Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 303 Kepergian Bion.


__ADS_3

Aditya dan Felly sekarang berhadapan dengan Bion yang ingin minta resign. Di mana mereka duduk di ruang tamu yang juga Bion duduk. Ya pasti suasana itu terlihat sangat canggung sekali.


" Ada apa ini Bion. Kenapa tiba-tiba?" tanya Aditya lagi yang tidak mudah menyetujui pengajuan Bion.


" Maaf tuan, seperti yang saya katakan tadi. Saya sudah merasa cukup mengabdi dan saya ingin membuka lembaran baru juga," jawab Bion.


" Kamu ingin menikah!" tebak Felly.


" Ya apapun itu yang jelas saya ingin membuka lembaran baru," sahut Bion yang menjawab dengan tidak jelas.


" Setelah resign dari saya. Lalu pekerjaan kamu apa?" tanya Aditya.


" Selama ini uang yang tuan berikan sudah cukup dan saya juga menabungnya selama ini dan uang itu akan saya gunakan untuk membangun bisnis kecil-kecilan di Luar Negri," jawab Bion. Felly dan Aditya saling melihat.


" Jadi kamu akan ke Luar Negri?" tanya Felly yang masih tidak percaya dengan perginya Bion.


" Benar non Felly," jawab Bion.


" Bion apa kamu tidak bisa pikirkan ini baik-baik dulu. Lagian kamu adalah kepercayaan suami saya. Kenapa sampai seperti ini. Ini sangat mendadak," ucap Felly yang juga berat hati dengan melepas kepergian Bion dari suaminya.


" Maaf non Felly. Tetapi keputusan saya sudah bulat," sahut Bion menegaskan.


"Baiklah!" sahut Aditya, " saya tidak bisa melarang kamu. Mungkin kamu juga punya pleaning jadi saya tidak bisa mencegah kamu," sahut Aditya yang tidak bisa berbuat apa-apa.


" Terima kasih pak," sahut Bion merasa lega.


" Bion saya yang berterima kasih. Karena selama ini kamu banyak membantu saya. Bahkan membantu kak Elia dan juga Felly. Kamu mengabdi cukup lama kepada saya. Dan saya tau kamu juga ingin melakukan banyak hal di luar untuk tetap mengikuti saya. Kamu masih muda dan perjalanan kamu masih panjang. Jadi saya yang mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada kamu," ucap Aditya dengan menegaskan.


" Saya juga Bion. Kamu juga banyak membantu saya. Sama seperti suami saya. Saya tidak bisa melarang kamu dan semoga keputusan yang kamu ambil tepat. Dan kamu bisa sukses di kemudian hari nanti," sahut Felly menambahi.


" Amin, terima kasih non Felly dan tuan Aditya yang sudah memberikan saya dukungan. Saya sangat beruntung selama ini ikut dengan tuan Aditya. Banyak pelajaran yang saya dapatkan," ucap Bion.

__ADS_1


" Iya, kita berdua sama Bion. Dan saya hanya berdoa yang terbaik untuk kamu," ucap Aditya.


" Iya tuan. Kalau begitu saya permisi dulu tuan. Sekali terima kasih banyak," ucap Bion yang langsung berdiri. Aditya dan Felly juga sama-sama berdiri.


" Gaji, dan bonus kamu akan segera saya transfer. Hak kamu akan tetap kamu dapatkan," ucap Aditya.


" Baik tuan," sahut Bion menundukkan kepalanya.


" Saya permisi tuan," sahut Bion yang pamit.


" Tunggu dulu Bion," sahut Aditya membuat langkah Bion yang berhenti.


" Iya tuan," sahut Bion heran. Aditya mendekatinya dan memeluknya.


" Semoga kamu sukses dan bahagia," ucap Aditya yang memberi pelukan sebagai seorang kakak pada Bion yang mengabdi selama ini kepadanya.


" Tuan juga semoga sukses dan bahagia," sahut Bion yang membalas pelukan itu. Felly tersenyum melihat pemandangan yang manis itu.


" Semoga dia menemukan ke suksesannya," ucap Felly dengan penuh harapan.


" Amin," sahut Aditya.


************


Bion pun melangkah keluar dari rumah menuju mobilnya. Sebelum memasuki mobil Bion melihat di sekitarnya dulu. Melihat untuk terakhir kalinya tempatnya mengabdi itu. Bion menurunkan napasnya perlahan dengan wajahnya yang tersenyum simpul.


