Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Part 83 Mendengar istri di gunjing.


__ADS_3

Rumah sakit.


Ternyata Felly masih menunggu antrian untuk di panggil memeriksa kandungan. Karena mungkin banyak yang hamil jadi agak sedikit lama. Namanya rumah sakit jadi harus mengikuti prosedur yang ada.


Felly duduk di antara Wanita-wanita yang hamil. Ada perutnya sudah sangat besar, ada masih terlihat kecil dan ada masih ramping sepertinya.


Kepalanya terus melihat di sekelilingnya melihat para wanita itu yang duduk di samping pria. Yang mungkin suami mereka. Sementara dia memang sendirian tanpa suaminya. Karena Aditya hanya menganggapnya sampai depan saja dan pergi katanya ada urusan penting.


Dari hatinya paling dalam. Felly sebenarnya sangat iri dengan pemandangan itu. Dia melihat suami wanita-wanita itu yang mengurus pendaftaran cek dan mewakili istrinya mengurus semuanya.


Sementara istri mereka hanya duduk santai menunggu giliran. Bahkan suami- suami dari dari wanita itu mengusap-usap perut istrinya yang mungkin Felly tidak perbah merasakannya. Jelas Felly merasa sangat berbeda di antara orang-orang itu.


Felly menarik napasnya dalam dan membuangnya perlahan kedepan. Mengusap perut rampingnya. Mewakilkan tangan ayah bayi yang seharusnya melakukannya.


" Apa yang kau pikirkan Felly. Kau terlalu banyak berkhayal. Kau jelas sangat sadar dengan pernikahan yang kau jalani. Jadi jauhkan pikiran. Jika kau ingin seperti mereka. Karena itu tidak akan mungkin. Itu sangat mustahil Felly," batin Felly yang berusaha menyadarkan dirinya sendiri. Sebelum di sadarkan oleh orang lain.


" Apa dia sendirian kemana suaminya," terdengar selintingan suara wanita yang tampak kepo pada Felly yang duduk sendirian. Seperti jiwa keponya meronta-ronta.


" Dari tadi aku tidak melihatnya. Mungkin memang tidak ada suaminya. Soalnya di mengurus semuanya sendiri," sahut wanita yang di belakangnya wanita itu. Yang ternyata juga penasaran dengan Felly.


" Dia masih muda. Apa mungkin dia hamil di Luar nikah," sahut wanita itu yang langsung to the point mengatakan yang tidak-tidak. Walau memang benar.


" Anak jaman sekarang memang pergaulannya bebas. Jadi sekarang menanggung sendiri akibatnya. Pasti pria itu tidak bertanggung jawab dan melarikan diri dan doa di tinggal dalam keadaan hamil," ucapnya lagi yang benar-benar dengan sesuka hati berbicara membuat Felly yang mendengarnya harus mengelus dada.


Felly memang sudah tahan banting dengan omongan. Jadi sekarang dia pun menangapi santai orang-orang yang membicarakannya. Walau hatinya pasti sakit. Tetapi dia harus kuat. Karena dia berikan kehidupan memang untuk kuat.


" Tenanglah Felly, anggap saja itu radio rusak," batin Felly yang terus mengusap kandungannya dan menguatkan dirinya sendiri dengan cibiran orang-orang di sekitarnya. Telinganya yang panas tidak akan berpengaruh lagi. Karena sudah terbiasa.


********

__ADS_1


Aditya ternyata benar-benar menepati janjinya. Setelah menemui Bion dia benar-benar kembali kerumah sakit. Di mana tadi dia meninggalkan istrinya.


" Apa dia sudah selesai?" tanya Aditya melihat arloji di tangannya, membuka seat beltnya lalu keluar dari mobil.


Aditya meninggalkan Felly sudah lebih 3 jam dan menurutnya seharusnya Felly sudah selesai memeriksakan masalah kandungannya.


Aditya pun langsung mencari di mana istrinya dan setelah mencari kemana-kemana dan bertanya pada Dokter. Akhirnya Aditya melihat dari jauh dan menemukan Felly yang masih duduk menunggu di bangku urutan paling depan.


" Jika sudah selesai, bukannya keluar. Tetapi masih tetap saja di sana," batin Aditya sedikit kesal. Yang mungkin berpikiran jika Felly sudah selesai. Tanpa berpikir panjang akhirnya menghampiri Felly.


