
Tangisan itu terus terdengar di telinga Aditya. Sebenarnya ada sedikit iba di dalam hati Aditya. Dia pasti tau kehamilan itu mana mungkin di terima Felly. Apa lagi Felly hamil karena pemerkosaan.
" Aku sudah mengatakan kau tidak punya pilihan lain selain menikah denganku," ucap Aditya dengan suara dingin.
Mendengar suara Pria itu membuat Felly meremas selimutnya. Dia ingin sekali berteriak dan memaki Pria itu kembali. Tetapi dia sudah tidak memiliki tenaga.
" Apa kau benar-benar puas melihat ku seperti ini?" tanya Felly dengan suara seraknya.
" Kau tau jawabannya. Jadi sebaiknya jangan berulah. Kau hanya bisa memilih menikah dengan ku untuk menutupi aibmu," ucap Aditya.
Aib katanya padahal dialah yang menciptakan aib itu. Aditya benar-benar tidak tau malu dengan perbuatanya.
" Aku tidak Sudi menikah denganmu," tegas Felly yang masih menolak.
" Terserahmu. Sebelumnya aku sudah mengatakan resikonya dan resikonya bertambah dengan kehamilanmu," sahut Aditya dengan datar.
" Kau seharusnya bersyukur aku menikahimu. Dengan begitu hidupmu akan sesuai dengan keinginanmu. Kau juga tidak perlu memikirkan janin di dalam kandungannya mu," sahut Aditya lagi yang berbicara dengan entengnya tanpa mempedulikan perasaan Felly.
" Kau memang biadap, bajingan," batin Felly merapatkan giginya. Mulutnya tidak sanggup untuk berbicara lagi.
" Aku sudah memberimu beberapa reward. Seharusnya kau pikirkan dengan janin dan keluargamu. Jadi jangan pernah mengatakan tidak lagi. Aku punya batas kesabaran atas uluran waktumu,"
" Aku akan memberimu waktu 3 hari. Jika kau tidak membuat keputusan. Aku tidak main-main dengan ucapanku. Aku akan melakukannya,"
" Dan kau akan hidup dengan keadaan seperti itu. Aku rasa kau tidak bodoh kali ini. Kau bisa menggunakan otakmu kali ini. Kau tidak mungkin mengakui kehamilanmu kepada keluargamu. Aku merasa kau akan memikirkan perasaan ibumu. Jadi pikirkan baik-baik ucapanku," tegas Aditya memperingati Felly.
" Aku sudah berbaik hati kepadamu. Menikahimu dengan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Jadi jangan bertingkah. Pikirkan perkataanku. Menikah denganku adalah jalan yang terbaik," lanjut Aditya menegaskan sekali lagi.
Sepanjang Aditya berbicara Felly mengepal tangannya kuat. Dia bahkan tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Pikirannya benar-benar bercabang. Masalahnya tidak pernah berhenti sama sekali.
" Pikirkan baik-baik," tegas Aditya.
Setelah Aditya merasa cukup memberi Felly pencerahan dan lain sebagainya. Yang pasti membuat Felly bingung dan semakin stres. Aditya memilih pergi meninggalkan wanita itu meratapi nasibnya.
__ADS_1
Suara hentakan kaki yang semakin jauh membuat Felly semakin menguatkan suara tangisannya. Sangat merasa bodoh. Saat Aditya banyak bicara. Tetapi dia hanya diam dan tidak mengeluarkan suara sama sekali.
Kepergian Aditya membuat Felly semakin menguatkan suara tangisannya. Menangis Sengugukan dengan kenyataan yang harus di terimanya.
Hiks-hiks-hiks-hiks
" Dosa apa yang aku lakukan ya Allah. Kenapa cobaan ini tidak berhenti. Kenapa aku terus mengalami semua ini. Aku tidak sanggup aku, aku tidak sanggup ya Allah. Aku mohon hentikan semua ini. Aku mohon," Felly hanya bisa kembali mengadu pada sang pencipta.
Dengan mengusap perutnya yang ramping ternyata sudah ada janin yang tumbuh. Hal yang tidak pernah terbayangkan Felly sebelumnya. Bukan hanya bertemu kembali dengan Pria itu.
Tetapi hal yang paling mengerikan adalah tumbuhnya janin di dalam kandungannya. Benih dari pria yang sangat dibencinya.
Kehamilannya memang akan membuat masalah semakin panjang. Kata menyembunyikan tidak akan bisa lagi. Dan kata mengakui pun tidak mungkin.
Mamanya akan kecewa dan mungkin bisa kembali sakit jika mengetahui apa yang terjadi padanya. Karena pasti anak yang berbuat ulah orang tua yang mengalami sakitnya. Mamanya akan merasa gagal menjadi seorang ibu. Jika mengetahui apa yang menimpa Felly selama ini.
