
" Apa maksud papa?" tanya Rebecca yang merasa tidak mungkin dengan kata-kata Harison yang mendukungnya untuk meminta maaf pada Felly yang mungkin itu akan menjadi penghinaan terbesar dalam hidupnya.
" Kau bersalah Rebecca kepada Felly. Jadi tidak ada yang salah. Jika kau meminta maaf padanya. Begitu juga dengan kau Damar yang bersikap kurang ajar pada istri kakak mu," tegas Harison.
Damar dan Rebecca sama-sama geram. Dan bahkan tangan mereka mengepal. Memang tidak mungil bagi mereka harus berlutut.
" Apa kalian berdua tuli. Minta maaf padanya sekarang juga," sahut Aditya lagi dengan menegaskan berkali-kali.
" Rebecca," tiba-tiba terdengar suara yang membuat pandangan mereka langsung mengarah suara yang ternyata Baskoro.
Melihat kehadiran Baskoro Aditya sudah berdecak kesal yang sudah tau Baskoro akan membela mati-matian istrinya itu dan pasti dia yang akan di cecar ocehan.
" Mas Baskoro, untung saja dia datang. Jadi aku tidak perlu melakukan apa yang di katakan anak sialan ini," batin Rebecca yang terlihat merasa lega. Baskoro pun melangkah mendekati kerumunan dengan suasana yang tegang itu.
" Damar, Rebecca, kalian minta maaf lah pada Felly," ucap Baskoro.
Mendengarnya Damar dan Rebecca semakin kaget. Mata mereka sama-sama melotot. Dan bahkan sampai ingin keluar.
Yang pasti kaget itu juga terlihat di wajah Felly, Baskoro dan Aditya sampai heran. Apa telinga yang salah dengar atau bagaimana dengan papanya yang tiba-tiba menyuruh istri dan kesiangannya untuk minta maaf.
" Mas," lirih Rebecca.
" Kalian telah menyakitinya. Maka minta maaf lah. Karena memang kalian yang sudah bersalah. Dia adalah orang baru di rumah ini sangat tidak pantas kalian berdua memperlakukannya seburuk itu. Felly datang dari keluarga baik-baik dan orang tuanya menitipkannya kepada kepada keluarga ini. Jika orang tuanya tau apa yang kalian lakukan kepadanya. Pasti mereka kecewa. Jadi minta maaf lah dan belajar dari kesalahan," ucap Baskoro dengan panjang lebar dengan bijaksana dalam bertindak.
Aditya sampai mau pingsan mungkin mendengar kata-kata papanya. Yang seumur hidupnya tidak pernah keluar dan sekarang dengan lancar mengatakan kata-kata bijak. Itu sehingga sosok sebagai ayah sudah keluar.
" Apa yang di katakannya. Apa dia sedang kerasukan," batin Aditya masih tidak percaya.
" Om Baskoro terlihat sangat tulus mengucapkan. Sebenarnya dia tau siapa yang salah. Terkadang keributannya dengan Aditya membuatnya lelah dan mengikut saja dengan Tante Rebecca," batin Felly yang merasa salut dengan papa mertuanya.
" Jangan membuang waktu tunggu apa lagi. Minta maaf sekarang juga. Pekerjaanku masih banyak," sahut Aditya lagi.
__ADS_1
" Sial. Kenapa mas Baskoro malah mendukung Aditya. Dia bahkan tidak mempedulikanku. Dia bahkan rela melihatku harus meminta maaf pada wanita ini dengan cara berlutut. Hal yang sangat hina," batin Rebecca mengumpat di dalam hatinya.
" Masih diam saja," sahut Aditya yang terus mendesak.
" Damar, Rebecca ayo lakukan apa yang seharusnya kalian lakukan," sahut Harison mendukung.
" Aku sudah memaafkannya," sahut Felly. Aditya langsung melihat ke arah Felly.
" Mereka belum minta maaf. Jadi jangan memaafkan sebelum mereka minta maaf. Tunggu mereka berlutut baru memaafkan. Karena itu hal yang memang harus di lakukan," tegas Aditya.
" Orang tuanku mengajarkan untuk menghormati yang lebih tua dan tidak pantas jika mereka yang lebih tua dariku harus berlutut. Aku tidak ingin itu di lakukan. Jadi aku sudah memaafkannya," sahut Felly dengan hatinya yang besar. Harison tersenyum mendengar ketulusan dari Felly.
" Sialan wanita ini berani-beraninya dia menyindirku di depan semua orang," batin Rebecca tambah kesal dengan kelakuan Felly yang menurutnya sok baik.
