
Felly tetap makan dengan Fokus dengan lahap. Steak yang memang di inginkannya. Mungkin dia mengidam dan akhirnya bisa di makan itu buatan ayah dari bayinya.
Bagaimana rasanya tidak nikmat. Belum lagi makan sambil di lihatin Aditya. Walau Aditya hanya curi-curi pandang saja. Tetapi tetap saja Aditya menemaninya makan.
Akhirnya semua makanan itu habis semua masuk kedalam perut Felly. Piring itu bahkan sangat bersih. Felly pun minum sampai habis 1 gelas. Aditya langsung pura-pura fokus pada ponselnya seakan-akan tidak melihat Felly.
" Aku sudah habiskan makanannya," ucap Felly.
" Apa perlu kau melapor padaku," sahut Aditya tanpa melihat Felly.
" Tidak sih. Ya sudah. Aku bersihkan dulu dapur," ucap Felly berdiri membawa piring dan gelas. Ketempat pencucian piring.
" Kenapa dia di situ. Apa dia tidak ingin kembali kekamar," batin Felly.
" Biarkan saja, pelayan yang mengerjakan. Sekarang lebih baik kamu tidur. Nanti yabg ada dapur tambah berantakan lagi," ucap Aditya yang juga sudah berdiri.
" Cepat buruan jangan malah diam mematung," desak Aditya yang melihat Felly diam.
" Hmmm," jawab Felly dengan deheman. Aditya melangkahkan kakinya pergi terlebih dahulu dan Felly pun akhirnya menyusul Aditya tanpa membersihkan dapur.
Padahal tadi Aditya menyuruhnya menunggu di dapur untuk membersihkan dapur. Eh malah dia yang di kasih makan dan bahkan tidak jadi membersihkan dapur.
***********
Pagi-pagi sekali Andre sudah rapi seperti ingin pergi. Sabila yang berada di dapur heran melihat Andre yang tampak rapi dan seperti bukan ingin berangkat kerja.
" Mau kemana Andre, kok rapi amat?" tanya Sabila. Andre pun menghampiri sang mama.
" Andre mau ke Jakarta ma," jawab Andre. Membuat Sabila heran. Anaknya tiba-tiba kejakarta tanpa memberitahu terlebih dahulu.
" Ke Jakarta, untuk apa?" tanya Sabila heran.
" Tiba-tiba Andre mendapat telpon dari kantor polisi dan polisi mengabari katanya. Ada seseorang yang ingin mengungkap kasus papa kembali," jawab Andre. Membuat Sahila kaget.
" Kasus papa. Apa maksudnya dia ingin meringankan hukuman papa?" tanya Sabila yang jelas sangat terkejut. Tetapi dia sangat bahagia. Jika apa yang di katakan putranya itu terjadi.
" Mungkin. Karena dia seorang pengacara ma. Aku juga belum tau pasti. Dia siapa. Makanya Andre mencoba kekantor polisi dulu dan melihat dulu siapa dia," ucap Andre.
" Lalu apa Felly tau masalah ini," tanya Sabila.
" Belum ma. Kalau semuanya sudah jelas. Nanti Andre baru kasih tau semuanya sama Felly. Takutnya kalau di beri tau sekarang dan ternyata hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Yang ada Felly akan kecewa. Karena hanya berharap saja. Jadi setelah di pastikan semuanya. Baru Andre kasih tau," jelas Andre yang memang belum menyakini apa-apa.
" Iya, mama setuju sama kamu. Ya sudah kamu hati-hati dan semoga saja. Papamu benar-benar akan mendapat keadilan. Mama hanya berharap semuanya seperti itu," ucap Sabila yang penuh harapan.
" Iya ma, mama tenang saja. Jika memang sudah waktunya pasti semuanya akan baik-baik saja," ucap Andre. Sabila mengangguk-angguk.
" Ya sudah. Kalau begitu Andre pergi dulu," ucap Andre pamit mencium punggung Sabila.
" Iya. Kamu hati-hati ya," ucap Sabila. Andre mengangguk lalu pergi.
" Aku sangat berharap. Ada keadilan untuk suamiku. Sudah 5 tahun kami tetap tidak mendapat keadilan. Dia harus di hukum tanpa kesalahan," batin Sabila berbahagia sedikit dengan kabar yang di berikan putranya.
