Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 30 Pelukan membawa petaka.


__ADS_3

Kakaknya belum pernah saja bertemu Aditya yang barusan di doakan Andre. Dan mungkin jika kakaknya tau Aditya sudah melecehkannya. Mungkin Aditya akan habis di tangannya.


Karena Andre tidak mungkin membiarkan orang lain menyakiti adiknya. Dia akan pasang badan untuk melindungi adiknya. Tetapi semuanya sudah terlambat


Di saat Felly membutuhkan pertolongan sang kakak tidak ada. Dan dia harus meratapi nasibnya membiarkan Pria itu menjamah tubuhnya.


Bukan hanya sampai disitu sekarang Pria itu masih saja mengganggunya. Bahkan mengancam dengan membawa-bawa nama keluarganya yang pasti akan membuat Felly ketakutan.


Tetapi ini akan berakhir. Karena setelah mamanya sembuh Felly mungkin akan dijauhkan dari pria itu. Karena urusannya dengan Pria itu sudah selesai, begitu juga dengan keluarga Damar.


************


Pagi ini Felly dengan buru-buru harus pergi ke Bank mencairkan uang itu untuk operasi mamanya. Di mana mamanya akan di operasi malam hari.


Felly harus mencairkan uang itu dan melunasi biaya operasi sang mama yang memang jumlahnya 70 juta. Dia memang meminta pada Aditya segitu. Tidak lebih dan tidak kurang.


Felly berjalan di pinggir jalan dengan langkah yang terburu-buru. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya membuat Felly bingung karena menghalangi jalannya.


Tetapi dia mengenali mobil tersebut dan dugaannya benar orang yang keluar dari mobil itu adalah Damar mantan kekasihnya. Pria yang kemarin di hancurkanya hatinya. Pria yang sudah di buatnya terluka.


" Felly," kita harus bicara ucap Damar yang sudah ada di hadapan Felly.


" Mas Damar, aku mohon hubungan kita sudah selesai, aku harus buru-buru pergi," ucap Felly yang memang sedang buru-buru. Damar meraih ke dua tangan Felly.


" Aku mohon, tolong jelaskan yang sebenarnya ada apa," ucap Damar memohon. Felly bisa melihat wajah Damar yang sangat lesuh. Wajah penuh kebingungan dan ingin kebenaran.


Damar yang benar-benar hancur. Karena dirinya. Mata Damar bahkan membengkak seperti menangis seharian.


" Felly, aku tidak ingin berpisah dari kamu. Aku tidak peduli kamu dengan dia. Aku tau siapa kamu," ucap Damar lagi yang benar-benar tidak ingin putus dengan Felly.


Damar langsung membawa Felly masuk kedalam pelukannya. Dia tidak peduli dengan apa yang di katakan wanita itu tadi malam. Dia hanya menginkan Felly bersamanya.


" Aku mohon, jika aku ada salah katakan, jangan seperti ini," ucap Damar dengan suara serak.


" Kamu tidak salah mas, aku yang salah, aku tidak pantas untukmu, aku wanita menjijikan. Wanita tidak tau diri, wanita munafik, aku tidak pantas untukmu," batin Felly yang merasa dirinya sangat hina.


Ternyata pelukan Damar dan Felly di saksikan oleh Aditya yang berada di ujung sana. Di dalam mobil. Aditya memukul stir mobilnya saat melihat pemandangan itu.


" Baru satu hari, dia sudah mengingkari janjinya. Apa Damar memberikannya uang yang lebih banyak kepadanya. Dasar wanita murahan. Setelah mendapatkan uang itu dia malah ingin kembali ke pada kekasihnya," desis Aditya penuh emosi menatap penuh kemarahan ke arah Damar dan Felly yang berpelukan erat di pinggir jalan.

__ADS_1


" Kampungan," umpat Aditya semakin kesal.


Pasangan romantis yang membuat hatinya dongkol. Tidak ingin menonton hal yang membuatnya murka. Aditya memilih pergi dengan penuh kemarahan.


Felly melepas pelukannya dari Damar. Dia tidak ingin memiliki hubungan apa-apa lagi dengan Damar. Mungkin sudah takdirnya menjadi wanita yang tidak akan bisa bahagia dengan siapapun.


" Maaf, Mas Felly harus pergi. Hubungan kita sudah selesai. Jadi tolong jangan ganggu Felly," ucap Felly.


" Tidak Felly," Damar masih terus berharap banyak dari Felly. Dia masih ingin ada penyelesaian yang jelas. Dia tidak bisa menerima semua ini. Ini tidak mudah untuknya.


" Mas tolonglah, aku sudah punya pasangan Tolong hargai," tegas Felly dengan menaikkan volume suaranya.


