
Aditya, Bion, Felly, Elia, dan Andre berada di depan rumah sakit menuju parkiran mobil mereka.
" Kak Andre tidak apa-apa kan?" tanya Felly yang ikut mengkhawatirkan kakaknya. Karena tadi saat datang dia melihat kakaknya sedang tidak baik-baik saja.
" Hmmmm, kakak baik-baik Felly, walau masih sakit," jawab Andre yang masih ngilu dengan barang berharganya akibat dari perbuatan Gina.
" Makasih ya Andre kamu sudah menolong kak Elia," ucap Aditya.
" Sama-sama Aditya, yang terpenting semuanya baik-baik saja, dan Elia juga tidak apa-apa. Masalah juga semuanya sudah selesai," ucap Andre.
" Ya sudah kalau begitu kita sebaiknya pulang saja," sahut Felly.
" Iya, benar kata Felly kita sebaiknya pulang saja dulu," sahut Aditya yang setuju.
" Hmmmm, aku bicara sebentar dengan Elia ya," sahut Bion yang melihat kearah Elia.
" Ya sudah kalian bicaralah, nanti kamu antarkan kak Elia pulang," sahut Aditya yang menyetujui langsung.
" Iya, aku akan mengantarkan Elia nanti pulang," sahut Bion.
" Ya sudah kalau begitu kami duluan pulang," sahut Felly.
" Kalian hati-hati," ucap Elia.
" Iya kak," sahut Felly dan akhirnya mereka pun pergi membiarkan Elia dan Bion bicara dulu.
" Ayo Elia," ajak Bion. Elia mengangguk dan mereka pun juga pergi memasuki mobil Bion.
__ADS_1
************
Elia dan Bion sama-sama berada di dekat jembatan, di mana Elia dan Bion sama-sama berada di pinggir jembatan, di mana ke-2nya sama-sama saling berhadapan. Bion meraih tangan Elia yang menggantung, Bion memegang tangan itu dengan mengusap-usap punggung tangan Elia dengan jarinya. Lalu memeluk Elia dengan erat.
" Maafkan aku, aku sudah membuatmu takut," ucap Bion yang merasa bersalah pada Elia dengan mengusap-usap punggung Elia.
" Kamu tidak salah Bion. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri," sahut Elia yang juga membalas pelukan itu. Bion melepas pelukannya menatap nanar Elia.
Di mana 2 pada mata itu saling bertemu, Bion mengusap lembut pipi Elia dan terlihat mengeluarkan sesuatu dari sakunya yang mana berupa cincin.
Lalu Bion meraih tangan Elia, Elia hanya melihat saja apa yang di lakukan Bion. Bion kembali menatap Elia. Wajah Elia penuh dengan kebingungan.
" Menikahlah denganku," ucap Bion yang melamar Elia tanpa basa-basi. Mata Elia berkaca-kaca saat mendengar lamaran dari Bion. Dia bahkan tidak bisa bicara apa-apa. Yang pasti dia masih begitu schok dengan kata-kata Bion.
" Elia maukah kamu menikah dengan ku?" tanya Bion lagi yang masih menunggu jawaban dari Elia.
" Kamu serius ingin menikahiku?" tanya Elia dengan suara tertahan. Bion menganggukkan matanya.
" Aku tau semua tentangmu. Tapi itu tidak menjadi alasan untukku. Untuk tidak menikahimu. Elia justru aku sangat mengenalmu makanya aku ingin menikahimu. Elia aku sangat mencintaimu aku tidak tau kapan aku mencintaimu. Tetapi yang jelasnya aku sangat mencintai dan aku ingin mempersunting mu menjadi istrimu," ucap Bion yang terang-terangan menyatakan perasaannya kepada Elia tanpa ada yang di tutup-tutupi Bion lagi.
Kata-kata Bion mampu membuat air mata Elia akhirnya jatuh. Dia seakan wanita yang sempurna yang tidak pernah di bayangkannya akan pernah di lamar. Seorang Elia memang tidak berharap banyak dalam kebahagian hidupnya. Dia menyadari masa lalu yang terjadi padanya. Namu hari ini berdiri pria yang juga di cintainya yang telah melamarnya dan itu membuatnya seperti wanita yang sempurna.
