Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps. 194 Hati yang hancur melihat kehancuran Felly


__ADS_3

Luka itu sungguh menyakitkan untuk Felly. Dia yang sudah terlanjur jatuh cinta harus mengalami semuanya. Cinta itu sangat menyakitkan untuknya. Karena cinta itu juga dia harus kehilangan bayinya.


Seperti yang sering di katakan semuanya tidak akan sakit jika dia tidak jatuh cinta dan semuanya terasa sangat sakit saat perasaannya ikut bermain.


Dan harapannya benar-benar sirna dengan semua yang terjadi padanya. Tetapi pada dasarnya dia tetap tidak bisa melakukan apa-apa.


Aditya mungkin menyesali perbuatannya. Tetapi menebusnya bukan berarti membebaskan Felly dari hidupnya. Menceraikannya seperti apa yang dinginkan Felly. Aditya tidak mungkin melepaskan wanita yang juga sudah di cintainya. Hal itu itu tidak akan pernah di lakukannya.


Aditya merobek surat kontrak yang berarti tidak ada kontrak di antara mereka. Pernikahan kontrak itu hanya selembar kertas. Tetapi pernikahannya jelas terdaftar dalam hukum dan juga agama.


Jadi jelas Felly tidak mudah untuk mengakhiri pernikahan yang menyakitkan itu dan hanya Aditya yang bisa mengakhirinya. Tetapi itu tidak mungkin di lakukannya.


Felly harus kembali mendapatkan perawatan setelah pingsan. Lelah berteriak-teriak dan pasti menguras seluruh energinya dan membuatnya lemah dan kembali berbaring di tempat tidurnya dengan selang infus di punggung tangannya yang kembali melekat dan satu tangannya di genggam Aditya yang duduk di sampingnya yang menunggunya yang sudah tidak tau berapa jam dia berada di sana.


Tangan Aditya yang terluka sudah di beri perban. Aditya terus menatap wajah yang tertidur itu. Wajah yang mengatakan dia benar-benar ingin terbebas dari semuanya.


" Maafkan aku Felly, aku sudah membuatmu seperti ini. Maafkan aku," ucap Aditya menatap dalam-dalam Felly dengan penyesalan di wajahnya.


Felly membuka matanya perlahan, pandangannya masih rabun dan bum jelas sampai mengerjakan beberapa kali dan melihat Pria yang di depannya yang tak lain adalah Aditya, tangannya juga di pegang Aditya.


" Felly!" lirih Aditya. Felly langsung menarik tangannya dari Aditya. Seakan tidak ingin di sentuh oleh Pria itu. Dan Aditya lagi-lagi pasrah menerima semua itu.


Felly memiringkan tubuhnya membelakangi Aditya, melihat wajah Pria itu pun sudah membuatnya sangat sakit dan terluka.


" Tinggalkan aku, aku ingin sendiri," ucap Felly dengan suara pelan. Dia mungkin lelah berteriak-teriak. Karena apapun dia juga akan kalah.


" Felly!" tegur Aditya.


" Aditya, kenapa kau tidak memasukkan ku Kerumah sakit jiwa saja. Kenapa kau terus menyakitiku. Aku Sangat lelah Aditya. Aku mohon tinggalkan aku aku ingin sendiri," ucap Felly lagi.

__ADS_1


" Tapi!" sahut Aditya yang tampaknya tidak ingin melakukan hal itu


" Jika kau tidak mau. Maka aku yang akan pergi," sahut Felly dengan nada ancaman. Aditya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Baiklah! kamu istirahatlah," ucap Aditya mengalah. Karena jika tidak Felly mungkin bisa berteriak-teriak lagi dan mungkin akan pingsan. Lama-lama seperti kata Felly. Dia bisa gila.


Aditya merapikan selimut Felly lalu bangkit dari atas ranjang dan masih melihat Felly yang membelakanginya.


" Aku keluar dulu jangan melakukan apapun," ucap Aditya yang langsung pergi dengan berat hati.


Fey mendengar suara tutupan pintu dan kembali membuat tangisnya keluar. Dia menagis sejadi-jadinya dengan terisak-isak. Dengan mengigit selimut saat dalam keadaan seperti ini pun dia masih seperti berada di penjara.


" Kamu benar-benar jahat Aditya. Kamu sangat jahat. Aku benar-benar sangat membencimu. Kamu sudah menghancurkan hidupku. Kamu sangat jahat Aditya," batin Felly yang terus menangis terisak-isak.