" Tapi kasian juga. Jika wanita cantik seperti dia harus di tinggalkan saat hamil. Pasti hidupnya berantakan. Memang Pria jaman sekarang tidak mau bertanggung jawab. Hanya mau enaknya saja,"


" Mau gimana lagi. Itu karena dia tidak bisa menjaga dirinya. Makanya kita sebagai perempuan harus hati-hati. Jangan menjajal tubuh dengan sembarangan Pria," Cibiran pedas wanita-wanita yang hamil itu.


Harus membuat langkah Aditya berhenti. Aditya juga tau wanita-wanita itu sedang membicarakan Felly. Karena terlihat dari tatapan mereka kepada Felly yang sangat sinis.


" Apa sudah selesai?" tanya Aditya yang sudah berdiri di samping Felly. Membuat Felly kaget. Kenapa Aditya cepat sekali datang.


Aditya melihat kebelakang dan melihat wanita-wanita yang membicarakan Felly. Sekarang berekspersi bingung dan penuh rasa penasaran. Pasti mereka memang akan bertanya-tanya. Siapa Aditya sebenarnya. Dan mengapa menghampiri Felly.


" Felly!" tegur Aditya yang melihat Felly masih bengong.


" Belum, masih harus menunggu 2 orang lagi baru giliranku," jawab Felly dengan wajah terlihat sendu. Pasti Felly sedih dengan perkataan- perkataan pedas itu.


" Kenapa lama sekali?" tanya Aditya.


" Aku mana tau. Aku hanya menunggu sampai namaku di panggil," jawab Felly dengan santai yang memang tidak tau kenapa lama. Aditya berdecak kesal. Memang hal menunggu yang paling di bencinya dan kali ini harus menunggu Felly.


" Pak Aditya," tegur seseorang membuat Aditya menoleh kebelakang. Ternyata seorang wanita yang berkacamata yang sekitar berusia 35 tahunan yang menegur Aditya.

__ADS_1


" Dokter Anggi," sahut Aditya yang mengenal wanita itu dan mereka saling menjabat tangan. Membuat Felly heran.


" Ada apa bapak kemari. Tumben sekali. Padahal ini bukan kunjungan kerumah sakit ini," sahut Dokter Anggi bertanya. Aditya meraih tangan Felly dan mengajak Felly berdiri. Membuat Felly heran tetapi mengikut saja.


" Saya ingin membawa istri saya untuk periksa kandungan," jawab Aditya yang sengaja menguatkan suaranya. Agar terdengar wanita yang tadi mencibir Felly. Sekarang para wanita kembali berbicara dengan wajah kaget tidak menyangka.


" Benarkah! kenapa tidak menghubungi saya terlebih dahulu. Bagaimana mungkin saya harus membiarkan seorang pemilik saham terbesar di rumah sakit ini harus menunggu," sahut Dokter wanita itu dengan merasa tidak enak.


" Mendengar kata pemilik saham terbesar. Membuat wanita-wanita yang mengunjungi istrinya hampir mati karena lepas jantung. Mereka tidak percaya jika wanita yang mereka bicarakan memiliki suami yang kaya raya.


" Dokter bisa saja. Istri saya suka taat dengan peraturan. Karena dia tidak tinggi hati dengan orang yang di bawahnya. Tetapi sudah merasa paling benar," sahut Aditya penuh sindiran melihat segerombolan wanita-wanita itu. Dan sekarang mereka menunduk malu dengan ucapan mereka.


" Tapi tetap saja. Saya merasa tidak enak dan ini tidak pantas. Maafkan saya sudah membuat Bapak dan istri bapak tidak nyaman. Sudah menunggu lama," ucap Dokter Anggi yang merasa bersalah.


" Tidak apa-apa. Jika istri saya tidak masalah. Benarkan sayang," ucap Aditya melihat kearah Felly dengan tersenyum manis.


" Apa dia tidak bisa hanya bersandiwara di depan kakek saja tanpa harus di depan semua orang," batin Felly yang pasti tau Aditya bersandiwara dan itu membuatnya ingin muntah.


" Tidak. Ini tetap tidak boleh terjadi. Mari pak. Kita lakukan pemeriksaan pada istri baoak," sahut Dokter Anggi yang harus mendahulukan Felly terlebih dahulu.


" Nanti saja Dok," sahut Felly.


" Tidak apa-apa, mari," ucap Dokter Anggi mempersilahkan.


" Ayo! aku tidak mau menunggu lama-lama," sahut Aditya langsung memaksa Felly berjalan.


Sementara wanita-wanita yang menggibahi tadi. Sudah menutup mulut rapat-rapat. Malu dengan Felly. Mereka baru tau jika wanita yang mereka gosip adalah istri dari sultan kaya raya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2