" Kau dengar itu Rebecca. Meski kamu melakukan sesuatu kepadanya. Dia bahkan tidak ingin kau minta maaf. Dia bahkan memaafkan dengan besar hati. Jadi saran ku jangan melakukan apa pun lagi yang mungkin nantinya aku yang tidak bisa memberi mu maaf dan ampunan," sahut Harison yang menegaskan pada Rebecca dan bahkan sedikit ancaman.
" Dia benar-benar bisa mengubah situasi, sekarang di bak seperti malaikat dan mas Baskoro sekarang ikut-ikutan membela wanita ini," batin Rebecca kegeraman bahkan dia sudah tidak punya pegangan.
" Kalian ber-2 masih selamat hari ini. Tetapi kalian ingat. Aku tidak memberikan ampunan. Jika tangan kalian masih berani menyentuhnya," ucap Aditya.
" Iya kek," sahut Felly.
" kakek akan memberimu hadiah karena kebesaran hati kamu yang tidak mempersalahkan masalah ini dan melapangkan dada kamu untuk memberi maaf. Jadi kamu akan mendapatkan hadiah dari kakek," ucap Harison dengan tersenyum.
" Tidak usah kek. Itu tidak perlu," sahut Felly yang pasti menolaknya.
" Jangan menolak apapun yang kakek berikan. Selain kamu istri dari cucuku. Kamu juga adalah cucuku. Jadi jangan menolak apapun. Karena aku sangat mudah tersinggung," ucap Harison dengan tersenyum.
" Jadi ini yang di inginkan wanita ini. Bersandiwara untuk mendapatkan hadiah. Dia benar-benar sangat pintar sekarang," batin Rebecca semakin kesal dengan Felly. Bahkan ingin menelan Felly bulat-bulat.
*************
__ADS_1
Felly yang sudah tidak tinggal di rumah Harison harus menikmati makan malam di rumah mewah Aditya sendirian. Memang dia bebas melakukan apapun di rumah itu dan tidak perlu takut-takut. Tetapi harus kesepian setiap saat.
Seperti sekarang yang harus makan malam sendirian dengan lauk yang banyak. Pelayan yang pernah di dengarnya Aditya memanggilnya Bi Warmi yang terlihat lebih tua yang sepertinya Felly bisa menebak dia juga lumayan di segani oleh beberapa pelayan lainnya.
Bi Warmi benar-benar melayani Felly dengan baik. Sesuai perintah dari tuannya.
" Apa nona butuh sesuatu lagi?" tanya Bi Warmi.
" Tidak," jawab Felly. " Oh iya apa Aditya pulangnya lama?" tanya Felly dengan pelan. Yang ragu untuk menanyakan sang suami.
" Biasanya tuan Aditya jika banyak pekerjaan bisa sampai pagi pulangnya," jawab Bi Warmi.
" Selama itu. Biasanya di rumah di sampai seperti itu," batin Felly yang merasa Aditya selama tinggal bersama tidak akan pulang selama itu.
" Oh iya bi, kok bisa bibi jadi bekerja di sini?"
" Tuan Aditya yang meminta saya untuk bekerja di sini dan tuan Harison memberi izin," jawab Bi Warmi.
" Apa bibi tau apa yang terjadi kemarin. Makanya Aditya sampai ingin pindah?" tanya Felly yang kepo dengan masalah itu.
" Tuan Aditya sangat marah. Saat non Felly tidak ada di rumah. Bahkan bibi melihat. Dia melempar gelas kepada nyonya Rebecca dan menghajar tuan Damar. Yang bibi tau tuan Aditya melakukan itu karena mereka menyakiti nyonya Felly. Makanya tuan Aditya langsung meminta untuk pindah agar nona Felly bisa terjaga," jelas Bi Warmi.
" Jadi waktu di rumah sakit itu. Dia sudah tau kebenarannya. Tetapi kenapa dia minta maaf kepadaku. Bukannya seharusnya dia minta maaf dia menyuruh orang untuk minta maaf. Dia sendiri tidak melakukannya," batin Felly yang menunggu-nunggu kata maaf dari mulut Aditya.
" Tuan Aditya marahnya bahkan sama seperti dulu dia masih 10 tahun," lanjut Bi Warmi membuat Felly menoleh ke arahnya.
" 10 tahun. Apa bibi sudah bersama keluarga mereka selama itu?" tanya Felly heran.
" Iya, bahkan bibi ada di saat istri pertama tuan Baskoro masih menginjakkan kaki pertama kali di rumah itu," jawab Bi Warmi.
" Selama itu. Berarti Bi Warmi mengetahui semua tentang Aditya," batin Felly yang terlihat ingin lebih tau tentang suaminya.
__ADS_1
Bersambung.......
"