Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 74 Pesan menyeramkan.


__ADS_3

Saat ikatan tangan itu terbuka. Felly melihat kebelakang Aditya dan melihat Pria yang tadi ingin memperkosanya membawa kayu panjang yang kokoh yang ingin memukul Aditya.


" Awas," lirih Felly. Tidak belum sempat Aditya melihat kebelakang ya Felly langsung memeluk Aditya dan membalikkan tubuh Aditya. Sehingga Felly berada di atas tubuh Aditya menindihnya dan alhasil pukulan itu mengenai punggung Felly.


Bakkk.


" Auhhhh," teriak Felly kesakitan.


Aditya kaget dengan tindakan Felly yang sembarangan. Wanita yang di peluknya sekarang terluka dengan pukulan dari Pria tersebut.


" Felly," teriak Aditya dengan matanya yang ingin keluar dan melepas pelukan itu.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Aditya menguatkan volume suaranya.


Sementara Felly masih diam menahan sakit di punggungnya. Aditya melihat Pria itu kembali ingin melayangkan kayu itu kepadanya. Dia sangat bersyukur pukulan itu mengenai Felly. Karena memang hanya Felly adalah targetnya.


Saat Pria itu kembali ingin memukul. Aditya langsung menendang dengan kakinya yang panjang.


" Kurang ajar," geram Aditya melepaskan tangannya dari ke-2 bahu Felly dan menyandarkan Felly kedingding


" Jangan melakukan hal bodoh," ucap Aditya memperingati Felly. Aditya langsung berdiri dan langsung menghajar Pria itu.


Kemarahan Aditya semakin memuncak dengan Pria itu yang sudah membuat Felly terluka. Pertama berani ingin memperkosa Felly dan sekarang malah memukul Felly. Bagaiman Aditya tidak emosi dengan Pria itu.


2 pukulan berhasil melayang pada pria itu tanpa perlawanan. Pria yang sama kuatnya dengan Aditya langsung menendang perut Aditya. Sehingga Aditya menjauh sedikit. Memegang perutnya yang lumayan sakit akibat tendangan Pria tersebut.


Aditya dan Pria itu saling menyerang. Saling mengenai pukulan dan saling mengelekan pukulan. Rebecca memang tidak salah pilih dalam menyuruh orang.


Memang orang yang memiliki tenaga yang kuat. Seperti sekarang baku hantam itu masih terjadi dan Felly yang benar-benar kesakitan hanya bisa menonton saja.


Sampai akhirnya Aditya lah yang menjadi pemenangnya dan berhasil melumpuhkan Pria itu sampai tidak sadarkan diri lagi. Aditya membuang napasnya kasar dan merapikan jasnya. Mengusap darah di bibirnya dengan jarinya.


" Sialan," desis Aditya melihat Pria itu sudah tergelatak dengan babak belur dan tidak sadarkan diri. Tetapi dia sangat puas bisa mengajarnya.


" Kau salah jika berhadapan denganku," gumam Aditya tersenyum sinis melihat lawannya sudah babak belur.


Aditya menoleh kebelakang dan melihat Felly yang terduduk di lantai dengan bersandar menahan rasa sakit. Wajah Felly juga tampak sangat pucat.


Aditya langsung menghampiri Felly dan berjongkok di depan Felly.

__ADS_1


" Kau tidak apa-apa?" tanya Aditya. Felly menggeleng.


" Ayo pulang!" ajak Aditya. Felly menganggukkan matanya. Aditya membantu Felly berdiri.


Felly berusaha kuat dan akhirnya berhasil berdiri bersama Aditya. Saat Aditya dan Felly berdiri dan membalikkan tubuh Mereka. Mereka berdua harus di kejutkan dengan Pria yang tadi sudah babak belur dan sekarang sudah berdiri.


Yang membuat Aditya dan Felly semakin kaget. Pria itu menodongkan pistol kearah Felly.


" Jangan harap kalian bisa lolos," ucap Pria itu. Felly sangat ketakutan saat melihat pistol yang mengarah kepadanya.


" Apa lagi yang ingin di lakukannya," batin Aditya yang berusaha melindungi Felly. Karena Aditya pasti tau sasaran peluru itu untuk Felly.


Felly yang ketakutan. Reflex tangan Felly memegang lengan Aditya. Menandakan dia benar-benar butuh perlindungan. Aditya menoleh ke arah Felly. Menurunkan pegangan Felly dan menggenggam tangan Felly dengan erat. Agar Felly tidak ketakutan.


" Dia benar-benar cari mati," batin Aditya.


" Turunkan pistol mu! perintah Aditya memberikan peringatan.


" Aku akan menurunkannya. Ketika wanita itu sudah mati di depanku," ucap Pria itu yang memang hanya ingin nyawa Felly.


