
" Lepas! lepas! berontak Felly saat sudah memasuki mobil dan ternyata katung yang menutup kepalanya memiliki obat bius dan langsung membuat Felly lemas dan tidak sadarkan diri.
" Ayo cepat jalan!" perintah Pria yang tadi membawa Felly masuk dan supir yang mengendari mobil itu langsung melaju. Ketika melihat mobil yang berselisih dengan mereka tadi putar balik dan mengejar mobil mereka.
Sementara Bion yang menyetir semakin meningkatkan kelajuan mobilnya. Agar bisa mengejar mobil yang tidak kalah kencangnya dengan mobilnya.
" Cepat Bion, kejar. Jangan sampai mereka lolos," desak Aditya yang sudah kepanikan saat menyaksikan sendiri Felly di bawa masuk.
" Iya tuan," sahut Bion yang terus menyetir fokus dengan pandangan matanya pada mobil yang di membelok-belok di depannya yang sepertinya memainkan trik agar Bion tidak fokus.
" Siapa mereka?" tanya Laura.
" Mana aku tau. Kau di sini bersama kalian," sahut Aditya dengan menguatkan volume suaranya.
Tampaknya Aditya sudah kesetannan sampai di tanya bagus langsung menyambar dan Laura pun memilih diam dan tidak bertanya lagi. Karena kalau dia bicara mungkin Aditya langsung menendangnya keluar dari mobil.
" Kurang ajar, berani sekali mereka bermain-main denganku," ucap Aditya mengepal tangannya bahkan memukulkan kejok mobil karena begitu emosi dengan orang yang berani menculik Felly.
Dia benar-benar lengah akan hal itu. Hanya perkara ingin menghindari Felly. Sekarang dia ke colongan yang hanya beberapa menit detik saja Felly langsung di bawa orang. Makanya jangan asal main tinggal saja.
Bion terus menyetir dan sepertinya sudah sangat jauh dan Aditya pun terus menatap melihat mobil itu. Dia tidak ingin kehilangan jejak yang mungkin istrinya bisa kenapa-kenapa jika dia tidak bisa mengejar mobil itu.
Dan di dalam mobil yang menculik Felly, penutup kepala itu sudah di buka dan Felly yang duduk tidak sadarkan diri.
" Cepat, cari jalan pintas, mereka bisa mendapatkan kita!" perintah Pria yang duduk di samping Felly yang melihat mobil yang mengejar mereka semakin dekat. Bisa berabe jika pekerjaannya tidak beres.
" Baik tuan!" jawab supir tersebut dan memutar otak untuk mengelabui mobil Aditya.
Bion terus menyetir sampai mobil itu sudah 7 meter di depannya. Dan mungkin akan segera sampai.
" Lebih laju lagi Bion!" desak Aditya.
Bion mengangguk dan menarik gas mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan mungkin paling tinggi dan mobil yang di depan mereka tiba-tiba membelok kekanan saat sudah sangat dekat dengan mobil Bion dan Bion yang tidak bisa mengontrol kecepatan mobil akhirnya melaju di jalan lurus dan mobil yang mereka kejar lewat jalan lain.
__ADS_1
" Kurang ajar," bentak Aditya.
Saat kehilangan jejak. Dia benar-benar semakin emosi saat mobil yang mereka kejar berhasil mengelabuinya dan Bion langsung merem mendadak dan langsung putar arah kembali, sebelum mobil itu semakin jauh dan mereka semakin tidak bisa mengejar.
Aditya semakin gila. Wajahnya benar-benar semakin memerah dengan beberapa kali meremas rambutnya dengan ke-2 tangannya karena ketakutan di dalam dirinya semakin besar. Jika Felly akan kenapa-kenapa.
" Tidak, tidak akan ada yang terjadi. Tidak Felly. Semuanya baik-baik saja," gumamnya dengan napasnya naik turun. Aditya juga melihat kejalanan yang sepi dan mobil yang membawa istrinya benar-benar sudah tidak terlihat lagi dan pasti dia akan semakin takut.
" Kamu hubungi semua bodyguard dan cari mobil itu. Lihat rekaman cctv," ucap Aditya memerintahkan Laura dengan suara seraknya .
" Baiklah," sahut Laura yang langsung melaksanakan perintah Aditya.
Sementara di dalam mobil yang menculik Felly terlihat 4 orang Pria yang menculik Felly. Tertawa terbahak-bahak saat mereka berhasil mengelabui Aditya dan salah satu Pria itu terlihat mengambil ponsel dan langsung menelpon.
