
3 hari kemudian.
Felly berdiri di pinggir pantai dengan dress rajut kream di bawah lututnya dengan lengan panjang. Tiupan angin membuat rambutnya yang di gerainya menari-nari di wajahnya bahkan menutupi sebagian wajah cantiknya.
Wajahnya terlihat menyimpan kekesalan atau semacamnya. Karena memang tidak ada kebahagian di dalam hidupnya dan mungkin juga kedepannya akan sama seperti itu.
Mata Felly hanya menatap pada lautan yang ombaknya tinggi dan ombak itu juga menyapu pasir mengenai kakinya.
" Aku tidak menyangka jika kau benar-benar akan setuju menikah denganku," sahut Suara yang tidak asing baginya yang melangkah mendekati Felly siapa lagi jika bukan Aditya.
Dengan tangan mengepal. Felly membalikkan tubuhnya melihat Pria Arrogant yang menyunggingkan senyumannya melangkah semakin dekat denganya dan sudah berada di hadapannya dengan jarak 2 meter.
Sebelumnya Felly menghubungi Aditya dan tanpa basa-basi. Felly langsung mengatakan akan setuju untuk menikah dengan Aditya tanpa alasan dan yang lainnya. Kata singkat itu yang hanya diucapkan Felly kepada Aditya dan mengajak bertemu.
Makanya sekarang Pria yang tanpa dosa itu berbicara penuh dengan senyum kemenangan yang sangat jelas terlihat mengejek dirinya yang menyerah.
Bagaimana tidak keadaan memang pasti akan membuat Felly menyerah dan memang tidak punya pilihan lain selain menikah dengan Aditya. Yang dia tau menikah dengan Aditya pasti sama saja masuk kedalam kandang singa dan tidak akan bisa keluar.
" Kau pasti membutuhkan ayah untuk bayi itu. Makanya kau tidak punya pilihan. Atau kau perlu kehidupan yang enak. Makanya kau setuju dengan cepat menikah dengan ku. Atau kau ingin mewujudkan impianmu menjadi menantu di keluarga Harison untuk mengubah nasibmu," ucap Aditya berbicara dengan sinis.
Persetujuan Felly memang akan membuat bahan banyak untuk Aditya lebih menghina Felly. Dugaannya memang kali ini tidak meleset terhadap Felly.
Jika Felly sendiri yang akan menyetujui pernikahan itu tanpa dia harus mengeluarkan tenaga dan yang lainnya untuk membujuk Felly yang lebih tepat di katakan memaksa Felly.
Sementara Felly hanya diam mendengar kata-kata yang jelas sangat terbiasa di perdengarkan di telinganya sampai telinganya sudah kebal. Aditya memang satu-satunya orang yang meremehkannya yang tidak berhenti sama sekali.
Kebenciannya kepada Pria itu membuatnya tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Karena memang tidak ada kata-kata yang pas untuk Aditya. Jadi dia hanya diam dan mengumpat di dalam hatinya.
Aditya mengeluarkan kliping kuning dari dalam jasnya dan melempar pada Felly sampai mengenai wajah Felly membuat Felly memejamkan matanya.
Dan kliping berisi lembaran itu pun jatuh ke pasir karena Felly memang tidak punya keinginan untuk menangkapnya.
" Tanda tangani!" perintah Aditya melempar pulpen tepat di dekat sendal Felly. Mata Felly turun kebawah melihat kliping dan pulpen yang saling berdekatan.
" Meski aku menikahimu. Tetapi jangan bermimpi itu pernikahan seperti pada umumnya. Aku hanya menikahimu secara kontrak dan akan menceraikanmu setelah anak yang kau kandung lahir," ucap Aditya mengatakan terus terang tentang pernikahan itu.
__ADS_1
Felly mendengus kasar mendengarnya jika pernikahannya hanya kontrak.
" Jika hanya kontrak seharusnya dia tidak menikahiku," batin Felly kesal, " Tapi memang itu lebih bagus. Aku pun tidak Sudi menikah lama-lama dengannya," lanjut Felly di dalam hatinya.
" Jadi tanda tangan surat kontrak itu sebelum kita menikah! perintah Aditya.
Tanpa menunggu lama Felly langsung berjongkong dan menadatangani dengan cepat membuat Aditya heran.
Felly bahkan tidak membacanya sama sekali. Mungkin dia tidak peduli dan tidak punya niat untuk membacanya. Dia memang tidak punya keinginan untuk mengetahui apa itu isinya.
