Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 300 Bertanggung jawab dalam hukum.


__ADS_3

Alhamdulillah kondis Damar akhirnya sudah membaik. Damar juga sudah bangun. Sekarang Laura berada di sampingnya yang menyuapinya makan.


Damar tersenyum melihat Laura yang ada di sisinya. Mata Damar melihat ke arah pintu ruangan perawatannya yang di buka yang mana di sana terlihat banyak Polisi yang berjaga.


" Kapan mereka akan membawaku?" tanya Damar sambil mengunyah makanannya. Laura menoleh ke belakang, melihat apa yang di maksud Damar.


" Dokter bilang kamu akan pulih dalam 2 atau 3 hari ini. Setelah itu kamu menjalankan perawatan di dalam tahanan," jawab Laura tampak sedih. Damar tersenyum tipis dan memegang pipi Laura.


" Lalu kamu kenapa?" tanya Damar.


" Kenapa, memang aku kenapa?" tanya Laura kembali.


" Wajah kamu terlihat murung. Bukannya kamu sering mengatakan kepadaku. Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanku," ucap Damar.


" Iya memang harus," sahut Laura.


" Lalu kamu kenapa menjadi sedih. Apa kamu tidak ikhlas. Kalau aku pergi lagi," ucap Damar.


" Tidak. Siapa bilang seperti itu. Aku kan sudah mengatakan. Kalau aku akan menunggu mu. Jadi kenapa aku harus sedih," sahut Laura. Damar tersenyum mendengarnya.


" Makasih ya Laura. Kamu sudah mau bersamaku," ucap Damar. Laura tersenyum mengangguk.


" Aku yang berterima kasih. Karena kamu sudah kembali kepadaku. Aku ingin kita membuka lembaran baru dan melupakan masalah lalu yang menyeramkan itu," ucap Laura. Damar menganggu dan mendekatkan diri pada Laura mencium lembut kening Laura.


" Ehemmm!" suara deheman tiba-tiba membuat Laura dan Damar tersentak kaget. Yang ternyata deheman itu berasal dari mulut Aditya. Aditya yang datang bersama Felly, Elia, Harison dan Lusi.


" Mama!" lirih Laura gugup.


" Makan, makan aja. Nggak usah pakai cium-cium," sahut Aditya dengan sindiran. Sampai Felly harus mencubit lembut suaminya itu.


" Shutttt biarin aja," ucap Felly pelan.


" Bagaimana keadaan kamu Damar?" tanya Harison.


" Baik kek," sahut Harison.


" Baguslah kalau begitu kamu harus banyak istirahat. Supaya cepat pulih," ucap Harison.


" Terima kasih kek. Oh iya kek Damar berterima kasih. Karena kakek sudah mengurus pemakan mama," ucap Damar.


" Aku tidak ingin di katakan mertua yang keji. Jadi urusan pemakamannya sudah menjadi kewajibanku," sahut Harison tampak santai.


" Apapun itu Damar sangat berterima kasih," sahut Damar. Harison menganggur.


" Hmmm, oh iya Damar kalau sembuh Polisi itu akan membawamu dan kamu tidak tau sampai kapan di penjara. Jadi mending kamu perjelas status anakku. Jangan kamu gantungi," sahut Lusi dengan ketus.

__ADS_1


" Maksud mama apa?" tanya Laura.


" Kamu itu jangan bodoh Laura. Kamu mau aja menunggui dia bebas dari penjara yang status kalian belum jelas. Lalu bagaimana kalau dia bebas nanti terus sama orang lain. Kamu tidak bisa nuntut apa-apa. Karena kamu bukan siapa-siapanya. Jadi kamu hanya capek saja menunggunya," sahut Lusi sinis.


" Mah, Laura tidak mengerti dengan perkataan mama," sahut Laura penuh kebingungan.


" Laura maksud Tante Lusi itu. Ada sebaiknya kamu dan Damar memperjelas status dari pacaran menjadi resmi suami istri," sahut Felly yang sudah bisa menarik kesimpulan.


Laura dan Damar sama-sama kaget mendengarnya. Mereka bahkan saling melihat dengan wajah yang masih sama-sama terkejut.


" Apa itu artinya Tante merestui hubungan saya dengan Laura," sahut Damar yang terlihat tidak percaya.


" Mending cepat sebelum saya berubah pikiran," sahut Lusi dengan sinis.


Damar bertambah schock mendengarnya. Dia tidak percaya keluarga Laura justru menerimanya.


" Bagaimana kamu mau perjelas atau tidak status anak saya. Kalau tidak biar Laura saya nikahkan dengan orang lain," sahut Lusi memberi ancaman.


" Iya Tante, saya akan menikah dengan Laura," sahut Damar dengan cepat.


