
" Kamu bilang memperkeruh suasana. Kamu sadar tidak semua ini gara-gara kamu. Kamu bisa-bisanya mencintai wanita itu. Dan sekarang lihat dia telah mempermalukan keluarga kita. Mau ditaruh di mana muka mama, undangan separuh sudah di sebar. Semua orang sudah tau. Dan wanita itu dengan mudahnya membatalkan pernikahan itu," teriak Rebecca yang terus marah-marah.
Emosinya bertambah dengan Damar yang seakan-akan masih membela Felly yang membuatnya semakin darah tinggi.
Aditya yang sudah sampai mendengarnya tersenyum penuh kemenangan. Baru serangan kecil yang di lakukannya. Tetapi reaksinya di luar dugaannya.
" Dia benar-benar melakukannya," batin Aditya merasa puas. Tidak percaya jika Felly benar-benar menurutinya. Ketakutan Felly kepadanya merupakan alat besar untuk Aditya.
" Rebecca cukup! Mungkin dia punya alasan kenapa membatalkan pernikahan ini," sahut Harison berpikir positif.
" Jangan-jangan dia menemukan laki-laki yang jauh lebih kaya darimu," tuduh Rebecca yang benar-benar geram.
" Mah, itu tidak mungkin, aku tau bagaimana Felly," bantah Damar tidak terima dengan tuduhan mamanya.
" Felly mencintaiku dia tidak mungkin menghiyanatiku, aku dan Felly saling mencintai dan tidak mungkin dia menghiyanatiku karena seorang laki-laki," ucap Damar menegaskan.
" Mencintai katamu. Mana buktinya. Ini yang namanya mencintai," sahut Rebecca.
Aditya yang mendengarnya tersenyum miring.
" Kau sangat percaya diri dengan omonganmu, aku ingin melihat bagaimana kepanasannya keluarga serakah itu setelah mendapat serangan selanjutnya," batin Aditya.
Karena puas dengan apa yang di dengarnya. Aditya mengurungkan niatnya untuk menemui kakeknya.
Biarkan saja kakeknya mendengar umpatan dari menantunya yang serakah itu. Yang penting Aditya sangat puas dengan apa yang di dengarnya hari ini. Dia benar-benar masih tidak menyangka. Wanita yang di perkosa nya benar-benar menurutinya.
*********
Berita batalnya pernikahan Felly dan Damar sudah terdengar di media. Hal yang mempermalukan keluarga membuat saham milik Damar menurun drastis.
Hal itu jelas membuat Rebecca semakin gila. Dan pasti membuat kebahagian untuk Aditya yang hanya dengan efek kenikmatan dia berhasil menghancurkan ibu dan anak dalam serangan pertamanya.
**********
__ADS_1
Felly berada di kamar mandi tanpa memakai sehelai benang pun berdiri di depan cermin dengan kepalanya yang menunduk dan ke-2 tangannya memegang memegang kuat pinggir wastafel.
Dengan perlahan Felly mengangkat kepalanya dan melihat dirinya di cermin. Kejadian menyeramkan itu sudah terjadi beberapa hari yang lalu.
Tetapi semua tanda kemerahan pada tubuhnya masih saja terlihat. Mata Felly dengan berkaca-kaca melihat tubuhnya yang menjijikkan.
Lintasan bayangan kejadian buruk itu terlintas dalam pikirannya. Hal itu membuat air matanya jatuh. Pegangannya semakin erat pada dingding wastafel tersebut.
" Bajingan!" Satu kata dengan penekanan itu berhasil ke luar dari mulutnya dengan penuh kebencian.
" Kau benar-benar sungguh bajingan, biadab, Jahat, kau bukan manusia. Kau Pria yang berhati iblis," umpatan Felly terdengar memaki Aditya.
" Kau sudah menghancurkan masa depanku, kau merebut kebahagianku. Kau membuat pernikahan ku berantakan. kau juga membuat mamaku tidak bisa di operasi. Kau benar-benar bukan manusia,"
" Apa salahku. Kenapa kau harus memperlakukan aku seperti itu? Kenapa harus aku. Kenap? Kenapa? Kenapa?" ucapan kata Kenapa itu semakin pelan.
Felly tidak sanggup lagi dengan semua penderitaannya yang tidak ada hentinya. Dia hanya melihat dirinya yang sangat menjijikan di depan cermin. Tubuh yang sudah tidak berharga sama sekali.