" Dia tidak membacanya sama sekali, apa dia sebodoh itu," batin Aditya heran dengan tindakan Felly yang dengan cepat bahkan tidak ada protes sama sekali.
" Kau tidak ingin tau isi peraturan dalam kontrak itu?" tanya Aditya. Felly mendengus kasar.
" Aku tidak perlu tau. Karena apapun peraturannya tidak akan bisa di bantah. Apapun itu isinya aku setuju atau tidak. Sama sekali tidak ada bedanya. Jadi aku tidak perlu tau apa isinya," jawab Felly.
" Tetapi jika kontrak dari orang lain mungkin aku akan membacanya. Tetapi tidak kontrak denganmu. Karena aku sedang tidak berhadapan dengan manusia," lanjut Felly dengan ketus menyindir Aditya.
" Kau," geram Aditya yang jelas sangat marah di katakan seperti itu.
Aditya santai saja dengan Felly mau membaca atau tidak yang penting Felly sudah menanda tanganinya. Walau dia cukup kesal. Semalaman dia membuat kontrak itu tetapi tidak di baca sedikitpun bagaimana tidak kesal.
Tetapi Aditya memang harus membenarkan ucapan Felly mau kontrak itu ada yang disetujuinya atau tidak sama saja. Karena apa pun yang di protes Felly tidak akan mengubah isi kontrak itu.
Memang Aditya punya 2 pasal dalam hidupnya. Pertama Aditya tidak pernah salah. Jika dia salah akan kembali ke pasal pertama. Jadi benar kata-kata Felly tidak ada gunanya membaca isi kontrak itu. Mau protes isinya pun tidak berguna.
Setelah menandatanganinya Felly berdiri kembali dan membiarkan kliping itu di tempatnya. Rasanya dia tidak sudi untuk mengambilnya dan memberikannya pada Aditya. Pria itu yang melempar jadi ambil sendiri.
Tiba-tiba Felly melempar lembaran kertas ke wajah Aditya membuat Aditya kaget. Sama seperti apa yang di lakukan Aditya tadi kepadanya. Seperti itulah Felly membalasnya.
" Kau juga harus menandatangani itu," ucap Felly dengan tegas.
" Berani sekali kau melempar itu kepadaku," sahut Aditya geram dengan kelakuan Felly yang semakin lama semakin berani.
Felly memang sudah tidak peduli apa-apa lagi. Dia mau bagaimana sudah tidak ada gunanya. Karena Aditya akan terus mengganggunya jadi hanya itu caranya memperlihatkan terang-terangan kebencian dirinya kepada Pria yang sekarang 1 meter di hadapannya itu.
__ADS_1
" Aku hanya berprilaku sesuai dengan orang memperlakukan ku," sahut Felly sinis. Aditya harus mengakui kata-kata Felly begitu pedas kepadanya
" apa itu?" tanya Aditya penasaran.
" Kau punya mata dan punya tangan. Jadi lihat sendiri," sahut Felly.
" Wanita ini," desis Aditya.
Adtya hanya semakin geram dengan kata-kata Felly. Meski kesal Aditya masih tetap mengambil kertas yang sudah jatuh kepasir itu. Dia penasaran apa isinya.
Surat peryataan yang harus di persetujui.
...Baru membaca judulnya saja Aditya sudah mengendus kasar seakan mengeluarkan ejekan kepada Felly....
...1 Setelah menikah kau jangan pernah mengganggu keluargaku....
...2 Setelah menikah kau jangan pernah mengganggu keluargaku....
...3 Setelah menikah kau jangan pernah mengganggu keluargaku....
...4 Setelah menikah kau jangan pernah mengganggu keluargaku....
...5 Setelah menikah kau jangan pernah mengganggu keluargaku....
Aditya mendengus kasar dengan kepalanya yang geleng-geleng melihat tulisan itu sampai 5 kali di ulang-ulang.
" Hanya ini saja kau sudah pakai surat segala," sahut Aditya seakan menganggap remeh.
" Aku hanya ingin kau menandatanganinya sebagai jaminan. Karena aku tidak mau di tipu olehmu," sahut Felly terus terang. Aditya berdecak kesal mendengarnya.
" Dan satu lagi....," sahut Felly yang ternyata syarat darinya belum selesai.
Sampai Aditya menaikkan 1 alisnya saat wanita itu mengajukan syarat lagi sebelum mereka menikah. Yang sebenarnya yang berhak memberikan syrat itu hanya dirinya.
Bersambung
__ADS_1