Laura malah bengong dengan apa yang di dengarnya. Dia pasti tidak percaya, jika mamanya menyetujui hubungannya. Menerima Damar apa adanya.


Damar meraih ke-2 tangan Laura. Menatapnya dengan dalam-dalam.


" Laura, maukah kamu menikah dengan ku?" tanya Damar yang melamar Laura. Laura tersenyum merasa haru. Namun dengan cepat Laura mengangguk.


" Terima kasih Laura," sahut Damar.


Felly Aditya saling melihat dengan tersenyum ikut merasakan kebahagian kecil itu. Harison, Elia dan Lusi juga sama-sama merasa ikut degan kebahagian itu


***********


Tidak menunggu lama-lama. Pernikahan Laura dan Damar pun langsung di adakan. Di mana Damar dan Laura mengadakan pernikahan mereka di rumah sakit. Menikah dengan sederhana.


Laura dan Damar sama-sama duduk di lantai yang beralaskan kaki. Duduk bersebelahan dengan penghulu yang berada di depan mereka.


Harison, Aditya, Felly, Elia, dan Laura berada di sekitar mereka yang menjadi saksi pernikahan singkat itu.


Penghulu juga sudah menjabat tangan Damar dan sudah memulai Ijab kabul.


" Saya terima nikahnya Laura Anatasya dengan mas kawin tersebut," sahut Damar dengan sekali tarikan napas ketika penghulu mengucapkan ijab kabul.


" Sah?" tanya penghulu pada beberapa orang.


" Sah," sahut semuanya serentak.

__ADS_1


" Alhamdulillah," sahut penghulu dan mereka melanjutkan dengan doa bersama.


Setelah berdoa selesai. Laura mencium punggung tangan suaminya dengan lembut Damar mencium lembut kening Laura.


Lusi tersenyum melihat kebahagian Laura yang sangat singkat. Bukan hanya Lusi tetapi, Felly dan Aditya juga ikut bahagia. Elia dan Harison juga pastinya.


Damar dan Laura berdiri dan untuk menghapa Lusi. Laura langsung memeluk mamanya.


" Makasih mah, sudah memberikan Laura restu. Laura sangat bahagia," ucap Laura memeluk erat mamanya.


" Sama-sama. Kamu harus menjadi wanita yang lebih kuat. Kamu harus sabar. Anggaplah ini ujian pertama dalam pernikahan kamu," ucap Lusi dengan bijak memberi arahan pada putrinya.


" Iya mah," sahut Laura melepas pelukan itu dan Damar ikut memeluk mama mertuanya itu.


" Makasih Tante, sudah memberikan saya kesempatan untuk menikahi Laura," ucap Damar.


" Kamu sudah menikah dengan Laura. Tetapi memanggil saya tetap Tante. Kamu ini bagaimana sih," sahut Lusi kesal. Kata-kata Lusi hanya mengundang tawa di ruangan itu.


" Maaf tant... Maksud saya mama," sahut Damar mengubah panggilannya dengan cepat.


" Begitu dong," sahut Laura, memeluk Damar, " kamu ingat jangan sakiti Laura. Kamu sudah berhasil memberinya jampi-jampi sampai dia mau menikah dengan kamu meski kamu akan di penjara. Jadi awas saja kalau menyakitinya. Saya bukan hanya mengirim jampi-jampi padamu. Tetapi juga santet," ucap Lusi dengan ancaman yang sangat ngeri.


" Iya ma, saya tidak akan menyakiti Laura," sahut Damar meyakinkan ibu mertuanya itu


" Bagus kalau begitu," sahut Lusi melepas pelukan itu.


" Selamat ya Laura, Damar semoga kalian bisa menjalani semua ini dengan sabar," ucap Felly memberi ucapan selamat.


" Makasih ya Felly," sahut Laura.


" Damar, titip Laura. Laura titip Damar," sahut Aditya.


" Thanks Aditya, kau sudah begitu banyak membantuku," sahut Damar.


" Sama-sama, kalian ber-2 gunakan lah kesempatan yang sedikit untuk berbahagia," sahut Aditya memberikan saran.


" Terimah kasih Aditya," sahut Laura.


" Damar Laura, selamat ya untuk pernikahan kalian," sahut Elia.


" Makasih kak Elia," sahut Damar dan Felly serentak.


" Damar kamu sudah menikah. Bertanggung jawablah atas istrimu," ucap Harison.


" Iya kek. Terima kasih untuk kalian semua yang tidak meninggalkanku. Terima kasih untuk semua kesempatan ini," ucap Damar terlihat bahagia. Walaupun hanya sederhana. Yang lainnya mengangguk tersenyum. Damar dan Laura saling melihat Damar memegang erat tangan Laura mereka ber-2 sama-sama tersenyum lebar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2