
Pandangan mata wanita itu langsung melihat kearah tubuh Felly. Melihat dengan jeli tubuhnya dari bawah sampai atas seperti menilai penampilannya. Felly gugup dengan tatapan seperti itu.
Walau bukan pertama kali dia bertemu dengan orang yang suka menilai penampilannya yang terlihat biasa dan pasti wanita itu berpikir orang sepertinya tidak cocok memasuki butik tersebut.
" Apa yang ingin aku lakukan untuk wanita cantik ini?" tanya wanita itu dengan senyum miringnya seakan tau jika Aditya datang berhubungan dengan wanita gugup yang berdiri di samping Pria tampan itu.
" Aku ingin kalian membuatnya berkelas dan pantas bersanding denganku," jawab Aditya dengan suara dingin.
Felly menoleh sebentar kearah Aditya dan kembali mengalihkan pandangannya ke arah wanita itu yang kembali melihat penampilannya membuatnya risih.
" Sangat mudah pastinya. Dia sudah terlihat berkelas tanpa harus di permak," sahut wanita itu yang ahli melihat kecantikan berdasarkan Natural tanpa riasan atau pakaian mahal. Dia melihat Felly memiliki tingkat kecantikan di atas rata-rata dan bahkan tubuh yang sangat indah.
Felly kaget dengan ucapan wanita itu. Semenjak hidup miskin baru ada yang mengatakan dirinya berkelas walau dengan penampilannya seperti gembel.
Selebihnya Felly hanya mendapat kata-kata wanita kampungan dengan penampilannya seperti apa. Tetapi wanita yang sedari tadi tersenyum dan malah memuji penampilannya dengan kata-kata yang sangat manis dan bisa di lihat wanita itu sangat tulus mengatakannya.
" Aku ingin tangan kalian tetap di gunakan untuk membuatnya pas denganku," sahut Aditya sinis.
" Baiklah, bawa dia!" perintah wanita itu yang tidak ingin basa-basi lagi. Apa lagi sudah mendengar kata-kata tajam Aditya.
Karyawan langsung membawa Felly dengan memegang ke-2 tangan Felly. Membuat Felly bingung.
" Apa yang kalian lakukan?" tanya Felly memberontak dengan pelan.
Namun banyaknya Karyawan membuat Felly tidak bisa melakukan apa-apa dan mengikut saja kemana karyawan-karyawan itu membawanya pergi.
" Sepertinya dia sangat tertekan berada di sampingmu," ucap wanita itu penuh sindiran melihat Felly yang pergi dengan terpaksa.
" Apa kau memaksanya?" tanya wanita itu lagi.
" Bukan urusan Tante, lakukan saja apa yang aku katakan, jangan banyak bertanya," sahut Aditya sinis.
" Baiklah! tunggulah sebentar, teh mu akan menyusul," ucap wanita itu yang langsung pergi mengikuti beberapa karyawannya yang pergi membawa Felly.
__ADS_1
Aditya pun langsung duduk membuka ponselnya. Aditya tersenyum saat membuka ponselnya notif berita langsung masuk memenuhi notif ponselnya.
Apa lagi jika tidak berita tentang Damar yang sudah tersebar di mana-mana dan terus menjadi pembahasan media. Pengaruh batalnya pernikahan itu memang sangat dahsyat.
Selain banyak rekan bisnis Damar yang membatalkan kerja sama. Aset damar di perusahaan Askar juga semakin menurun dan pasti Aditya yang baru bergabung di perusahaan itu akan bisa mengimbangi Damar.
Belum lagi Damar yang tampak steres dengan batalnya pernikahannya yang membuatnya tidak pergi keperusahan. Bahkan Damar tidak keluar dari rumah karena menghindari wartawan.
Jelas kemenangan besar untuk Aditya dengan serangan kecil yang di lakukannya dan membuahkan hasil yang sangat besar. Tidak sabar Aditya melakukan serangan berikutnya. Mungkin Damar dan wanita itu akan semakin gila dengan serangan selanjutnya.
" Tinggal menunggu waktu, kalian akan kembali ketempat kalian semula. Sudah di beri kesenangan. Tetapi malah berulah. Jadi tau sendiri akibatnya," ucap Aditya tersenyum miring yang tidak sabar dengan waktu yang lama berputar.
Aditya menunggu cukup lama. Dan setelah menunggu akhirnya wanitanya muncul di hadapannya dengan tantenya yang berdiri di sampingnya.
