Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Epis 278. Pencarian.


__ADS_3

Berita di televisi heboh dengan berita terlibatnya Baskoro dengan pembunuhan Wiliam dan Heriyawan. Bahkan setelah di temukan banyaknya bukti yang mengarah pada Baskoro. Baskoro telah di tetapkan menjadi tersangka dan sekarang telah menjadi buronan polisi. Di mana telah di turunkan banyak aparat untuk mencarinya.


Harison yang mendengar berita itu ternyata membuatnya menjadi down. Kesehatannya menurun dan bahkan Harison harus masuk rumah sakit. Karena schock dengan berita putranya yang menjadi buron.


Rumah sakit Fatmawati. Mobil Aditya berhenti di depan rumah sakit.


" Ayo sayang kita turun!" ajak Aditya dengan buru-buru membuka sabuk pengamannya.


" Iya sayang," sahut Felly yang juga membuka sabuk pengamannya.


Setelah itu Aditya dan Felly dengan buru-buru keluar dari mobil dan langsung memasuki rumah sakit untuk melihat kondisi Harison. Meski buru-buru Aditya masih memperhatikan istrinya.


Dia tau istrinya sedang hamil dan tidak ingin terjadi sesuatu pada kandungan istrinya dan masih di lindungi nya.


Mereka memang sangat terkejut. Tiba-tiba mendapat telpon dari asisten rumah tangga bahwa Harison di larikan Kerumah sakit. Apa lagi jika bukan karena munculnya berita di televisi. Yang pasti kondisi Harison drop karena berita itu.


Setelah bertanya pada suster. Aditya dan Felly pun langsung mendatangi ruangan Harison di mana di depan pintu ada beberapa bodyguard yang sedang berjaga. Aditya langsung membuka pintu dan langsung masuk bersama istrinya.


" Kakek," ucap Aditya yang langsung menghampiri kakeknya berdiri di samping Harison. Harison yang sangat pucat dan bahkan di infus dan juga tubuh itu sangat lemas dan terlihat bergetar.


" Apa yang terjadi pada kakek kenapa kakek seperti ini?" tanya Aditya yang terlihat panik.


" Apa berita itu benar Aditya?" tanya Harison yang pasti berita besar itu menjadi beban pikirannya.


" Jangan memikirkan apa-apa dulu, Kakek harus istirahat. Hilangkan beban dalam pikiran kakek," sahut Felly yang tidak kalah paniknya dengan keadaan kakeknya yang sangat memprihatikan.


" Katakan saja dengan jelas. Apa benar berita itu. Apa benar papamu yang sudah membunuh Wiliam dan juga Heriyawan?" tanya Baskoro yang masih ingin memastikan.


" Kek, kita belum tau kebenarannya. Tapi polisi sudah menetapkan papa sebagai tersangka," ucap Aditya dengan wajah sendunya.


" Apa lagi ini. Jika Baskoro sudah tersangka berarti dia itu sudah benar. Kenapa Baskoro nekat membunuh mereka. Kenapa dia tidak menyerahkan semuanya pada polisi. Kenapa, kenapa dia harus melakukan itu," ucap Harison yang terlihat gelisah.


" Kakek, tenanglah, kakek jangan Khawatir. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Aditya.


" Bagaimana tidak khawatir Aditya. Baskoro sedang dalam pencarian polisi dan bagaimana jika terjadi sesuatu padanya. Kakek hanya akan tenang. Jika Baskoro menyerahkan diri. Agar dia tidak dalam bahaya," ucap Harison dengan perasaannya yang campur aduk.


" Aku tau kek, aku tau apa yang kakek takutkan. Orang-orang ku juga sedang mencari papa. Kakek harus pikirkan kondisi kakek. Jangan sampai terjadi apa-apa pada kakek. Masalah papa aku akan menyelesaikannya," ucap Aditya meyakinkan kakeknya.


" Aditya, kakek tau, kamu tidak akan pernah bisa berdamai dengan Baskoro. Tapi apapun itu dia adalah papamu dan saat ini dia dalam masalah besar. Jadi kakek mohon tolong bantu dia. Semua orang marah kepadanya. Tapi dia tetap adalah orang tuamu," ucap Harison.


" Iya kek, aku tau. Dan seperti yang aku katakan. Kakek tidak perlu memikirkan apa-apa. Biarkan aku yang akan menyelesaikannya. Papa akan baik-baik saja," ucap Aditya yang meyakinkan kakeknya.

__ADS_1


" Benar kata Aditya kek, percayakan semuanya pada Aditya. Dia akan menyelesaikan masalah ini. Kakek jangan khawatir. Kakek hanya perlu menjaga kesehatan. Jangan memikirkan apa-apa. Jika kakek terus kepikiran sama papa. Nanti kondisi kakek semakin memburuk. Jadi tenanglah kek," sahut Felly menambahi.


" Sebagai seorang ayah. Wajar jika aku Khawatir. Aku takut dan itu wajar," sahut Harison.


" Felly, mengerti kek, Felly juga sangat khawatir. Tapi jika kita semua terus kepikiran yang ada kondisi kita akan melemah. Jika kita lemah siapa yang akan membantu papa. Jadi kita harus kuat agar semua masalah cepat di selesaikan," ucap Felly dengan bijak.