" Kami sudah mendapatkannya dan mereka tidak berhasil mengejar kami," ucap Pria itu yang langsung melapor hasil pekerjaannya.
" Bagus jika begitu, bawa wanita itu langsung kelokasi dan ingat berhati-hati," sahut suara Pria yang di sana.
" Baik bos," sahut Pria itu.
" Akhirnya aku menjadi kaya, tidak sulit mendapatkan wanita ini. Ladang uang ku," sahut Pria itu yang melihat kerah Felly yang masih tidak sadarkan diri dengan seriangi nakal di wajahnya.
Bagaimana tidak tertawa terbahak-bahak. Berhasil menculik Felly yang berarti dia akan mendapat imbalan yang sangat banyak.
**********
Hujan deras turun mendampingi Aditya, Bion dan juga Laura yang masih mencari Felly. Bion yang salah sasaran akhirnya tidak bisa menemukan jejak mobil yang mencuri istri tuanyan itu.
Sementara Aditya yang di dalam mobil sudah semakin panik dan semakin takut dengan tidak di temukannya Felly yang sudah hampir 3 jam tidak di temukannya.
Laura terlihat mengangkat telpon yang mungkin mendapat laporan dari orang-orang Aditya yang juga pasti sudah menyebar mencari Felly.
" Baiklah!" sahut Laura dengan wajah sendunya.
__ADS_1
" Bagaimana?" tanya Aditya melihat ke arah
Laura yang dengan mata Aditya yang penuh harapan dan Laura yang takut-takut menggeleng pelan.
Membuat Aditya geram dengan memukulkan tangannya yang mengepal kembali ke jok mobil. Bion dan Laura hanya diam dan tidak berani berbicara apa-apa. Karena Aditya bisa semakin mengamuk kalau mereka ikut-ikutan bicara.
**********
Tidak ada hasil dan sudah tengah malam. Mereka tetap tidak menemukan Felly. Beberapa kali menerima telpon dari orang-orangnya yang bergerak mencari Felly sama saja dan tidak ada juga yang memberikan kabar baik.
Di tengah jalan yang sepi akhirnya mobil yang di setiri Bion itu berhenti dengan Aditya yang sudah keluar yang sedari tadi berteriak.
" Sial!" teriak Aditya yang tidak bisa mengendalikan dirinya prang. Aditaya langsung memecahkan kaca mobil dengan tangannya sendiri dan sampai tang itu berdarah.
Bion dan Laura hanya diam menunduk yang juga tidak bisa menghentikan Aditya yang melukai dirinya sendiri.
" Kenapa semuanya jadi seperti ini," teriaknya lagi yang terus melakukan hal yang sama, wajah Aditya semakin memerah dengan matanya yang juga bergenang dan sampai air mata itu pun harus jatuh yang tidak bisa menyelamatkan Felly.
Aditya harus terduduk lemas bersandar di samping mobil dengan meremas rambutnya frustasi dengan napasnya yang naik turun.
" Kamu benar-benar bodoh Aditya. Kamu sangat bodoh," ucapnya menyalahkan dirinya sendiri dengan memukul-mukul kepalanya di mobil untuk menyadarkan kebodohannya dengan kejadian di depan matanya. Air matanya penyesalan itu membanjiri wajahnya.
Aditya bahkan tidak gengsi menangis di depan Bion dan Laura yang sedari tadi menunduk. Mungkin Felly memang membuatnya tidak bisa mengendalikan emosi dan perasaannya.
Dan sekarang dia hanya meratapi penyesalannya yang terduduk dengan beberapa kali melukai dirinya dengan pecahan kaca berserakan di sekelilingnya.
Kecerobohan dan egonya sudah membuat Felly benar-benar hilang dari sisinya hanya beberapa detik saat dia memilih pergi dan tidak mempedulikan Felly.
..." Aku tidak akan memberi kesempatan 2 kali,"...
..." Ini sangat sakit. Jika kamu akan pergi. Kamu hanya akan menyesal. Dan aku tidak akan mengalah untuk yang ke-2 kalinya. Sudah cukup dan tidak akan ada kesempatan lagi,"...
Kata-kata terakhir Felly pun langsung melintas di pikirannya yang perkataan yang membuatnya benar-benar akan kehilangan Felly.
__ADS_1
Bersambung.