Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 84 pertama kali melihat hasil USG.


__ADS_3

Dokter Anggi, Aditya dan Felly sudah berada di depan ruangan VVIP untuk Felly memeriksa kandungannya.


" Mari Bu Felly!" ajak Dokter Anggi membuka pintu. Felly tersenyum tipis mengangguk dan melangkah masuk


" Pak Aditya kenapa masih berdiri di sini. Mari masuk!" ajak Dokter Anggi heran dengan Aditya yang berdiri di depan pintu.


" Saya menunggu di luar saja," ucap Aditya. Membuat Dokter Anggi tertawa kecil.


" Bapak ini aneh sekali. Istri cek kandungan malah di Luar. Di mana-mana suaminya pasti ikut. Untuk melihat hasil USG nya," ucap Dokter Anggi geleng-geleng.


" Saya menunggu di luar saja. Dokter silahkan periksa istri saya saja," ucap Aditya yang memang tampak ingin menunggu di luar saja.


" Jangan menunggu di luar mari masuk!" ucap Dokter Anggi sedikit memaksa. Aditya pun mengalah dan akhirnya ikut masuk kedalam agar masalahnya cepat selesai.


" Dia ikut masuk," batin Felly heran dengan keberadaan Aditya yang ada di ruangan itu. Dan Felly juga melihat Aditya sangat tidak nyaman pasti itu bukan Aditya yang harus ikut-ikutan melihat seperti itu.


" Mari Bu Felly silahkan berbaring," ucap Dokter mengarahkan tangannya pada tempat tidur rumah sakit.


" Baik Dokter," jawab Felly.


Dengan perlahan Felly pun berbaring. Sementara Aditya berdiri di samping tempat tidur bagian kiri Felly dan Dokter berada di kanan Felly.


" Bapak tidak ingin kemari, agar lebih jelas melihat USG nya?" tanya Dokter, karena layar monitor USG ada di bagian samping kanan kepala Felly.


" Tidak usah. Saya di sini saja," jawab Aditya dengan suara dinginnya.


" Baiklah jika begitu! mari kita mulai pemeriksaannya," ucap Dokter.


Dokter mulai memasukkan alat yang biasa di gunakannya untuk mengecek kandungan. Alat itu sudah di masukkan kedalam perut Felly. Tidak tau apa namanya.


Felly hanya merasa geli dengan alat yang di putar-putarkan itu. Sementara Aditya tampak cuek yang berdiri dan fokus pada ponselnya.


Kepala Felly bergerak kesamping sedikit melihat keatas. Melihat layar monitor saat janin kecil dalam kandungannya ada di sana.


" Detak jantung bayinya sudah mulai terdengar," ucap Dokter. Felly sedikit terharu. Saat di dalam perutnya ada detak bayi yang berkembang.


" Kandungan Bu Felly sehat. Bisa kita lihat. Walau masih sangat muda. Tetapi janinnya sangat aktif," ucap Dokter menjelaskan sedikit.


" Apa janinnya nanti akan tambah besar Dok?" tanya Felly yang begitu polos. Karena dia memang belum pernah hamil.


" Benar Bu Felly, saat kandungan Bu Felly 5 bulan. Nanti juga akan terlihat bayinya akan dominan mirip siapa. Ibu atau bapak. Kita juga bisa melihat jenis kelaminnya," jawab Dokter dengan penjelasan wajah yang penuh senyum.

__ADS_1


Aditya yang tampak cuek seakan tidak peduli. Tetapi mendengar pembicaraan Felly dan Dokter. Dia sudah menghindar untuk tidak melihat layar monitor itu. Tetapi Aditya tidak tahan mengangkat kepalanya dan melihat layar monitor.


Tidak tau apa yang di rasakannya. Seperti ada rasa kebahagiaan yang mungkin juga haru. Saat melihat layar monitor. Di mana ada janin yang masih sangat kecil di sana. Itu adalah darah dagingnya yang berada di rahim Felly.


" Jadi seperti itu janin yang ada di rahim Felly. Benih dariku yang tumbuh di sana. Dan bahkan menjadi bayi," batin Aditya. Dengan perasaan yang aneh. Dia ingin tersenyum. Tetapi senyum itu seakan terhalang. Tetapi tidak tau apa itu.


" Pak Aditya bisa melihat dengan jelas?" tanya Dokter membuat Aditya terkejut. Felly menoleh kearah Aditya.


" Iya saya melihatnya," jawab Aditya datar.


" Dia pasti tidak peduli dengan apa yang di lihatnya," batin Felly yang kembali melihat layar monitor.


Akhirnya pemeriksaan hasil USG sudah selesai dan sekarang Felly dan Aditya duduk bersebelahan dengan Dokter yang di depan mereka sedang menulis resep obat.


" Bu Felly jaga kesehatan ya. Jangan capek-capek dan banyak pikiran. Karena kandungan Bu Felly sangat muda," ucap Dokter memberi saran sambil menulis resep obat.


" Iya Dokter," jawab Felly yang terus mengusap perutnya.


" Pak Aditya juga bantu istrinya. Untuk mengingatkan Bu Felly. Kalian harus sama-sama menjaga calon anak kalian," ucap Dokter lagi. Aditya dan Felly saling melihat.


" Ini resepnya. Silahkan di tebus," ucap Dokter membuat Aditya dan Felly sama-sama mengalihkan pandangan ke arah Dokter.


" Terima kasih," sahut Aditya mengambilnya.


" Iya Dokter," jawab Felly mengiyakan saja.


" Kalau begitu kami permisi dulu!" ucap Aditya.


