Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Part 207 Ancam untuk Rebecca.


__ADS_3

Felly dan Rebecca saling menatap dengan tatapan yang sangat tajam. Felly menatap dengan kebencian dan kemungkinan Rebeca menatap dengan ketidak habis pikiran dengan Felly.


" Mama," tegur Felly lagi. Rebecca mendengus mendengarnya.


" Iya kamu boleh memanggilku mama itu jauh lebih baik," sahut Rebecca berusaha tenang padahal sudah keringat dingin dengan kata-kata Felly yang tidak pernah di duganya akan seperti iti. Felly tersenyum mendengarnya.


" Wanita ini benar-benar membuatku tidak bisa bicara apa-apa. Dia sangat berani kepadamu. Dia pikir siapa dirinya sebenarnya," batin Rebecca yang terus mengepal tangannya.


" Wanita jahat, kau sudah menghancurkan rumah tangga yang bahagia, kau menghancurkan masa depan seorang wanita. Kau membuat Aditya kehilangan arah dan penuh dendam dan kau membunuh janin di kandunganku. Aku tidak akan melepasmu. Aku akan membuatmu menebus semua perbuatan mu yang sangat hina itu," batin Felly yang mempunyai dendam yang begitu besar pasar Rebecca.


" Ya sudah kalau begitu, jangan di bahas masalah panggilan lagi. Ayo kita nikmati acara pestanya, ini pesta untukku bukan untuk pendekatan di antara kalian berdua," sahut Harison.


" Iya pa," sahut Rebecca tersenyum tipis. " Ayo mas," ajak Rebecca pada suaminya. Lalu pergi bersama suaminya setelah menatap Felly dengan tajam.


" Felly, kakek menjamu tamu di kamu nikmati pestanya," ucap Harison pamitan.


" Iya kek," sahut Felly mengangguk. Setelah kepergian Harison Felly terlihat membuang napasnya dengan perlahan ke depan dan Aditya melihat Felly yang tampaknya juga gugup. Namun hanya di berani-berani kan saja.


" Hati-hati dengannya," sahut Aditya memberikan ingat pada Felly.


" Aku bisa mengurus diriku sendiri," sahut Felly dengan ketus dan langsung pergi meninggalkan Aditya.


" Aku tau. Kamu memang bisa mengurus dirimu sendiri, tapi kamu tidak bisa sendirian Felly," batin Aditya.


" Rebecca, dia benar-benar sangat banyak nyawa. Felly mengatakan Rebecca ada di sana saat kejadian itu terjadi. Tapi dia tetap hidup sama dengan Felly. Apa lagi yang akan di rencanakan nya setelah ini," batin Aditya yang benar-benar was-was dan Tidka bisa main-main dengan Rebecca. Dia harus mengambil pelajaran dari apa yang terjadi sebelumnya. Di mana bayinya sudah menjadi korbannya.

__ADS_1


*********


Acara pesta tetap berlanjut dan Felly terlihat berdiri sendiri sambil memegang minuman, di sela-sela Felly sedang minum tidak sengaja melihat Lusi yang ada di sana yang sedang memakai pakaian pelayan yang terlihat melayani para tamu-tamu.


" Tante Lusi, ngapain dia ada di sini," batin Felly yang kebingungan yang melihat Lusi yang ada di sini.


Felly juga melihat Lusi yang berpapasan dengan Laura dan terlihat ibu dan anak itu saling berbisik yang seperti membicarakan sesuatu. Dan terlihat Lusi yang sedang melihat kearah sesuatu dan Felly langsung melihat kemana arah mata Lusi yang ternyata melihat ke arah Aditya yang mengangguk yang seperti memberikan kode hal itu jelas membuat Felly penasaran.


" Apa yang direncanakan Aditya, apa yang ingin mereka lakukan. Kenapa Aditya, Laura dan Tante Lusi terlihat sedang merencanakan sesuatu. Pasti ada sesuatu yang besar sampai Tante Lusi juga ikut turun tangan," batin Felly yang begitu penasaran dengan wajahnya yang juga terlihat sangat khawatir.


