Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 35 Bertanya?


__ADS_3

Aditya memang harus menegaskan kepada Felly agar Felly tidak melakukan kebodohan itu.


" Jadi jangan berbuat sesuatu yang tidak aku sukai," ucap Aditya lagi.


" Kenapa kau melakukan itu kepadaku?" tanya Felly dengan suara serak tanpa membalikkan tubuhnya.


Pertanyaan itu memang tidak pernah keluar dari mulutnya. Dan dia memang harus tau kenapa harus dirinya yang mengalami itu.


" Aku sudah mengatakan kau yang mencari masalah duluan kepadaku," jawab Aditya


" Apa kesalahanku?" tanya Felly.


" Apa kesalahanku, sampai kau harus masuk kedalam hidupku dan menghancurkannya?" tanya Felly lagi yang memang ingin tau kenapa dia yang harus menerima semua itu.


" Kenapa kau harus memperkosaku padahal kau tau aku adalah calon adik iparmu. Oke anggaplah kau mabuk pada saat itu. Anggap kau melakukannya dengan tidak sengaja. Walau aku tau kau menyadari perbuatan bejatmu. Tetapi anggap itu tidak kau sadari,"


" Apa tidak bisa setelah itu kau meninggalkanku. Membiarkanku mengatasi semuanya, membiarkanku tetap menikah dengan Damar," Felly berbicara sambil terus menangis.


" Paling tidak sampai aku mendapatkan uang untuk operasi mamaku. Terserah kau mengatakan apa dan bagaimana tanggapan mu kepada ku. Tetapi yang aku butuhkan hanya uang untuk biaya mamaku. Tapi kau malah mempermainkanku. Memperalatku yang aku sendiri tidak tau kenapa aku harus terlibat dalam semua ini," jelas Felly yang terus berbicara. Sementara Aditya hanya diam dan menyimak saja.


" Aku sangat bingung dengan semua ini. Kau tau, saat kau melakukan itu kepadaku, merenggut paksa kehormatan ku. Aku ingin meleyepakan diriku pagi itu. Tetapi aku mengurungkannya, karena aku harus menyelamatkan nyawa mamaku. Aku harus melihat papa ku keluar dari penjara,"


" Dan benar. Aku menjadi wanita munafik hanya karena uang dengan tetap menikah walau dengan keadaanku yang sudah ternoda olehmu. Aku memang melakukan semua itu demi uang,"


" Tetapi kau malah menjadikanku boneka demi kepuasan mu. Yang aku tidak tau apa tujuanmu. Kau menyuruhku melakukan ini itu. Melakukan semua hal-hal bodoh mengancamku sana sini, melibatkan keluargaku. Kau melakukan semua dengan sesukamu karena kau memiliki banyak uang dan kekuasaan,"


Felly hanya bisa mengeluarkan semua isi hatinya yang terpendam selama ini. Aditya mendengarkan umpatan Felly bahkan sama sekali tidak memotong perkataan Felly dan hanya mendengar saja wanita yang berbicara menangis begitu menyedihkan.


" Apa aku melakukan kesalahan besar sampai kau benar-benar menghancurkan diriku. Tapi kesalahan apa? Aku tidak mengenalmu. Aku bahkan tidak tau kau saudaranya mas Damar. Atau kau yang punya masalah dengan mas Damar dan justru melibatkan ku," ucap Felly menarik kesimpulan sendiri. Karena Aditya sama sekali tidak memberinya jawaban apa-apa.

__ADS_1


" Apa kau sudah selesai bicara?" tanya Aditya dengan suara dinginnya. Dari sekian banyak umpatan itu, Aditya hanya mengeluarkan kata-kata itu.


" Aku rasa sudah cukup. Karena Aku tidak punya waktu untuk berbicara denganmu. Aku juga tidak bisa mendengar suaramu yang sangat menyedihkan itu," sahut Aditya yang benar-benar tidak peduli dengan apapun yang di katakan Felly.


Hatinya sudah tertutup untuk melihat rasa iba. Jelas dia tau jika Felly tidak salah. Bahkan apa yang di pikirkannya terhadap Felly juga tidak benar dan memang wanita yang menunggu jawaban itu tidak salah sama sekali.


Tetapi keadaan yang membuat membuatnya harus menyeret wanita itu kedalam masalahnya dan ibu tirinya.


" Kau belum menjawab pertanyaanku," ucap Felly masih ingin mendengarkan kenapa dia harus di perlakukan seperti itu.