" Sekarang bayiku sudah tidak ada lagi. Aku sudah kehilangannya. Kamu memilih wanita itu dan membunuh bayiku, kamu benar-benar Pria kejam Aditya," batin Felly dengan suara sengugukan.


***********


Kamar itu tadi sudah rapi tetapi kembali berantakan akibat ulahnya yang benar-benar frustasi.


Dia masih sangat hancur dengan dan pasti belum menerima atas kehilangan bayinya. Air mata Felly mengalir terus saat mengingat bagaimana bayinya yang kuat itu yang selalu menemaninya. Tetapi sekarang sudah tidak ada lagi dan membuatnya benar-benar begitu terluka.


" Kenapa harus kamu yang menjadi korban nak, maafkan mama, mama tidak bisa menjagamu. Maafkan mama karena sangat lemah. Maafkan mama," ucapnya yang mengusap perutnya yang sudah tidak ada lagi harapannya di dalam sana.


Felly benar-benar sangat frustasi dengan semua yang terjadi. Kamar itu begitu berantakan karena beberapa kali Felly menyerakknya kala dia mengingat hal yang menakutkan itu.


Ketika kakinya melangkah dan melihat beberapa vitamin yang di minumnya untuk pertumbuhan janinnya. Saat melihatnya dia akan kembali hancur dan membuang semua obat-obatan yang tidak berguna itu.


Meja rias yang juga rapi di sapu bersih olehnya. Lantai itu penuh dengan benda-benda yang di seraknya yang mungkin untuk meluapkan emosinya.

__ADS_1


Felly terus seperti orang gila di dalam kamar itu sebentar-bentar menangis. terduduk di lantai memeluk tubuhnya. Merecoki kamarnya mengacak rambutnya dan terkadang tergelatak miring di lantai dengan meringkuk menangis sengugukan.


Hal itu harus di saksikan Aditya dari layar tablet. Aditya memasang cctv di kamar itu untuk memantau Felly. Karena dia tidak berani masuk yang mungkin akan membuat Felly semakin histeris. Jadi Aditya hanya bisa mengawasi istrinya dari ruangan kerjanya.


Sakit pasti. Aditya merasakan sakit ketika melihat Felly yang benar-benar hancur di depan matanya. Dia memang tidak punya jawaban apa-apa. Kenapa harus Felly yang menanggung semua dendam nya.


Mata memerah itu yang penuh genangan itu. Mengandalkan jika dia bukan hanya menyesal yang sudah menarik Felly kedalam hidupnya. Dia seperti pengecut yang hanya ingin melindungi tetapi ternyata dia tidak bisa melakukannya dan hanya membuat Felly semakin menderita.


Aditya harus menyesali semuanya. Seharusnya jika dia berani melibatkan Felly. Maka beranilah juga menetapkan dia tetap di sisinya dan melawan bersama-sama. Tetapi tidak Aditya malah mengasingkan Felly dan terakhir.


Aditya juga harus melihat kehancuran Felly yang kesekian kalinya dan dia juga sudah membunuh bayinya yang seperti apa yang di katakan Felly.


Air mata pria yang kuat itu menetes di tablet yang di mana melihat istrinya seperti orang gila.


" Aku akan menebus semuanya. Aku akan menebusnya Felly," batin Aditya penuh janji.


Aditya yang melihat dari rekaman cctv di mana sepertinya istrinya sudah tertidur. Aditya baru keluar dari ruangan kerjanya menuju kamarnya. Aditya membuka perlahan pintu kamar.


Kamar yang tadi sudah di bersihkan kembali berantakan dan Aditya melihat Felly yang tertidur terbaring miring di lantai. Aditya membuang napasnya perlahan dan langsung mendekati istrinya.


Aditya melihat Felly memeluk foto hasil USG terakhir bayi Felly yang sudah memasuki bulan ke-4. Aditya hanya bisa membuang napas kedepan dengan melihat hasil USG dengan penuh penyesalan.


Aditya pun akhirnya menggendong Felly ala bridal style dan langsung membawanya ke atas ranjang.


Membaringkan dengan lembut tanpa ingin Felly terbangun dan menutup tubuh itu dengan selimut sampai dadanya. Aditya duduk di sampingnya mengusap pipi yang masih penuh air mata itu dengan jarinya.


Tidak ada kata yang di ucapkan Aditya. Selain menatap Felly dengan tatapan yang sangat dalam. Aditya meraih foto dari tangan Felly yang di pegang Felly erat.


" Maafkan papa, papa sudah membuatmu terpisah dari ibumu," batin Aditya yang hanya bisa menyesali semuanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2