Selain menjijikkan pasti dia melihat dirinya. Adalah anak yang gagal. Selain tidak bisa menjaga kehormatannya dia juga tidak bisa mengoperasi sang mama. Felly semakin hari merasa semakin merasa tidak berguna.
********
Batal menikah membuat sang mama kembali menunda operasi nya. Dan Felly tidak punya waktu untuk berhenti bekerja dan mencari pekerja lain yang pasti sangat sulit didapatkan dan belum tentu gajinya sebesar gajinya bekerja sebagai mencuci piring Restauran itu.
Dia harus kembali menerima kenyataan orang yang memiliki kekuasaan akan selalu berada di atas meski dia telah menjadi korban.
Felly berjalan di koridor Restauran dengan lesu. Wajahnya memang selalu seperti itu. Wajah yang tidak bersemangat untuk hidup. Langkahnya juga sama. Tidak ada tanda-tanda langkah untuk kehidupan.
Bagaimana tidak. Tadi siang dia kembali di telpon Dokter. Dokter mengatakan kondisi ibunya semakin Farah. Operasi hanya jalan satu-satunya untuk menyelamatkan kondisi sang mama.
" Kapan aku mendapatkan uang 70 juta, di mana aku harus mendapatkannya? batin Cherry yang setiap hari hanya memikirkan uang,uang dan uang. Pikirannya bercabang memikirkan masalah uang.
Ditengah lamunannya tiba-tiba sebuah tangan menariknya dengan kuat. Membuatnya kaget dan berteriak.
__ADS_1
" Aaaaaaa," teriak Felly.
Ternyata Aditya yang menariknya kedalam sebuah kamar yang memang ada di Restaurant tersebut. Aditya menghempas tubuh kecil itu ke atas ranjang.
Di ruangan Aditya yang memiliki kamar pribadi yang besar. Aditya langsung menghempaskan tubuh Felly di atas ranjang tanpa ampunan.
" Apa yang kau lakukan!" teriak Felly benar-benar kaget. Kepalanya berkeliling melihat keberadaanya.
Ruangan itu belum pernah di masukinya. Melihat dirinya ada ranjang besar dan bersama dengan Aditya membuatnya Felly cemas dan pikirannya mulai kemana-kemana. Ada ketakutan besar yang muncul tiba-tiba
Apa lagi wajah Aditya yang dibencinya itu terdapat senyum nakal. Senyum yang sangat menjijikan. Aditya yang berdiri di depan Felly matanya turun kebawah melihat kearah paha Felly yang terexpos karena dressnya yang naik.
Felly yang sadar langsung menurunkan Dressnya dengan wajahnya penuh ketakutan.
" Jaga matamu," geram Felly dengan pandangan Aditya.
" Tidak perlu kau tutupi, bukannya aku sudah melihat yang lebih dari itu," sahut Aditya menyunggingkan senyumnya.
Seakan benar-benar bangga dengan apa yang dilakukannya. Hal itu jelas penghinaan untuk Felly.
" Atau kau sengaja menunjukkannya, kau kembali ingin menggodaku. Baiklah! minta dengan baik maka aku akan memuaskanmu lanjut Aditya lagi membuat Felly mengepal tangannya.
" Tapi dengan syarat jangan bermain drama seperti kemarin. Air mata buaya membuatku kesal. Jika ingin berteriak. Berteriak yang indah yang membuat telingaku puas," lanjut Aditya yang benar-benar sangat enteng dengan perkataannya.
Bahkan sanggup mengatakan jika tangisan Felly yang memohon untuk di lepaskan dan tangisannya ketika kehormatannya di renggut secara paksa di katakan sebuah drama.
Tatapan Felly pada Aditya hanya penuh kebencian. Seharusnya Felly sadar jika Pria yang di hadapannya itu memang bukan manusia.
Mulut Felly bungkam tanpa bisa berbicara. Tetapi air matanya jatuh dan dengan cepat mengusapnya kasar. Lalu Felly langsung berdiri.
Ingin pergi dari hadapan Aditya yang lebih pantas menjadi di sebut binatang. Namun Aditya menarik tangannya dan menghimpit tubuh Felly ke dingding. Mengunci tubuh itu sampai tidak bisa kemana-mana.
" Apa yang kau lakukan biadap, lepaskan aku bajingan," umpat Felly memberontak memukul-mukul dada Aditya.
__ADS_1
Bersambung......