Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 33 keputusan yang bodoh.


__ADS_3

Mata Aditya terus melihat Pria tua itu berjala bersama Felly dengan 1 tangan pria itu berada di pinggang Felly setengah lingkaran.


Hal itu membuatnya semakin panas. Aditya meneguk kembali Vodka. Kekesalanya sangat bertambah dengan Felly yang benar-benar akan melakukan hal itu.


Walau dia tau Felly sebenarnya bukanlah wanita yang selalu di ucapkannya dengan kata-kata hinaan seperti itu. Tetapi memang Aditya punya kesenangan sendiri saat mengatakan hal itu.


" Ayo cantik," pria itu masih melingkarkan tangannya di pinggang Felly melewati koridor-Koridor.


Felly sangat gugup dengan profesi barunya yang di jalaninya yang pasti sangat salah yang telah di ambilnya. Dia bahkan berusaha menghindar dari tangan pria yang berada di pinggangnya.


Sampai akhirnya pria itu membawanya masuk kedalam kamar. Mata Felly berkeliling melihat kamar itu.


Felly terus memegang tangannya yang mengatup di bawah sana. Dia sangat takut dengan tindakan yang di ambilnya.


Dia sangat ragu dalam tindakannya. Tetapi semuanya sudah terlanjur. Mau menghentikan pun sudah tidak bisa. Dia sudah terlanjur masuk kedalam semua itu.


" Jangan takut, kita hanya bersenang-senang," ucap pria tersebut dengan senyumnya berdiri di depan Felly yang menunduk.


Pria itu membuka kancing kemejanya membuat Felly langsung mengalihkan pandangannya kekirinya.


Pria itu tersenyum setelah melepas bajunya dan membuangnya ke sembarang tempat. Lalu mendorong tubuh Felly ke atas ranjang.


Membuat Felly kaget yang sudah berbaring di atas ranjang dengan kakinya yang masih menggantung.


Felly semakin panik. Jelas hal itu pernah terjadi padanya di mana saat Aditya memperkosanya. Bayangan itu melintas sehingga air matanya sudah jatuh.


" Ha-ha-ha-ha, malam ini aku akan di puaskan dengan barang bagus," Pria itu tertawa puas melihat tubuh Felly yang masih terbungkus saja sudah menarik untuknya.


Apalagi jika tubuh itu tanpa sehelai benang. Pria hidung belang itu sudah tidak tahan untuk menikmatinya.


Pria itu menatap Felly dengan penuh nafsu. Felly hanya memiringkan wajahnya kekanan seakan tidak ingin melihat pria yang tanpa memakai pakaian itu.


" Ayo buka celanaku! perintah laki-laki tua itu yang sudah tidak sabaran untuk menikmati tubuh wanita yang gemetaran itu. Felly mendengarnya kaget. Apa mungkin dia melakukan hal itu. Tidak mungkin pastinya.


" Ayo cepat, tunggu apa lagi! ucap Pria tua itu mendesak sedikit.


" Tapi," jawab Felly gugup. Dia tidak mungkin melakukan itu.


" Apa yang kau pikirkan ayo buka dan lakukan permainan pertama, berikan dia kesenangan," ucap Pria itu tersenyum puas. Membuat Felly bingung dan semakin takut

__ADS_1


Pria yang sudah tidak sabaran itu langsung menarik rambut Felly, sehingga membuat Felly terduduk tepat di depan Celananya.


" Ampun tuan!" Pekik Cherry kesakitan memegang rambutnya. Kepalanya sampai mendongak keatas karena jambakan yang sangat kuat itu.


" Kau benar-benar payah cepat lakukan," teriak Pria itu mulai emosi dengan Felly yang sangat bodoh membuatnya semakin geram.


" Tapi tuan, saya tidak terbiasa melakukannya," jawab Cherry dengan terbata-bata.


" Dasar bodoh!" kecam Pria itu menekan suaranya.


Plakk.


Pria tua itu langsung menampar Felly sehingga membuat Felly kembali terbaring.


" Kau pikir aku membelimu untuk melihat ke bodohanmu ha! teriak Pria itu benar-benar kesal.


" Maaf tuan," lirih Felly yang menangis memegang pipinya.


" Aku membayarmu mahal untuk melihat permainanmu. Bukan mendengar maaf dan tangisanmu," geram Pria itu melihat Felly yang malah menangis semakin menjadi-jadi.


Pria itu membuka ikat pinggangnya dan tanpa ampunan memukul Felly dengan ikat pinggang itu karena terlanjur membuatnya kesal.


