Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 144 bermain perasaan.


__ADS_3

Felly yang tidak sabaran dengan luka yang di lihatnya membuatnya kembali bangkit dari tempat tidur. Felly pun keluar dari kamar membuat Aditya heran mau kemana istrinya itu. Tetapi dia memang tidak sempat bertanya. Tau-tau Felly sudah pergi.


Tidak berapa lama Felly kembali masuk kedalam kamar yang sudah membawa kotak obat.


Felly mendekati Aditya yang masih mengeringkan rambutnya dengan membelakangi dirinya. Aditya tidak sadar jika ada Felly di belakangnya dan saat dia berbalik. Aditya langsung tersentak kaget dengan Felly yang ada di hadapannya.


" Ada apa?" tanya Aditya heran dengan Felly yang sangat dekat dengannya. Walau sering menggoda Felly dan membuat Felly malu. Tetapi sebenarnya terkadang Felly yang dekat dengannya membuatnya juga gugup dan seperti berusaha untuk tenang.


" Lukamu belum kering, ayo ku obati sebentar," ucap Felly dengan lembut berbicara pada Aditya yang matanya fokus pada luka Verro.


Verro menundukkan kepalanya dan melihat lukanya.


" Tidak perlu. Aku rasa itu sangat tidak perlu," ucap Aditya yang acuh. Walau merasa sakit. Tetapi dia tidak selemah itu dan mungkin rasanya tidak perlu lukanya itu di obati.


Aditya ingin membalikkan tubuhnya kembali. Tetapi Felly langsung menghentikan tangannya dengan memegangnya. Lalu mengajak Aditya untuk kesisi ranjang dan dengan mudahnya. Aditya mengikut saja. Tanpa menolak sampai dia benar-benar sudah duduk di sisi ranjang.


Felly juga duduk di hadapannya dan Felly langsung membuka kotak obat yang di pegangnya. Dan Felly mengambil cairan yang mungkin alkohol meneteskannya pada kapas dan langsung membersihkan luka itu.


" Shsyyyy," lirih Aditya saat cairan itu begitu pedih.


" Kau sengaja melakukannya," ucap Aditya. y langsung mengangkat kepalanya dan menatap dengan kesal Aditya. Lalu menekankan kapas itu pada lukanya.


" Auuuu, hey," Aditya semakin kesakitan dengan ulah Felly.


" Itu baru sengaja," tegas Felly yang kesal dengan Aditya.


" Kau benar-benar ya," geram Aditya.


" Makanya diam dan jangan banyak protes. Aku melakukannya sudah pelan-pelan. Kau saja yang terlalu lebay," ucap Felly sewot yang tetap melanjutkan pengobatannya dan bodo amat Aditya protes atau tidak. Karena memang dia melakukannya sangat lembut.


Aditya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya diam. Walau geram dengan Felly. Felly melanjutkan pengobatannya dengan mengoles obat yang tidak tau apa itu pada luka yang sebenarnya sangat parah itu.


Dia juga mengobati sambil meniup-niupnya, seakan takut. Jika apa yang di lakukannya membuat Aditya kesakitan. Makanya dia mengobati dengan lembut.

__ADS_1


Sementara Aditya yang merasakan sentuhan itu hanya melihat Felly saja tanpa melepas pandangannya. Dia bisa merasakan ketulusan Felly dalam mengobatinya. Wajah Felly yang begitu cantik dan teduh harus membuat Aditya mengukir senyum tipis.


Sampai Felly melakukan pekerjaannya terakhir memberikan perban pada luka itu dan juga perekat lada luka itu.


Felly yang sudah selesai mengobati dada kiri Aditya. Matanya berpindah pada dada kanan Aditya yang terdapat bekas jaitan. Lama sekali Felly melihat luka itu.


" Itu perbuatanmu," ucap Aditya tiba-tiba. Felly mengangkat kepalanya melihat ke arah Aditya. Sehingga wajah mereka sudah sejajar.


" Saat kau ingin membunuhku. Jadi itu lah hasil perbuatanmu," ucap Aditya lagi. Felly menelan salavinanya yang ternyata dulu yang pernah di lakukannya pada Aditya. Menjadi luka yang sangat parah.


" Bukannya itu tidak berarti apa-apa," sahut Felly.


