Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 63 Kata yang pas untuk ibu tiri


__ADS_3

" Aku hanya tidak Sudi rumah yang aku tinggali akan diinjak wanita sampah sepertinya," tegas Rebecca dengan kata-katanya yang kasar.


Membuat Felly menghela napas memperbanyak sabar. Dia memang sudah tau kata-kata langganan itu pasti terdengar lagi di telinganya.


Sementara Aditya tersenyum miring mendengar kata-kata yang keluar dari mulut wanita yang berbisa itu.


" Kembali ke kamarmu dan berkacalah dengan benar. Berkaca di kaca yang besar. Siapa yang sampah sebenarnya. Kau lah wanita sampah, sangat kotor di bandingkan sampah yang menumpuk," sahut Aditya membalas kata-kata Rebecca dengan kata-kata yang lebih parah lagi.


" Jadi jangan mengatakan orang sampah. Jika kau lebih dari itu," tegas Aditya melihat Rebecca dengan tatapan tajam.


" Aditya cukup! Kau tidak pantas bicara seperti itu kepada ibumu," sahut Harison yang merasa Aditya kelewatan jika bicara.


Dia jelas marah dengan tindakan Rebecca kepada Felly. Tetapi dia juga harus menegur cucunya berbicara sembarangan dengan orang yang lebih tua.


" Ibu. Sepertinya kakek masih lelah di perjalanan, sampai halu mengatakan wanita hina ini sebagai ibuku. Menjadi pembantuku saja aku sangat tidak Sudi," desis Aditya dengan sinis berterus terang.


" Kau," Rebecca yang merasa terhina ingin memukul Aditya. Tetapi Aditya menahan tangannya.


" Jangan berani-beraninya menyentuhku, dengan tangan kotormu. Aku tidak sudi tangan itu menempel di tubuhku. Jadi jangan berani melakukan hal itu," ucap Aditya dan langsung menjatuhkan tangan Rebecca dengan kuat sampai Rebecca terjatuh seperti Felly tadi.


" Aditya hentikan perbuatan mu, apa yang kamu lakukan," sahut Harison mengeraskan suaranya.


" Anak sialan," batin Rebecca merapatkan giginya yang seperti bersimpuh di depan Felly dan Aditya.


" Seharusnya sekali-kali kakek memarahinya. Memberinya arahan agar dia bisa mengurangi perbuatan kejamnya," sahut Aditya memberi saran kekenya.


" Aditya cukup, jaga bicaramu," sahut Harison.


" Anak kurang ajar, berani sekali dia mempermalukan ku di depan wanita itu," batin Rebecca mengepal tangannya menahan dirinya dan emosinya. Agar tidak terlihat buruk di depan mertuanya.


" Kau dengar," tunjuk Aditya pada Rebecca yang masih terduduk.

__ADS_1


" Berani sekali lagi kau menyakitinya. Aku benar-benar akan kehabisan Kesabaranku. Aku akan melakukan hal yang lebih dari ini. Jika perlu akh akan melemparmu ke Neraka Jahanam," ucap Aditya penuh penegasan dengan mengancam Rebecca dan pasti tidak main-main.


Sementara Felly hanya diam. Dia tidak menyangka Aditya bisa bicara seperti itu dengan ibu tirinya benar-benar menunjukkan kebencian yang besar.


" Aku bisa melihat dari matanya. Jika Aditya sangat membenci ibu tirinya. Membenci pasti ada alasannya dan pasti alasan itu sangat besar. Sampai dia sangat membencinya," batin Felly yang terus memperhatikan mimik bicara Aditya yang sangat jelas terlihat sangat tidak menyukai Rebecca.


" Berani sekali kau mengancam mama ku," sahut Damar yang keluar dari dalam rumah. Felly yang melihat Damar sedikit merasa gugup.


Damar terbawa emosi melihat mamanya yang di hina dan di ancam. Damar langsung membantu mamanya untuk berdiri.


" Aku tidak akan mengancamnya. Jika dia tidak mengganggu calon istriku. Dan juga itu sangat berlaku padamu. Jika kau berani mengganggu istriku. Kau bisa menemaninya pergi ketempat yang kukatakan barusan dan aku rasa kau mendengarnya," sahut Aditya dengan sinis.


" Kau," Damar yang kesal ingin menghampiri Aditya dan mungkin akan melayangkan 1 pukulan. Tetapi kakek Harison langsung menghalagi dengan menggunakan tongkatnya.


