," sahut Felly dengan sinis " dengar ya Aditya mau kau memberikan rumah sakit itu atas namaku atau kau memberikan seluruh kekayaanmu kepadaku. Itu tidak akan bisa membayar semua perbuatanmu yang begitu kejam itu," ucap Felly menegaskan.
__ADS_1
" Aku tidak pernah memberikan apa-apa kepadamu sebagai sebuah tebusan kesalahanku. Rumah sakit itu adalah hak mu dan itu tidak ada kaitannya dengan apa yang terjadi di antara kita. Jadi jangan salah paham," ucap Aditya. Felly dengan kesalnya melepas tangannya dari Aditya.
" Terserah apa katamu. Yang jelas bagiku. Apa yang kau lakukan kepadaku tidak akan mengubah keputusanku untuk pergi dari hidupmu," sahut Felly penuh penegasan dan penekanan. Aditya diam dan pasti sangat sabar mendengar ucapan Felly.
Jika ingin memperjuangkan hubungan agar bisa utuh Aditya memang harus lebih banyak berusaha lagi dan pasti Aditya harus sabar-sabar menghadapi Felly.
Felly terlihat menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan lalu pergi dari hadapan Aditya tanpa mempedulikan Aditya dan Aditya kali ini tidak menahannya.
Felly berjalan dengan langkah yang cepat menuju mobil Bion yang pasti harus mengantarnya pulang kerumah.
" Apa dia pikir bisa menyogok ku denga rumah sakit itu. Dia hanya pintar bersandiwara. Dia selalu sok manis padahal dia hanya terus berpura-pura," gerutu Felly berjalan sambil mengoceh.
Tampaknya Felly tidak belum bisa memaafkan Aditya dan mungkin dia butuh waktu lagi. Karena pasti tidak mudah. Tetapi tergantung Aditya berhasil atau tidak mencuri perhatiannya.
************
Semenjak berpisah dari Aditya dan tinggal sendiri-sendiri. Bion apa-apa harus turun tangan untuk Felly. Karena pasti Felly tidak mau jika Aditya bersamanya dan masalahnya memang sangat besar.
Seperti sekarang ini. Bion harus mengantarkan Felly ke butik untuk mencari pakaian untuk acara pernikahan Harison yang hanya tinggal beberapa hari lagi.
Aditya memang menyuruh Bion mengantarkan Felly. Felly menurut karena memang tidak mungkin dia tidak datang ke acara ulang tahun Harison dan lagian jika tidak pergi butik untuk mencari pakaian dia juga tidak memiliki pakaian yang bagus dan tidak mungkin tidak tampil bagus di depan Harison yang mungkin akan membuat Harison malu.
Lagi-lagi Felly melakukan semuanya hanya karena Harison bukan karena Aditya.
Felly berada di dalam mobil dengan wajahnya melihat kesamping dengan jendela yang di bukanya dan tiupan angin masuk kedalam mobil menerpa wajah cantiknya sampai rambutnya menari-nari dengan wajahnya tampak murung dan memang wajah itu selalu seperti itu. Karena Felly tidak tau kapan lagi dia akan bahagia setelah kehilangan bayinya.
Lama melamun tiba-tiba mobil itu berhenti di depan butik yang dulu Felly pernah kesana. Yang mana dia mengingat wanita pemilik butik itu sangat baik dan memanusiakannya.
Saat ingin turun dari mobil. Felly melihat Laura yang keluar dari butik itu dan membuatnya tidak jadi masuk mobil dan melihat wanita yang bernama Laura itu memasuki mobil.
" Nona Felly ayo turun," ucap Bion membuat Felly tersentak kaget.
__ADS_1
" Hmmm, iya," sahut Felly dengan wajahnya yang penuh penasaran lalu turun dari mobil dan matanya masih melihat mobil yang melaju di mana Laura yang tadi nya memasuki mobil itu.
Felly pun melangkahkan kakinya memasuki butik tersebut setelah Bion kembali mempersilahkannya.
Dan Felly langsung di sambut dengan wanita yang sama. Wanita yang juga dulu masih sama. Saat pertama kali Aditya menemuinya.
" Felly," sapa wanita itu dengan wajahnya tersenyum ramah dan memeluk Felly dengan erat.
" Kamu apa kabar sayang?" tanya Wanita yang bernama Lusi itu.
" Hmm, baik Tante," sahut Felly tersenyum.
" Ayo masuk. Kita cari pakaian yang cocok untuk acara penting itu, agar kamu terlihat cantik," ucap Lusi dengan ramah yang pasti tau tujuan Felly berada di sana.
" Hmm, Tante tunggu dulu," ucap Felly menghentikan Lusi.
" Iya kenapa?" tanya Lusi.
" Hmmm, tadi Felly melihat wanita yang baru keluar dari butik ini. Siapa dia?" tanya Felly ragu-ragu. Tetapi penasaran dan harus bertanya.
" Oh, yang barusan tadi," sahut Lusi. Felly mengangguk.
" Ohhh, itu anak Tante," jawab Lusi. Dan Felly kaget mendengarnya.
" Anak, apa itu maksud Tante berarti dia sepupu Aditya?" tanya Felly memastikan.
" Ya, apa lagi kalau bukan sepupu namanya. Tante dan mendiang mama Aditya adalah saudara kandung dan Laura anak kandung Tante dan ya di saudara Aditya juga," jelas Lusi dan Felly tampak bengong mendengarnya.
" Jadi Laura itu sebenarnya sepupu Aditya," batin Felly yang tidak menyangka jika wanita yang membuatnya penasaran dan pasti membuatnya cemburu yang tak lain adalah sepupu Aditya.
Bersambung
__ADS_1