
Felly masih tidak percaya jika bisa memakan apa yang di impikannya. Dia saja tau jika itu tidak mungkin makanan apa yang di inginkannya dapat di gapainya. Tetapi tiba-tiba saja sudah ada di depannya.
Sangking tidak percayanya daging yang di gigit sedikit itu masih berkumpul di mulutnya dan belum masuk ke tenggorokannya.
" Apa yang di lakukannya. Apa dia hanya mengunyahnya tanpa memakannya, apa dia tidak punya pekerjaan lain," batin Aditya yang menjadi kesal dengan ulah Felly yang ada-ada saja.
" Mau sampai kapan kau mengunyahnya?" tanya Aditya geram. Felly pun langsung menelannya karena di tegur Aditya.
" Dia selalu memprotes apa yang aku lakukan. Padahal aku masih saja ingin meresapi rasanya di mulutku," batin Felly kesal dengan Aditya.
" Ini benar-benar daging unta?" tanya Felly tidak percaya.
" Itu daging ular," sahut Aditya sinis.
" Ishhhh, aku hanya bertanya. Kenapa tidak pernah menjawab dengan benar, apa salahnya menjawab," ucap Felly ketus.
" Makanya, jangan banyak bertanya. Makan saja," sahut Aditya kesal. Felly langsung menarik ujung bibirnya dan kembali memakannya.
" Jadi begini rasanya daging unta. Aku tidak tau jika memang seenak ini," batin Felly tersenyum tipis.
" Aku tidak percaya. Jika Aditya akan memberikan ini kepadaku. Apa tiba-tiba ada malaikat yah yang memasuki tubuhnya," Felly terus bergerutu di dalam hatinya menceritai Aditya dengan keanehannya.
Ya menurut Felly sangat aneh jika Aditya sebaik itu kepadanya. Padahal kan Felly saja tidak menyadari jika banyak kebaikan dan perhatian yang sudah di lakukan Aditya kepadanya.
Mungkin Felly belum bisa melihat hal itu. Karena kesan yang di tanam di hatinya Aditya yang sangat kejam.
" Dia memang susah di tebak," batin Felly terus tersenyum.
" Apa ada yang lucu sampai kau tersenyum seperti itu?" Aditya sambil mengunyah makannya.
" Tidak. Aku tidak tau kalau kau bisa mendapatkan ini daging ini. Bukannya itu suatu hal yang sangat sulit," ucap Felly.
" Kau meremehkan kemampuanku," sahut Aditya menaikkan 1 alisnya.
" Aku tidak bicara apa-apa, kau langsung saja berpikiran buruk," sahut Felly.
Felly kembali melanjutkan makannya. Aditya geleng-geleng dan juga ikut melanjutkan makannya.
__ADS_1
" Apa dia pikir mencari daging unta itu gampang. Sudah di berikan bukannya berterimah kasih. Malah banyak protes," batin Aditya tampak kesal dengan Felly.
Tetapi tiba-tiba wajahnya tersenyum tipis. Saat melihat Felly sedang makan sangat lahap. Bahkan Felly juga makan dengan wajahnya yang tersenyum Seakan sangat bahagia. Padahal hanya makan saja.
Aditya memang terus memikirkan bagaimana caranya mendapatkan rendang daging unta keinginan Felly. Dan dia pun menyuruh Bion untuk mencarinya.
Sampai akhirnya Bion menemukannya dan tidak tau Bion mendapatnya di mana yang penting sudah di berikan kepada Felly dan sudah di kelola menjadi rendang keinginan Felly.
***********
Sementara di sisi lain Rebecca sedang berdiri gelisah di depan ruang kerja Harison. Rebecca mondar-mandir seperti setrikaan dengan tangannya yang saling menggenggam erat wajahnya yang masih saja kepanikan dan terlihat jelas takut akan sesuatu sehingga wajah itu semakin pucat.
Rebecca ternyata menunggu Damar yang masih berada di ruangan Harison. Dia penasaran apa yang di bicarakan Harison pada Damar dan dia juga penasaran apa Harison mengetahui apa yang tadi bicarakannya dengan Damar sempat terdengar atau tidak.
" Kenapa lama sekali. Apa yang papa katakan dengan Damar. Kenapa Damar tidak kunjung ke luar juga," batin Rebecca yang semakin penasaran.
