Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Epsode 214 saling menyerang.


__ADS_3

" Aku tidak pernah mengatakan apapun dengan kata-kata. Aku pasti melakukan semuanya dengan tindakan," sahut Aditya dengan sinis.


" Kurang ajar, bocah ini," batin William yang penuh emosi. Namun tidak bisa bicara apa-apa. Karena dia sedang tidak memegang senjata.


Tuk tak tuk tak tuk tak tuk tak tuk tak.


Terdengar suara langkah kaki yang berlari layaknya seperti perajurit dan ternyata benar. Para pengawal di rumah itu langsung mengepung Aditya dengan mengarahkan pistol ke arah Aditya.


Mata Aditya berkeliling melihat para anak buah Leon yang mengepungnya dan dengan pistol yang mengarah kepadanya. Berbagai macam pistol dari yang kecil sampai senapan panjang.


Leon dan William saling melihat dengan tersenyum miring yang melihat Aditya yang akhirnya terkepung.


" Aditya, Aditya, kau benar-benar punya nyali besar sampai berani menyerahkan dirimu. Apa kau sudah bosan hidup untuk menyerahkan dirimu kepada kami," sahut Leon yang tersenyum mengejek pada Aditya.


" Kau masih sama Aditya bocah kecil yang tetap tidak bisa melakukan apa-apa," sahut William yang tidak kalah mengejek Aditya.


Namun Aditya membalas kata-kata itu dengan senyuman.


" Jika aku menembakkan peluru ini ke dadamu. Maka kau juga akan tau jika bocah kecil ini bisa melakukan apa yang di luar dugaan mu," sahut Aditya tersenyum sinis.


" Kau taukan Aditya. Jika kau menembakku. Puluhan anak buahku akan menembakmu dan tubuh tampan mu itu akan bolong-bolong," sahut Leon. Aditya mandengus tersenyum mendengarnya.


" Tujuanku datang kemari untuk membuat peluruku menembus jantung kalian berdua. Bukan untuk hidup. jadi jelas tidak masalah bagiku. Ketika tubuh tampanku ini akan bolong-bolong. Tapi paling tidak aku melihat kalian berdua mati dan kita mungkin bisa pergi bersama-sama," tegas Aditya yang tersenyum miring.


Membuat wajah Leon dan William tidak tersenyum lagi dan mendadak panik. Memang jika Aditya langsung menembak. Pasti dia akan mati.


" Sial," batin Leon yang sepertinya mulai ketakutan.


" Kalian berdua sudah terlalu lama hidup dan kalian harus mati secepatnya. Perbuatan kalian kepada kakakku tidak bisa di ampuni. Aku harus menunjukkan kepada Rebecca cara kematian yang benar," ucap Aditya.

__ADS_1


" Kau ingin membalaskan dendammu?" tanya William.


" Bukan hanya membalaskan tetapi lebih dari itu," sahut Aditya menekan suaranya dan Aditya langsung memutar tubuhnya dengan menembaki orang-orang yang mengepungnya.


Dorr Dorr Dorr Dorr Dorr Dorr Dorr Dorr Dorr Dorr Dorr


Suara tembakan memenuhi ruangan itu. Saling mengelak dan saling menembakkan dengan apa yang di targetkan dalam organ tubuh itu.


" Sial, berani sekali dia, ayo!" sahut Leon yang langsung ikut dalam peperangan. Leon dan Wiliam pun ikut dalam menghajar Aditya.


Tembakan sudah berakhir, dan beberapa anak buah Leon dan William juga sudah tewas dan peluru juga habis. Sekarang terjadi baku hantam. Di mana Aditya melawan Leon, William dan beberapa anak buah Leon dan William yang masih hidup.


*************


Felly membuka matanya dengan perlahan. Felly merasa basah di pipinya dan langsung mengusap dengan jarinya yang ternyata ada air mata di sana. Felly heran kenapa dia tiba-tiba menangis.


" Kenapa cincin Aditya ada di sini?" tanyanya dengan heran. Felly memegang dadanya. Perasaannya sangat tidak tenang. Felly langsung menyibakkan selimut dan langsung bangkit dari ranjangnya dan langsung keluar dari kamarnya.