" Elia, kenapa kamu diam. Mau kah kamu menikah denganku?" tanya Bion yang memastikan sekali lagi. Elia memejamkan matanya dan akhirnya mengangguk kan kepalanya. Bion tersenyum mendengarnya dan langsung memasangkan cincin itu Kejari manis Elia.
Jantung Elia berdebar kencang dengan yang perasaannya bercampur aduk. Dan air matanya harus menetes kembali saat cincin itu sudah terpasang di jarinya.
" Terima kasih Elia sudah menerima ku apa adanya," ucap Bion. Elia hanya mengangguk dan Bion langsung memeluk Elia kembali dengan erat.
__ADS_1
" Aku mencintaimu Elia!" ucap Bion.
" Terima kasih sudah mencintaiku," sahut Elia yang merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia yang telah di cintai oleh Pria yang tulus yang menerimanya apa adanya. Dia juga merasa jika selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
************
Hari ini Elia, Bion, Aditya, Felly, Andre dan Laura menemui Gina di rumah sakit. Karena Citra mengabari mereka jika Gina ingin bertemu dan merekapun langsung ke rumah sakit untuk bertemu dengan Gina.
Mereka semua sudah ada di dalam ruangan Gina. Di mana Gina yang duduk dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. dan yang lainnya sedang mengelilingi Gina berdiri di sekitar ranjang. Gina melihat satu persatu orang yang ada di sana. Dan juga melihat Bion dan Elia yang berdiri berdekatan. Namun Elia terlihat menunduk yang sepertinya masih takut dengan Gina.
" Aku minta maaf," sahut Gina. Kata yang pertama di keluarkannya adalah kata maaf. Orang-orang yang ada di sana tersenyum tipis dengan kata-kata maaf itu.
" Aku tidak tau kenapa aku bisa jadi seperti ini. Maafkan aku. Gara-gara aku, hubungan kamu dengan Elia menjadi berantakan. Maafkan aku mas Bion. Aku tidak mengerti apa yang terjadi kepadaku," ucap Gina dengan air matanya yang menetes dan wajahnya memang penuh penyesalan.
Sebelumnya Citra memang memang menjelaskan jika Gina sudah menyadari semuanya. Dia sudah tau kalau Bion bukan suaminya. Memang Gina sembuh dengan perlahan.
" Aku sungguh menyesal untuk semua ini. Maafkan aku," ucap Gina lagi yang tak kuasa menahan tangisnya. Elia baru bisa mengangkat kepalanya setelah mendengar kata-kata Gina.
" Sudahlah Gina. Kamu juga sedang sakit dan apa yang kamu lakukan tidak pernah kamu sadari. Jadi jangan menyalahkan diri kamu juga," sahut Bion.
" Benar kata Bion, yang penting sekarang kamu tau apa yang benar dan apa yang salah. Dan kamu sudah tau kebenarannya. Dan tidak ada gunanya mengingat kebelakang," sahut Aditya menambahi.
" Iya, terima kasih untuk kalian semua. Aku sudah merepotkan kalian, aku sudah membuat keributan, aku sudah membuat keributan sekali lagi aku minta maaf dan termasuk kepadamu Elia, maafkan aku. Aku membuatmu menjadi korban atas semua masalah ini, maafkan aku Elia," sahut Gina yang melihat ke arah Elia.
" Aku sudah memaafkanmu. Seperti apa yang di katakan Bion, kamu juga tidak bersalah," sahut Elia.
" Makasih, aku berdoa semoga hubungan kalian baik-baik saja. Semoga di beri kelancaran sampai pada pernikahan," ucap Gina yang memberikan doa terbaiknya.
__ADS_1
" Makasih Gina atas doa kamu," sahut Elia. Gina mengangguk dan yang lainnya ikut tersenyum.
Bersambung