" Iya, kek Aditya akan turun tangga sendiri mencari papa," sahut Aditya. Harison mengangguk. Tampaknya dia mulai tenang ketika mendengar keputusan Aditya.


" Felly, kamu jagain kakek, aku menemui Andre. Karena Andre yang memimpin orang-orang ku untuk mencari papa," ucap Aditya.


" Iya, kamu hati-hati dan semoga papa bisa ketemu dan tidak terjadi apa-apa padanya," ucap Felly dengan penuh harapan. Aditya mengangguk. Namun mata Aditya melihat ke sekitarnya yang sepertinya mencari seseorang.


" Kak Elia di mana?" tanya Aditya tiba-tiba teringat kakaknya.


" Bukannya Elia tinggal di rumah kalian?" sahut Harison.


" Iya, tapi semalam kak Elia sudah pulang dan bukannya seharusnya kak Elia ada di sini," ucap Aditya mulai panik.


" Mungkin kak Elia ada di rumah," sahut Felly mencoba berpikir positif.


" Ya sudah, kalau begitu, aku pergi dulu. Sebelumnya aku akan jemput kak Elia," ucap Aditya memutuskan.


" Ya sudah, kamu hati-hati ya," sahut Felly. Aditya mengangguk dan Aditya langsung keluar dari ruang perawatan itu. Felly merapikan selimut Harison.


" Tidak Felly. Kakek tidak selera makan," jawab Harison.


" Tapi kakek akan sakit kalau tidak makan," ucap Felly khawatir.


" Nanti saja Felly, kalau kakek lapar. Kakek akan makan. Kamu jangan khawatir," ucap Harison memegang tangan Felly.


" Ya sudah kek, kalau memang begitu," sahut Felly yang duduk di samping Harison yang terdapat kursi di sana.


*********


Aditya berada di dalam mobil bersama Andre dan Andre sibuk dengan tabletnya. Yang mana Andre begitu serius dengan tabletnya. Sementara Aditya menyetir dengan kecepatan tinggi.


" Bagaimana apa terlacak?" tanya Aditya dengan wajah paniknya.


" Tadi sempat terlacak. Tetapi kembali hilang. Tapi rutenya pas. Kita lebih cepat aja. Agar sinyalnya menyala," jawab Andre.


" Baiklah," sahut Aditya semakin mengencangkan kecepatan mobilnya.

__ADS_1


" Semoga saja kita yang menemukan pak Baskoro terlebih dahulu," ucap Andre penuh harapan.


" Kau juga berharap seperti itu," sahut Aditya.


" Andre kamu hubungi anak buah yang lainnya untuk mencegah beberapa polisi ke arah lokasi papa!" titah Aditya.


" Baiklah, aku akan menghubungi mereka," sahut Andre yang langsung melakukan perintah Aditya.


Aditya juga tampak mengambil handphonenya dan memasangkan heansed di telinganya.


" Hallo Bion!" sapa Aditya.


" Iya tuan," sahut Bion.


" Kamu jemput kak Elia dan bawa dia Kerumah sakit. Jangan biarkan dia sendirian!" titah Aditya.


" Memang non Elia ada di mana?" tanya Bion.


" Jangan tanya saya Bion. Itu tugas kamu untuk menikamnya dan bawa dia pada kakek. Di sana juga ada Felly," tegas Aditya.


" Baik tuan," sahut Bion. Aditya pun langsung mematikan telponnya dengan Bion.


" Memang Elia kemana?" tanya Andre yang mendengat pembicaraan Aditya.


" Aku tidak tau, mungkin ada di rumah," jawab Aditya.


" Bagaimana kalau kita menemui Elia dulu. Kita antar Kerumah sakit. Baru kita menemui pak Baskoro," ucap Andre memiliki ide.


" Kita tidak punya waktu Andre. Jadi kita kejar saja papa. Itu yang paling penting. Untuk kak Elia sudah ada Bion yang mengawasinya," sahut Aditya dengan wajah seriusnya.


" Aditya kelihatan sangat mempercayai Bion. Dan Elia juga kelihatan sangat nyaman dengan Bion," batin Andre yang malah gagal fokus. Banyak kemungkinan Andre jatuh hati pada Elia dan Elia jatuh hati pada Bion dan Bion tidak tau jatuh hati atau tidak pada Elia.


" Kamu kenapa Andre?" tanya Aditya yang menoleh sebentar ke arah Andre dan melihat Andre yang tampak memikirkan sesuatu.


" Oh tidak aku tidak apa-apa," sahut Andre bohong.


" Bagaimana apa kamu sudah mengabari mereka?" tanya Aditya.


" Iya sudah, kamu jangan khawatir, polisi tidak akan mendahului kita," sahut Andre dengan yakin.


" Hmmm, baguslah kalau begitu," sahut Aditya.

__ADS_1


" Ya ampun kenapa aku jadi gagal fokus. Semua karena Elia. Tidak tau saja aku memikirkannya beberapa hari ini," batin Andre merasa ada yang aneh dengan dirinya.


Bersambung


__ADS_2