Jadi mengakui sangat tidak akan ada gunanya. Karena itu tidak akan mengubah apapun. Aditya tidak akan melepasnya dan ancaman itu pasti akan di lakukan Aditya. Semuanya hanya akan memperkeruh suasana saja.
Semua kesedihan itu harus di sembunyikan Felly saat mereka makan malam bersama. Felly akhirnya pulang kembali kerumahnya setelah sudah menghabiskan banyak air matanya dan tinggal matanya yang mulai membengkak.
Di saat makan malam, Felly hanya diam dan murung bahkan tidak menyentuh makannya selain dia tidak selera dengan makanan yang ada di atas meja itu. Pikirannya juga tidak tenang.
" Felly, bagaimana dengan penjualan rumah kita yang ada di Jakarta, kamu jadi menemui orangnya?" tanya Andre sambil mengunyah makanannya. Dia mengetahui jika adiknya tadi pagi menemui orang pembeli rumah mereka.
" Jadi kak," jawab Felly. Memang kenyataan jadi. Karena memang Aditya yang menjebaknya dan memang Aditya datang menemuinya.
" Lalu bagaimana dia jadi membeli rumah kita," tanya sang mama.
" Tidak ma, dia sepertinya hanya main-main saja. Dia penipu," jawab Felly dari hatinya paling dalam mengumpat tentang Aditya yang memang menipunya.
" Begitukah!" sahut Sabira menanggapi biasa.
" Ya sudahlah kalau begitu. Tidak apa-apa, nanti pasti ada yang membeli rumah itu," ucap Andre penuh harapan.
__ADS_1
" Felly, ayo di makan jangan hanya dilihat terus," tegur Wanti melihat Felly yang mengangguri makanannya.
" Iya Bi," sahut Felly gugup.
" Kamu aneh akhir-akhir ini. Makan jarang, wajah pucat, mual-mual. Kamu seperti orang hamil saja," celetuk Wanti membuat Felly kaget.
Apa yang di katakan bibinya memang benar. Jika dia hamil.
" Bibi ada-ada aja. Mana mungkin orang hamil tanpa menikah," sahut Andre menanggapi bercanda. Felly juga ikut tertawa palsu untuk mencegah rasa canggung.
********
Aditya berada di kamar hotel di daerah tersebut. Dia memang harus menginap di hotel agar bisa mengawasi Felly.
Aditya duduk di pinggir ranjang dengan memijat kepalanya. Kata-kata Dokter masih di ingatnya. Di mana Dokter mengatakan bahwa Felly hamil. Aditya memang tidak menyangka jika apa yang di lakukannya malam itu sampai membuat Felly hamil.
Iya dia sangat gentelment mengakui. Jika janin yang dirahim Felly adalah anaknya. Dia memang tidak menutup kebenarannya. Karena memang dia orang pertama yang menyentuh Felly.
" Selalu menolak, apa dia sangat suka di paksa," decak Aditya kesal dengan Felly yang menolak untuk di nikahi.
Aditya memang harus menggunakan senjatanya agar Felly mau menikahinya. Apa lagi senjatanya jika tidak berupa ancaman.
Aditya memang harus menikahi Felly demi semua tujuannya. Dia memang akan melakukan apapun demi membalaskan dendamnya. Walau itu harus mengorbankan Felly meski sang kakak memperingatinya.
Tetapi dia tidak punya jalan lain selain menggunakan Felly sebagai alat. Aditya juga tau wanita itu memang akan menolak keinginannya. Karena hanya Felly wanita satu-satunya yang sangat suka menolak dan sangat berani kepadanya.
Tetapi dengan kabar kehamilan Felly membuat Aditya senang. Seakan semesta mendukung keinginannya. Aditya sangat yakin Felly tidak punya pilihan lain selain menikah dengannya. Karena tidak mungkin Felly ingin melihat anak itu lahir tanpa ayah.
" Kita lihat saja nanti, kau akan datang sendiri kepadaku dan mengatakan kau setuju menikah denganku," ucap Aditya dengan percaya diri.
" Kakek aku akan memperlihatkan kepada kakek bahwa aku tidak pernah main-main dengan perkataanku dan buat wanita serakah dan Pria tidak tau diri itu. Bersiaplah akan mendapat serangan baru," desis Aditya tersenyum miring.
Kata-kata sang kakek yang memang sangat meremehkannya. Membuatnya semakin ingin cepat-cepat menikahi Felly agar kakeknya tidak meremehkannya.
__ADS_1
Bersambung