Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 224 Mengajak bertemu mama untuk pertama kali


__ADS_3

Kondisi Aditya sudah lumayan membaik hanya tinggal pemulihan saja pada lukanya. Luka separah itu memang sebenarnya bisa di katakan cukup cepat untuk pulih.


Dengan keadaan yang lumayan membaik membuat Aditya dan Felly hari ini pergi dengan Bion yang menyetiri mereka. Mereka duduk di belakang dengan berdekatan dengan tangan Aditya yang menggenggam tangan Felly dan di letakkan di atas pahanya.


" Kita mau kemana?" tanya Felly heran dengan Aditya yang mengajaknya tiba-tiba.


" Nanti kamu juga akan tau," jawab Aditya.


" Aneh, memang dia ingin mengajak ku kemana. Bukannya dia masih sakit," batin Felly yang tetap penasaran.


Tidak lama akhirnya mobil yang di setiri Bion berhenti di pemakaman dan Felly semakin bingung dengan keberadaan tempat tersebut. Kepalanya berkeliling melihat pemakaman mewah itu dengan banyak pertanyaan di kepalanya.


" Kenapa dia mengajakku kesini?" tanya Felly yang kebingungan.


" Aditya, kita ngapain kemari?" tanya Felly heran dengan wajahnya yang begitu penasaran.


" Kita turun saja, kamu juga akan tau," sahut Aditya yang tidak memberikan jawaban apa-apa semakin membuat Felly penasaran. Bion pun membukakan pintu mobil.


" Ayo turun!" ajak Bion dengan lembut. Felly mengangguk dan akhirnya mengikut saja untuk turun.


Dan Aditya kembali menggengam tangan itu dan mengajaknya berjalan melewati beberapa makam. Tetapi wajah Felly dengan semakin bingung dengan kepalanya yang terus berkeliling melihat di sekitarnya.


" Aneh sekali, kenapa juga Aditya mengajakku kemari," batin Felly yang tetap penasaran.


Rasa penasaran Felly akhirnya berhenti ketika langkah Aditya juga berhenti tepat di depan makam yang indah yang penuh dengan kelopak mawar dan banyak boucket-boucket ya g sepertinya makam indah itu sering di kunjungi.


Felly melihat mesan makan itu yang bertulisan bernama Ratna Almajaya. Wajah Felly masih tetap penuh kebingungan dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


" Makam siapa ini," batinnya bertanya-tanya melihat ke arah Aditya yang berdiri disampingnya di mana wajah Aditya terlihat sedih.


Aditya melangkah kesamping makan dan Felly mengikut karena tangannya yang masih di pegang Aditya. Aditya berjongkok dan Felly juga berjongkok di samping Felly.


" Ini makam siapa?" tanya Felly pada Aditya. Aditya menoleh ke arahnya.


" Ini mama ku," jawab Aditya. Hati Felly langsung bergetar saat mendengar kata mama. Wajah Aditya juga begitu sedih saat mendengar kata-kata itu.


" Dia meninggal 15 tahun lalu, setelah 2 tahun kejadian mengerikan itu. Mama meninggal karena mengalami sakit. Mama meninggal karena mengidap kanker darah," ucap Aditya bercerita dengan matanya berkaca-kaca.


Tangan Aditya yang menggengamnya bahkan terlihat bergetar. Seakan ada luka yang di tahan Aditya saat harus menceritakan hal sesingkat itu pada Felly. Padahal Felly memang tau jika mama Aditya meninggal karena penderita kanker. Dia mendengar dari BI Warmi yang bercerita kepadanya.


" Sekarang mama sudah berada di surga. Dia sudah tenang di sana dengan. Tetapi aku yang tinggal di dunia belum bisa memberikan keadilan kepadanya," ucap Aditya lagi yang membuat Felly ikut sedih dengan matanya berkaca-kaca.


" Felly, mama pasti bertanya kepadamu siapa yang aku bawa, karena aku memang tidak pernah membawa siapapun kemari," ujar Aditya. Aditya kembali melihat kearah makan itu.