" Cukup. Jangan bertengkar di depanku. Dengar Rebecca rumah ini aku punya kuasa dan aku yang memutuskan segala sesuatunya. Dan kamu Aditya kakek benar-benar akan membakar mulutmu dan memotong tanganmu. Jika berprilaku kasar kepada ibumu," tegas Harison mendengarnya Aditya mendengus kasar. Lagi dan lagi kakeknya hanya menyalahkannya saja.


" Apa kakek tidak melihat apa yang di lakukannya kepada Felly barusan, apa kakek tidak punya rencana untuk mengragaji tangannya dan juga memasukkan besi panas kemulutnya agar dia diam," sahut Aditya yang geram dengan kakeknya mengancamnya hanya karena membela wanita bermuka 2.


" Rasa hormat ku akan semakin semakin berkurang dan akan benar-benar habis. Jika kakek semakin lama semakin tidak pernah bijaksana," sahut Aditya dengan menekan suaranya.


" Sudah cukup. Jangan mengguruiku. Jadi cukup semuanya. Aku tidak ingin ada pertengkaran lagi dan untuk kamu Damar


hargai semua keputusan ini. Felly bukan kekasih kamu lagi tetapi calon istri Aditya," jelas Harison.


" Jika dia telah merebut Felly dariku. Maka aku akan juga melakukannya," sahut Damar dengan sinis membuat semua orang-orang kaget.


Bahkan Aditya langsung mengepal tangannya mendengar kan kalimat itu. Felly juga kaget dengan kata-kata Damar yang masih berharap banyak darinya.


" Apa maksud mas Damar," batin Felly kebingungan.


" Anak bodoh bisa-bisanya punya kepikiran untuk mengejar wanita murahan itu," batin Rebecca yang sangat kesal dengan tindakan Damar.

__ADS_1


" Dasar tidak tau malu," Aditya yang geram ingin menghajar Damar. Namun Felly menahannya dengan memegang lengan Aditya.


" Ada apa, kau ingin membelanya?" tanya Aditya yang panas dengan Felly yang mencoba menghentikannya.


" Sudah hentikan! Damar jauhkan pikiran buruk kamu tentang hal itu. Felly bukan barang yang harus di rebut sana sini," tegas Harison.


" Sekarang ayo masuk Felly," ajak Harison.


" Tidak!" sahut Aditya membuat Harison dan yang lainnya heran.


" Ada apa lagi Aditya?" tanya Damar.


" Felly tidak akan tinggal di sini," ucap Aditya. Felly bingung sampai melihat ke arah Aditya.


" Apa maksud kamu?" tanya Harison.


" Aku tidak bisa membiarkan dia tinggal di rumah ini. Dengan orang-orang yang ingin mencelakainya. Felly akan tinggal di Apertemen ku," ucap Aditya dengan menegaskan.


" Gawat, kalau anak ini terus bersama Aditya, aku akan kesulitan untuk menghabisinya," batin Rebecca yang mulai panik rencananya bisa berantakan.


" Kamu bisa membawanya pergi. Setelah dia menjadi istrimu. Aku sudah berjanji pada orang tuanya untuk menjaganya. Dan jika kamu khawatir kepadanya kamu bisa tinggal di sini," ucap Harison penuh penegasan.


" Tapi Kek. Kakek bisa melihat sendiri, bagaimana dia di perlakukan dan aku tidak mau terjadi sesuatu kepadanya. Aku tidak ingin memberi kesempatan pada mereka untuk menyakiti Felly," sahut Aditya yang tetap bersih keras membawa Felly ke Apertemennya.


" Sudah jangan membantah! ayo Felly masuk," ajak Harison yang benar-benar tidak mau mendengarkan kata-kata Aditya. Felly pun mengangguk dan mengikuti kakek Harison, pasti saat melewati wanita iblis dan mantan suaminya di takut-takut.


" Bersenang-senang lah, karena sebentar lagi ajalmu akan datang kepadamu," batin Rebecca tersenyum penuh rencana. Aditya bahkan menangkap senyum itu.


" Sial, aku yakin wanita ini pasti akan melakukan sesuatu kepada Felly. Kau pikir aku akan memudahkan rencanamu. Tidak! jangan harap," batin Aditya melihat sinis Rebecca.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2