" Kenapa dia ingin membunuhku," batin Felly yang ketakutan.


" Peluru ini hanya 1 dan itu hanya untuk kepalanya," sahut Pria itu tersenyum dengan keyakinan. Jika dia akan berhasil menembakkan peluru itu kepala Felly.


" Kurang ajar," desis Aditya geram.


Pria itu tidak main-main dengan kata-katanya. Dia sudah mulai menarik pelatuk pistol tersebut. Aditya melebarkan matanya saat melihat tindakan Pria itu. Sekali lepas. Kepala Felly Benar-benar akan tertembus peluru itu.


Dengan gercep Aditya menarik Felly kedalam pelukannya dan satu tangannya mengambil pistol dari dalam jasnya.


Dorrrr.


Suara tambakan yang kuat itu membuat Felly tersentak kaget. Saat berada dipelukan Aditya. Ternyata suara tembakan itu keluar dari pistol Aditya yang membuat Pria itu tergelatak di lantai dengan darah yang mengalir deras dari kepalanya.


" Kau mencoba bermain-main denganku, aku sudah memperingatkan mu," desis Aditya merasa puas melihat Pria itu mati di tangannya.


Felly tidak tau apa yang terjadi yang jelas tubuhnya bergetar dengan keringat dingin. Felly dengan keberanian ingin membalikkan tubuhnya melihat apa yang di pikirkannya.


Belum Sempat Felly membalikkan badan Aditya menahannya dan menutup mata Felly. Dia tidak ingin Felly melihat orang mati di depannya dengan darah yang mengalir deras. Yang mungkin Felly akan histeris dengan hal itu.

__ADS_1


Tetapi tubuh Felly yang juga lemas. Di tambah rasa ketakutan. Felly akhirnya semakin lentur di pelukan Aditya yang ternyata sudah membuatnya kehilangan kesadaran.


" Felly," tegur Aditya saat merasa tubuh Felly sangat lentur. Aditya memegang ke-2 bahu Felly yang ternyata Felly memejamkan matanya.


Aditya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu dengan cepat menggendong Felly ala bridal style.


Felly mungkin shock yang baru pertama kali mendengar suara tembakan. Sehingga membuatnya pingsan. Aditya juga sengaja memutar tubuh Felly ke pelukannya.


Agar Felly tidak melihat dirinya yang melayangkan 1 tembakan dan membuat kematian di depan Felly. Makanya dia juga tidak akan membiarkan Felly melihat hasil dari pekerjaannya.


********


Rebecca dengan gelisah menunggu di kamarnya dia mondar-mandir seperti setrikaan di daerah tempat tidurnya. Matanya beberapa kali melihat arloji mahal yang terpasang di lengannya.


" Kenapa belum memberi kabar. Seharusnya. Dia sudah melaporkan hasilnya," gerutu Rebecca yang ternyata menunggu laporan dari anak buahnya.


Dia memang sudah menunggu lebih 3 jam. Tetapi anak buah yang di percayainya tak kunjung memberi laporan kematian Felly bagaimana dia tidak gelisah. Dia tidak akan tenang sebelum memastikan Felly akan mati.


Ting.


Toba ponselnya yang letak di atas tempat tidur hidup. Dengan cepat dia mengambil ponsel itu dan melihat notif pesan wa masuk.


" Akhirnya dia memberi kabar juga," gumamnya yang merasa lega ketika mendapat pesan dari Pria yang di bayarnya dengan cepat Rebecca membukanya.


" Aaaaaaaa," teriak Rebecca langsung menjatuhkan ponselnya. Wajahnya yang tadi semangat langsung berubah menjadi panik saat melihat layar ponselnya yang sudah berada di lantai dan pesan wa itu masih terbuka dan Rebecca masih melihatnya dengan tubuhnya bergetar.


Pria yang di bayarnya mati mengenaskan dengan darah yang mengelilinginya dan lebih menyeramkan di samping Pria itu terdapat foto Rebecca yang penuh darah dari Pria itu.


Napas Rebecca tersenggal-senggal dengan apa yang di lihatnya. Bukannya merima foto Felly yang seperti itu. Dia malah mendapati foto orang yang seharusnya membunuh Felly.


" Kurang ajar," teriak Rebecca dengan wajahnya yang bercampur aduk. Antara marah dan panik.


" Sialan jadi wanita itu tidak mati. Sial benar-benar bodoh," desis Rebecca yang benar-benar sangat ketakutan.


*******


Aditya membawa Felly ke Apertemennya. Aditya Aditya masih menggendongnya seperti tadi saat membawanya keluar dari gedung tua itu.


Saat sudah memasuki Apartemennya. Aditya langsung membawa Felly kedalam kamarnya. Membaringkan Felly dengan lembut di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2