Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 211 membuat pilihan.


__ADS_3

Aditya ternyata menyelamatkan Laura yang ternyata hampir tertangkap oleh Damar dan mereka sekarang berada di dalam mobil bersama Lusi dan Laura. Aditya duduk di bangku belakang. Laura dan Lusi berada di depan.


Laura yang ngos-ngosan membuka maskernya setelah merasa aman dari Damar karena berada bersama Raihan di dalam mobil.


" Ini dokumennya," ucap Laura dengan napasnya yang tidak teratur memberikan apa yang tadi di carinya dan Aditya langsung melihat-lihat dokumen itu.


" Iya, ini memang dokumennya, bagus. Akhirnya kita mendapatkannya," sahut Aditya merasa lega.


Huhhhhh, Laura membuang napasnya dengan panjang dan langsung menyandarkan punggungnya di jok mobil. Yang merasa benar-benar lega.


" Aku tidak percaya. Akhirnya kita mendapatkan dokument itu," sahut Laura yang masih ngos-ngosan.


" Lalu kita apakan dokumen ini?" tanya Lusi


" Kalian serahkan pada Bion dan dia yang akan memeriksanya dulu, menyimpulkan semuanya. Kali ini kita harus benar-benar hati-hati. Aku yakin mereka menyadari dokumen ini sudah hilang dan aku yakin pasti mereka akan menyerang kita lagi," ucap Aditya yang mempunyai firasat buruk.


" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Lusi.


" Kita harus lebih berjaga-jaga. Ini sangat berbahaya, mereka akan menggunakan jam Elia dan Felly untuk hal ini," sahut Aditya.


" Aditya hubungan kamu dan Felly masih berantakan. Lalu bagaimana kamu bisa menjaganya?" tanya Lusi. Aditya terdiam tanpa bisa mengatakan apa-apa. Posisinya benar-benar sangat sulit.


" Bicara masalah Felly. Tadi aku bertabrakan dengannya dan aku yakin dia melihatku saat di kejar Damar," sahut Laura yang bicara dengan jujur.


" Lalu apa yang terjadi?" tanya Aditya.


" Tidak ada apa-apa. Dia tidak sempat bicara, karena aku langsung buru-buru pergi," jawab Laura.


" Aku akan mengurus Felly. Kalian ber-2 sebaiknya berhati-hati. Dan kamu Laura jangan kembali Kerumah itu. Aku yakin Damar akan mencarimu dan jika kamu berada di rumah itu. Dia bisa mengenalimu," ucap Aditya memberi saran.

__ADS_1


" Aku juga berpikir seperti itu. Aku akan mengasingkan diri untuk sementara," sahut Laura mencari aman.


" Kamu dan Tante Lusi urus dokumen ini, bersama Bion setelah semuanya lancar," ucap Aditya.


" Lalu kamu mau kemana?" tanya Lusi heran.


" Kalian pergilah dulu. Sebaiknya kalian mencari tempat yang aman. Rebecca, Wiliam dan Leon dan anak buahnya semakin kuat dan sangat suka menyerang mendadak. Mereka menganggap remeh kita. Karena sampai detik ini mereka belum melihat hasil dari pekerjaan kita dan itu yang membuat mereka mempermaikan kita," ucap Aditya. Laura dan Lusi saling melihat heran dengan perkataan Aditya.


" Apa maksud kamu Aditya?" tanya Lusi.


" Beberapa kali mereka melakukan ancaman dengan perbuatan yang benar-benar bermain dengan darah. Sementara aku hanya memberi ancaman tanpa memperlihatkan kematian kepada mereka," ucap Aditya membuat Lusi dan Laura semakin kaget.


" Apa yang kamu bicarakan Aditya. Tante tidak mengerti maksud kamu?" tanya Lusi dengan wajahnya yang penuh kecemasan.


" Aku akan membunuh Leon dan William," sahut Aditya dengan keputusannya membuat Lusi dan Laura kaget.


" Rebecca harus melihat kematian di depannya. Dia harus tau dengan siapa dia berhadapan. Leon dan William yang tadinya ingin mendapat balasan atas perbuatan mereka. Aku rasa terlalu lama memberikan mereka banyak kesempatan bicara kotor dan memberi banyak kesempatan hidup dengan penuh rencana. Bahkan berani-beraninya membawa- bawa Felly dalam urusan ini. Dan aku mengirim mereka ke neraka terlebih dahulu," ucap Aditya memutuskan.


