
Felly masih betah pada posisinya yang bermanja pada sang mama, saling memeluk dan memakan kue yang di bawakan mamanya khusus untuknya.
Aditya sudah memasuki kamar. Tetapi dia masih melihat Felly dari jendela kamar Felly. Tidak tau kenapa dia tersenyum melihat ibu dan anak yang saling memeluk dan tersenyum penuh kebahagian.
Bahkan melihat sang mama mertua yang menyuapi Felly yang membuat hatinya seakan tersentuh. Aditya juga pernah seperti itu. Tetapi dulu. Saat dia masih kecil sang mama sangat memanjakannya. Aditya hanya bisa mengenang masa-masa itu.
" Dia sangat beruntung masih memiliki orang tua yang peduli kepadanya. Dia memang akan berubah drastis jika sudah bersama mamanya. Terlihat wanita pendiam dan manja. Tetapi denganku dia akan marah dan ada saja bahan kemarahannya," batin Aditya tersenyum miring.
Aditya berlalu dari jendela dan menduduki ranjang di sisi ranjang yang berdekatan dengan meja di pinggir ranjang. Aditya mengambil bingkai foto yang kemarin dilarang Felly di sentuhnya.
Dia mendengus tersenyum melihat foto itu dan meletakkannya kembali. Tidak tau kenapa tangannya begitu lasak sehingga harus membuka laci. Aditya melihat-lihat apa isi di dalam laci itu.
Dia menemukan setumpukan album foto. Aditya mengambilnya dan sangat penasaran, sehingga dia harus membukanya.
Ternyata itu album foto milik Felly. Terlihat Felly yang masih bayi, bayi kecil yang begitu menggemaskan. Aditya yang tidak punya kerjaan terus membuka lembaran foto itu.
Banyak foto-foto Felly dari bayi kecil sampai remaja, foto yang lucu-lucu dan begitu menggemaskan.
" Dia memang sangat cantik dari dulu," batin Aditya yang mengakui. Jika istrinya memang cantik.
Selesai membuka album foto itu. Aditya mengembalikannya ketempatnya dan saat mengembalikannya. Aditya menemukan buku diary berwarna pink. Rasa penasarannya harus membuatnya untuk mengambilnya.
Tidak menunggu lama, Aditya membuka lembaran pertamanya dan sangat rajin membacanya. Hanya menceritakan keseharian Felly saat dia bersekolah.
" Jadi dia memang bercita-cita jadi Dokter dan punya rumah sakit sendiri. Kalau begitu kenapa saat kakek menawarkannya. Dia malah banyak tingkah," batin Aditya dengan mendengus.
Aditya hanya membaca sedikit demi sedikit saja, kebanyakan membolak-balik lembaran di dalam buku itu.
Tangannya berhenti ketika melihat dalam lembaran itu tertulis hancur, semua berakhir. Hal menarik itu membuat Aditya penasaran dan membacanya.
__ADS_1
..." Aku tidak tau kesalahan apa yang aku lakukan, aku tidak tau siapa dia. Aku tidak mengenalnya. Aku juga tidak tau apa yang membuatnya sampai menghancurkan hidupku. Malam itu seharusnya menjadi bahagia untukku. Di mana aku bersemangat untuk mencoba gaun pengantin ku. Tetapi karena hanya salah langkah....
...Dia yang tidak kukenal, aku hanya tau dia kakak mas Damar. Tetapi dia tanpa memiliki hati, seperti hewan buas. Menghancurkan hidup dalam 1 malam, kesucian yang selama ini aku jaga, di renggut paksa, di perlakukan seperti hewan....
...Dia merusak hidupku, memaksaku untuk melayani nafsunya, tatapan matanya yang aku tidak tau kenapa tatapan itu lebih membenci saat dia menyentuh diriku....
...Ya Allah, aku menjadi wanita koto, kesalahan apa yang aku lakukan. Sehingga kau tidak menolongku pada saat itu. Sehingga kau tidak mendengar teriakanku. Hati dan tubuhku sangat sakit di perlakukannya. Dia sangat kejam dia pria benar-benar kejam....
...Kenapa engkau tidak menolongku dari monster itu. Dan kenapa engkau harus datang, di saat aku ingin mengakhiri segalanya....
...Kenapa kau hentikan aku, di saat aku ingin melukai lenganku, untuk mengakhiri segalanya. Aku tidak bisa hidup seperti ini. Aku tidak tau sampai kapan aku bisa bertahan. Aku tidak tau.......