" Iya kau benar, apa yang kau lakukan memang tidak berati apa-apa. Luka yang kau buat. Jelas tidak setimpal dengan apa yang terjadi padamu," ucap Aditya.


Felly mendengar kalimat itu langsung terdiam dan menatap Aditya sangat dalam. Begitu juga Aditya yang menatapnya.


" Apa ini sakit?" tanya Felly tanpa melepas pandangannya dari Aditya.


" Lalu apa kau tau apa yang aku rasakan. Jika yang aku rasakan jauh lebih sakit," ucap Felly. Aditya terdiam dengan perkataan itu.


" Tapi kau jelas merasakan Aditya. Karena kakakmu. Sama seperti ku," batin Felly yang seakan menyesal mengeluarkan kata-kata itu. Karena dia takut Aditya akan tersinggung.


" Sudah selesai," ucap Felly langsung mengalihkan dan buru-buru menyusun obat-obatan itu kembali kedalam kotaknya.


Aditya langsung menghentikan Felly dengan memegang tangan Felly membuat Felly kembali melihat ke arah Aditya.


Tangan Aditya berpindah kepada perut Felly. Mengusap perut itu lembut membuat jantung Felly sangat tidak aman.


" Kita akan ke Dokter besok. Aku tidak ingin dia sampai kenapa-kenapa," ucap Verro yang terus mengusap perut Felly dengan lembut dengan menatap Felly dalam-dalam.


Dan jelas tatapan itu kembali membuat Felly semakin salah tingkah.


" Kau sudah menjaganya dengan baik," ucap Aditya.

__ADS_1


" Apa kau baik-baik saja?" tanya Aditya yang sekarang mengusap lembut pipi Felly membuat Felly benar-benar sangat gugup. Pasti tidak pernah ada muncul di benaknya. Jika Aditya akan menanyakan hal itu.


Aditya mendekatkan wajahnya pada Felly dan mengecup lembut bibir Felly dan Felly hanya diam saja tanpa memberontak dan apa lagi marah.


Wajah Aditya dan Felly yang masih berdekatan. Aditya memegang dagu lancip Felly dan sepertinya. Aditya menginginkan hal yang lebih yang bukan hanya sekedar kecupan saja.


Dan memang benar, dia memiringkan kepalanya dan langsung meraih bibir Felly kembali dan Felly malah memejamkan matanya seakan tidak menolak dengan apa yang di berikan Aditya kepadanya.


Aditya yang mendapat persetujuan itu mencium dalam dan benar-benar dalam. Dan pasti ada spot jantung di dalam diri Felly yang pasti getaran jantung itu terdengar oleh Aditya.


Aditya memegang tengkuk Felly agar bisa memperdalam ciumannya dan bahkan perlahan membawa Felly berbaring di atas ranjang tanpa melepas ciuman yang panas dengan gejolak perasaan masing-masing.


" Aditya kakak," tiba-tiba Elia membuka pintu tanpa mengetuk dan membuat Aditya dan Felly kaget dan pasangan yang di landa gairah itu langsung duduk.


" Maaf," ucap Elia jadi salah tingkah saat memergoki adiknya yang bermesraan. Sementara Aditya dan Felly langsung resah dan seperti mencari kesibukan sendiri.


Felly sibuk mengurus rambutnya merapikan padahal sudah rapi.


" Kakak, benar-benar tidak sengaja untuk masuk," ucap Elia merasa bersalah pada Aditya dan istrinya.


" Hmmm, memang ada apa kak?" tanya Aditya gugup dan langsung berdiri mendekati kakaknya.


" Kakak minta tolong, mengambilkan sesuatu di dalam kamar," ucap Elia memberikan alasannya pada Aditya masuk kekamar itu.


" Oh, begitu, ya sudah, Aditya akan kesana. Kakak kekamar saja duluan. Aditya pakai baju dulu," ucap Aditya dengan gugup.


" Oh, tidak apa-apa. Kakak minta tolong Bion saja. Kalau kalian mau lanjutin maka, lanjutin saja," ucap Elia yang sepertinya pengertian.


" Tidak apa-apa kak. Biar Aditya bantu kakak saja," sahut Felly yang sudah salah tingkah.


" Begitu rupanya. Ya sudah kakak tunggu," ucap Elia yang langsung keluar.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2