
" Kau benar-benar sangat pinta Felly. Kepura-puraan bodoh mu itu yang kau tunjukkan. Hhhh, padahal kau menertawai kehidupanku," ucap Aditya yang merasa di permainkan oleh Felly.
Dengan Felly tau semua masa lalunya membuat Aditya sangat terhina dan apalagi Felly berpura-pura tidak tau seakan menikmati semua drama yang di ciptakannya.
" Tidak Aditya, semua tidak seperti apa yang kau pikirkan. Aku memang mengetahui semuanya tentang kehidupanmu di masa lalu. Aku hanya ingin kau menceritakannya kepadaku. Aku tidak pernah mengejek dirimu, menertawakan masa lalu. Aku tidak pernah punya pikiran seperti itu," ucap Felly mencoba menjelaskan agar Aditya tidak salah paham.
" Dan apa yang aku lakukan selama ini bukan karena menganggap kau begitu menyedihkan tetapi semua memang dari hatiku. Aku melakukannya dengan tulus," lanjut Felly terus berusaha.
" Kau pikir aku percaya kata-kata mu," sahut Aditya sinis.
" Aditya, aku berani bersumpah. Aku tidak pernah menertawakan dirimu dan juga keluargamu. Aditya aku istrimu dan sudah sewajarnya aku tau semua tentang dirimu, aku hanya ingin kau berbagi kepadaku," ucap Felly memegang lengan Aditya membuat Aditya mendengus kasar. Dengan tersenyum paksa.
Aditya mendorong Felly kembali kedingding dengan memegang kedua bahu Felly dengan kuat dan menundukkan kepalanya agar wajahnya sejajar dengan Felly, mata merah Aditya menatap Felly dengan tajam.
" Apa katamu, kau adalah istriku," ucap Aditya.
" Iya aku istrimu bukan Laura, dan seharusnya aku yang lebih tau semuanya bukan dia," sahut Felly menegaskan yang seakan menuntut statusnya. Aditya tersenyum miring mendengarnya.
" Apa kau menganggap aku Pria biasa yang akan menjadikan seorang wanita sebagai istri dan hidup berdampingan. Apa kau berpikiran aku seperti itu," ucap Aditya.
" Apapun itu. Itu adalah kenyataan. Jika aku istrimu dan kita menikah dengan resmi. Secara agama dan juga hukum," tegas Felly. Aditya mendengus mendengarnya.
" Apa kau lupa tentang status pernikahan kita yang hanya sebatas kontrak. Kau jangan berpikiran yang panjang Felly. Bagiku kau bukan siapa-siapa. Aku menikahimu hanya untuk tujuanku dan aku rasa kau tau maksudku," tegas Aditya yang membuat mengkerutkan dahinya
" Baiklah, kau sudah mengetahui semuanya. Kau sudah tau siapa Rebecca dan juga Damar dan bagaimana diriku dulu. Karena kau sudah mengetahuinya. Maka aku juga akan memberi tahumu kenapa kau terlibat dalam hal ini," ucap Aditya dengan matanya berkeliling melihat bola mata Felly yang juga melihat Aditya dengan sayu.
" Kau sering bertanya bukan. Apa salah mu. Dan kenapa harus kau yang mengalami semuanya. Baiklah, kau dengar-dengar baik-baik Felly," ucap Aditya membuat Felly hanya diam dan seakan menunggu apa yang di katakan Aditya.
__ADS_1
Karena selama ini Felly memang tidak mengetahui alasan dirinya yang tiba-tiba masuk kedalam kehidupan Aditya. Yang Aditya dulu hanya mengatakan karena dia dekat dengan Damar.
" Aku sengaja memperkosamu untuk menghancurkan hubunganmu dengan Damar dan pernikahan mu dengan anak wanita sialan itu berantakan. Dan kau tau kenapa aku melakukan ity. Karena Aku hanya menjadikanmu sebagi alat untuk balas dendam atas kehancuran keluargaku," ucap Aditya dengan matanya melebar.
Duk, hati Felly seakan tertembak saat mendengar hal itu. Jika dia di jadikan sebagai alat untuk balas dendam. Air matanya menetes saat mendengar alasan yang selama ini di tunggunya.
" Apa maksudmu?" tanya Felly dengan suara napasnya yang naik turu. Aditya tersenyum miring mendengar pertanyaan Felly.
" Aku rasa kau tidak tuli. Semua sudah jelas sebagai apa kau di hidupku. Dan satu lagi. Aku tidak menyentuhmu saat kita menikah. Yang mana aku bisa saja melakukannya. Kau yang selalu jual mahal. Membuatku tertantang dan ingin kau yang akan menyerahkan dirimu kepadaku dan memohon untuk di sentuh dan semuanya memang sangat mudah mengelabuimu. Jika kau benar-benar menyerahkan dirimu malam itu kepadaku," lanjut Aditya lagi.
Yang pasti kata-kata Aditya sangat menyakitkan. Aditya melepas tangannya dari ke-2 bahu Felly.
" Jadi jangan berpikir terlalu jauh Felly. Aku tidak punya perasaan apa-apa kepadamu. Kau hanya umpan ku dan jelas aku tidak peduli kepadamu," tegas Aditya lagi.
