Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 153 istri ngambek


__ADS_3

Kamu bisakan Aditya?" tanya Elia memastikan.


" Iya kak, pasti Aditya bisa. Aditya akan menemani kakak berkunjung untuk kemakam mama," jawab Aditya yang tidak masalah. Elia tersenyum mendengarnya.


" Kamu juga ikut ya Felly," ucap Elia mengajak Felly.


" Tidak perlu," sahut Aditya yang membuat Felly tidak jadi menjawab. Elia yang mendengar adiknya yang melarang Felly bingung. Pasti juga dengan Felly.


" Kenapa?" tanya Elia.


" Felly tidak enak badan, jadi biar dia di rumah saja," ucap Aditya. Felly melihat ke arah Aditya. Jelas dia bingung kenapa Aditya melarangnya untuk ziarah bahkan memberikan alasan yang sama sekali tidak di alaminya.


" Kita pergi ber-2 saja," ucap Aditya yang melihat Felly.


Dia mungkin tidak ingin Felly tau banyak tentangnya. Dia tau Felly orang yang penasaran dan pasti akan bertanya pada kakaknya nanti. Aditya tidak ingin sang kakak akan mengingat masa lalu yang kelam itu.


Jadi Aditya hanya menjagakan saja. Walau dia melihat wajah Felly yang tampak sendu karena pasti sedih karena dia tidak di ajak.


" Kamu benaran sakit Felly?" tanya Elia. Felly dan Aditya masih saling menatap.


" Felly," tegur Elia memegang tangan Felly, membuat Felly mengalihkan pandangannya ke arah kakaknya dan menganggukan kepalanya.


" Aku kekamar dulu!" ucap Felly langsung berdiri. Moodnya benar-benar hilang. Karena Aditya pastinya.


" Tapi sarapan kamu belum habis," ucap Elia. Tetapi Felly tidak menaganggapi dan tetap pergi. Aditya hanya melihat kepergian Felly. Dari perginya Felly yang tampak cuek. Jelas menunjukkan dia sedang marah.


Ya pasti kesal. Karena Aditya tidak mengijinkannya untuk ikut. Padahal dia sedang ingin ikut. Tapi tampaknya Aditya memang tidak ingin Felly harus tau semuanya.


" Aditya, kamu yakin Felly memang sakit?" tanya Elia yang merasa ada yang aneh dengan Aditya.


" Iya kak, dia memang lagi sakit. Jadi sudah lupakan saja. Kita pergi berdua saja," ucap Aditya yang meyakinkan kakaknya.


" Belakangan ini. Tingkah Felly memang banyak. Jadi aku benar-benar harus waspada dengannya. Aku tidak ingin dia terlalu banyak tau dan akhirnya melakukan semuanya yang tidak terduga-duga," batin Aditya.


Felly rebahan di dalam kamarnya. Felly mendengar suara mesin mobil, Felly dengan cepat bangkit dari tempat tidur dan mendekati jendela. Felly membuka tirai dan melihat Aditya yang sepertinya berangkat kepemakaman sang mama.

__ADS_1


Wajah Felly langsung mengkerut. Ketika melihat yang masuk mobil. Bukan hanya Elia dan Aditya melainkan ada Laura.


" Dia melarangku ikut. Tetapi wanita itu, malah main ikut segala," batin Felly tampak kesal dengan pemandangan yang di lihatnya.


" Mereka tampaknya, punya hubungan yang special. Makanya sampai seperti itu. Kalau dia punya hubungan dengan wanita itu. Lalu untuk apa sok-sok baik denganku," oceh Felly dengan kesal. Yang melihat kedekatan Aditya dengan Felly yang jelas membuat hatinya panas.


Dengan kasar, Felly langsung menutupkan kasar tirai jendela itu dan kembali ke tempat tidurnya. Dengan wajahnya yang penuh kemarahan. Wajah yang jelas menunjukkan kekesalan dan pasti kecemburuannya.


Mana mungkin Dia tidak marah, Aditya melarangnya ikut. Tetapi malah mengajak Laura dan pasti Aditya juga bertanya-tanya. Laura kenapa bisa datang seenaknya kerumahnya dan Laura tinggal di mana. Kenapa selalu ada. Pertanyaan itu. Selalu di pikirkannya.


********


Setelah berkunjung ke makam sang mama Aditya dan kakaknya kembali pulang bersama sang kakak. Namun Laura tidak ada.


Aditya langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya. Tetapi langkah Aditya terhenti. Ketika melihat Bi Warmi yang ke luar dari kamarnya. Dengan membawa nampan yang berisi makanan.