" Aku tidak percaya jika kau masih hidup!" Tiba-tiba terdengar suara yang membuat Felly tersentak kaget dan melihat ke arah suara tersebut yang berasal dari belakangnya yang ternyata itu suara yang tak lain adalah Rebeca yang berdiri di sampingnya yang juga sedang memegang minumannya.


Namun Felly memperlihatkan senyum tipisnya untuk wanita ular di depannya.


" Ternyata kau sangat pintar bersandiwara belum sampai 1 jam. Kau sudah mengubah panggilan manismu itu, dasar wanita munafik," sahut Rebecca.


" Aku memanggil panggilan manis itu. Untuk nama baikku yang selalu membanggakan kakek Harison, jadi aku harus pintar-pintar mencuri perhatiannya," sahut Felly dengan santainya.


" Kau percaya diri sekali jika dia memang sangat menyayangimu," sahut Rebecca.


" Apa aku harus memperlihatkannya kepada mu. Bagiamana dia lebih mengutamakan ku di bandingkan dirimu," sahut Felly menegaskan.


" Kau, benar-benar," geram Rebecca yang kehabisan kesabaran. Namun Felly tersenyum saja melihatnya.


" Felly-Felly, apa kau benar-benar merasa sangat hebat. Kau sudah tau siapa aku dan kau juga tau apa yang aku lakukan kepada dirimu setelah ini," sahut Rebecca dengan sinis.

__ADS_1


" Aku tidak takut denganmu dan aku berharap kau tidak melupakan apa yang aku katakan sewaktu di gudang itu. Jika aku masih masih hidup. Aku akan mengatakan kepada kakek siapa dirimu sebenarnya," sahut Felly dengan penuh ancaman tanpa takut sama sekali.


Rebecca terlihat cemas mendengarnya. Namun dia menyunggingkan senyumnya saat mendengarnya lagi.


" Felly-Felly gadis bodoh. Kau pikir kata-kata mu akan di percayai Harison. Seharusnya kau berpikir dulu sebelum melakukannya. Paling tidak ambil pelajaran dari Aditya yang sampai ibunya meninggal sekalipun omongannya tidak di percaya dan kau hanya ingin berbicara mengatakannya saja," sahut Rebeca dengan tersenyum miring membuat Felly mengepal tangannya.


" Jadi jangan mimpi dan mencoba melawanku. Karena kau tidak akan mungkin bisa melakukannya. Harison tidak akan mempercayaimu," lanjut Rebeca dengan senyum mengejek Felly. Lalu pergi dari hadapan Felly.


" Aku tidak akan mengatakan. Jika aku tidak memiliki bukti," sahut Felly membuat langkah Rebecca berhenti dan wajah senyum Rebecca berubah menjadi terkejut.


Felly pun melangkah santai menghadap Rebecca.


" Aku tidak bodoh Rebecca. Aku sudah mengatakan kemarin. Jika kamu masih hidup. Maka aku juga akan hidup untuk membuktikan perbuatanmu yang sangat kejam itu dan jika aku mati maka kau juga akan mati. Tapi ternyata kita sama-sama hidup dan artinya. Aku harus membuatmu berakhir di dalam jeruji besi,"


" Seperti yang kau katakan. Kakek Harison mungkin Tidka percaya dengan omonganku. Tapi aku tidak akan berbicara kepadanya. Aku akan memperdengarkan kepadanya semua yang kau katakan kepadaku di gedung itu," ucap Felly tersenyum dengan memberikan ancaman pada Rebecca dan wajah Rebecca mendadak menjadi takut.


" Apa yang kau katakan?" tanya Rebecca dengan wajah kagetnya.


" Aku sudah mengatakan. Aku tidak akan bodoh seperti yang kau katakan. Aku mempunyai bukti yang akan aku tunjukkan pada kakek Harison," tegas Felly membuat Rebecca kaget dan Felly tersenyum mengejek lalu pergi dari hadapan Rebecca.


" Sial," geram Rebecca dengan mengepal tangannya.


" Apa yang di katakannya. Tidak mungkin dia memiliki bukti. Wanita itu benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Wanita itu sangat pintar," batin Rebecca yang seketika panik dengan Felly yang dari bicara Felly terlihat memang Felly tidak main-main.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2