**********
Felly berada di dapur sedang menuang kopi yang mungkin untuk Aditya.
__ADS_1
" Hmmmm," suara deheman yang membuat Felly tersentak kaget. Felly membalikkan tubuhnya dan melihat yang ternyata Rebecca.
" Tante," lirih Felly ketakutan. Tetapi kali ini Rebecca tersenyum layaknya seorang wanita yang lembut. Walau tidak tau senyumnya itu untuk apa.
" Kamu kenapa sih Felly. Kalau melihat saya seperti melihat hantu," ucap Rebecca berbicara sangat lembut.
" Tumben sekali Tante Rebecca berbicara sangat lembut," batin Felly merasa aneh.
" Memang saya jahat sama kamu?" tanya Rebecca. Yang menyandarkan pantatnya di pinggir meja. Sementara Felly masih di penuhi kebingungan.
" Kamu kenapa diam?" tanya Rebecca.
" Maaf Tante. Felly hanya takut salah di depan Tante," ucap Felly.
" Memang apa yang kamu lakukan. Kamu jangan seperti ini sama saya. Saya ini mertua kamu. Mungkin saya marah sama kamu. Karena kamu dan Aditya seakan menghiyanati Damar. Tetapi lama berpikir. Saya sekarang menyadari. Jika hubungan itu tidak bisa di paksakan. Jika papa saja menerima semuanya. Kenapa saya tidak," ucap Rebecca dengan Tiba-tiba membuat Felly heran dan sekarang berani menatap Rebecca.
" Maksud Tante apa?" tanya Felly bingung.
" Kita lupakan semuanya. Tidak ada gunanya seperti. Saya juga capek. Jika harus menyimpan kebencian pada menantu saya," ucap Rebecca mengusap lengan Felly.
" Maksud Tante. Tante sudah tidak membenci Felly lagi?" tanya Felly memastikan. Rebecca mengangguk tersenyum.
" Jangan panggil Tante. Saya ibu mertua kamu. Jadi panggil saja mama," ucap Rebecca. Felly sangat kaget mendengarnya.
" Ada apa dengan Tante Rebecca kenapa tiba-tiba seperti ini," batin Felly yang penuh kebingungan.
" Felly kamu kenapa?" tanya Rebecca dengan lembut.
" Tidak Tante?" jawab Felly.
" Iya ma," sahut Felly gugup. Rebecca tersenyum mendengarnya.
" Begitu dong. Kan enak di dengar," ucap Rebecca. Felly sedang mengangguk-angguk penuh kebingungan.
" Oh iya. Kamu lagi ngapain?" tanya Rebecca.
" Buat kopi untuk Aditya," jawab Felly.
" Mama juga membuatkan untuk Damar. Keasyikan bicara jadi kelupaan pasti Damar sudah menunggu. Padahal dia mau kekantor. Felly mama minta tolong kamu anterin kopi yang kamu buat Damar saja ya. Mama akan buatkan buat Aditya. Aditya kan belum berangkat bekerja. Tapi sudah mau pergi. Mama minta tolong ya," ucap Rebecca. Felly kebingungan dengan permintaan Rebecca.
" Tapi ma," ucap Felly.
" Felly sudah ya. Setelah kamu kasihkan sama Damar. Kamu kembali ke dapur ambil kopi Aditya. Selesaikan," ucap Rebecca.
" Tapi..."
" Sudah sana," Rebecca mendorong Felly pelan memaksa Felly melakukan apa yang di katakannya.
Sampai Felly yang tidak punya pilihan pun langsung pergi. Kepergian Felly membuat Rebecca tersenyum miring dengan ke-2 tangannya di lipat kedada.
" Anak bodoh. Ternyata semuanya sangat mudah. Dengan pelan-pelan kamu akan mengikuti permainan ku. Aku tidak akan membiarkan semua orang melindungimu. Jika membunuhmu suatu hal yang sulit. Maka aku membuatmu terhempas dari khayalanku yang ingin menjadi Cinderella," batin Rebecca tersenyum penuh rencana.
***********
Dengan bodohnya Felly benar-benar mengantarkan kopi itu pada Damar yang sedang menelpon di ruang tamu.
__ADS_1
" Mas Damar," tegur Felly dengan pelan. Damar yang berdiri membelakangi Felly membalikkan tubuhnya dan melihat Felly.