" Kenapa di bawa lagi?" tanya Aditya heran.


" Non Felly belum mau makan," jawab Bi Warmi. Aditya melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 4


" Benar tuan. Non Felly tidak mau makan, saya sudah bolak-balik antar kekamar. Tetapi di tolak dan memang benar-benar tidak mau makan," jawab Bi Warmi.


" Ada apa lagi dengannya," desis Aditya yang langsung pergi memasuki kamar dan melihat Felly yang terbaring miring dengan matanya terpejam.


Aditya berdiri di depan Felly dan melihat mata Felly yang tampak gerak-gerak.


" Kenapa kamu tidak makan?" tanya Aditya. Felly diam tanpa menjawab pertanyaan Aditya. Aditya sepertinya tau kalau Felly tidak tidur.


" Aku tau kamu tidak tidur. Jadi jawablah pertanyaaan ku. Kenapa kamu tidak makan?" tanya Aditya lagi. Felly tetap diam tanpa bicara apa-apa lagi.


Aditya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan dan menaiki ranjang mendekati Felly.


" Felly, aku tidak bodoh, kamu kenapa tidak makan?" tanya Aditya lagi yang sekarang sudah berada di belakang Felly dengan wajahnya dan berbisik pada Felly.


" Felly, aku bertanya sekali lagi. Kenapa kamu tidak makan," ucap Aditya dengan lembut.

__ADS_1


" Ishhh, kenapa dia malah bertanya. Apa pedulinya aku makan atau tidak. Dia juga bahkan pergi saja dan tidak mengajakku. Lalu kenapa sekarang bertanya-tanya. Kenapa dia tidak mengurusi Laura saja," ucapnya di dalam hatinya yang tampak sewot dengan Aditya.


" Felly, jika kamu masih diam dan masih berpura-pura, aku akan menciummu," ucap Aditya dengan ancamannya. Felly mendengarnya mengekerutkan dahinya.


" Apa-apaan dia bicara sembarangan. Memang dia pikir dia siapa, seenaknya mengancam- ngancam," batin Felly yang tampak kesal.


" Kau tidak mau juga, apa kau benar-benar ingin dicium oleh ku," ucap Aditya yang tampak menggoda Felly.


" Baiklah aku akan melakukannya," ucap Aditya yang tampaknya tidak main-main dengan ucapannya dan langsung mendekatkan wajahnya pada Felly. Namun belum sampai Felly langsung mendorongnya dengan ke-2 tangannya.


" Apa yang kau lakukan?" tanya dengan kesal.


" Aku sudah menyuruhmu bangun. Jadi salah sendiri. Kenapa tidak bangun," ucap Aditya tersenyum miring.


" Tetap saja. Kau tidak perlu melakukannya," ucap Felly menekan suaranya dengan marah-marah.


" Kenapa kau tidak makan?" tanya Aditya.


" Bukan urusanmu," sahut Felly dengan ketus dan kembali memiringkan tubuhnya membelakangi Aditya. Aditya sudah mulai berdecak kesal dengan Felly yang tampak cari gara-gara.


" Felly makanlah, ini sudah jam berapa, aku tidak ingin anakku, kelaparan," ucap Aditya. Felly menutup telinganya dengan ke-2 tangannya yang seakan-akan tidak mau mendengarkan apa kata Aditya. Membuat Aditya geleng-geleng kepalanya.


" Felly!" tegur Aditya. Namun Felly tetap tidak peduli.


" Makanlah Felly, ini sudah sore. Setelah makan kita akan pergi," ucap Aditya yang tampak membujuk Felly.


" Felly, Felly!" beberapa kali Aditya memanggil Felly. Tetapi tak juga di respon Felly. Memang payah jika sudah ngambek.


" Felly, kalau kau tidak bergerak juga aku akan menggendongmu ke meja makan," ucap Aditya yang kembali mengancam dan Felly tampak tidak peduli. Aditya tampak kesal mendengarnya dan Aditya langsung berdiri dan tanpa ampunan dia langsung mengangkat tubuh Felly ala bridal style membuat Felly kaget.


" Turunkan aku!" ujar Felly yang marah-marah.


" Aku sudah mengatakan makan dan makan, tapi kau tidak mau. Dan kau mungkin maunya seperti ini," ucap Aditya melangkahkan kakinya tanpa mempedulikan Felly yang memberontak.


" Aditya turunkan aku, aku tidak mau makan!" ucap Felly terus memberontak.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2