Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 44 Berencana pergi.


__ADS_3

Aditya berada di dalam kamarnya dia terus mengingat perkataan kakeknya yang sangat meremehkannya. Dia juga mengingat kata-katan Damar yang sepertinya ingin menarik Felly kembali.


" Aku harus melakukan sesuatu, aku tidak akan biarkan dia bersama wanita itu kembali. Wanita itu adalah umpan satu-satunya. Tetapi biarkan saja dia fokus kepada Felly. Dengan begitu dia akan lengah di perusahaan. Dasar bodoh demi wanita dia akan meninggalkan kekayaannya 1 persatu," ucap Aditya sedari tadi bergerutu.


" Dan kakek, aku tidak akan membiarkan dia ikut campur terus menerus," batin Aditya.


Sebenarnya Aditya sangat resah dengan kakeknya. Dia pasti sangat takut. Jika benar-benar kakeknya mengetahui apa yang di lakukannya kepada Felly. Ya pasti kakeknya tidak akan tinggal diam.


**********


Felly yang berada di dalam kamarnya berbaring miring. Dia masih mengingat bagaimana Damar menamparnya. Felly memegang pipinya yang pasti masih sakit. Begitu juga dengan hatinya yang jauh lebih sakit.


Tamparan Damar adalah luka yang paling perih selama ini. Luka yang sakitnya tidak bisa diucapkan dan harus membuat air matanya menetes kembali.


" Kenapa nasibku seperti ini? Apa lagi yang akan terjadi setelah ini? Apa aku akan seperti ini terus? Kenapa aku harus terjebak dengan Aditya?" Felly hanya bisa bertanya dan tidak tau siapa yang akan menjawab nya.


" Aditya dan mas Damar saudara tiri dan keduanya sangat tidak akur. Apa yang terjadi sebenarnya," tanyanya mulai mencurigai sesuatu.


" Aditya mengatakan jika Aku terseret karena aku berhubungan dengan mas Damar. Apa ini suatu kesengajaan. Apa semuanya memang sudah di rencanakan," batin Felly yang menarik kesimpulan sendiri.


" Tidak. Aku tidak tau apa-apa tentang mereka. Aku tidak akan biarkan Aditya terus melakukan semuanya dengan sesuaka nya. Aku harus melakukan sesuatu. Jika dia tidak melepaskanku. Maka aku akan melepas diri sendiri," batin Felly.


Felly bangkit dari ranjangnya dan menyeka air matanya.


" Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak akan biarkan dia menguasai ku. Aku harus bisa pergi dari masalah ini. Ini sangat tidak adil untukku," ucap Felly dengan yakin. Yang mulai memikirkan cara, bagaimana supaya bisa keluar dari masalahnya.


Dia jelas ingin melanjutkan hidupnya dan tidak mungkin dia hidup dengan bayang-bayangan Aditya. Pria kejam yang tidak memiliki hati nurani. Bahkan kekejamannya melebih rentenir yang ada di sinetron.


*******


" Pindah," pekik Wanti yang berada di meja makan. Berbicara serius dengan Felly dan Andre.

__ADS_1


Wanti sangat Schok tiba-tiba Felly yang ingin pindah. Permintaan Felly yang mengajak meninggalkan rumah itu jelas membuat Andre dan Wanti terkejut.


Apalagi jika bukan Felly ingin melarikan diri dari Aditya yang sudah menghancurkan hidupnya. Dia tidak ingin Pria itu terus mengganggunya.


Apa lagi dengan kejadian kemarin pertengkaran yang terjadi di depan matanya membuatnya bertanya-tanya seakan terjadi sesuatu.


Tetapi Felly yang tidak punya waktu untuk mencampuri urusan itu apalagi harus ikut campur dengan apa yang terjadi antara 2 bersaudara itu.


Felky lebih memilih untuk lari dari semuanya. Dia ingin hidupnya damai jauh dari bayang-bayangan Aditya dan Felly juga perlahan-lahan bisa melupakan Damar Pria yang sudah di khianatinya.


Setelah berpikir semalaman ternyata ide meninggalkan Jakarta yang muncul. Dan pagi ini dia langsung menyampaikan niatnya kepada bibi dan kakaknya. Karena lebih baik lebih cepat.


" Felly kenapa tiba-tiba?" tanya Andre yang pasti sangat kaget dengan keinginan adiknya.


" Kak Felly rasa ini sudah waktunya kita tinggalkan Jakarta. Hidup di Jakarta sangat sulit. Biaya yang digunakan juga sangat besar, kehidupan kita juga seperti-seperti itu saja. Penghasilan yang kita dapatkan tidak sesuai dengan pengeluaran kita yang besar. Jika kita tinggal di Jakarta," ucap Felly dengan serius.