Tidak tau kapan itu terpikirkan oleh Aditya. Tetapi dia memang ingin melenyapkan Leon dan William langsung tanpa ada penyiksaan yang seperti dulu di rencanakan nya. Yang di penjarakan seperti Heriyawan. Tapi Aditya ingin langsung mengirim 2 orang itu kepenjara.


" Aditya, kamu jangan nekat. Ini sangat berbahaya. Kamu taukan siapa mereka. Yang ada kamu yang bisa mati," sahut Lusi yang mencegah kenekatan Aditya.


" Tante, ini sudah terlalu lama. Aku harus menyinggirkan mereka berdua. Aku tidak bisa membiarkan mereka berkeliaran yang akan membuat Rebecca semakin kuat. Kalian jangan khawatir untuk sementara kalian bawa dokumen itu dan pergi mencari tempat yang aman untuk menyelesaikan semuanya. Aku sudah menyuruh Bion untuk membawa kak Elia malam ini juga ke Luar Negri dan jika kalian sudah mendengar kabar kematian 2 pria biadap itu. Kalian langsung mengirim semua bukti pada kakek maka Rebecca akan berakhir. Karena tidak akan ada penghalang lagi. Ketika 2 Pria itu sudah mati," jelas Aditya menegaskan.


" Apa yang kamu bicarakan. Kenapa harus kita berdua yang mengirim dokumen itu. Memang kamu mau kemana. Bukannya seharunya kamu yang melakukannya?" tanya Lusi.


" Jika tidak ada aku maka bukannya seharusnya kalian yang melakukannya," sahut Aditya membuat Laura dan Lusi terkejut mendengar ucapan itu yang seperti memberikan Firasat buruk.


" Meski 3 orang yang sudah menghancurkan hidup kak Elia berakhir di tanganku. Tetapi masih ada Rebecca yang tidak bisa mati secepat itu. Karena ke adilan untuk mama adalah melihatnya juga menderita dan itu keadilan yang harus di dapatkannya," jelas Aditya.

__ADS_1


" Tunggu Aditya. Apa yang kamu katakan. Jika kamu tidak ada. Apa mungkin kamu tidak akan kembali lagi," sahut Laura yang berkata dengan suaranya yang serak. Aditya tersenyum mendengarnya.


" Aku bukannya Pria yang banyak nyawa. Tetapi tidak bisa di pungkiri. Jika mereka ber-2 juga punya banyak nyawa dan untuk menghabisi nyawa mereka. Aku juga harus siap-siap kehilangan nyawaku," sahut Aditya. Lusi dan Laura kaget mendengarnya.


" Tenang saja Laura, aku tidak akan membuat usahamu sia-sia karena sudah mencuri dokumen itu. Aku akan pastikan mereka akan mati di tanganku dan kamu bisa melakukan semua dengan lancar tanpa ada masalah," sahut Aditya yang bicara tampak tenang.


" Aditya cukup apa yang kamu bicarakan. Jangan berbicara tentang nyawa. Kamu menyuruh Tante dan Laura Santang untuk membantumu mencari keadilan untuk keluarga kita. Jadi maka kita akan terus bersama-sama sampai kita mendapatkannya,"


" Kamu tidak bisa sendirian menghadapi 2 Pria biadap itu. Jika kamu tau 2 Pria tidak di anggap remeh dan bisa membuatmu juga kehilangan nyawa. Kita masih bisa melakukan hal lain yang membuat kita masih melihat mereka mendapat kan balasannya," ucap Lusi yang melihat kearah belakang dengan matanya berkaca-kaca.


Dia sangat paham dengan kata-kata Aditya yang mengarah kearah mana.


" Seperti yang aku katakan sebelumnya. Kita tidak bisa melihat mereka terus berkeliaran yang akan membuat banyak orang terlibat. Jadi biarkan aku menangani mereka untuk meringankan pekerjaan kalian," ucap Aditya.


" Tapi Aditya," sahut Laura.


" Kak Elia akan berangkat 1 jam lagi. Aku harus ke Bandara. Kalian pergilah, dan lakukan apa yang aku katakan. Jangan membuat semuanya sia-sia," sahut Aditya yang tidak mau mendengarkan apa-apa dan Aditya langsung keluar dari mobil.


" Aditya!" panggil Lusi.


" Kalian pergi!" perintah Aditya


" Cepat jangan buang waktu!" tegas Aditya yang menyuruh Tante dan sepupunya pergi.


Aditya mengeluarkan pistol dari dalam jasnya.


" Ini adalah saatnya," ucapnya dengan keyakinan penuh.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2