
" Apa maksudmu. Bukankah itu adalah uangku, kenapa sesuka hatimu membekukan cek itu," tanya Felly dengan wajahnya yang panik.
Aditiya bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Felly, dengan ke-2 tangan di masukkan kedalam saku celananya, menatap Felly dengan sinis.
" Aku sudah mengatakan, jangan bertingkah. Setelah bersenang-senang dengannya dan mendapatkan uang lebih banyak darinya. Kau masih membutuhkan uang itu. Sampai harus datang kemari untuk menagih uang itu," ucap Aditya sinis membuat Felly bingung.
" Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Uang itu adalah hak ku. Jadi kembalikan," sahut Felly dengan mata yang bergenang. Dia tidak paham dengan semua ucapan Aditya. Dia hanya membutuhkan uangnya.
Aditya memegang lengan Felly menariknya lebih dekat kepadanya.
" Lepaskan aku! Kembalikan hak ku. Apa yang kau lakukan pada cek ku," ucap Felly dengan suara menekan.
" Kau membekukannya?" tanya Felly memastikan dengan matanya melebar sempurna.
" Kau benar aku memang membekukan cek itu," sahut Aditya dengan santai.
" Kenapa kau melakukannya? kau tau aku membutuhkan uang. Tetapi kau malah mempermainkanku," ucap Felly yang benar-benar tidak habis pikir.
" Jika kau memang membutuhkan uang. Tetapi kenapa berani menemui Pria itu dan bermesraan dengannya! bentak Aditya menatap Felly tajam.
" Apa yang kau katakan, siapa yang kau maksud. Aku tidak mengerti apa katamu," Felly benar-benar bingung menatap wajah Aditya yang tampak marah.
" Kau masih saja mengelak, kau memang wanita munafik, sangat murahan, serakah, kau selalu berpura-pura polos. Wajah mu sangat berbeda dengan kelakuanmu," hina Aditya membuat Felly meneteskan air mata. Air mata yang sedari tadi ditahannya.
Dia hanya membutuhkan cek agar mamanya di operasi. Tetapi Aditya malah kembali menghinanya bagaimana mungkin air matanya tidak jatuh.
" Kau berani menemui Damar. Mantan kekasihmu itu. Apa kau benar-benar tidak bisa melupakannya," desis Aditya yang memberitahu letak permasalahannya.
" Aku tidak menemuinya," bantah Felly.
" Masih berani berbohong. Kau pikir aku buta," teriak Aditya.
" Terserah kau bilang apa kepadaku. Yang jelas aku tidak melakukannya. Dan sekarang kembalikan cek itu. Mamaku harus di operasi malam ini. Aku butuh uang itu, aku mohon," ucap Felly sekarang memohon di depan Aditya dengan merapatkan ke -2 tangannya.
__ADS_1
" Itu bukan salahku, kau yang membuat kesalahan. Jadi terima akibatnya, aku sudah memperingatkanmu untuk tidak bermain-main denganku," sahut Aditya benar-benar tidak peduli melepas tangan Felly sehingga membuat Felly bergeser sedikit.
" Tolonglah! aku mohon, aku janji aku tidak akan menemui mas Damar lagi. Aku tidak mengatakan apapun kepadanya, aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan," Felly mencoba menjelaskan apa yang terjadi agar Aditya mengubah keputusannya.
" Alasan, kau wanita yang penuh sandiwara sangat munafik, kau banyak belajar bersandiwara dari calon mantan ibu mertuamu itu," kecam Aditya.
Felly yang benar-benar bingung harus melakukan apalagi. Aditya bahkan tidak mengubah keputusannya.
Akhirnya Felly berlutut di depan Aditya. Harga dirinya sudah tidak ada lagi. Karena memang cuma Aditya yang bisa menolongnya.
Nyawa mamanya lebih penting di bandingkan harga dirinya yang memang sudah di injak-injak dari awal.
Aditya kaget melihat Felly yang berlutut di depannya. Dia sangat tidak percaya wanita keras kepala seperti Felly bisa melakukan itu.
" Aku mohon tolong kembalikan cek itu, mamaku harus di operasi, kau sudah menghancurkan pernikahanku. Dengan memperkosaku. Tanpa aku tau kesalahanku apa,"
" Seharusnya mamaku sudah di operasi dengan uang mahar dari mas Damar. Tetapi semuanya hancur. Aku bahkan melakukan apa yang kau katakan. Jadi aku mohon tolong kembalikan cek itu, aku mohon. Nyawa mamaku ada di tanganmu, aku mohon," ucap Felly tersus memohon dengan menangis Sengugukan berlutut mengangkat kepalanya melihat Aditya dengan ke-2 telapak tangannya di satukan.