" Apa kau ingin mengatakan. Yang kau lakukan semua ini ada adalah palsu, perhatian dan semuanya, dan kemanisan yang aku dapatkan, hanya untuk membuatku luluh?" tanya Felly dengan suara bergetarnya yang air matanya tidak hentinya menetes. Aditya mendengarnya tersenyum miring.
Meski sangat lantang berbicara. Tetapi wajah Aditya terlihat sakit mengatakan hal itu. Aditya yang merasa cukup dengan kata-kata yang melukai Felly akhirnya beralih dari hadapan Felly.
" Aku tidak percaya kata-katamu," sahut Felly membuat langkah Aditya terhenti dengan ke-2 tangan Aditya yang mengepal.
" Aku tau mana yang kata-kata dari hatimu dan juga karena kau marah karena perbuatanku. Aku yang merasakan semuanya Aditya. Aku tau mana perasaan yang tulus dan mana yang tidak. Aku tidak melihat di matamu jika kau hanya menjadikanku sebagai alat balas dendam. Tetapi aku melihat semua yang kau lakukan kepadaku dan keluarga ku. Adalah ketulusan bukan karena ada maksud lain," ucap Felly yang berusaha tidak menerima ucapan Aditya. Walau itu sangat menyakitkan.
" Mungkin awalanya kau menjadikan ku alat untuk balas dendam. Tetapi pada akhirnya. Kau melupakan diriku yang sebagai alat balas dendam," lanjut Felly.
Aditya menelan salavinanya mendengar ucapan Felly yang pasti benar. Apa yang di Karena emosi Aditya harus mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan itu.
" Kau salah paham Felly. Itu hanya trik ku, agar kau tunduk kepadaku," sahut Aditya tanpa membalikkan tubuhnya yang masih melawan perasaannya yang perang di dalam sana.
__ADS_1
" Tidak Aditya. Aku juga tidak buta. Aku tau mana yang tulus dan tidak. Jika kau hanya menjadikan ku sebagai alat balas dendam. Kau tidak mungkin menggunakan banyak waktumu untukku. Kau tidak mungkin menyelamatkan ku berkali-kali. Kau tidak mungkin melakukan itu Aditya. Jadi aku sangat yakin jika kau hanya membohongi perasaanmu," ucap Felly, Aditya terdiam mendengarnya.
" Aku tau kau marah kepadaku. Tapi sungguh aku hanya ingin di sisimu. Jika luka yang kau alami begitu sakit sampai kau harus melibatkan ku dan katamu menjadikan ku alat untuk balas dendam. Maka tetaplah Aditya letakkan aku di sisimu, agar aku juga bisa merasakan luka yang kau pendam selama ini. Aku ingin merasakan sakitnya bersamamu," ucap Felly dengan tulus.
Tanpa Aditya sadari air matanya menetes mendengar perkataan Felly. Felly mungkin memang sudah mencintai Aditya. Sehingga menutup mata dan telingaya dengan perkataan Aditya yang menyakitinya.
Dan kata-kata yang di ucapkannya barusan sangat mudah keluar dan sama dengan Aditya yang seperti Felly katakan Disa merasakan ketulusan itu. Tetapi Aditya masih tetap dalam pertahanannya.
" Aditya beri aku kesempatan untuk merasakan lukamu," ucap Felly lagi dengan suara seraknya.
" Kau bukan siapa-siapa ku. Tidak tempat di sisiku. Jadi jangan berpikir terlalu jauh Karena aku adalah manusia iblis yang tidak punya perasaan," tegas Aditya yang langsung pergi.
" Aditya, Aditya!" panggil Felly tetapi tidak membuat Aditya menghentikan langkahnya.
Aditya memilih pergi karena tidak tahan dengan perkataan Felly. Yang akan menggoyahkan hatinya.
Felly menjatuhkan dirinya di lantai memeluk tubuhnya dan menangis sejadi-jadinya setelah kepergian Aditya.
" Aku minta maaf," ucap Felly dengan terisak yang menyesali apa yang di lakukannya. Ternyata Aditya belum pergi dia masih berdiri di depan pintu dengan menyandarkan tubuhnya di pintu.
" Jangan memiliki perasaan apapun kepadaku Felly. Karena aku tidak pantas mendapatkan itu," batin Aditya dengan memejamkan matanya dengan air matanya yang menetes kembali.
Sama-sama terluka, sama-sama saling menyakiti. Felly yang memancing Aditya sehingga Aditya marah dan akhirnya mengatakan kata-kata yang pasti sangat menyakitkan untuk Felly sama dengan Aditya yang mengatakannya dengan mudah. Tetapi hatinya sakit.
Mungkin mereka tidak akan mengalami sakit yang sama dan terdapat luka. Jika ke-2nya tidak saling mencintai. Luka itu ada karena perasaan yang sudah tumbuh tanpa mereka sadari.
Perasaan yang ingin melindungi satu sama lain perasaan yang ingin merasakan sakit satu sama lain dan akhirnya harus mengalami luka yang tidak berdarah.
__ADS_1
Bersambung