" Kalau kita pindah ketempat yang yang jauh dari Jakarta. Aku rasa kebutuhan kita tidak akan terlalu banyak. Kita juga bisa menabung dan mungkin pelan-pelan kita akan bangkit kembali," Felly benar-benar menjelaskan dan memberi alasan yang tepat dan masuk akal.


Tetapi itu memang hanya alasan Felly saja. Agar bisa membujuk keluarganya untuk pergi dari kota metropolitan itu. Kota yang membuatnya hancur sehancurnya.


" Yang kamu katakan benar Felly. Tapi kita mau pindah kemana Felly. Kamu kan tau sendiri. Kalau kita pindah. Otomatis kita akan cari rumah untuk tempat tinggal. Uang dari mana, belum lagi untuk biaya lainnya. Pindah itu tidak gampang Felly," sahut Andre yang pasti kurang setuju dengan adiknya yang asal main pindah saja. Walau alasan sang adik masuk akal.


Dia juga Sebenarnya lelah hidup di Jakarta dengan keras. Tidak pernah mendapat kedamaian. Seperti yang di katakan Felly hanya itu dan itu lagi.


Memang pergi ketempat lain akan jauh lebih tenang. Dan mungkin akan mendapat kehidupan baru. Tetapi jika mendadak seperti itu. Jelas Andre juga pusing. Pindah dengan tidak ada persiapan itu sangat sulit. Apa lagi harus berbicara masalah biaya.


Felly melihat bibinya dan bergantian pada kakaknya yang penuh pemikiran.


" Kak Andre, Bi Wanti. Bukannya kita ada rumah di daerah Cilaras. Kita pindah Kesana saja," ucap Felly. Andre dan Wanti saling melihat.


Sebelum Cherry mengatakan niatnya untuk pindah. Dia sudah terlebih dahulu memikirkan hal itu. Kemana pindah yang aman dan pasti tidak mengeluarkan banyak biaya. Semua di pikirkannya agar tidak ada kendala apapun.

__ADS_1


" Maksud kamu rumah kita dulu?" tanya Andre. Felly mengangguk.


Felly dan keluarganya memang masih memiliki rumah. Yang dulu di ditinggali mama dan papanya sewaktu mereka masih kecil. Di mana masa-masa papanya masih merintis karir. Sebelum merantau ke Jakarta.


Rumah itu juga berada di desa yang sangat jauh dari Jakarta. Desa yang damai yang pasti bisa melarikan diri. Felly merasa Aditya tidak akan menemukannya.


Rumah itu juga satu-satunya aset yang tidak di sita polisi karena memang tidak ada yang mengetahui rumah itu. Lagian ruamh itu sudah ada sejak dulu sebelum keluarganya kaya.


" Tapi Felly," Andre masih ragu.


" Kak, ayolah. Mama juga sudah sembuh. Di sana juga sangat tenang. Dan mungkin pekerjaan juga sangat mudah. Biaya juga murah. Kita bisa tinggal di sana dan rumah ini kita jual. Untuk tambahan usaha di sana," ucap Felly yang terus membujuk kakak dan bibinya.


" Kak, lagian untuk apa kita tinggal di Jakarta. Kita sudah 5 tahun berjuang. Tetapi kita tidak mendapatkan apa-apa. Masalah juga semakin banyak. Kakak juga tau. Semenjak aku putus dengan mas Damar. Media berusaha mencari tau siapa calon istrinya yang tidak jadi di nikahinya,"


" jika wartawan sampai tau. Tidak menutup kemungkinan aib keluarga kita 5 tahun lalu pasti akan terbongkar lagi. Itu hanya akan membuka luka yang belum mengering. Kasian mama kakak. Jika itu sampai terjadi," ucap Felly yang juga mengkhawatirkan hal itu terjadi.


Dia tidak ingin kasus korupsi papanya diangkat kembali. Itu hanya akan membuat keluarganya semakin digunjing. Mamanya juga akan kembali terluka.


" Jadi Felly tidak ingin membuat mama sakit lagi. Sebaiknya kita pergi meninggalkan kota ini," ucap Felly yang terus membujuk kakaknya yang masih penuh keraguan.


" Felly, jika kita pergi. Apa itu berarti kita akan meninggalkan papa," sahut Andre.


Felly terdiam. Memang jika mereka meninggalkan Jakarta. Papanya yang masih di penjara akan tertinggal. Dia dan keluarganya sudah berjanji akan tetap menunggu papanya.


" Kak. Kita hanya pindah keluar kota. Bukan luar Negri. Kita tidak meninggalkan papa. Jika kita kangen. Kita bisa mengunjungi papa," ucap Felly.


" Lalu bagaimana Felly dengan sekolah, Agni, Lulu, dan juga Dody?" tanya Wanti yang harus memikirkan pendidikan juga.


" Felly akan mengurus pindahan mereka. Mereka akan sekolah di sana. Serahkan semua pada Felly," sahut Felly.


" Itu akan mengeluarkan biaya lagi Felly," sahut Wanti.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2