Aditya melihat dan mendengar itu membalikkan tubuhnya. Ada hati yang sebenarnya tidak tega dengan apa yang di lakukan Felly. Apalagi menyangkut nama seorang ibu. Aditya sangat lemah dengan hal itu.
" Aku tidak akan pergi, sebelum kau mengembalikan cek itu," ucap Felly yang memang tidak ada harapan selain pada Aditya.
" Aku sudah katakan. Semua itu karena perbuatan mu sendiri, jadi pergi lah dari sini, sebelum aku juga akan memecat mu dari Restaurant ini," tegas Aditya memberi ancaman.
Aditya memang hanya bisa mengancam Felly dengan semaunya. Felly yang sudah di hancurkan dan sekarang di ancam berkali-kali. Kekuasaan memang yang mengatur segalanya. Untuk orang lemah tidak akan berarti. Walau menjadi korban sekalipun.
Aditya melirik kebelakang dan melihat Felly masih tetap pada posisinya. Aditya mengepal tangannya dan memegang lengan Felly.
" Pergi dari sini!" usir Aditya menyeret Felly keluar dari ruangannya
" Aku mohon tolong kembalikan cek ku, aku mohon," Felly memberontak dan memohon.
Tetapi Aditya benar-benar tidak peduli, dia tetap menyeret Felly keluar dari ruangannya dan menghempaskan Felly di lantai, sehingga Felly terduduk.
__ADS_1
" Jangan berani memasuki ruangan ku lagi," tegas Aditya dengan keras dan menutup pintu ruangannya.
Felly berdiri dan menggedor-gedor dengan kuat.
" Aku mohon tolong, tolong kembalikan cek itu, aku mohon," Felly terus menerus menggedor-gedor dengan kuat. Sangat berharap Aditya membuka pintu untuknya.
Sementara Aditya yang berada di dalam ruangannya mengacak rambutnya. Dia benar-benar frustasi dengan Felly yang memohon menangis kepadanya. Bahkan sekarang Felly masih terus melakukan itu.
" Seharusnya dia sadar jika membutuhkan uang. Jangan malah bertingkah," geram Aditya. Yang masih mendengar suara Felly.
" Apa lagi yang harus aku lakukan, bagaimana ini. Kenapa dia sangat kejam kepadaku. Kenapa dia terus melakukan itu kepadaku. Bukannya itu adalah uangku. Kenapa dia mengambilnya kembali," Felly menangis di depan pintu ruangan Aditya.
************
Malam hari tiba. Felly dan seorang wanita berada di dalam mobil yang berhenti di depan sebuah Club malam yang mewah.
" Kamu yakin?" tanya wanita itu melihat ke arah Felly yang sekarang begitu gugup.
" Iya, Angel aku yakin," jawab Felly terus meremas dress merah yang di pakainya. Dia hanya berusaha tenang.
" Ya sudah, kita masuk, kamu jangan gugup," ucap Anjel mengusap bahu Felly agar Felly tenang.
" Iya," jawab Felly dengan gugup
Anjel dan Felly keluar dari mobil tersebut. Iya Felly melakukan hal yang sangat gila. Tidak mendapatkan uang dalam waktu cepat membuatnya harus melakukan hal yang sangat tidak pernah terpikir olehnya.
Angel adalah temannya. Felly tidak terlalu dekat dengannya. Dulu Felly pernah menolong Angel. Dan Felly juga tau pekerjaan Angel sebagai wanita malam.
Walau begitu Angel tidak pernah mengajak atau menjerumuskan Felly kedalam dunianya yang gelap itu.
Tetapi Felly yang sudah putus asa. Menemui Angel dan meminta Angel memberinya pekerjaan.
Angel mati-matian menolak. Karena dia tidak ingin temannya seperti dia. Dia juga cukup mengenal bagaiman Felly. Tetapi Felly tetap memaksa karena memang butuh uang untuk operasi mamanya.
__ADS_1
Angel yang juga tidak memiliki uang untuk membantu Felly. Akhirnya menuruti Felly. Membawa Felly masuk kedalam dunianya.
Bersambung......