" Baiklah! silahkan rutin cek kandungan 2 Minggu sekali ya," ucap Dokter mengingatkan. Felly dan Aditya mengangguk.


" Kami permisi!" ucap Aditya berpamitan sekali lagi. Dokter Anggi mengangguk. Felly dan Aditya pun keluar dari ruangan itu. Mereka berjalan menuju parkiran.


" Aku akan mengantarmu pulang. Aku masih ada pekerjaan," ucap Aditya.


" Pulang kemana?" tanya Felly.


" Ya kerumah lah. Kemana lagi," jawab Aditya.


" Kerumah kakek?" tanya Felly memastikan.


" Ya terus kemana," sahut Aditya.

__ADS_1


" Bukannya kamu bilang mau pindah," ucap Felly bingung.


" Nggak jadi," jawab Aditya ketus, " Sudah masuk!" perintah Aditya.


Aditya mengurungkan niatnya untuk pindah dari rumah kakeknya. Karena dia punya rencana baru. Jadi mereka akan tetap tinggal di sana sementara.


************


Felly berada di dalam kamar. Sudah ingin tidur. Tadi dia tidak mengikuti makan malam. Karena memang tidak selera untuk makan. Belum lagi Aditya yang tidak ada di sana.


Pasti tau apa yang terjadi. Karena Rebecca pasti akan membuat ulah. Paling tidak akan ada kata-kata yang membuat hatinya terluka. Jadi Felly lebih memilih untuk tidak mengikuti makan malam.


Sebenarnya Felly juga senang jika harus pindah dari rumah Harison. Walau hanya berdua bersama dengan Aditya. Karena baginya itu sama saja. Tetapi mungkin hidupnya akan sedikit tenang. Karena tidak perlu menghindari Rebecca dan juga Damar.


" Aku tidak tau kapan semuanya akan berakhir. Mungkin Tante Rebecca tidak akan berhenti membenciku. Sementara dia saja membenci Aditya yang mungkin sejak dulu. Apa lagi aku yang masih baru. Tidak akan ada harapan untuk menghilangkan rasa bencinya kepadaku," ucap Felly dengan wajah miringnya.


" Kenapa papanya Aditya terlihat sangat mempedulikan mas Damar di bandingkan Aditya. Jika dilihat dari artikel yang aku baca. Mama Aditya pertama dulu yang menikah dengan papa Aditya. Lalu setelah bertahun-tahun baru menikah dengan Tante Rebecca. Tetapi jika bertahun-tahun kenapa mas Damar dan Aditya hanya berbeda 1 tahun saja," batin Felly yang sekarang malah memikirkan keluarga Aditya yang membuatnya penasaran.


" Ahhhhhh, sudahlah aku sebaiknya istrirahat. Felly Dokter mengatakan jangan banyak pikiran. Jadi jangan memikirkan tentang keluarganya," gumamnya mengingatkan dirinya sendiri.


" Sayang kita bobo ya," ucap Felly menundukkan kepalanya mengusap perutnya. Mengajak bayinya untuk tidur. Felly pun merebahkan dirinya di tempat tidur. Dan memejamkan matanya.


Setelah beberapa menit tertidur. Aditya pun pulang dari kantor dan langsung memasuki kamar di mana Felly istirahat. Kamar yang di tempatnya dan Felly memang tidak seperti kamarnya.


Tetapi memang sangat aneh jika seorang Aditya harus tidur di kamar tamu di bandingkan kamar utama. Tetapi karena Felly sangat trauma sama tempat itu. Jadi Aditya tidak bisa memaksanya. Dia juga takut jika tiba-tiba Felly menjadi gila karena trauma.


Aditya membuka pintu kamar dan sudah mendapati Felly yang tertidur terbaring. Aditya melihat jam yang mengantung di dingding. Sudah pukul 11 malam. Jadi wajar saja. Jika Felly sudah tertidur.


Aditya meletakkan tas kerjanya di atas meja dan memasuki kamar mandi ingin bersih-bersih sebelum tidur. Tidak berapa lama Aditya sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya.


Dia melihat Felly masih tertidur. Bahkan posisinya masih sama. Aditya yang berdiri di sampingnya. Menarik selimut sampai kedada Felly membuat Felly bergerak sedikit miring dengan memegang erat selimut itu terlihat seperti kedinginan.


Aditya melihat suhu AC yang memang sangat tinggi. Dan pantas Felly kedinginan.


" Apa dia tidak bisa mengecilkan suhunya," desis Aditya mengambil remote AC dan mengecilkan suhunya. Agar Felly tidak kedinginan.


Aditya meletakkan remote AC di atas meja dan saat meletakkannya. Aditya melihat 2 lembar foto yang tak lain hasil USG tadi pagi. Aditya mengambilnya dan menaiki ranjang. Menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


Aditya melihat 2 lembar foto itu dengan ekspersi yang tidak bisa di jelaskan seperti apa. Tetapi kali ini ada senyum tipis di wajahnya yang tidak tau apa artinya itu.


Mungkin tidak menyangka jika benihnya tumbuh di rahim seorang wanita. Ya dia memaksa wanita yang menjadi istrinya itu melakukan hubungan itu dan alhasil tumbuh janin di dalam Rahim Felly yang tak lain adalah darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


Lama dia melihat foto itu seperti menghayati. Lalu Aditya menoleh ke arah Felly yang masih tertidur lelap. Matanya turun pada perut ramping itu. Tidak ada yang di ucapkannya dan hanya melihat dengan dalam. Yang tidak tau apa artinya.


Bersambung.......


__ADS_2