Felly menarik napasnya perlahan lalu langsung pergi dia tidak ingin memperkeruh suasana.


" Felly," teriak Damar melihat punggung Felly yang berlari tanpa membalikkan arah melihat ke arahnya.


" Aku tidak tau, kenapa semua seperti ini. Felly ini seperti mimpi Felly. Aku yakin aku pasti masih bermimpi aku yakin. Karena kamu tidak mungkin menghiyanatiku," batin Damar yang terus memandangi punggung Felly sampai tidak terlihat lagi.


********


Akhirnya Felly sampai ke Bank untuk mencair kan Cek- nya. Felly berdiri di depan Bank tersebut. Dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.


" Maaf mbak ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita cantik yang berpakaian rapi.


" Ini, saya ingin mencairkan cek ini," jawab Felly langsung pada intinya.


" Baiklah, silahkan duduk, tunggu sebentar, saya akan periksa dulu," ucap Wanita tersebut mempersilahkan Felly duduk di bangku di depannya.


" Baik Mbak," jawab Felly langsung duduk. Sementara wanita itu mengecek cek yang di berikan Felly.


" Mama akan segera dioperasi," batin Felly yang menunggu dengan gelisah.


Felly terus memegang tangannya erat yang ada di atas pahanya. Dia berulang kali membuang napasnya panjang. Karena tidak sabaran, melunasi biaya operasi mamanya.


" Mbak," tegur wanita itu.


" Iya," sahut Felly.


" Maaf Mbak, cek ini sudah di bekukan," ucap wanita itu membuat Felly kaget sampai matanya melebar sempurna.

__ADS_1


" Apa!" pekik Felly.


" Iya mbak, cek ini tidak bisa di cairkan," jelas wanita itu mengulang sekali lagi.


" Tidak mungkin pasti Mbak salah, tolong di cek sekali lagi," ucap Felly yang benar-benar panik.


" Maaf mbak, tetapi memang benar. Saya sudah menceknya berkali-kali. Tetapi cek ini tidak bisa di cairkan," jelas wanita itu lagi yang memang sudah mencoba berkali-kali.


" Apa ada kesalahan Mbak, apa yang harus saya lakukan agar ceknya cair, dan kenapa bisa seperti itu?" tanya Felly benar-benar panik.


" Mbak bisa tanya sama yang memberikannya. Mungkin saja terblokir," jawab wanita itu.


" Apa dia memberiku cek palsu. Aku sudah melakukan apa yang dia katakan. Tetapi dia malah menipu ku. Tapi itu tidak mungkin," batin Felly dengan mata bergenang dia mulai panik.


" Bagaimana ini. Di mana lagi aku harus mendapatkan uang. Mama harus di operasi malam ini. 70 juta bukan uang yang sedikit. Apa yang harus aku lakukan. Kenapa dia sekejam itu," batin Felly yang benar-benar bingung harus berbuat apa.


***********


Felly memutuskan mendatangi Aditya. Aditya ternyata berada di Restauran mewah tempanya bekerja.


Felly memang menelpon temannya yang bekerja satu tempat dengannya dan menanyakan keberadaan Aditya dan temannya mengatakan jika Aditya memang ada di sana.


" Felly, kok cepat datang," tanya salah satu pelayan heran dengan Felly terburu-buru. Padahal jadwal Cherry masuk pukul 7 malam sampai jam Restauran tutup.


" Aneh," gumam pelayan tersebut yang tidak mendapatkan jawaban dari Felly melihat Felly yang menaiki anak tangga.


Felly langsung menghampiri ruangan atasannya itu. Tanpa mengetuk pintu Felly membuka pintu dengan cepat.


Membuat Aditya yang duduk santai di bangku kerjanya sedikit kaget reflex melihat ke arah pintu. Yang ternyata wanita yang beberapa hari ini di jadikannya sebagai alat untuk balas dendam.


" Berani sekali kau masuk tanpa mengetuk pintu," ucap Aditya sinis.


" Kenapa kau bekukan cek ku?" tanya Felly to the point yang berdiri di hadapan Aditya. Mendengarnya Aditya mendengus.


" Aku kira kau tidak membutuhkannya lagi, bukannya kau sudah mendapatkan darinya yang lebih banyak. Ternyata kau sangat serakah, sudah mendapat uang darinya masih memerlukan ku. Payah gara-gara uang kau datang kemari," desis Aditya dengan sinis meremehkan Felly dengan suka-suka


Bersambung....


Jangan lupa Vote, Like, koment, Dan follow aku ya..... Visualnya menyusul.

__ADS_1


__ADS_2