" Sebelumnya aku sudah mengatakan kepadamu. Kesalahan terbesarmu. Karena kau bermimpi terlalu tinggi menjadi menantu di keluarga Harison," jawab Aditya.


" Apa kau puas mendengarnya jawabanku?" tanya Aditya lagi.


" Aku peringatkan sekali lagi. Jangan bertingkah di luar batas. Aku mengampunimu atas pertemuanmu dengan Damar kali ini.Jika aku melihat hal itu. Jangan salahkan aku. Aku tidak akan memberimu kesempatan lagi," ancam Aditya lagi.


" Kau harus dengar 1 hal. Kau tidak akan pernah lepas dari pengawasanku. Aku sudah memberimu uang. Itu berarti kau akan tetap dalam genggamanku. Jika kau macam-macam denganku. Kau hanya melihat apa yang akan aku lakukan kepadamu dan juga keluargamu," ancam Aditya lagi yang benar-benar tidak peduli apapun.


Mulutnya memang sangat enteng memberi ancaman. Untuk orang selemah Felly jelas itu sangat menakutkan. Apa lagi membawa-bawa nama keluarga. Dia akan tidak pernah tenang.


Setelah memberi peringatan keras kepada Felly. Aditya langsung pergi seakan menutup mata untuk melihat Felly. Dia hanya perlu mengingatkan wanita itu berkali-kali dengan tegas.


" Benar ini belum berakhir. Dia akan terus akan melakukan itu. Dia akan terus ada. Aku akan terus ada dalam genggamannya," batin Felly yang sudah tau bagaiman nasib hidupnya selanjutnya.


Felly mengusap air matanya dan langsung bangkit dari tempat tidur. Felly menarik napasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan-lahan.


Apapun itu Aditya menyelamatkannya hari ini tidak membuatnya terjerumus kedalam dunia gelap itu yang hampir saja dia benar-benar akan menjadi kupu-kupu malam.


Aditya juga memberinya uang untuk biaya mamanya yang sedang berjuang di sana. Dan bahkan Aditya melepaskannya malam ini. Tidak jadi menyentuhnya. Yang jelasnya dia masih selamat malam ini.

__ADS_1


" Aku harus kerumah sakit," ucap Felly kembali mengingat mamanya. Felly bangkit dari ranjang dan memungut tumpukan uang yang di lemparkan Aditya kepadanya dengan cepat memasukkan kedalam tasnya.


Felly merapikan sedikit pakaiannya dan rambutnya yang berantakan lalu ke luar dari kamar tersebut dia tidak ingin membuang banyak waktu.


Saat ke luar dari kamar tersebut. 1 Pria berdiri di depan pintu kamar. Yaitu Bion asisten Aditya. Bion menundukkan kepalanya di depan Felly membuat Felly heran untuk apa Pria yang pernah di temuinya di hotel bersama Aditya kemarin.


" Tuan Aditya memberikan saya ini," ucap Bion menyerahkan paper bag coklat pada Felly.


" Apa ini?" tanya Felly bingung


" Silahkan! Ibu ganti baju sebelum pergi dan setelah itu saya akan mengantar ibu kerumah sakit," jelas Bion yang menyampaikan perintah atasannya.


umayan lah Aditya ternyata masih mempunyai sedikit hati. Dia bahkan masih peduli dengan Felly. Mungkin saja Aditya mendapat bisikan malaikat.


" Tidak perlu!" tolak Felly.


" Maaf saya hanya menjalankan perintah, jadi tolong kerja samanya," ucap Bion.


Felly melihat dirinya, memang benar tidak mungkin juga dia kerumah sakit dalam keadaan seperti itu.


Apa lagi luka di tangannya terlihat jelas. Itu hanya akan membuat banyak pertanyaan dan dia juga tidak tau harus menjawab apa. Dia juga tidak mau jika keluarganya nanti pada akhirnya mencurigainya.


" Baiklah," sahut Felly mengambil paper bag tersebut dan kembali masuk kekamar tersebut.


Dengan buru-buru. Felly mengganti pakaiannya agar cepat keluar dari tempat itu dan pergi kerumah sakit. Karena waktu semakin genting dan dia harus segera melunasi operasi mamanya.


Dia tidak punya banyak waktu untuk berpikir atau berdebat dan lain sebagainya. Nyawa sang mama ada di tangannya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2