" Mau kemana kamu Felly?" tanya Sabila yang melihat Felly keluar dari kamar.


" Ma," sahut Felly dengan suaranya yang tampak serak.


" Mau kemana kamu malam-malam begini. Kamu juga kenapa tidak ganti baju?" tanya Sabila heran dan Felly melihat jam yang menggantung di ruang tamu sudah pukul 1 malam.


" Apa Aditya datang kemari?" tanya Felly.


" Iya kamu tidak menyadarinya. Setelah kamu pulang tidak lama dari situ. Aditya datang kemari dan juga masuk kekamar. Mama pikir dia menginap di sini. Soalnya dia tidak ada pamitan dengan mama apakah dia pulang atau tidak," jawab Faridah heran.


" Ya Allah, ada apa ini kenapa perasaanku tidak enak. Apa yang terjadi. Kenapa Aditya memberikan cincin ini," batin Felly yang seketika kepanikan.

__ADS_1


" Felly kamu kenapa?" tanya Sabila heran. Felly tidak menjawab dan langsung pergi keluar dari rumah.


" Felly mau kemana kamu Felly, mau kemana kamu, Felly!" panggil sang mama yang melihat anaknya malah pergi dan keluar rumah dengan berlari.


" Apa yang terjadi kenapa tiba-tiba Felly lari dan mau kemana Felly. Kenapa juga dia terlihat sangat panik. Apa yang terjadi kepadanya," batin Sabila yang juga kepanikan sendiri.


************


Sementara di rumah Leon masih terjadi baku hantam di sana, Aditya jelas sudah terluka. Terdapat darah di dahinya dan ujung bibirnya. William dan Leon juga sama terluka. Aditya memang hebat berkelahi. Tetapi melawan banyak orang dengan kekuatan yang sama tidak mungkin membuat dia tidak terluka.


Aditya terus berkelahi dan Felly dengan pakaiannya yang sama gaun yang di pakainya saat pesta terus berlari di jalanan yang sunyi dengan gaun itu yang menyapu aspal. Perasaannya benar-benar tidak tenang sampai air matanya berkali-kali jatuh.


Tidak tau apa artinya. Tetapi seakan ada hal yang akan di takutkannya. Dia seakan takut terjadi sesuatu. Dan tidak bohong jika ketakutannya bertujuan pada Aditya.


Aditya sekarang berkelahi dengan Leon dan William sekarang lawannya 2 orang itu. Aditya mengingat kejadian 17 tahun lalu di mana 2 orang itu yang memperkosa kakaknya.


Ingatan itu membuat tenaga Aditya semakin banyak dan langsung menendang wajah Leon dengan kakinya yang berputar dan mampu membuat mulut Leon tersembur darah dan Aditya melanjutkan dengan menendang perut Leon sehingga Leon tersungkur kedinding dengan memegang perutnya.


Leon berhasil di lupuhkannya dan sekarang dia sedang berkelahi dengan William. William juga tampaknya sudah lemah dan Aditya sudah melakukan pukulan berkali-kali tanpa ampunan yang pasti tubuhnya di penuhi setan dan bayangan perbuatan orang yang ingin di bunuhnya itu kepada kakaknya.


Leon yang hampir mati melihat Aditya menghajar William. Leon melihat pistol di ujung kakinya dan dengan cepat dia langsung mendekatkan pistol itu dengan bantuan kakinya dan tidak ada ampun dia langsung mengarahkan pistol itu pada Aditya yang menghajar temannya.


Dorr.


Leon langsung menembakkan tepat di dada kiri Aditya. Sehingga Aditya tersentak dan langsung berlutut memegang dadanya yang terkena tembakan.


Wajahnya semakin memerah dengan meremas dadanya yang sudah berkeluaran darah yang berhasil di tembak Leon. William yang juga hampir lumpuh di hadapannya melihat Aditya berlutut langsung menendang wajah Aditya sehingga Aditya menyebutkan darah dari mulutnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2