Mendengar hentakan heels itu Aditya mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan melihat kearah tepat lurus di depannya. Di mana wanita yang di bawanya berdiri dengan gugup.
Aditya melebarkan matanya kala melihat Felly yang sangat cantik, dengan dress biru muda di atas lututnya tanpa lengan, sehingga memperlihatkan dada dan pundak Felly yang sangat mulus.
Heels Silver yang di pakainya juga membuatnya tambah cantik dengan rambut di gerai di beri keriting di bawahnya sedikit membuat penampilan Felly begitu cantik.
" Bagaiman?" suara wanita itu membuyarkan lamunan Aditya.
Aditya pura-pura terlihat santai. Padahal dia harus mengatakan jika wanita yang di jadikannya alat itu benar-benar wanita yang paling cantik yang pernah di temuinya. Kecantikan Felly memang berbeda dengan yang lainnya.
" Lumayan, lah," sahut Aditya gengsi mengatakan jika Felly cantik. Aditya berdiri merapikan jasnya.
" Ayo!" ajak Aditya yang berjalan terlebih dahulu.
Felly yang masih terlihat bingung menundukkan kepalanya kepada wanita yang sangat ramah kepadanya.
Dan lihatlah wanita itu tersenyum melihatnya. Felly tidak menyangka jika di dunia nya yang kejam itu. Masih ada orang baik yang di temuinya.
Felly pun hanya mengikut Aditya yang berjalan ke luar dari butik mewah itu yang pasti langkahnya sangat buru-buru sehingga Felly harus berlari untuk mengejar Aditya.
__ADS_1
Wanita pemilik butik itu hanya melihat dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Melihat bagaiman Aditya yang sangat dingin kepada wanita yang menurutnya sangat tertekan.
" Apa tidak bisa mengucapkan terima kasih," gumam wanita itu.
***********
Kediaman Harison.
Hari ini pelayan menyiapkan makan malam dengan hidangan yang banyak dan pasti makanan-makanan yang mewah.
Harison, Damar, dan Rebecca sudah menunggu di meja makan. Dengan pelayan yang berjejer di belakang mereka.
" Sialan, Aditya ingin memperkenalkan calon istrinya, bisa kacau jika dia benar-benar akan menikah terlebih dahulu. Damar akan di tendang dari perusahaan kalau sampai Aditya memiliki anak," batin Rebecca yang sedari tadi gelisah.
Aditya memang memberi tahu kakeknya. Dia akan mengadakan acara makan malam. Untuk memperkenalkan calon istrinya. Harison pasti kaget dan merasa tidak mungkin. Jika Aditya akan berpikiran untuk menikah.
Harison hanya menganggap cucunya itu hanya bercanda. Tetapi Harison juga penasaran dengan apa yang di katakan Aditya, benar atau tidak dengan ucapan Aditya.
Jadi Harison sebagai tuan rumah tetap menyuruh pelayan itu untuk menyiapkan makan malam.
Sementara Damar yang masih di bendung kesedihan dengan putusnya hubungannya dengan wanita yang di cintainya tanpa alasan.
Tidak terlalu peduli Aditya mau menikah atau tidak. Karena pikirannya masih fokus pada Felly.
Damar memang beberapa hari ini tidak terlalu bersemangat, makanya dia juga belum pernah kekantor atau melakukan hal lain dan hanya sibuk dengan kesedihannya dan pasti Rebecca hanya bisa mendesak putranya itu.
Tidak berapa lama mobil Aditya sudah berhenti di depan istana itu. Felly di dalam mobil terus menggengam tangannya di atas pahanya.
Jangan tanya tanganya pasti sudah sangat dingin. Dia benar-benar sangat takut menghadapai semua ini. Di tidak tau bencana apa lagi yang akan terjadi ketika dia mengatakan apa yang di katakan Aditya.
Pasti Felly sebenarnya sudah tau apa bencana itu. Dan dia juga sudah siap dengan semua itu. Hinaan, makian, kekecewaan orang-orang yang mempercayainya. Itu sudah pasti ada.
Walau mempersiapkan diri untuk semua itu. Felly tetap takut, merasa gelisah. Tetapi kembali kepada sang adik dan mamanya yang di jadikan Aditya sebagai ancaman.
__ADS_1
Membantah sudah tidak ada gunanya lagi. Jalan satu-satunya hanya menjalankan perintah pria itu.
Bersambung....