Felly meneteskan air matanya ketika mendengar kata-kata Aditya yang tampaknya begitu menyesal dengan apa yang di lakukannya kepadanya.


" Ma, sekarang wanita ini adalah menantu mama. Dia adalah istri ku," sahut Aditya yang memperkenalkan Felly pada mamanya sebagai istrinya untuk pertama kali pada mamanya. Felly tersenyum dengan menyeka air matanya.


" Ma, sekarang dia ada di sampingku. Dia mengatakan kepadaku. Kalau dia tidak akan meninggalkan ku. Dia akan ada di sisiku, dia pernah menangis dan mengatakan kepadaku ingin merasakan lukaku. Tetapi itu tidak mungkin karena apa yang aku rasakan sangat berat untuknya. Aku tidak Ingin dia menderita lagi," ucap Aditya yang seolah-olah sedang bicara pada mamanya.


Felly langsung menumpuk tangannya yang satunya lagi pada Aditya. Seakan memberikan Aditya kekuatan. Dia memang baru pertama kali melihat Aditya serapuh itu. Selain lemah di depan kakaknya dan dia. Aditya jauh lebih lemah di depan sang mama.


" Mama, kak Elia dan Felly, adalah 3 wanita yang berarti dalam hidupku. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk Felly dan kak Elia," ucap Aditya yang terus membuat air mata Felly menetes.


" Aku janji itu ma," lanjut Aditya melihat pada Felly. Aditya mengusap air mata Felly.

__ADS_1


" Jangan menangis, mama bisa memarahiku jika kamu menangis. Dia akan sedih jika aku membawamu dalam keadaan menangis," ucap Aditya yang terus menghapus air mata Felly.


" Kamu tidak ingin memperkenalkan diri mu pada mama ku?" tanya Aditya. Felly mengangguk yang menahan tangisnya agar tidak mewek.


" Ma, aku Felly, aku adalah istri dari Pria hebat yang engkau lahirkan. Terimah kasih telah melahirkan Pria sepertinya. Dia selalu menjagaku, selalu melindungiku. Terima kasih ma untuk dia yang sudah hadir di dalam hidupku," ucap Felly yang membuat Aditya tersenyum menutupi sedihnya.


" Dulu dia sendirian untuk menghadapi orang-orang jahat itu. Tetapi sekarang tidak. Aku akan selalu ada di sampingnya. Aku akan terus menemaninya. Aku tidak akan meninggalkannya. Aku akan berjuang bersamanya untuk mendapatkan keadilan itu. Aku berjanji akan terus bersama-sama melawan orang jahat itu," ucap Felly dengan menatap mesan itu dengan penuh janjinya kepada ibu mertuanya itu.


Aditya meneteskan air matanya saat mendengar kata-kata Felly. Dia memang sangat beruntung bisa di pertemukan dengan Felly yang sangat tulus kepadanya.


" Aku berjanji ma, akan terus bersamanya sampai kapanpun. Dia sangat baik kepadaku. Dan aku tidak pernah merasa di sakiti nya," sahut Felly yang menatap Aditya.


" Aditya kamu maukan terus bersamaku?" tanya Felly. Aditya menganggukkan kepalanya.


" Aku akan terus bersamamu. Di depan mama aku berjanji aku tidak akan pernah menyakitimu. Aku akan selalu bersamamu sampai kapanpun," ucap Aditya dengan menggenggam tangan Felly erat.


" Mama bisa marah dan menghukum ku. Jika aku mengingkari janjiku," sahut Aditya. Felly tersenyum mendengarnya.


" Hmmm, ya sudah, kita pulang sekarang?" tanya Aditya. Felly mengangguk.


" Ma, kami pulang dulu. Mulai sekarang Aditya tidak akan sendirian lagi menemui mama. Felly akan ikut menemui mama. Karena jika tidak dia akan ngambek," ucap Aditya tersenyum pada mamanya.


" Ayo Felly kita pulang!" ajak Aditya. Felly mengangguk.


" Ma, Felly pulang dulu," sahut Felly tersenyum berpamitan pada mertuanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2