" Felly," ucap Damar langsung mematikan ponselnya.
" Ini mas, tadi mamanya mas Damar menyuruhku mengantarnya," ucap Felly.
Damar tersenyum mendapat kopi buatan Felly. Dan Damar langsung mengambilnya. Tetapi hanya gelasnya saja dan membiarkan Felly memegang piring yang sebagi alasnya.
" Makasih ya," ucap Damar langsung meminumnya. Meminum sambil melihat Felly dan meletakkan kembali cangkir kopi itu di atas piring.
" Buatan kamu tidak pernah berubah," ucap Damar. Felly hanya menanggapi dengan biasa. Tetapi dia sangat gelisah dengan apa yang di lakukannya.
Ternyata pemandangan hal yang seperti itu harus di saksikan Aditya. Bagai istri yang memberikan suaminya kopi dengan sangat manis membuatnya geleng-geleng kepala.
" Kalau begitu. Felly kembali kedapur dulu," ucap Felly langsung pergi.
Dia tidak ingin berlama-lama di sana yang mungkin bisa menimbulkan salah paham. Dia juga harus membuatkan minuman untuk Aditya.
*********
Felly akhirnya memasuki kamarnya dan menghampiri Aditya yang ternyata berdiri di teras kamar. Dengan berkacak pinggang. Felly menarik napasnya panjang dan membuang perlahan dan langsung menghampiri Aditya.
" Ini kopinya," ucap Felly yang berdiri di belakang Aditya.
Felly sangat gugup dan memang terlihat seperti melakukan kesalahan. Aditya membalikkan tubuhnya dan tanpa basa-basi langsung menjatuhkan secangkir kopi yang di pegang Felly.
Prangggg.
Cangkir dan isinya langsung terjatuh tepat di bawah kaki Felly dan membuat Felly tersentak kaget sampai menjinjit karena kakinya yang mengenai air panas.
" Suamimu di rumah ini apa 2. Sampai kau harus memberikan orang lain dulu baru aku," bentak Aditya membuat Felly kaget. Suara menggelegar itu memang menunjukkan kemarahannya pada Felly.
Felly mendengarnya kaget. Itu berarti Aditya tau jika apa yang di lakukannya.
" Berani sekali kau memberikannya terlebih dahulu dan juga mememberikan aku minuman dari tangan wanita itu," ucap Aditya.
Felly diam tanpa bisa berbicara apa-apa. Dia melihat wajah Aditya memerah. Dengar rahang kokoh yang mengeras.
" Aku tidak tau Felly bagaimana caranya berbicara kepadamu," ucap Aditya menekan suaranya.
" Bisa-bisanya kau memberikan orang lain terlebih dahulu di bandingkan aku. Jika kau membenciku. Paling tidak gunakan otakmu. Jika di rumah ini. Kau itu istriku dan aku suamimu. Maka berprilaku lah sebagai istri dan jangan seperti wanita yang suka Kesana kemari," ucap Aditya yang marah-marah dengan membentak Felly dan sambil menunjuk-nunjuk Felly.
Kali ini Felly diam tanpa sedikitpun bicara. Seperti merasa jika dia memang salah.
" Apa kau menantangku Felly," tekan Aditya yang langsung memegang kedua bahu Felly dan mendorongnya kedingding sampai Felly merasakan sakit di bagian punggungnya karena terhempas kedingding.
" Apa memang kau ingin bersamanya. Makanya kau sangat suka mencuri-curi kesempatan untuk dekat dengannya," teriak Aditya yang menatap mata Felly tajam. Felly dan Aditya saling menatap dengan dalam.
" Kau benar-benar wanita murahan. Sudah menikah tetapi masih saja suka mempromosikan dirimu," tegas Aditya yang kembali menghina Felly. Membuat mata Felly bergenang dengan kata-kata yang biasa di dengar nya.
" Aku minta maaf," ucap Felly dengan serak. Air matanya jatuh seketika mulutnya berbicara.
Aditya terdiam dan terus melihatnya. Matanya berkeliling melihat wajah Felly dan bahkan Fokus pada air mata yang seakan ada ketukan di hatinya yang mengatakan untuk menenagkan dirinya. Dia tau semua kejadiannya dan seharusnya dia tidak menghakimi Felly.
Bersambung.....
__ADS_1