
Elia pun mengobati luka di tangan Bion yang terkena pisau di dalam Restauran. Saat mengobati luka itu beberapa kali Bion mengeluh sakit dengan cairan yang di teteskan Elia.
" Maaf," sahut Elia merasa bersalah.
" Tidak apa-apa Elia," sahut Bion.
" Aku akan pelan-pelan," sahut Elia yang kasihan pada Bion. Bion hanya mengangguk dengan apa yang di lakukan Elia. Elia dengan lembut mengobati luka itu yang memang tidak ingin terjadi sesuatu pada Bion.
" Maafkan aku ya Bion. Ini semua salahku. Kamu terluka parah karena menolongku," ucap Elia sambil mengobati Bion.
" Ini bukan salah kamu. Lagian kurang hati-hati sampai membiarkan pisau itu mengenai tanganku," sahut Bion.
" Makasih kamu sudah menolongku," ucap Elia melihat Bion dengan dalam.
" Sama-sama," sahut Bion, " Oh iya Elia. Kenapa kamu masih ada di sini. Kenapa tidak pulang bukannya sudah larut malam?" tanya Bion.
" Aku keasikan bekerja. Sampai tidak sadar sudah begitu larut. Aku juga sudah menghubungi supir. Tetapi tidak ada yang datang. Sampai akhirnya ke-3 orang itu menggangguku," jelas Elia.
" Tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanya Bion yang kelihatan masih begitu khawatir. Elia tersenyum mendapat perhatian yang penuh kekhawatiran itu.
" Aku tidak apa-apa sama sekali. Aku baik-baik saja. Terima kasih kamu sudah mencemaskanku," ucap Elia tersenyum. Bion pun tersenyum menanggapinya. Sepertinya pikiran Elia sudah mulai tenang dengan mengobrol singkat pada Bion. Mungkin saja rasa rindunya sudah terbalaskan oleh kehadiran Bion dan bahkan mengajaknya mengobrol.
Elia terus mengobati Bion. Dan Bion bahkan menatapnya dengan penuh tersenyum. Sampai Elia mengangkat kepalanya dan menangkap senyum Bion ke padanya.
" Ada apa?" tanya Elia yang merasa salah tingkah mendapat senyuman yang indah itu.
" Tidak apa-apa," sahut Bion. Elia mengangguk saja dan malah mereka ber-2 saling berudu pandang yang sama-sama tersenyum dan mungkin bisa sama-sama mendengarkan getaran-getaran di dalam sana yang masih sama seperti dulu.
" Bion!" panggil suara wanita yang tidak terlalu kuat yang membuat Elia dan Bion tersadar dari saling memandang mereka dan sama-sama melihat ke arah suara itu.
" Gina," lirih Bion yang terlihat kaget dan langsung berdiri dengan menepis tidak sengaja tangan Elia sampai obat yang di pegang Elia jatuh kelantai.
__ADS_1
" Jadi kamu tidak memberiku izin untuk ikut. Karena kamu menemui wanita lain. Apa yang kamu lakukan mas. Kamu berselingkuh di belakangku," sahut Gina dengan matanya yang memerah. Elia sampai schock mendengarnya dengan kesulitan menelan salavinanya.
" Gina semua tidak seperti yang kamu pikirkan. Kamu tenang ya," ucap Bion mencoba menenangkan Gina.
" Cukup!" bentak Gina mengepal tangannya dengan berderai air mata Gina menghampiri Elia dan Bion dengan kemarahan Gina menarik tangan Elia.
" Jadi kamu yang di temuinya. Kamu berselingkuh dengan suamiku!" teriak Gina yang memegang kasar tangan Elia.
" Gina, tolong hentikan. Ini hanya salah paham," ucap Bion yang mencoba menenangkan Gina.
" Kamu pikir kamu aku buta, dasar wanita murahan, pelakor!" teriak Gina yang menghina Elia.
Plakkkkkkk. Gina juga menampar Elia dengan tangannya, sampai Elia terjatuh yang tidak bisa menyeimbangkan dirinya yang terduduk di lantai.
" Gina cukup!" sahut Bion mencegah Gina dengan memeluknya menghalangi untuk menyakiti Elia.