" Terima kasih untuk tempat yang bahagia ini," ucap Bion yang sudah merelakan kehilangan tempat ini.


Bion melihat di sekitarnya kembali sebelum dia pergi. Bion melihat sampai ke atas-atas dan tidak sengaja melihat kamar Elia yang Elia ada di jendela.


Namun Elia langsung menutup tirai putih dengan cepat yang kelihatannya tidak ingin Bion mengetahuinya. Walau Bion sudah mengetahuinya yang sebenarnya.

__ADS_1


" Non Elia semoga non bahagia," batin Bion yang tersenyum melihat bayangan Elia yang membelakanginya.


Selesai melihat-lihat semuanya. Bion pun memutuskan untuk memasuki mobil. Tempatnya bukan di sana lagi. Dia dan Aditya sudah melewati banyak jalan yang hitam sampai putih dan sekarang sama dengan Aditya. Bion juga ingin membuka lembaran hidup baru dan bahagia dengan normal seperti orang pada umumnya.


Suara mesin mobil itu membuat Elia kembali membuka tirai jendelanya dan melihat mobil Bion yang keluar dari pagar rumah. Jangan tanya wajahnya. Wajahnya begitu sendu. Tetapi tidak bisa melakukan apa-apa.


" Mungkin memang ini takdirku dan aku tidak bisa menuntut lebih banyak lagi. Pergilah Bion. Kamu punya tujuan hidup kamu yang sangat panjang. Aku hanya bisa berdoa. Semoga kamu terus dalam ke adaan baik. Kamu sukses dan hidup bahagia dengan pilihan kamu," batin Elia dengan meneteskan air matanya.


Air matanya sudah menjelaskan tidak rekanya dia dengan kepergian Bion. Air matanya juga menjelaskan ada perasaan yang tersembunyi di dalam hatinya untuk Bion yang tidak bisa di ungkapkan nya. Elia ibarat cinta bertepuk sebelah tangan atau pungguk yang merindukan bulan. Dia hanya berusaha untuk menerima dan ikhlas dengan semua takdir yang di dapatkannya.


*************


Hari, Minggu dan bulan terus bergantian. Kehidupan terus berjalan baik bahagia maupun sedih. Kematian, hukuman dan kebahagian memang selalu menjadi ending dalam kehidupan.


Hari-hari Felly dan suaminya tetap di jalani dengan penuh tawa, romantis seperti biasanya. Kehamilannya yang juga sudah melewati bulan-bulan tersulitnya dia dan Aditya sering berduaan memeriksakan kandungan itu. Mencium perut istrinya dan memanjakan istrinya sudah hal yang biasa.


Pasangan yang memang menanti-nanti masa kelahiran buah hati mereka. Suatu anugrah yang di berikan kepada mereka.


Felly yang memiliki suaminya di sisinya dalam perkembangan kehamilannya. Lain dari Laura yang memang harus berjuang sendiri. Lusi pun tau jika Laura hamil. Karena sudah menikah itu bukan hal yang aneh untuk Lusi. Walau Laura hamil sebelum menikah.


Namun tetap saja bulan-bulan kehamilannya di lewatinya sendiri terkadang di bantu sang mama dan Laura juga terkadang mengunjungi suaminya di dalam sel.


Jika dia tanya apakah dia bahagia atau tidak. Pasti tidak. Kasna wanita hamil yang di inginkannya adalah suaminya di sisinya. Tetapi tetap dia menjalani semua itu dan setia menunggu suaminya pulang.


Elia sendiri menghadapi hari-harinya dengan galau. Meski Andre beberapa kali mendekatinya. Tetapi tampaknya Elia tidak bisa membuka hati untuk Andre dan masih ada untuk Bion. Jadi Elia menaggapinya datar-datar saja.


Harison sendiri yang memang sudah pensiun menjalani hari-harinya dengan bermain golf yang terkadang di temani Aditya, Felly dan Elia. Kalau sudah tua hanya bersenang-senang yang akan mereka lalui.


Sementara Damar di dalam sel. Pasti akan menjadi orang yang lebih baik lagi. Menghabiskan waktu bersosialisasi dan lebih mendekatkan diri pada ilahi. Agar menjadi orang yang lebih baik lagi.


Kehidupan memang terus di lanjutkan ada yang bahagia dan ada yang masih galau. Ada yang berjuang dan ada yang berusaha menjadi yang terbaik. Begitulah mereka menjalani kehidupan yang sesungguhnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2