Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 251 sindiran penuh.


__ADS_3

Elia, Harison, Baskoro Rebecca dan Damar sarapan bersama. Elia dalam sarapannya melihat orang-orang di meja makan itu satu persatu termasuk Rebecca yang masih terlihat santai saja.


" Elia senang kek. Akhirnya rumah sakit impian Aditya selesai juga dan sudah di resmikan," ucap Elia membuka pembicaraan.


" Kenapa dia suka sekali membicarakan hal yang tidak penting," batin Rebecca kesal pembahasan Elia.


" Aditya memang pintar dalam mengembangkan bisnis dan tidak serakah yang pada akhirnya memberikannya pada istrinya," ucap Elia penuh dengan sindiran.


" Ya itu Aditya bukannya memang tidak pernah meninggalkan kesempatan. Sama halnya dengan rumah sakit itu yang juga di manfatkannya. Di mana tanah itu di berikan kepada Felly. Namun langsung didirikan rumah sakit yang juga untuk istrinya itu memang itu hal yang harus di banggakan,' sahut Harison menanggapi dengan baik.


" Ya kakek benar, selain untuk membahagiakan istrinya. Aku jadi ingat tujuan Aditya mendirikan rumah sakit itu untuk apa. Dia ingin menolong orang-orang yang kekurangan biaya," ucap Elia.


" Karena dia mengingat almarhum mama dulu," ucap Elia yang membuat seisi meja menghentikan sarapannya dan melihat ke arah Elia.


" Di mana dulu mama yang terkena kanker. Tidak mempunyai biaya, mendatangi rumah sakit. Namun tidak ada menanganinya karena masalah biaya. Padahal orang-orang tau siapa mama dan seberapa kaya keluarganya. Namun ternyata tidak ada yang menolongnya. Karena dia sudah di buang, oleh suaminya sendiri," ucap Elia yang mengungkit masa lalu menatap papanya dengan penuh kebencian.


Kata-kata Elia bukan hanya untuk Baskoro pastinya. Tetapi juga untuk Harison yang saat itu tidak bijaksana dalam mengambil tindakan hanya diam dan mengikuti alur cerita.


" Rumah tangga yang berantakan karena kehadiran wanita sampah," lanjut Elia yang melihat ke arah Rebecca. Rebecca sudah mengepal tangannya mendengar kata-kata Elia apa lagi mengatakannya sampah.


" Kamu kembali menyalahkan ku atas semua itu," sahut Rebecca menekan suaranya.


" Iya, karena memang semua terjadi gara-gara permainana kotor mu itu," tegas Elia.


" Cukup Elia," sahut Baskoro dengan suara pelan.


" Kamu jangan mengungkit masalah itu. Kamu tau apa yang terjadi saat itu dan saat itu papa dan mama kamu sudah bercerai dan masalah kehidupannya papa tidak punya tanggung jawab," ucap Baskoro.


" Tidak tanggung jawab. Tapi mama ku di buang dari rumah ini. Karena suatu hal yang tidak adil dalam hidupnya dan aku tidak akan menganggap masalah itu selesai begitu saja," sahut Elia.


" Apa maksud kamu Elia?" tanya Harison.


" Aku sama adikku Aditya sama kek. Kami hanya butuh keadilan dengan bencana besar 17 tahun lalu. Jadi jika kakek tidak bisa memberikan ke adilan itu. Maka dan Aditya akan mendapatkannya secara pelan-pelan," tegas Elia dengan yakin.


" Kurang ajar anak ini dia selalu memojokkan ku saat ada Papa," batin Rebecca yang tidak mampu berkutik apa-apa lagi.


" Terserah kamu Elia mau melakukan apa. Masalah ini papa yang salah. Jadi kamu jangan melibatkan semua orang," sahut Baskoro.

__ADS_1


" Aku tidak melibatkan semua orang. Tetapi aku hanya melibatkan siapa yang pantas bersalah dan pantas menerima hukumannya," sahut Elia dengan santai.


" Kamu lakukan semaumu. Tapi ingat papa adalah papamu," sahut Baskoro. Elia mendengarnya tersenyum palsu.


" Dan iya pa," sahut Baskoro melihat ke arah Harison.


" Aku ingin kembali ke Kalimantan untuk mengurus pekerjaan ku. Aku sudah sangat lama di sini dan aku rasa itu sudah cukup pa," sahut Baskoro yang sekalian berpamitan.