" Apa papa mendengarnya. Lalu membahasnya dengan Damar dan Damar memperjelas nya pada papa. Apa itu yang terjadi. Tidak mungkin jika papa mendengarnya. Damar akan menutupinya dan dia pasti tau apa yang harus di lakukannya," Rebecca terus. bergerutu di dalam hatinya dengan harap-harap cemas.
Sampai akhirnya pintu terbuka yang ternyata Damar sudah keluar dari ruangan itu.
" Damar apa kata kakek kamu?" tanya Rebecca pelan memegang lengan Damar yang tidak sabaran mendengar cerita Damar.
" Kenapa kau ada di sini Rebecca?" sahut Harison yang tiba-tiba keluar dari ruanngya. Damar belum menjawab dan sekarang Harison malah bertanya lagi.
" Papa," ucap Rebecca berusaha tenang.
" Kenapa kau ada di sini?" tanya Harison.
" Ohhh, aku tadi mencari Damar dan tidak sengaja bertemu dengannya di sini saat dia keluar dari ruangan papa?" Jawa Rebecca dengan gugup.
" Bukannya kau tau aku mengajaknya mengobrol tadi. Lalu kenapa mencarinya," sahut Harison. Rebecca langsung kaget. Dan bertambah panik.
" Sial, apa yang kamu bicarakan Rebecca," batin Rebecca merasa dirinya sangat bodoh. Mungkin karena panik jadi tidak menyadari jawabannya. Sementara Harison sudah melihatnya dengan tatapan seperti mengetahui sesuatu.
" Mungkin mama lupa, jika aku bersama kakek," sahut Damar mengalihkan. Dia tau mamanya panik. Makanya tidak menyadari perkataannya.
" Kau masih muda. Tetapi sudah pelupa," sahut Harison santai.
__ADS_1
" Iya pa maklumlah, aku banyak pekerjaan," sahut Rebecca tersenyum tipis menandakan jika dia benar-benar baik-baik saja.
" Ayo ma, bukannya mama tadi ingin bicara," ucap Damar mengajak sang mama. Agar tidak semakin panik di depan Harison.
" Hah, iya,ayo," sahut Rebecca yang langsung buru-buru pergi.
Harison geleng-geleng melihat kepergian menantunya itu. Tidak tau apa yang dipikiran menantunya itu. Tetapi dari wajahnya Harison melihat ada sesuatu yang aneh dan mungkin saja Harison juga sudah tau. Tetapi masih pura-pura tidak tau. Pura-pura santai.
**********
Siang berganti menjadi malam. Makan siang bersama Aditya sudah di lewati dan malam hari di ruangan Aditya.
Tampak Aditya yang tertidur di sofa panjang dengan berbaring. Sementara Felly masih duduk di tempatnya Felly juga tertidur dengan sebelah pipinya yang menempel pada meja. Dengan lembaran kertas yang masih berserakan di atas meja.
Karena dia memang masih bekerja dan sampai ketiduran. Sementara Aditya tidak kembali bekerja dan beralasan untuk mengawasi Felly. Tetapi akhirnya Aditya malah tertidur.
Dratttt Dratttt Dratttt.
Ponsel Aditya berbunyi membuatnya tersentak kaget. Mengerjapkan matanya yang masih mengantuk dan langsung mengambil ponselnya dari dalam saku celananya.
..." Hallo," ucap Aditya yang langsung mengangkat telponnya....
..." Oke baiklah," jawab Aditya yang langsung menutup telponnya. Aditya melihat layar ponselnya yang sudah pukul 11 malam....
" Aku ketiduran," ujarnya yang baru menyadari. Aditya menoleh kesampingnya dan melihat Felly juga yang tertidur lelap.
Aditya menarik napasnya panjang dan langsung bangkit dari rebahan nya. Aditya duduk dengan kakinya yang terbuka sedikit.
Matanya langsung Fokus pada Felly. Melihat Felly dengan penuh arti wanita yang tertidur cantik itu.
Sepertinya Aditya punya hobi baru. Suka melihat Felly dengan lama. Jika Felly sedang tidur.
" Apa jika wanita hamil memang banyak permintaan. Aku sudah memberikan apa yang di inginkannya bukannya menghabiskannya apa dia pikir mencarinya gampang. Dia memang suka bikin repot," ucap Aditya dengan kesal. Kesal-kesal sangat perhatian kepada Felly.
Aditya pun bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri Felly yang tertidur lelap. Aditya langsung menggendong Felly ala bridal style.
Bersambung.......
__ADS_1