" Kamu perebut suami orang. Apa kamu tidak laku. Makanya kamu sampai merebut suamiku. Dasar ******!" teriak Gina menunjuk-nunjuk Elia dengan caci makinya. Sementara Elia yang terduduk di lantai menunduk diam yang meneteskan air matanya yang mendapatkan hinaan itu.
" Gina cukup!" gertak Bion.
Bion terlihat bingung harus berbuat apa. Dia membuatkan Gina memukul-mukul dadanya sampai akhirnya Gina melemah dan pingsan.
" Gina!" ucap Bion panik di mana Gina sudah tidak sadarkan diri.
" Gina bangunlah. Bangunlah Gina!" ucap Bion yang membangunkan wanita yang pingsan di pangkuannya itu. Bion melihat Elia yang terduduk menangis. Bion langsung menggendong Gina.
" Maafkan aku Elia. Semua ini tidak seharusnya terjadi," ucap Bion yang pergi membawa Gina yang tidak sadarkan diri.
Elia meratapi tangisnya yang tidak bisa berbuat apa-apa. Kata-kata yang di terimanya sungguh menyakitkan dan membuatnya hanya bisa menagis.
" Kamu bodoh Elia. Kamu sungguh bodoh," ucapnya mengutuk dirinya sendiri dalam kebodohan yang di lakukannya sehingga mendapat penghinaan dan perlakukan yang begitu kasar.
__ADS_1
*********
Bion membawa Gina ke Apertemen dan langsung memanggil Dokter untuk memeriksa Gina.
" Bagaimana kondisinya?" tanya Bion pada Dokter wanita yang selesai memeriksanya.
" Apa yang terjadi Bion. Kenapa Gina seperti ini?" tanya Citra Dokter wanita yang terlihat akrab dengan Bion.
" Gina melihatku bersama wanita dan dia menganggap aku berselingkuh," jawab Bion apa adanya.
" Bion, aku kan sudah mengatakan. Kamu harus lebih waspada dengan Gina. Aku tau posisi kamu sangat berat. Tetapi kamu harus tau kecelakaan yang di alami Gina waktu itu membuatnya menjadi trauma berat dan posesif tinggi. Apa lagi Gina menganggap kamu suaminya dan wajar jika dia histeris kamu dekat dengan wanita lain. Karena baginya kamu adalah suaminya, ayah dari bayinya," ucap Citra.
" Aku tau Citra. Aku tidak tau jika kejadian ini membuat kondisi Gina menjadi seperti ini. Aku hanya bingung dengan semua ini. Aku tidak tau sampai kapan semuanya akan seperti ini," ucap Bion yang terlihat frustasi.
" Bersabarlah Bion. Gina pasti akan sembuh dari mental dan ingatannya. Dia akan kembali seperti dulu. Dia akan sadar jika suaminya sudah pergi dan bukan kamu suaminya," ucap Citra yang mencoba memberi Bion semangat.
" Iya, aku akan menunggu hal itu. Aku akan berusaha untuk mengembalikan kesembuhannya," sahut Bion.
" Ya sudah. Ketika dia bangun minta maaflah padanya, layaknya kamu suaminya yang penuh penyesalan dan jelaskan baik-baik semuanya. Agar kondisinya baik-baik saja," ucap Citra memberi saran.
" Iya Citra, terima kasih sudah membantuku," sahut Bion.
" Sama-sama," ya sudah. Kalau begitu aku pulang dulu. Kamu jaga dia ya," ucap Citra pamit. Bion hanya mengangguk. Citra menepuk bahu Bion sebelum dia pergi.
Bion menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan melihat Gina yang berbaring lemah dengan mata tertutup. Matanya memang melihat Gina. Namun pikirannya tertuju pada Elia.
Bion mengusap wajahnya kasar yang mengingat kejadian tadi di mana dia hanya diam. Saat Elia di perlakukan tidak baik oleh Gina. Bion memang tidak bisa melakukan apa-apa. Jika sampai dia membela Elia masalah akan semakin banyak.
Bion memang harus menanggung segalanya dia menjadi korban atas sepupunya Gina yang kejiwaannya bermasalah. Karena suaminya yang pergi meninggalkannya dalam ke adaan hamil. Gina yang menganggap Bion adalah suaminya dan makanya Gina sampai semarah itu melihat Bion dengan wanita lain.
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke Novel terbaru aku ya. Mohon suportnya, like, koment, vote, makasih para readers setia ku....
Bersambung