
Felly duduk di pinggir kolam renang dengan ke-2 kakinya masuk kedalam kolam renang. Wajahnya tampak murung yang sepertinya Felly masih punya masalah dengan suaminya. Ya dia masih ngambek karena Aditya yang mengerjainya di depan orang tuanya yang membuatnya malu dan tidak mau bicara pada Aditya.
Aditya yang sedari tadi mencari pada Felly. Akhirnya menemukan sang istri yang dengan wajah di tekuk berada di pinggir kolam renang.
" Kenapa dia semakin lama semakin menggemaskan. Semakin seperti anak kecil," ucap Aditya geleng-geleng dengan istrinya yang ngambek dan Aditya mendapat pr untuk membujuk sang istri.
Aditya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan lalu melangkah untuk mendekati istrinya. Tetapi Adita menghentikan langkahnya saat melihat bunga mawar yang tumbuh indah tertanam.
Aditya menyimpang sebentar untuk memetik bunga mawar itu. Mungkin akan di jadikannya alat untuk membujuk Felly.
" Auhhhhh," lirih Aditya saat jarinya terkena mawar dan berdarah.
" Tidak apa-apa Aditya. Butuh pengorbanan untuk istrimu yang sedang merajuk," ucap Aditya yang tampak begitu semangat. Setelah berhasil mengambil mawar itu. Aditya melanjutkan langkahnya untuk mendekati Felly.
" Menyebalkan, kenapa sih, dia nggak bisa serius sedikit saja. Bikin malu," oceh Felly dengan wajahnya yang mengkerut. Tiba-tiba di tengah ocehannya setangkai mawar berada di depannya membuat Felly tersenyum melihat indahnya mawar itu.
Namun wajahnya kembali merengut dan senyum indah itu hilang dan menoleh kebelakang siapa yang memberinya yang tak lain adalah suaminya.
" Ngapain memberiku ini?" tanya Felly dengan ketus. Aditya tersenyum tipis lalu duduk di samping Felly bersilah kaki menghadap sang istri.
" Kenapa bertanya. Aku memberikan ini untuk istriku yang cantik," ucap Aditya mengeluarkan rayuan mautnya.
" Aku tidak butuh," sahut Felly dengan mengalihkan pandangannya yang masih jutek pada suaminya.
" Sayang," ucap Aditya memanggil istrinya sayang dengan kata lembut itu. Felly mendengarnya ingin melompat-lompat tinggi. Tetapi masih menjaga gengsinya.
" Hey, lihat aku jangan marah terus. Lihat jari sampai terluka untuk mengambilkan mu bunga ini," ucap Aditya terlihat begitu menyedihkan membuat Felly melirik ke arah jari Aditya. Dari hati Felly dia sebenarnya tidak tega untuk melihatnya dan gatal ingin mengobatinya.
" Kamu tega padaku hah!" tanya Aditya.
" Itu salahmu sendiri," sahut Felly.
" Sayang sudah dong, jangan marah lagi. Aku minta maaf," bujuk Aditya mengusap-usap pipi istrinya dengan lembut.
" Kamu itu cantik sekali. Kau tidak tau. Kenapa aku harus di pertemukan wanita seperti kamu. Kamu benar-benar istri yang sempurna untukku," ucap Aditya mengeluarkan semua rayuannya untuk istrinya dan jujur Felly ingin tersenyum yang hanyut dengan kata-kata manis itu.
Aditya mendekatkan dirinya pada Felly dan memegang dagu Felly. Mensejajarkankan wajah itu padanya. Agar Felly melihat matanya.
" Aku mencintai mu Felly," ucap Aditya mencium lembut kening Felly.
__ADS_1
" Ishhhh, kamu," ucap Felly memukul manja Aditya dengan menahan senyumnya.
" Awas kalau kamu mengerjaiku lagi. Apa lagi di depan mama dan juga papa," ucap Felly memberikan ancaman.
" Siap sayang," sahut Aditya dengan memberi hormat. Dan Felly tersenyum malu-malu.
" Nih," ucap Aditya memberikan kembali setangkai mawar merah itu dan dengan senang hati Felly langsung mengambilnya.
" Makasih," ucap Felly tersenyum lebar. Aditya juga tersenyum yang bisa berhasil membujuk istrinya dan tidak ngambek-ngambekkan lagi.
Felly melihat jari suaminya yang terluka dan langsung meraih jatuh itu dan mengisap darah yang masih tersisa membuat Aditya tersenyum lebar.
" Lain kali hati-hati," ucap Felly.
" Kalau di obatinya caranya seperti ini. Aku tidak apa-apa. Jika harus terluka lagi," sahut Aditya.