Wajah Aditya membaca tulisan Felly menjadi sendu. Bahkan matanya berkaca-kaca. Saat mendengar curahan hati Cherry pada saat kejadian yang telah di lakukannya.
Dia memang selalu mengakui. Jika hidup Felly memang hancur di tangannya. Aditya membuang napasnya kedepan begitu berat dan kembali membuka lembaran baru.
..." Aku mencoba untuk menerima semuanya. Aku ikhlas dengan semua yang terjadi kepadamu. Tetapi kenapa takdir harus membuatku bertemu lagi dengannya dan seakan dia ingin menguasai diriku. Beberapa ancaman yang aku terima dan mau tidak mau aku harus menurutinya. Karena aku tidak mungkin membiarkan keluarga ku, mengalami yang mungkin lebih parah dari yang aku alami....
...Aku membutuhkan uang untuk mama. Tetapi dia yang memiliki kekuasaan permainkan hidupku. Sangat tega dia sangat tega membekukan cek yang sudah menjadi hak ku dan aku mengambil jalan yang paling bodoh dalam hidupku....
...Aku tidak tau, bisikan setan dari mana. Aku tidak tau apa yang aku pikirkan sampai aku melacurkan diriku demi uang. Aku benar-benar putus asa sampai aku bisa melakukan hal sebodoh itu....
...Aku tidak tau apa rencanamu. Kenapa kau mengirimnya untuk menyelamatkan ku. Mengeluarkanku dari tempat seperti itu. Tetapi tetap saja itu bukan suatu hal yang baik. Justru titik-titik kehancuran yang sesungguhnya telah dimulai....
Aditya membuka lembaran demi lembaran lagi.
..." Aku sudah berusaha melarikan diri. Tetapi dia tetap bisa mencariku dan mengajak menikah dengan segala kata-katanya yang menakutkan. Lagi dan lagi. Aku terpaksa menikah dengannya. Hanya 9 bulan pernikahan itu akan berakhir dan aku berharap dia benar-benar akan melepaskanku....
...Aku mencoba untuk bertahan, saat aku benar-benar ada di sisinya. Walau aku tidak tau kenapa harus aku. Kenapa dia seakan ingin benar-benar menghancurkanku. Sampai dia tidak pernah melepaskanku. Mungkin aku pernah melakukan kesalahan kepadanya. Makanya dia menguasai diriku....
__ADS_1
Tulisan tersebut ternyata tulisan terakhir di buku diary itu. Aditya menelan salavinanya dengan membaca, curahan hati Felly.
" Kesalahan kamu adalah, karena kamu ada di hidupnya Damar. Itu kesalahan kamu," batin Aditya menutup diary tersebut. Aditya membuang napasnya perlahan dan mengembalikan buku itu pada tempatnya.
Aditya mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya dan melihat ke arah luar. Dia melihat Felly yang masih tertawa.
" Apa aku, sudah mengambil kebahagianmu, apa aku benar-benar begitu kejam sampai kamu sangat menderita. Apa aku sudah mengubah hidupmu. Apa aku sudah memenjarakan mu," ucap Aditya dengan suara seraknya yang wajah itu penuh penyesalan yang melihat terus kearah Felly yang membuatnya benar-benar orang paling kejam.
**********
" Apa rasanya masih sama?" tanya Sabila mengusap-usap pucuk kepala putrinya.
" Hmm, sangat enak," jawab Felly yang terus memakan kue yang di belikan mamanya. Sabila tersenyum dan tiba-tiba Sabila menoleh kebelakang Felly dan melihat Aditya ada di sana.
" Aditya!" tegur Sabila. Felly mendengar nama Aditya langsung berbalik badan dan tidak tau sejak kapan Aditya sudah berdiri di sana.
" Aku membawakan air," ucap Aditya memperlihatkan botol air mineral yang di bawanya.
" Ya ampun kamu perhatian sekali. Felly memang tidak minum. Mama tadi lupa membawanya," ucap Sabila.
" Dia paling hanya caper," batin Felly.
" Hmm, ya sudah, mama masuk kedalam dulu, kalian mungkin ingin mengobrol," ucap Sabila yang berdiri.
" Mama kedalam dulu ya," ucap Sabila pamit. Aditya mengangguk dan Felly diam saja. Setelah kepergian sang mama mertua. Aditya pun duduk di samping Felly dengan kakinya di luruskan kedepan.
" Minumlah!" ucap Aditya memberikan botol minuman yang sudah di bukanya itu.
" Makasih," jawab Felly ketus dan memang meneguknya. Karena dia juga haus.
__ADS_1
Bersambung......
"