" Aku harus memberimu cara yang benar," ucap Pria itu yang tampak senang melihat Felly kesakitan.


Apa yang di lakukan Pria itu lebih parah dengan apa yang di lakukan Aditya kepadanya. Aditya memang memaksanya tetapi tidak bermain kekerasan seperti apa yang di terimanya.


Setelah puas memukuli Felly dengan ikat pinggang itu sehingga menimbulkan bekas merah-merah. Felly hanya menangis menahan rasa sakit di tubuhnya.


Pria itu tertawa puas melihat lengan Felly yang memerah. Seakan karyanya begitu indah di tubuh wanita yang putih mulus itu. Belum lagi nanti karya-karya yang lain yang akan di ciptakan Pria itu nanti.


Pria itu langsung menindih tubuh Felly dengan wajahnya yang sudah tidak sabaran untuk menikmati tubuh yang sudah di bayarnya mahal itu.


" Dengan seperti ini, kau lebih terlihat sangat menggairahkan," bisik Pria tua itu dengan penuh nafsu.


Felly berusaha mendorong dada pria itu agar menjauh dari wajahnya. Tubuh pria itu sangat kokoh dan sudah tidak sabaran untuk menggapai wajah itu.


" Maaf kan Felly ma, maaf ma, Felly harus mengambil jalan ini, Felly tidak punya pilihan, maaf ma, maaf," batin Felly menangis terisak saat Pria itu mulai menaikkan dressnya ke atas bahkan tangannya sudah mulai membelai pahanya.


Felly pasrah dengan nasibnya. Hidupnya memang sudah sangat melarat. Semiskin-miskinnya Felly, dia tidak pernah melakukan pekerjaan terkutuk itu. Pekerjaan yang singkat dan bisa menghasilkan uang banyak.

__ADS_1


Tetapi kali ini demi uang dia di siksa dan akan melayani nafsu Pria yang sangat tua itu. Semua di lakukannya demi uang operasi mamanya. Putus asa tidak mendapatkan biaya dalam waktu dekat membuat Felly harus mengambil jalan tersesat.


Pria itu semakin menjadi-jadi dan ingin mencium lehernya. Saat itu terjadi Felly memejamkan matanya. Dia benar-benar pasrah dengan dirinya yang sangat kotor dan akan menjadi lebih kotor lagi.


" Ampuni aku," kalimat terakhir yang di ucapkannya di dalam hatinya ketika Pria itu mulai menjamahnya.


Brakkkk


Dobrakan pintu membuat pria itu tidak jadi melakukannya. Ternyata Aditya yang menendang pintu dengan 1 kakinya dan sekali tendangan pintu itu terbuka.


" Brengsek siapa yang menggangguku," ucap kesal Pria itu menoleh ke arah pintu. Pria seorang Pria yang penuh kemarahan.


Aditya melihat pria itu yang menindih tubuh Felly. Aditya yang penuh kemarahan langsung menarik Pria tua itu dan 1 pukulan melayang ke wajahnya dan menendang Pria itu sampai terhempas kedingding.


Aditya menoleh ke arah Felly yang masih merebahkan diri di ranjang dengan tubuh memar memenuhi lengannya membuat Aditya berdecak kesal.


" Dasar wanita bodoh," pekik Aditya langsung menarik tangan Felly.


" Lepaskan aku apa yang kau lakukan," berontak Felly saat Aditya menyeretkan keluar.


" Hey, lepaskan dia aku sudah membelinya," teriak pria itu. Aditya yang berada di depan pintu dengan 2 anak buahnya.


Aditya melepaskan cengkraman Felly. Dan menghampiri Pria yang sudah terduduk lemas memegang perutnya. Aditya membuang tumpukan uang ke wajah Pria itu.


" Ambil uangmu! ucap Aditya dengan geram


" Urus dia!" perintah Aditya.


Bodyguard itu mengangguk dan langsung masuk membereskan Pria yang di perintahkan atasan mereka.


Aditya menyeret Felly keluar dari kamar itu. Felly terus memberontak ingin di lepaskan. Aditya membawanya kedalam kamar yang tidak jauh dari tempat itu.


Dan menghempaskan tubuh Felly keranjang membuat Felly terduduk dengan dresnya yang kembali naik keatas sedikit. Dengan pelan tangan Felly menurunkan dressnya.


" Apa yang kau lakukan, aku harus menyelesaikan pekerjaanku," teriak Felly kembali berdiri.


Aditya semakin panas menarik kembali lengan Felly dan menghempasnya kedingding. Membuat punggungnya sakit. Karena benturan itu.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan Lupa Vote like Coment.


__ADS_2