" Papa ingin kembali kesana?" tanya Damar.


" Iya. Papa juga datang kemari. Karena pernikahan Aditya. Dan semuanya sudah berlalu begitu lama dan papa juga sudah bertemu dengan Elia dan sudah waktunya papa ingin kembali mengurus pekerjaan di Kalimantan," ucap Baskoro.


" Mas, tapi masalah Damar belum selesai. Kamu jangan malah pergi dan membiarkan masalah semakin banyak," sahut Rebecca panik. Mungkin tidak akan ada lagi yang membelanya jika Basko suaminya sudah pergi.


" Damar sudah dewasa dan dia bisa mengatasi masalahnya sendiri," sahut Baskoro.


" Tetap saja mas, kamu jangan mengalihkan semua kepadaku. Aku mana bisa," ucap Rebecca. Elia mendengarnya tersenyum miring. Rasanya dia bersyukur kepergian papanya itu. Jadi Rebecca lebih mudah di atasinya.


" Rebecca, aku tidak mengalihkan kepadamu dan seperti yang aku katakan padamu di awal. Jika kamu tidak terlibat dengan masalah Damar. Kamu tidak perlu khawatir seharusnya bukan," ucap Baskoro.


Rebecca terdiam mendengarnya. Namun Elia menyunggingkan senyumnya mendengarkan hal itu. Di mana Rebecca hanya lama kelamaan bisa keceplosan.


" Iya pa," sahut Baskoro.


" Kenapa mas Baskoro malah tiba-tiba harus pergi. Ini sama saja aku yang terkena imbasnya," batin Rebecca.


" Permisi tuan!" tiba-tiba datang pelayan Pria.


" Ada apa?" tanya Harison.


" Ada yang ingin menemui Tuan Damar," sahut pelayan tersebut.


" Siapa?" tanya Rebecca tampak kaget.


" Namanya nona Laura," jawab pelayan itu.


" Laura," Lirih Rebecca yang mengingat-ingat nama itu.

__ADS_1


" Suruh saja dia kemari," ucap Damar.


" Baik tuan," sahut pelayan itu yang langsung pergi.


" Siapa Laura Damar?" tanya Baskoro.


" Teman Damar pa," jawab Damar.


Dan tidak lama akhirnya Laura pun menghampiri ruang tamu dan Rebecca membalikkan tubuhnya melihat wanita itu. Rebecca langsung kaget melihat Laura yang baru di ingatnya yang datang mengantarkan Damar.


" Ngapain kamu kemari?" tanya Rebecca langsung berdiri yang penuh emosi dengan kehadiran Laura.


" Rebecca ada apa ini, kenapa kamu marah-marah kepadanya," sahut Baskoro heran.


" Dia ini wanita tidak benar mas dan sekarang beraninya datang kerumah ini," ucap Rebecca yang langsung naik pitam.


" Aku yang mengundangnya ma," ucap Damar dengan tenang. Rebecca kaget mendengarnya sementara Elia tersenyum miring seakan penuh rencana.


" Apa maksud kamu Damar?" tanya Rebecca, " kenapa kamu mengundang wanita ini Kerumah ini?" tanya Rebecca lagi.


" Mulai sekarang Laura akan bekerja denganku," sahut Damar. Rebecca semakin terkejut melihatnya.


" Maksud kamu? tanya Rebecca tidak percaya .


" Aku sedang banyak masalah, aku butuh asisten untuk mengurusinya dan Laura akan menjadi asisten ku," ucap Damar menegaskan.


" Kamu gila Damar. Kamu secepat itu percaya kepada orang asing," sahut Rebecca darah tinggi menunjuk-nunjuk Laura. Sementara Laura hanya menunduk menjalankan Drama menyedihkannya yang seakan di tindas.


" Aku sudah mengenalnya. Aku jadi percaya kepadanya. Aku mohon sama mama untuk tidak ikut campur dengan masalah ku kali ini," ucap Damar menegaskan.


" Damar kamu!" gertak Rebecca. Damar berdiri dari tempat duduknya


" Ayo Laura, kamu ikut dengan ku," sahut Damar tanpa mempedulikan kemarahan Rebecca. Laura mengangguk.


" Permisi semauanya," ucap Laura menundukkan kepalanya.


" Damar kamu, tidak bisa melakukan ini pada mama," teriak Rebecca. Elia hanya tersenyum puas dengan kejadian hari ini. Yang mungkin lama-lama Rebecca akan gila sendiri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2