" Ishhhh, kamu di kasih tau, malah kayak gitu," sahut Felly kesal.
" Iya sayang aku akan mendengarkan apapun kata istriku. Karena ucapan istriku sudah yang paling benar," ucap Aditya.
" Nggak juga," sahut Felly.
" Ya sudah kamu jangan marah-marah lagi," ucap Aditya. Felly mengangguk.
" Aku mau berenang, tapi aku tidak bisa berenang," ucap Felly. Aditya mengendus mendengarnya.
" Aku akan mengajarimu cara berenang," sahut Aditya membuat Felly mengkerutkan dahinya.
" Kamu serius?" tanya Felly. Aditya mengangguk. Aditya langsung berdiri dan membuka kemejanya menyisahkan dada telanjangnya dan membuka sepatunya dan tanpa aba-aba. Aditya langsung melompat kedalam air..
Byurrrr.
Sampai air kolam mengenai wajah Felly membuat Felly memejamkan matanya. Dan tiba-tiba Aditya sudah muncul di depannya.
" Ayo turun aku akan mengajarimu berenang," ucap Aditya. Memegang ke-2 tangan istrinya dan Felly masih ragu dengan kata-kata Aditya dan Felly yang bengong langsung di turunkan Aditya.
" Aaaaa," teriak Felly yang sudah masuk kedalam kolam renang dan pinggangnya di tahan Aditya.
" Aditya kamu," ucap Felly kesal mengusap wajahnya yang sudah basah. Aditya memang tidak pernah puas untuk tidak membuat istrinya marah.
__ADS_1
" Aku akan mengajari mu berenang," ucap Aditya mencium cepat pipi Felly. Dan Felly hanya penuh kebingungan.
Dan tanpa aba-aba Aditya langsung mengajari istrinya berenang. Layaknya Felly di perlakukan seperti anak kecil dan jelas Felly sangat bahagia dengan apa yang di lakukan Aditya. Kolam renang itu di jadikan ke-2 pasangan suami istri itu untuk bermain, bermesraan dan beberapa kali mereka saling mengerjai satu sama lain.
Kebahagian di wajah ke-2nya tidak bisa di gambarkan. Mereka menikmati kebersamaan mereka dan mungkin sudah lebih satu jam dari mereka berada di dalam air atau permukaan air sampai akhirnya Aditya mengangkat istrinya kepinggir kolam renang mendudukkannya dan dengan posisinya yang masih di dalam kolam renang.
" Kamu sudah bisa?" tanya Aditya. Felly mengusap wajahnya dengan tangannya dan menggeleng.
" Masih sedikit. Kalau belajar lagi aku pasti akan bisa," jawab Felly.
" Baiklah kita akan belajar lagi," sahut Aditya. Felly mengangguk-angguk.
Dratt-dratt-drattt.
Tiba-tiba ponsel Aditya yang di letakkan di pinggir kolam renang bergetar dan Felly mengambilnya dan melihat panggilan masuk itu.
" Siapa?" tanya Aditya.
" Laura," jawab Felly. Aditya pun naik kepermukaan duduk di samping Felly. Lalu mengangkat telpon itu.
" Louspeker " ucap Felly yang tampak ingin tau apa yang di bicarakan Aditya. Aditya mengangguk dan memberi louspeker agar istrinya mendengarnya. Karena memang mereka tidak ada rahasia lagi.
" Ada apa Laura?" tanya Aditya yang sudah mengangkatnya.
" Aditya, kejahatan Rebecca 17 tahun lalu. Ada buktinya di sebuah rekaman yang tersimpan dalam file," ucap Laura to the point menyampaikan apa yang ingin di sampaikannya.
" Apah!" sahut Aditya kaget dan Felly juga kaget.
" Benar Aditya. Damar sendiri yang menceritakan padaku," sahut Laura dengan suaranya bergetar.
" Lalu di mana buktinya?" tanya Aditya.
" Aku sempat mengambilnya di ruang kerja Damar bersamaan dengan dokument yang kita curi. Tetapi file itu jatuh dan aku juga tidak tau di mana," ucap Laura menjelaskan.
" File yang di ambil Laura saat pesta ulang tahun kakek. Apa itu file yang sama saat aku temukan di depan kamar mandi yang jatuh dari Laura," ucap Felly tiba-tiba membuat Aditya melihat Felly serius.
" Kamu menemukan file itu?" tanya Aditya memastikan. Felly mengangguk.
" Dan masih ada bersamamu?" tanya Aditya lagi memastikan.
__ADS_1
" Iya masih ada bersamaku," jawab Felly.
Bersambung